;
Tags

Tiongkok

( 205 )

Sinyal Pemulihan Ekonomi China Jadi Peluang bagi RI

KT3 27 Feb 2023 Kompas

Aktivitas perekonomian China menunjukkan sinyal pemulihan. Indonesia dapat mengambil ancang-ancang mengoptimalkan peluang dari sinyal tersebut, khususnya dalam meningkatkan investasi yang berorientasi hilirisasi serta ekspor. Sinyal pemulihan China muncul dari Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers’ Index/PMI) komposit yang dipublikasikan S&P Global dan Caixin pada Februari 2023. Data itu menyebutkan, PMI komposit China naik dari 48,3 pada Desember 2022 menjadi 51,1 pada Januari 2023. Posisi yang menandakan bisnis tengah berekspansi ini merupakan pertama kalinya setelah lima bulan berturut-turut PMI komposit China ada di zona kontraktif. Keyakinan pelaku bisnis di China terhadap prospek dalam 12 bulan ke depan juga meningkat.

Menurut Kepala Pusat Industri, Perdagangan, dan Investasi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Andry Satrio Nugroho, Indonesia dapat memanfaatkan momen kebangkitan China tersebut. ”Terdapat peluang ekspansi permodalan dan produksi (dari China) yang menyasar negara-negara berkembang. Indonesia mestinya bisa menjadi salah satu sasaran,” katanya saat dihubungi, Minggu (26/2). Berdasarkan tren sebelum pandemi, Andry menilai, China masih akan mencari negara tujuan investasi baru agar dapat mengalirkan produknya ke AS secara tidak langsung. Apalagi, Indonesia sedang fokus dalam program hilirisasi atau peningkatan nilai tambah. Investor dari China dapat berpartisipasi dalam program hiliriasi tersebut. Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Sanny Iskandar mengatakan, China menguasai dana, teknologi, serta peran sebagai offtaker (pembeli) produk-produk hilirisasi sumber daya mineral. Oleh sebab itu, Indonesia dapat menjadi incaran investor China. (Yoga)


Ekonomi Global Lebih Cerah dari Perkiraan

KT1 21 Jan 2023 Investor Daily (H)

DAVOS, ID – Perekonomian global tahun ini akan lebih baik dari yang dikhawatirkan sebelumnya. Hal itu ditopang oleh inflasi yang berada dalam tren menurun, pembukaan kembali lockdown di Tiongkok, dan kuatnya pasar tenaga kerja. Tetapi tetap penuh dengan risiko, termasuk eskalasi konflik di Ukraina dan munculnya perang dagang lintas Atlantik. Pandangan ini mengemuka pada diskusi panel di akhir World Economic Forum (WEF) 2023 di Davos, Swiss, Jumat (20/1/2023). Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva mengatakan, situasi yang telah meningkat adalah potensi Tiongkok untuk mendorong pertumbuhan global dan IMF sekarang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Tiongkok sebesar 4,4% untuk 2023. Perkembangan terbaru ini kemungkinan akan mendorong IMF untuk merevisi naik perkiraan pertumbuhan global yang sebesar 2,7%. Tapi Georgieva mengingatkan agar semua pihak tidak mengharapkan adanya peningkatan dramatis pada angka itu. (Yetede)

