;
Tags

Tiongkok

( 205 )

Yang Pertama Dalam Sepuluh Bulan

KT1 14 Jun 2023 Investor Daily

SHANGHAI,ID-People's Bank of China (PBOC) pada Selasa (13/06/2023) menurunkan suku bunga pinjaman jangka pendek untuk pertama kalinya dalam 10 bulan terakhir. langkah bank sentral Republik Rakyat Tiongkok (RRT) ini bertujuan membantu  memulihkan kepercayaan pasar, dan menyokong masa pemulihan pasca-pandemi di negara dengan kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia ini. PBOC memangkas  seven-day-reserve repo rate terbesar 10 basis poin dari 2,00% menjadi 1,90% pada Selasa. Keputusan ini diambil saat bank sentral menyuntik 2 miliar yuan (US$ 279,97 juta) melalui intrusmen  obligasi jangka pendek. "Keputusan penurunan suku bunga bank sentral bukanlah sebuah kejutan bagi pasar. Bank-bank komersial telah menurunkan suku bunga deposito, dan Gubernur PBOC Yi Gang juga menyebutkan  penguatan penyesuaian kontra-siklus baru-baru ini," ujar Ken Cheung, kepala strategis forex Asia di Mizuho Bank, yang dilansir Reuters. Nilai tukar yang mencapai level terendah enam bulan di 7,1680 per dolar setelah keputusan suku bunga. Sementara itu, imbal hasil obligasi Pemerintah Tiongkok bertenor 10 tahun ke level terendah terbaru dalam 7-1/2 bulan. (Yetede)

Stok Gudang Manufaktur Penuh, Produk Tiongkok Siap Banjiri Indonesia

KT1 07 Jun 2023 Investor Daily

JAKARTA,ID-Pasar Indonesia dikhawatirkan segera dibanjiri produk-produk manufaktur Tiongkok seiring menumpuknya stok di gudang-gudang perusahaan negara Tirai bambu tersebut. Jatuhnya order dari pasar utama seperti Amerika Serikat (AS) dan Eropa, membuat pabrik Tiongkok mencari pasar yang gemuk seperti pasar Indonesia dan India, untuk mengalihkan penjualannya. Tiongkok pasti akan menyasar negara-negara yang mempunyai hambatan perdagangan (trade barier) paling lemah. Indonesia menjadi sasaran empuk buat mereka karena masuk katagori itu. Ini sudah terlihat dari impor TPT Tiongkok yang meningkat ke pasar kita," kata Ketua Umum Asisiasi Pertektilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa Sastraatmaja kepada Investor Daily di Jakarta, baru-baru ini. Biro Statistik Nasional China (National Bureu of Statistik of China/NBS) mengungkapkan,  Indeks Purchasing Managers (PMI) sektor manufaktur Tiongkok masih menunjukkan pelemahan dalam empat bulan beruntun, dimana pada Mei 2023 turun 0,4 menjadi 48,8, dari April lalu yang diposisi 49,2. Angka yang diatas 50 mengindikasikan ekspansi, sebaliknya angka di bawah 50 mencerminkan kontraksi. NBS menyebutkan, indeks produksi turun 0,6 dari bulan sebelumnya ke posisi 49,6, menunjukkan bahwa kegiatan produksi manufaktur Tiongkok melambat. (Yetede)

Norma Ketenagakerjaan demi Investasi Berkelanjutan

KT3 30 May 2023 Kompas

Nilai realisasi investasi dari China di Indonesia sepanjang 2022 melonjak 63% secara tahunan, mencapai 5,18 miliar USD. Berdasarkan data BPS, nilai realisasi investasi China di Indonesia itu merupakan yang tertinggi dalam 10 tahun terakhir. China menjadi negara asal penanaman modal asing yang terbesar kedua di Indonesia setelah Singapura. Sejumlah kalangan menilai, hal ini tak lepas dari upaya Pemerintah Indonesia menggelar karpet merah bagi penanaman modal asing melalui implementasi UU Cipta Kerja. Sebagai konsekuensi logis dari pesatnya kerja sama investasi Indonesia-China, hubungan ketenagakerjaan di antara pelaku ekonomi dari kedua negara juga mengalami akselerasi. Untuk memastikan kerja sama investasi berjalan dengan berkelanjutan, menguntungkan kedua pihak, serta berbuah kesejahteraan, norma ketenagakerjaan harus dipenuhi. Di satu sisi, realisasi investasi didorong sesegera mungkin dan didukung berbagai kemudahan.

