;
Tags

Investor

( 183 )

Separuh Investor Tak Wajib Bayar Bea Meterai

KT3 22 Feb 2022 Kompas

 BEI mencatat separuh lebih dari sekitar 7,7 juta investor pasar modal membukukan transaksi harian di bawah Rp 10 juta. Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono Widodo, Senin (21/2), menyatakan, transaksi bernilai hingga Rp 10 juta bebas bea meterai. Ketentuan itu diharapkan menjaga minat investor ritel tetap berinvestasi di pasar modal. (Yoga)

IHSG Pulih, Jumlah Investor Meningkat

KT3 19 Feb 2022 Kompas

”Investor kita saat ini sudah lebih dari 8 juta, naik 7 % dari akhir 2021. Sementara belakangan ini, IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) pulih dengan baik, bahkan melampaui sebelum pandemi Covid-19,” kata Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi dalam seminar daring ”Casual Talks, Scaling Up the Utilization of Sustainable Financial Instrument”, Jumat (18/2). Hasan menambahkan, kapitalisasi pasar di BEI sudah  melewati Rp 8.632 triliun. Pada penutupan perdagangan Jumat, IHSG naik 0,84 % menjadi 6.892 yang merupakan rekor tertinggi indeks sepanjang masa. Selain kenaikan jumlah investor dan kenaikan kapitalisasi pasar, volume perdagangan saham pun semakin ramai. Tercatat, rata-rata volume transaksi saat ini sebesar Rp 12,4 triliun per hari dengan rata-rata volume perdagangan sebanyak 21,31 miliar saham diperjual belikan. (Yoga)


Menjaring Investor Institusi

KT1 26 Jan 2022 Investor Daily

Ditengah kuatnya ekspektasi bahwa ekonomi segera pulih dari krisis akibat Covid-19, pasar saham masih bergerak tak menentu. Indeks harga saham gabungan (IHSG) di BEI belakangan terus melemah. Pada perdagangan Selasa (25/1) kemarin, IHSG minus 0,20% selama setahun berjalan. IHSG tidak sendirian. Volatilitas di alami hampir seluruh bursa saham di dunia, para investor global mulai menarik dananya dari emerging markets karena penaikan FFR merupakan sinyal bahwa ekonomi AS mulai pulih. Mereka tidak boleh terlambat memanfaatkan momen tersebut untuk menginvestasikan dananya di negeri Paman Sam  yang dikenal dengan negara paling aman untuk berinvestasi. Pergerakan pasar saham bisa lebih terukur  jika porsi investor institusi dan ritel berimbang. Banyak cara untuk menambah porsi investor institusi, misalnya memberikan insentif pajak kepada pengelola dana pensiun (dapen), perusahaan asuransi, atau korporasi yang menginvestasikan dananya di pasar modal. (Yetede)

Jumlah Investor Pasar Modal Melesat Berkat Inovasi Teknologi

HR1 24 Dec 2021 Kontan

Semakin banyak orang Indonesia yang melek investasi. Jumlah investor pasar modal meningkat 89,58% menjadi 7,3 juta single investor dentification (SID) sepanjang tahun ini sampai dengan 17 Desember 2021. Jumlah tersebut merupakan SID gabungan yang terdiri dari investor saham, surat utang, reksadana, surat berharga negara (SBN) dan jenis efek lain yang tercatat di KSEI. Jika dirinci, jumlah investor yang memiliki aset saham meningkat 101,19% menjadi 3,41 juta. Sedang jumlah investor yang memiliki reksadana melesat 111,29% jadi 6,71 juta. Investor yang memiliki aset SBN naik 31,96% jadi 607.000. Direktur Utama KSEI Uriep Budhi Prasetyo mengatakan, yang menarik, dari total 7,3 juta investor, sebesar 99,5% merupakan investor ritel. "Investor ritel ini banyak didominasi oleh dua generasi, yakni generasi milennial dan generasi Z," kata Uriep di Jakarta Selatan, Kamis (23/12).