Dampak Ganda Pembukaan China

KT3 14 Jan 2023 Kompas

Keputusan Pemerintah China mencabut semua kebijakan nihil Covid-19 dan membuka diri kembali dalam waktu singkat membawa harapan besar bagi kalangan investor dunia. Hanya saja, membuka diri terlalu cepat justru bisa memicu tekanan inflasi. Dampak pembukaan kembali China, negara berperekonomian terkuat kedua di dunia, di pasar-pasar keuangan ini sangat penting. Apalagi setelah China mengalami kerugian sampai dua digit tahun lalu karena inflasi dan suku bunga yang melonjak. Pasar negara berkembang, komoditas mata uang, minyak, perjalanan, dan perusahaan mewah Eropa disebut-sebut akan menjadi tumpuan China untuk memulihkan perekonomian. Perjalanan ini tidak akan mudah bagi China karena banyaknya persoalan yang akan dihadapi. China menghadapi lonjakan kasus Covid-19 meski dampak dari lonjakan ini pada perekonomian belum terasa. Namun, harga komoditas sudah naik. Ini menambah risiko inflasi bagi China. Untuk sementara ini, kalangan investor lebih memusatkan perhatian pada hal-hal positif sambil mengantisipasi lebih banyak langkah stimulus dari China. Selain itu, mereka berharap krisis kesehatan dan krisis ekonomi China akan mencapai puncaknya pada triwulan I-2023.

”Keputusan China membuka diri kembali terlihat cukup bagus. Ada banyak kredit dan stimulus fiskal yang dimasukkan China ke dalam sistem. Stimulus itu berhasil,” kata Edward Al Hussainy, analis suku bunga dan mata uang senior di Columbia Threadneedle, dikutip kantor berita Reuters, Jumat (13/1). Pembukaan kembali China juga menghilangkan risiko resesi. Goldman Sachs memperkirakan ekonomi zona euro tumbuh 0,6 % pada tahun ini dibandingkan perkiraan kontraksi sebelumnya. Kepala Investasi untuk Invetasi Inti di AXA Investment Managers Chris Iggo mengatakan, tingkat permintaan di China akan mengimbangi narasi di Barat bahwa permintaan konsumen dan pengeluaran bisnis melambat karena suku bunga naik. Amundi, mengatakan, pembukaan kembali China dapat menandai ”titik balik” untuk ekuitas pasar negara berkembang. Namun, dorongan dari pembukaan kembali China memunculkan kekhawatiran akan terjadinya inflasi. China merupakan importir minyak terkemuka dunia dan banyak komoditas lainnya. Harga minyak sudah naik 10 % sejak pertengahan Desember 2022 hingga 84 USD per barel. Pembukaan kembali China bisa mendorong Bank Sentral Eropa menaikkan suku bunga lebih lama karena inflasi euro sebagian besar didorong oleh energi. (Yoga)


China Fokus pada Misi 2035

KT3 23 Dec 2022 Kompas

Tidak ada pembangunan bagus tanpa perencanaan dan tanpa sentuhan pemerintah. China sangat andal soal ini dan sedang fokus pada misi 2035. Peran pemerintah tidak pernah luput dari pakar ekonomi pembangunan. Kestabilan politik, harga misalnya, ada di tangan pemerintah. Arah pembangunan ekonomi ada di tangan pemerintah, tanpa mendistorsi mekanisme pasar. Di era modern, China adalah contoh melekat dengan pembangunanekonomi disertai perencanaankuat pemerintah yang dipuji ekonom peraih Hadiah Nobel Ekonomi 2001 Joseph E Stiglitz. China melaju sebagai basis produksi manufaktur global karena memproduksi dalam skala ekonomi berbiaya rendah. Ini penguat perdagangan global, kini China mencanangkan pada 2035 pendapatan per kapita warga dari 19.170 dollar AS (purchasing power parity) akan setara dengan pendapatan per kapita negara maju.

China dikenal fokus dan diuntungkan dengan kepemimpinan kuat dan kesediaan mendengar aspirasi, sejak Deng Xiaoping. Di bawah Presiden Xi Jinping, China melaju tidak hanya fokus pada inovasi, tetapi juga memakmurkan dunia. Impian Xi adalah mengubah tatanan menuju dunia yang saling maju dan harmonis. ”Pada abad ke-21 kita tak bisa hidup dengan pemikiran lama,” kata Xi, dikutip Xinhua (26/10). ”Jalan China menuju modernisasi tidak hanya menjadi kebanggaan bagi warganya, tetapi juga menawarkan kesempatan bagi negara lain mempercepat pembangunannya sembari tetap independen,” demikian Xinhua, melanjutkan visi Xi. Pesan itu disampaikan Dubes China untuk Indonesia Lu Kang, di Jakarta, Rabu (21/12). Lu menekankan visi pembangunan China 2035 yang mengutamakan kerja sama saling menguntungkan, tanpa syarat, dan inklusif. (Yoga)