Di sisi lain, pemenuhan norma ketenagakerjaan membutuhkan kehati-hatian, pemahaman, dan implementasi yang adakalanya setahap demi setahap. Terkait hal ini, Pemerintah China bekerja sama dengan Kemenaker menggelar program benchmarking di lima kota di China pada 20-30 Mei 2023. Dalam program tersebut, perwakilan birokrasi Kemenaker, disnaker di daerah, dan serikat buruh dipertemukan dengan pucuk pimpinan sejumlah perusahaan China yang telah berinvestasi di Indonesia. Di antara jajaran perusahaan investor itu, antara lain, China State Construction Engineering Corporation (CSCEC), Jiangsu DeLong Nickel Industry, XMXYG Corporation, dan Qinfa Group. ”Di sini kita melihat pucuk pimpinan perusahaan yang berinvestasi di Indonesia punya komitmen bagus. Di China, mereka juga bekerja dengan teknologi maju. Perlu kita pastikan bagaimana komitmen yang sama juga ada dalam operasional perusahaannya di Indonesia,” ujar Direktur Bina Pemeriksaan Norma Ketenaga kerjaan Kemenaker Yuli Adiratna di Guangzhou, China, Senin (29/5). (Yoga)


G7 Sepakat Adang Hegemoni RRT

KT1 24 May 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Menempati peringkat ketiga produsen chip terbesar di dunia setelah Taiwan dan Korsel, kemajuan Tiongkok di bidang teknologi mulai mencemaskan negara maju yang tergabung dalam Group of Seven (G7). Kerisauan itu mencuat pada pertemuan puncak G7 di Hiroshima, Jepang, Jumat (19/05/20230) hingga Minggu (21/05/2023). Pada pernyataan bersama di akhir pertemuan, G7 sepakat mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh kemajuan Tiongkok dibidang teknologi tanpa perlu mengucilkan negeri Tirai Bambu itu. Kemajuan itu dinilai menimbulkan ketergantungan dunia terhadap rantai pasok Tiongkok dan “mendistorsi” ekonomi global. Terdiri atas Kanada, Jerman, Prancis, dan Amerika Serikat (AS), G7 mencemaskan kemajuan signifikan  Tiongkok di bidang ekonomi dan teknologi. Selama ini, Tiongkok merupakan pemasok terbesar  berbagai jenis produk  industri ke berbagai negara, termasuk ke negara G-7. Jika teknologi canggih seperti  chip juga dikuasai posisinya, posisi Tiongkok akan sangat dominan dan posisi itu dinilai merugikan. Diperkirakan Tiongkok bakal berada di puncak dengan pangsa hingga 24% pada tahun 2030, menggeser Taiwan dan Korsel. (Yetede)

RI-China Perkuat Relasi Ketenagakerjaan

KT3 23 May 2023 Kompas

Pemerintah China dan Indonesia berkomitmen meningkatkan kualitas hubungan ketenagakerjaan dalam kerja sama investasi di Indonesia. Hubungan ketenagakerjaan yang baik berperan penting untuk memastikan investasi dapat berkelanjutan serta berkontribusi bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Hal ini menjadi fokus dalam program benchmarking yang diselenggarakan Pemerintah China dan Kemenaker RI di lima kota di China pada 20-30 Mei 2022. Program ini diikuti perwakilan birokrasi Kemenaker, disnaker di daerah, dan serikat buruh. Sekjen Kemenaker Anwar Sanusi yang memimpin delegasi Indonesia dalam program ini menjelaskan, pemerintah bertugas menjaga keseimbangan antara kepentingan perusahaan untuk menanamkan modal secara efisien dan pemenuhan hak-hak ketenagakerjaan. ”Kita mendorong adanya pemahaman bersama di antara kedua pihak soal isu ketenagakerjaan ini,” ujar Anwar, Senin (22/5) di Beijing, China.

Konselor Ekonomi dan Perdagangan Kedubes Republik Rakyat China di Indonesia Wu Zhiwei menjelaskan, Pemerintah China melibatkan sejumlah perusahaan milik negara dan swasta yang berinvestasi di Indonesia dan banyak menggunakan tenaga kerja Indonesia dalam program benchmarking ini. ”Kami menegaskan lagi bahwa mereka harus mematuhi aturan ketenagakerjaan di China dan di Indonesia. Perusahaan juga perlu membina komunikasi yang baik, bukan hanya dalam lingkungan internal perusahaan, melainkan juga dengan komunitas sekitar dan menjalankan tanggung jawab sosial,” ujar Wu. Sejumlah perusahaan, seperti Huawei, China State Construction Engineering  Corporation, dan Commercial Aircraft Corporation of China, ikut berpartisipasi dalam program ini. China merupakan mitra dagang dan investor asing utama di Indonesia. Penguatan pemahaman soal hubungan kerja dipandang penting untuk mencegah konflik seperti yang terjadi pada Januari lalu di PT Gunbuster Nickel Industri (PT GNI), smelter nikel dengan investasi China di Morowali, Sulteng. (Yoga)