Unicorn dari Hongkong Mengakuisisi Bank Jasa Jakarta

HR1 08 Dec 2021 Kontan

Aksi investor mencaplok bank kecil di Indonesia semakin ramai. Selain margin perbankan di Tanah Air menggiurkan, potensi pasar perbankan dan digitalisasi, menarik minat investor asing maupun lokal. Konsorsium WeLab Sky telah mengumpulkan US$ 240 juta atau sekitar Rp 3,46 triliun untuk mendanai akuisisi dan pengembangan teknologi di bank tersebut. WeLab berencana meluncurkan bank digital Indonesia pada separuh kedua tahun depan. Ini jadi bank digital kedua WeLab di Asia, setelah dimulai di Hong Kong pada tahun 2019.  Beberapa bank kecil lain seperti Bank SBI Indonesia, Bank Index Selindo, Bank Prima Master dan Bank Mayora juga tengah menanti kehadiran investor baru untuk mempertebal modal inti mereka yang harus mencapai Rp 3 triliun di 2022. 

Amerika Mengincar Pajak Investor Kripto

HR1 08 Nov 2021 Kontan

Pemerintah Amerika Serikat (AS) tengah mengincar pamasukan pajak dari investor kripto. Anggota Kongres Amerika Serikat (AS) kemudian mengusulkan kenaikan pajak bagi investor kripto yang nantinya tertuang dalam undang - undang (UU). Tak main - main, Komite Gabungan Perpajakan AS memperkirakan bahwa perubahan aturan terkait penjualan konstruktif dan wash hale secara kolektif akan menghasilkan pemasukan pajak sekitar US$ 16,8 miliar selama 10 tahun.


Usia Muda di Bursa Berjangka

IDR 28 Oct 2021 Koran Tempo

Tempo, Jakarta - Jumlah generasi milenial yang berinvestasi di bursa berjangka komoditas terus meningkat. Komposisi investor baru di pasar komoditas telah bergeser ke rentang usia di bawah 40 tahun. Berdasarkan pengamatan dari 72 kelas pelatihan perdagangan berjangka komoditas yang diadakan ICDX, sebanyak 80 persen peserta adalah pemain baru dan dari kalangan usia 22-35 tahun. Sisanya, sebanyak 20 persen, adalah para pemain profesional yang berusia di atas 40 tahun. 

Komoditas yang paling diminati investor bursa berjangka Indonesia adalah emas, minyak dan valuta asing. Atas dasar itu pula ICDX kemudian meluncurkan produk investasi derivatif yang terdiri atas kontrak spot emas, kontrak berjangka minyak mentah, dan kontrak spot mata uang asing bernama GOFX (gold, oil, and foreign exchange) pada 2019. Meskipun dalam GOFX terdapat tiga komoditas, ICDX masih berfokus mengenalkan komoditas emas kepada masyarakat. Alasannya, komoditas ini sejak dulu dikenal sebagai produk yang aman dengan harga yang stabil. Peningkatan investor milenial juga terjadi di bursa berjangka yang dikelola oleh PT Bursa Berjangka Jakarta (Jakarta Futures Exchange/JFX). Adanya pertumbuhan kaum milenial yang berinvestasi di bursa berjangka. Namun, karena JFX tidak bersentuhan langsung dengan nasabah, informasi detail dipegang oleh para pialang.

Perlindungan Investor, Jangan Mudah Tergiur Cuan Tinggi Investasi

HR1 15 Oct 2021 Bisnis Indonesia, 13 Oktober 2021

Di tengah lonjakan minat investor ritel dalam berinvestasi di pasar modal, perencana keuangan dan otoritas kembali mengingatkan publik ihwal pentingnya kehati-hatian dan ketelitian investor dalam berinvestasi. Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing mengimbau masyarakat agar sebelum melakukan investasi untuk memastikan legalitas perusahaan yang menawarkan investasi atau izin menawarkan produk dari otoritas yang berwenang sesuai dengan kegiatan usaha yang dijalankan. 