PANDEMI COVID-19 China Longgarkan Protokol Kesehatan

KT3 08 Dec 2022 Kompas (+)

Pemerintah China akhirnya melonggarkan sejumlah aturan protokol kesehatan yang selama tiga tahun terakhir diterapkan secara amat ketat. Kebijakan ini menjadi kabar baik bagi warga China sekaligus perekonomian global, termasuk Indonesia. Komisi Kesehatan Nasional China mengumumkan kebijakan pelonggaran itu pada Rabu (7/12), sehari setelah Presiden China Xi Jinping memimpin rapat Politbiro Partai Komunis China (PKC). Langkah pemerintah itu dipicu perekonomian China yang terus tertekan disusul aksi protes warga yang meluas di sejumlah kota di China. Masyarakat frustrasi dan marah dengan terbatasnya mobilitas sosial dan ekonomi selama tiga tahun penuh. Protes dalam skala besar itu merupakan pertama kalinya dalam 33 tahun terakhir di China. Dalam pengumumannya, Komisi Kesehatan Nasional China menyebutkan sejumlah kebijakan yang intinya melonggarkan protokol kesehatan yang ketat selama ini. Salah satunya adalah pengurangan frekuensi dan ruang lingkup tes usap. Kebijakan baru juga menyebutkan, aturan karantina wilayah total atau penguncian (lockdown) yang menjadi sumber kemarahan rakyat China akan dibatasi seminimal mungkin.

Pihak berwenang juga diharuskan segera membebaskan area yang tidak memiliki kasus positif setelah  lima hari. ”Otoritas kesehatan dan departemen terkait di semua daerah harus menangani Covid-19 sesuai dengan kondisi daerah masing-masing. Para pejabat di tingkat lokal harus mengambil langkah tegas dan terperinci untuk melindungi keselamatan dan kesehatan jiwa masyarakat, meminimalkan dampak epidemi pada pembangunan ekonomi dan sosial,” sebut Komisi Kesehatan Nasional China dalam pernyataan tertulis yang diunggah di laman resminya. Kebijakan protokol kesehatan yang berlangsung ketat tersebut menekan perekonomian China.   Sementara sejumlah negara yang mulai melonggarkan protokol kesehatannya sudah mulai menggeliat kembali menuju pemulihan. Gary Ng, ekonom pada Natixis di Hong Kong, berpendapat, pengumuman terbaru itu menunjukkan China bertekad mempercepat pembukaan kembali ekonominya yang tertekan. Untuk itu, kemungkinan ada kenaikan siklus dalam sentiment bisnis dari permintaan yang tertekan, terutama di sektor-sektor yang terpengaruh pembatasan Covid-19. (Yoga)


China Melonggar, Yuan dan Saham Menguat

KT3 06 Dec 2022 Kompas

Sebagian besar saham China pada Senin (5/12) melonjak dan nilai mata uang Yuan menguat melewati level psikologis penting, yaitu 7 yuan per USD. Posisi itu adalah yang terkuat sejak September lalu. Indeks saham Hang Seng (Hong Kong) naik 4,5 % menjadi 19.518,29. Indeks Saham Gabungan Shanghai naik 1,8 % menjadi 3.211,81. Catatan positif itu merupakan efek dari rencana Beijing mengumumkan pelonggaran mobilitas paling cepat hari Rabu (7/12). Investor menyambut gembira kabar pelonggaran yang didorong aksi protes dan kerugian ekonomi yang meningkat. Dengan pengumuman itu, China, yang selama tiga tahun mencanangkan kebijakan nol Covid-19, segera melonggarkan penutupan perbatasan dan penguncian wilayah yang sangat sering dilakukan. China diperkirakan akan mulai mengikuti trend global yang ”hidup dengan virus”. Kebijakan nol Covid telah merugikan ekonomi serta memberikan tekanan mental pada warga dan memicu aksi protes. Otoritas di daerah-daerah telah melonggarkan pengetatan, aturan karantina, dan keharusan tes Covid dengan berbagai tingkat keketatan.