Wangi Teh Malipo yang Mengatasi Kemiskinan

KT3 13 May 2023 Kompas

Di kota Malipo, Distrik Wenshan, Yunnan, China, daun teh tidak hanya diracik menjadi minuman pelepas dahaga, tetapi juga disantap untuk mengusir lapar. ”Sudah lapar, ya? Semoga kalian suka teh,” kata Zheng Yulin, Minggu (23/4). Sembari menikmati teh hijau Malipo yang disajikan di gelas keramik kecil dan menanti makan siang, kami pun asyik berbagi cerita tentang keunikan teh dari negara masing-masing. Yulin mengambil sumpit dan memungut salah satu sajian yang sekilas tampak seperti tumis daging bebek dengan sayur kangkung. Guru bahasa Inggris di SMA di Malipo itu meniup-niupnya sejenak sebelum mengunyah dengan lahap. ”Ini bukan sayur, ini pucuk daun teh,” ujar Yulin. ”Semua makanan di atas meja ini terbuat dari daun teh,” lanjutnya. Benar saja, semua dedaunan hijau yang awalnya kami kira sayuran ternyata daun teh, segar dan kering, dimasak jadi beragam menu kuliner khas China. Selain tumis daging bebek dengan pucuk daun teh, ada juga longjing tea meat soup alias sup daging sapi dengan daun teh. Rasanya segar sekaligus hangat di satu suapan. Menu sup ini paling berkesan hingga kami menambah bermangkuk-mangkuk. ”Seperti lagi minum teh, tetapi ada daging sapinya,” komentar salah satu jurnalis.

Staf Kementerian Luar Negeri China di Yunnan, Shen Shenglin, mengatakan, warga Malipo terbiasa mengonsumsi daun teh sebagai makanan atau kudapan. Namun, ini pertama kalinya daun teh dicampur ke dalam semua menu khas China dan disajikan pada satu kesempatan yang sama. Inisiatif itu diambil pemerintah kota Malipo dalam rangka mempromosikan teh Malipo lebih luas lagi kepada dunia. Pohon teh kuno Yunnan memang terkenal sebagai provinsi pembuat teh. Teh paling tersohor adalah teh Pu’er dari kota Ning’er yang dulu bernama Pu’er. Teh Pu'er punya metode pembuatan unik. Daun teh difermentasi lalu dipadatkan. Produk akhinya berbentuk seperti kue atau cakram bulat, bukan tumpukan daun teh kering. The Malipo masih kalah tenar dari teh Pu’er. Festival Teh Laoshan berskala  internasional pun digelar pertama kalinya tahun ini di Malipo agar Malipo bisa mengejar popularitas Pu’er. ”Ini penting karena perkebunan teh adalah sektor penggerak ekonomi di Malipo yang berkontribusi mengangkat warga dari kemiskinan,” katanya. Festival teh itu digelar di pusat kota Malipo, di lembah yang dikelilingi pegunungan.

Pan Shuqian (40), petani dan pengusaha teh bermerek Laoshan in One Hundred, memetik daun tehnya dari pohon berusia 200 tahun. Ia tidak memiliki lahan perkebunan khusus sebagai basis produksi. ”Pohon teh kuno kami tersebar di barisan pegunungan di sini, melintasi sejumlah desa. Ada yang letaknya jauh di dalam hutan di gunung, jauh dari permukiman warga,” katanya. Teh hijau yang ia produksi memiliki sentuhan unik rasa nutty. Namun, cara membuatnya harus sesuai aturan seni menyeduh teh ala China atau gong fu cha agar rasa unik itu keluar. Shuqian pertama-tama membilas poci dan cangkir dengan air panas, sejumput daun teh dimasukkan ke poci, dan menyiramnya dengan air panas, air itu langsung dibuang. ”Ini hanya untuk ’membangunkan’ daun tehnya supaya lebih bersih dan harum,” tuturnya. Setelah itu ia mengisi poci dengan air panas untuk menyeduh hasil rebusan teh yang siap diminum. Suhu air harus tepat, sekitar 70 derajat celsius, agar kualitas rasa dan aroma teh terjaga. Shuqian bercerita, dalam rangka program penanggulangan kemiskinan Malipo, produksi teh jadi salah satu sector utama yang dikembangkan. Pemerintah memberi berbagai asistensi dan promosi untuk meningkatkan kualitas dan nilai tambah teh petani lokal. (Yoga)