Sementara itu dalam Surat Edaran OJK (SEOJK) tentang Penilaian Kembali bagi Pihak Utama Manajer Investasi dan Penasihat Investasi disebutkan Pemegang Saham Pengendali (PSP) adalah badan hukum, orang perseorangan, dan atau kelompok usaha yang memiliki saham atau yang setara dengan saham Manajer Investasi atau Penasihat Investasi. Serta mempunyai kemampuan untuk melakukan Pengendalian atas Manajer Investasi atau Penasihat Investasi. Mereka dilarang untuk memberikan keuntungan secara tidak wajar kepada PSP, pemegang saham, pihak utama, pegawai, dan atau pihak lain yang dapat merugikan atau mengurangi keuntungan manajer investasi dan atau penasihat investasi serta investor.


Ribbit Capital Danai Bank Jago

HR1 05 Oct 2021 Kompas

PT Bank Jago Tbk mengumumkan telah mendapatkan pendanaan dari Ribbit Capital. Pendanaan itu dinilai mengonfirmasi kepercayaan investor global terhadap prospek bank digital di Indonesia. Emiten perbankan PT Bank Jago Tbk mengumumkan telah mendapatkan pendanaan baru. Kali ini, pendanaan tersebut didapatkan dari Ribbit Capital. Dalam keterangan tertulis Senin (4/10/2021), Direktur Utama Bank Jago Karim Siregar tidak menjelaskan berapa nilai pendanaan terbaru tersebut. ”Kehadiran Ribbit menunjukkan minat dan ketertarikan yang tinggi investor kelas dunia terhadap upaya Bank Jago dalam memajukan inklusi keuangan digital di negeri ini,” ujarnya.

Hal itu dinilai mengonfirmasi besarnya harapan dan kepercayaan investor global terhadap prospek bank digital di Indonesia. Ribbit Capital merupakan salah satu investor global yang sudah berinvestasi pada berbagai perusahaan teknologi finansial di banyak negara.Didirikan tahun 2012, mandat Ribbit adalah berinvestasi pada bisnis terbaik yang menjadi pelopor baru dalam layanan keuangan. Ribbit telah menanamkan investasi di sejumlah perusahaan teknologi dan bank digital, antara lain, Robinhood, Affirm, Nubank, Coinbase, dan Credit Karma.


Holding Pabrik Gula Berburu Investor

HR1 29 Sep 2021 Koran Tempo, 21 September 2021

Rencana pembentukan induk usaha (holding) industri gula badan usaha milik negara (BUMN) terus berjalan. Direktur Utama Holding PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III, Muhammad Abdul Gani, mengatakan holding dengan nama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) atau SugarCo itu bakal menyatukan 35 pabrik gula. Menurut Gani, pembentukan SugarCo membutuhkan investasi Rp 20 triliun. Setelah SugarCo memperoleh inbreng atau penyerahan saham 35 pabrik gula dari pemerintah, akan ada divestasi saham untuk investor baru sebanyak 49 persen. “Artinya, BUMN tetap menjadi pemegang saham mayoritas," kata dia dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), kemarin. 

Meski begitu, kata Gani, ada sejumlah syarat bagi calon investor yang akan masuk ke SugarCo. Salah satunya adalah status sebagai pemain dalam industri gula, baik di sektor perkebunan (on farm) maupun pabrik (off farm). Calon investor juga harus memiliki jaringan pada industri gula di luar negeri, akses teknologi, hingga pendanaan.Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir menilai sudah saatnya BUMN yang bergerak dalam industri gula bergabung dalam satu holding untuk mewujudkan swasembada. Ia berkaca pada restrukturisasi PTPN XII yang menghasilkan perbaikan kinerja keuangan dan memberi keuntungan. "Saya minta holding ini melibatkan perkebunan rakyat dan lahan milik Perhutani, sehingga ada peningkatan lahan produksi dari 45 ribu hektare menjadi 85 ribu hektare, sebelum kemudian menjadi 250 ribu hektare pada 2025," kata Erick.