Para  pejabat juga sudah mulai menurunkan nada bahaya tentang Covid. Investor pun berharap pembukaan kembali China akan mencerahkan prospek pertumbuhan dan permintaan komoditas. ”Dalam waktu dekat, perusahaan platform internet juga akan mendapatkan hasil yang lebih baik. Secara intuitif, saat kasus melonjak, orang akan memilih tinggal di rumah untuk meminimalkan risiko penularan,” kata Kepala Ekonom Grow Investment Group, Hao Hong. Standard Chartered memperkirakan China akan menghapus sebagian besar kebijakan pembatasan terkait Covid-19 pada kuartal II tahun 2023. Langkah itu akan membuat konsumsi rumah tangga pulih ke tingkat sebelum pandemic (2017-2019). Stephen Innes dari SPI Asset Management menilai, langkah China membuka kembali membantu memicu optimisme pasar tentang kemungkinan percepatan pertumbuhan pada 2023, terutama aset sensitif China. Pembukaan kembali China juga mengangkat harga minyak karena ekspektasi permintaan membaik, sementara keputusan OPEC dan produsen utama untuk tidak menaikkan produksi juga mendorong komoditas. (Yoga)


RRT Akan Umumkan Pelonggaran Protokol Karantina

KT1 02 Dec 2022 Investor Daily (H)

ID – Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT) akan mengumumkan pelonggaran protokol karantina dan pengurangan pengujian massal dalam beberapa hari mendatang. Menurut para sumber kepada Reuters, perubahan kebijakan yang nyata ini terjadi menyusul kemarahan rakyat atas aturan pembatasan terberat di dunia dan memicu aksi protes meluas. Ada pun langkah-langkah pelonggaran kebijakan yang bakal diungkapkan, termasuk pengurangan pengujian massal dan tes asam nukleat reguler, serta langkah -langkah mengizinkan orang-orang dengan kasus positif dan kontak dekat untuk menjalani isolasi di rumah di bawah syarat tertentu. Kebijakan tersebut jelas jauh berbeda dari protokol sebelumnya yang telah menyebabkan frustrasi publik. Pasalnya seluruh komunitas berada dalam lockdown, terkadang selama berminggu-minggu, walau hanya ada satu kasus positif. Kasus-kasus di seluruh negeri pun dilaporkan masih mendekati angka tertinggi, tetapi muncul perubahan setelah beberapa kota mencabut lockdown dalam beberapa hari terakhir. Bahkan seorang pejabat tinggi mengatakan kemampuan virus untuk menyebabkan penyakit telah melemah. (Yetede)

Pasar Cemas pada Unjuk Rasa di China

KT3 29 Nov 2022 Kompas

Pasar global menunjukkan kecemasan atas unjuk rasa di China. Pasar khawatir karantina wilayah untuk pengendalian Covid-19 di China menjadi semakin berlarut-larut gara-gara unjuk rasa itu. Rangkaian unjuk rasa terjadi di beberapa kota di China sepanjang pekan lalu. Kebakaran di salah satu rusun di Kota Urumqi, Xinjiang, 25 November 2022, menjadi salah satu faktor pemicu unjuk rasa. Warga marah dan menuding karantina wilayah (lockdown) yang terlalu ketat berkontribusi pada kematian 10 orang di rusun itu. ”Pembukaan kembali tidak akan mudah. Sepertinya perekonomian China akan semakin tertekan, bisa karena karantina yang tidak kunjung berakhir atau karena krisis kesehatan,” kata analis senior Swissquote Bank, Ipek Ozkardeskaya, dalam catatan yang diedarkan Senin (28/11). Ekonom Natixis, Gary NG, mengingatkan, pasar Asia sangat terhubung satu sama lain. Oleh karena itu, dampak gangguan pasar China bisa meluas ke berbagai negara. ”Pasar tidak suka ketidakpastian. Unjuk rasa di  China menyebabkan kondisi ini,” ujarnya. Seperti dikhawatirkan Ozkardeskaya, pasar pun bereaksi negatif atas perkembangan di China.

