;

PANDEMI COVID-19 China Longgarkan Protokol Kesehatan

Ekonomi Yoga 08 Dec 2022 Kompas (+)
PANDEMI COVID-19
China Longgarkan
Protokol Kesehatan

Pemerintah China akhirnya melonggarkan sejumlah aturan protokol kesehatan yang selama tiga tahun terakhir diterapkan secara amat ketat. Kebijakan ini menjadi kabar baik bagi warga China sekaligus perekonomian global, termasuk Indonesia. Komisi Kesehatan Nasional China mengumumkan kebijakan pelonggaran itu pada Rabu (7/12), sehari setelah Presiden China Xi Jinping memimpin rapat Politbiro Partai Komunis China (PKC). Langkah pemerintah itu dipicu perekonomian China yang terus tertekan disusul aksi protes warga yang meluas di sejumlah kota di China. Masyarakat frustrasi dan marah dengan terbatasnya mobilitas sosial dan ekonomi selama tiga tahun penuh. Protes dalam skala besar itu merupakan pertama kalinya dalam 33 tahun terakhir di China. Dalam pengumumannya, Komisi Kesehatan Nasional China menyebutkan sejumlah kebijakan yang intinya melonggarkan protokol kesehatan yang ketat selama ini. Salah satunya adalah pengurangan frekuensi dan ruang lingkup tes usap. Kebijakan baru juga menyebutkan, aturan karantina wilayah total atau penguncian (lockdown) yang menjadi sumber kemarahan rakyat China akan dibatasi seminimal mungkin.

Pihak berwenang juga diharuskan segera membebaskan area yang tidak memiliki kasus positif setelah  lima hari. ”Otoritas kesehatan dan departemen terkait di semua daerah harus menangani Covid-19 sesuai dengan kondisi daerah masing-masing. Para pejabat di tingkat lokal harus mengambil langkah tegas dan terperinci untuk melindungi keselamatan dan kesehatan jiwa masyarakat, meminimalkan dampak epidemi pada pembangunan ekonomi dan sosial,” sebut Komisi Kesehatan Nasional China dalam pernyataan tertulis yang diunggah di laman resminya. Kebijakan protokol kesehatan yang berlangsung ketat tersebut menekan perekonomian China.   Sementara sejumlah negara yang mulai melonggarkan protokol kesehatannya sudah mulai menggeliat kembali menuju pemulihan. Gary Ng, ekonom pada Natixis di Hong Kong, berpendapat, pengumuman terbaru itu menunjukkan China bertekad mempercepat pembukaan kembali ekonominya yang tertekan. Untuk itu, kemungkinan ada kenaikan siklus dalam sentiment bisnis dari permintaan yang tertekan, terutama di sektor-sektor yang terpengaruh pembatasan Covid-19. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :