Usia Muda di Bursa Berjangka
Tempo, Jakarta - Jumlah generasi milenial yang berinvestasi di bursa berjangka komoditas terus meningkat. Komposisi investor baru di pasar komoditas telah bergeser ke rentang usia di bawah 40 tahun. Berdasarkan pengamatan dari 72 kelas pelatihan perdagangan berjangka komoditas yang diadakan ICDX, sebanyak 80 persen peserta adalah pemain baru dan dari kalangan usia 22-35 tahun. Sisanya, sebanyak 20 persen, adalah para pemain profesional yang berusia di atas 40 tahun.
Komoditas yang paling diminati investor bursa berjangka Indonesia adalah emas, minyak dan valuta asing. Atas dasar itu pula ICDX kemudian meluncurkan produk investasi derivatif yang terdiri atas kontrak spot emas, kontrak berjangka minyak mentah, dan kontrak spot mata uang asing bernama GOFX (gold, oil, and foreign exchange) pada 2019. Meskipun dalam GOFX terdapat tiga komoditas, ICDX masih berfokus mengenalkan komoditas emas kepada masyarakat. Alasannya, komoditas ini sejak dulu dikenal sebagai produk yang aman dengan harga yang stabil. Peningkatan investor milenial juga terjadi di bursa berjangka yang dikelola oleh PT Bursa Berjangka Jakarta (Jakarta Futures Exchange/JFX). Adanya pertumbuhan kaum milenial yang berinvestasi di bursa berjangka. Namun, karena JFX tidak bersentuhan langsung dengan nasabah, informasi detail dipegang oleh para pialang.
Tags :
#InvestorPostingan Terkait
KETIKA PERAK TAK LAGI SEKADAR LOGAM
Ketahanan Investasi di Sektor Hulu Migas
Geopolitik Memanas, Bisnis Bank Emas Mengkilap
Amankan Pasokan BBM Dalam Negeri
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023