Ketidakpastian pemulihan China membuat harga minyak anjlok. Dalam perdagangan kemarin, minyak WTI dijual 74 USD per barel. Minyak Brent dijual 81 USD per barel. Pedagang khawatir, permintaan minyak semakin berkurang kala perekonomian China tidak kunjung pulih. China merupakan importir minyak terbesar dunia. ”Permintaan akan terus terpangkas,” kata Direktur Pasar Minyak China pada S&P Global Commodity Insights, Fenglei Shi. Ekonom Goldman Sachs kantor Hong Kong, Hui Shan, menyebutkan, Beijing harus segera memilih akan terus melakukan karantina wilayah atau adanya tambahan kasus baru Covid-19. ”Kondisi sekarang berpeluang membuat pertumbuhan PDB di bawah target,” ujarnya. Pemerintah China terus melaporkan kenaikan jumlah kasus baru sepanjang November 2022. Dari rata-rata 1.000 kasus per hari, China mencatatkan 40.347 kasus baru pada Minggu (27/11). Lonjakan semakin tinggi selepas rangkaian unjuk rasa terjadi di sejumlah daerah. (Yoga)


Pasar Finansial Ikut Berguncang

KT1 29 Nov 2022 Investor Daily

LONDON, ID – Sementara di seluruh Tiongkok massa berunjuk rasa menuntut kebebasan berpolitik dan diakhirinya kebijakan nir-Covid yang sangat keras dijalankan pemerintah pusat, pasar finansial dunia pada Senin (28/11/2022) ikut berguncang. Pasar saham merosot dan harga minyak mentah turun karena para investor khawatir apa yang terjadi di Tiongkok memicu ketidakpastian terhadap perekonomiannya. “Unjuk rasa di kota-kota besar di Tiongkok telah mengguncang pasar-pasar yang berisiko tinggi, termasuk minyak yang berada di bawah tekanan, sehingga saham BP dan Shell jatuh di bawah penurunan indeks Inggris,” kata Victoria Scholar, kepala investasi di Interactive Investor, seperti dikutip AFP, Senin. Adapun saham-saham yang terkait dengan Tiongkok memimpin aksi jual terbesar di Asia. Indeks Hang Seng Hong Kong ditutup turun lebih dari satu persen dan Shanghai turun 0,8 %. Nilai tukar yuan juga tergelincir sekitar satu persen. “Sentimen telah berubah menjadi masam ketika unjuk rasa di seluruh Tiongkok meluas. Risiko situasi meningkat dan volatilitas jangka pendek tetap tinggi,” kata Stephen Innes dari SPI Asset Management. (Yetede)