Momok bagi Produsen Produk Bayi di China

KT3 12 May 2023 Kompas

Penurunan populasi China menjadi momok bagi produsen produk bayi dan anak-anak di negara itu. Health and Happiness, produsen produk bayi dan anak, Kamis (11/5/2023), mengatakan, pendapatannya dari penjualan popok turun 12 % di China daratan tahun lalu. Menurut Euromonitor, pasar China untuk makanan bayi dan popok adalah yang terbesar di dunia dengan nilai 37,9 miliar dollar AS. Tahun  ini, nilai pasar itu akan susut menjadi 37,6 miliar dollar AS dan pada 2025 menjadi 37,2 miliar dollar AS. (Yoga)

Kinerja Perdagangan Indikasikan Ekonomi Tiongkok Suram

KT1 10 May 2023 Investor Daily

BEIJING, ID – Impor Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dilaporkan mengalami kontraksi tajam pada April 2023, sementara itu, ekspor naik dengan laju lebih lambat. Kondisi ini makin memperkuat tanda-tanda lemahnya permintaan domestik, meskipun aturan pembatasan Covid-19 telah dicabut, dan makin menekan perekonomian negara yang telah berjuang untuk menghadapi pertumbuhan global yang turun. Catatan bea cukai yang dirilis pada Selasa (09/05/2023) menunjukkan, tingkat pengiriman masuk ke negara dengan kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia itu turun 7,9% year-on-year (yoy) pada April. Angka ini memperpanjang penurunan 1,4% yang terlihat sebulan sebelumnya, sementara ekspor tumbuh 8,5% dengan penurunan dari lonjakan 14,8% pada Maret. Menurut laporan, ekonomi Negeri Tirai Bambu tumbuh lebih cepat dari perkiraan kuartal I-2023 berkat konsumsi jasa yang kuat. Namun, produksi pabrik dikabarkan masih tertinggal dan angka-angka perdagangan terbaru menunjukkan  momentum sebelum pandemi di RRT. Para ekonom yang disurvei dalam jajak pendapat Reuters pun memperkirakan, tidak ada pertumbuhan impor dan kenaikan ekspor sebesar 8,0%. “Pada awal tahun ini, orang akan berasumsi bahwa impor akan dengan mudah melampaui level 2022 setelah pembukaan kembali, tetapi itu tidak terjadi. Meskipun pemulihan pasca-Covid di Tiongkokberlangsung cepat dan tajam, sebagian besar terjadi secara mandiri dan tidak dirasakan oleh seluruh dunia,” ujar Xu Tianchen, seorang ekonom di Economist Intelligence Unit, yang dikutip Reuters. (Yetede)

China Akan Menjadi Lokomotif Ekonomi Global

KT3 19 Apr 2023 Kompas

Lima tahun lagi, China diprediksi menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi global. Kontribusinya akan lebih besar dari kontribusi perekonomian Amerika Serikat. Kalkulasi itu dihitung Bloomberg, Selasa (18/4/2023), berdasarkan data proyeksi Dana Moneter Internasional (IMF) yang dirilis pekan lalu. Kontribusi China terhadap produk domestik bruto global akan mencapai 22,6 %. (Yoga)

INOVASI BISNIS Strategi Alibaba

KT3 12 Apr 2023 Kompas

Setelah lama tidak muncul di publik, pendiri Alibaba, Jack Ma, tampak dalam sebuah foto bertemu sejumlah pelajar. Tak lama setelah kemunculannya, Alibaba Group mengumumkan perombakan yang signifikan. Investor langsung merespons perubahan ini secara positif. Harga saham Alibaba langsung melonjak. Meski demikian, banyak pihak yang bertanya soal latar belakang perubahan besar ini. Alibaba Group, kekuatan tunggal dalam industri teknologi China, mengumumkan pada pekan lalu bahwa mereka berubah menjadi perusahaan induk. Perusahaan ini membawahkan enam unit bisnis terpisah. Keenam kelompok usaha baru tersebut adalah komputasi awan, media, logistik, layanan perdagangan lokal, perdagangan digital, dan e-dagang. Langkah tersebut seharusnya memberi Alibaba beberapa kebebasan.

Mereka tidak lagi berurusan dengan otoritas tunggal. Kini, mereka berhadapan dengan enam otoritas yang berbeda sehingga apabila ada masalah tidak berdampak seluruhnya pada grup. Mereka juga setidaknya bisa bernapas lega setelah mengalami masa dua tahun yang sulit. Saat itu mereka tidak bisa bergerak leluasa setelah beberapa kejadian menimpa perusahaan teknologi China. Kejadian ini berawal dari Jack Ma yang mengkritik kebijakan pemerintah di sektor keuangan, yaitu bank pemerintah disebut mirip lembaga gadai. Akibatnya, pemerintah melakukan berbagai langkah sehingga gerak Alibaba sangat terbatas. Salah satu yang menguat adalah keinginan Pemerintah China agar perusahaan teknologi tidak berada di atas otoritas yang ada. (Yoga)