Merajut Impian Makmur Bersama dari Pelosok China

KT3 27 Nov 2022 Kompas

Kepala Desa Huanggualu Kecamatan Tianbao, Provinsi Yunnan, China Zhao Youong, Rabu (16/11) menceritakan pengalamannya mengolah kebun tomat seluas 4,5 hektar. Pendapatannya 150.000 RMB (Rp 328 juta) per tahun. Selain tomat, ia dan 30 kepala keluarga di desa itu juga menanam rempah-rempah langka cao guo atau amomum tsao-ko atau kapulaga hitam. Tanaman mirip jahe yang dipanen Agustus ini dimanfaatkan sebagai obat dan bumbu masak. Sekretaris Komite Partai Komunis China (PKC) Kecamatan Tianbao Zhang Jun menjelaskan, pendapatan warga meningkat pesat berkat penjualan tomat dan cao guo secara daring. Dulu hasil panen hanya dijual di pasar terdekat dengan dibawa sendiri oleh para petani. Namun, harganya kurang bagus. Setelah dijual secara daring, harga cao guo bisa lebih tinggi, 60-80 RMB (Rp 132.000-Rp 175.000) per kg dalam bentuk kering. Pendapatan warga dulu hanya 30.000-40.000 RMB per tahun, kini naik menjadi 120.000 RMB per tahun. ”Menjual secara daring tidak repot dan lebih cepat. Kurir layanan antar mengambil hasil panen dari petani dan langsung dikirim ke konsumen. Petani hanya perlu mempromosikan produknya,” kata Zhang. Hasil panen lebih mudah dibawa keluar desa karena akses jalan ke kota sudah dibuat sejak 2014. Terbukanya akses desa setelah dibuat jalan juga menjadi kunci keberhasilan 68 keluarga di Desa Jianglong, Kecamatan Xingjie, yang mayoritas menanam jeruk. Hasil panen pun dijual secara daring sehingga akses jalan menjadi penting bagi truk kurir e-dagang yang lalu lalang di desa saat panen.

Membuka jalan di Yunnan tidak mudah karena kawasan ini berupa gunung dan bukit karst. Hamparan karst menjadi pemandangan sepanjang perjalanan dari Kunming, ibu kota Yunnan, ke Wenshan selama 3,5 jam. Sepanjang jalan tol banyak terowongan menembus gunung dan bukit yang panjangnya 1-9 km. Jalan tol ini menjadi penghubung China dan Vietnam yang sangat dekat. Jarak Desa Huanggualu dengan Hanoi, ibu kota Vietnam, hanya 4 jam. Membuka akses jalan ke kampung juga bukan urusan gampang bagi Xie Chengfen (52), ibu dua anak dari Desa Haiziba di Kecamatan Xichou. Xie yang pernah menjadi kepala desa pada 1996-2016 itu dulu membangun jalan sepanjang 8 kilometer dari desanya yang terpencil menuju jalan utama bersama warga. Lahan yang berbatu dan berbukit sulit untuk ditanami dan dibangun jalan. Perekonomian kampung sulit berkembang. Sebelum membangun jalan, Xie belajar membudidayakan kenari, tanaman yang cocok untuk daerahnya, lalu mengajak warga menanam 8.300 pohon kenari.

”Saat panen, kenari susah sampai pasar karena jalanan jelek. Akhirnya kami bangun jalan pada 2008. Untuk mengatasi kekurangan dana, saya minta sumbangan warga dengan keliling ke setiap rumah,” kata Xie. Kini hasilnya bisa dinikmati. Dari hasil panen kenari, pendapatan naik menjadi 180.000 RMB per tahun. ”Dulu kami khawatir terus tidak bisa makan. Sekarang sudah tak perlu khawatir lagi karena punya uang,” ujarnya. Kehidupan masyarakat yang membaik membuat Tianbao terbebas dari kemiskinan pada 2020. Semua berkat infrastruktur, lapangan pekerjaan di pabrik, konstruksi, dan industri pertanian. Sejak 2012, 8,8 juta orang di 88 kabupaten miskin terbebas dari kemiskinan. Pemerintah Yunnan menghabiskan setengah anggaran pembangunan untuk daerah-daerah yang sangat miskin. Desa-desa di Yunnan kini memiliki akses jalan yang di perkeras, listrik, dan jaringan serat optik. Elemen terpenting dalam pengentasan kemiskinan China adalah pembangunan dan peningkatan jalan desa ke pasar. Akses yang lebih baik bagi masyarakat ke pasar untuk menjual produk pertanian dan memenuhi kebutuhan konsumsi menjadi kunci. ”Dulu tantangannya kondisi jalan dan akses ke kota yang sulit. Sekarang Covid-19. Agak susah, tetapi kami pasti bisa melewatinya karena kami punya impian masa depan untuk makmur bersama,” kata Xie. (Yoga)