;
Tags

Tiongkok

( 205 )

Perdagangan AS-China

KT1 30 Jun 2025 Investor Daily (H)

Donald Trump kembali ke Gedung Putih, demikian juga kebijakan perdagangan dia yang kian agresif-tarif tinggi, pembatasan investasi yang makin ketat, dan ancaman pemisahan keuangan (decoupling). Namun, di balik retorika keras tersebut, negosiasi terbaru antara AS-China justru mengindikasikan bahwa Beijing kini memiliki keunggulan di sejumlah sektor penting. Pada 11 Juni 2025 do London, AS dan China menyepakati kerangka dagang sementara, yang oleh banyak pihak dipandang sebagai upaya  temporer untuk meredam ketegangan. Kesepakatan ini mencakup empat poin utama. Pertama, kedua negara menyepakati penyesuaian tarif secara terukur. Kedua, Beijing sepakat kembali mengekspor   mineral tanah langka dan magnet permanen yang sangat penting bagi sektor  teknologi dan pertanian AS. Ketiga, kedua belah pihak berkomitmen untuk sedikit melonggarkan pembatasan ekspor bagi barang-barang nonsensitif, serta memberikan kemudahan mobilitas antar warga. Keempat, dan yang paling rapuh, kesepakatan ini mencakup mekanisme penegakan kepatuhan sementara waktu dengan peninjauan setiap kuartal dan abitrase pihak ketiga bawah pengawasan WTO. Meskipun ini merupakan langkah maju, rinciannya teknisnya masih kabur dan efektivitasnya diragukan. (Yetede)

China Meminta Dukungan Lebih Besar dari AIIB

KT1 28 Jun 2025 Investor Daily
Perdana Menteri (PM) Tiongkok Li Qiang pada Kamis (26/06/2025) mendesak Bank Investasi Infrastruktur Asia atau AIIB meningkatkan dukungannya teradap Prakarsa Sabuk dan Jalan (BRI) yang digawangi oleh China. Dalam pidatonya pada upacara pembukaan pertemuan tahunan ke-10 bank tersebut di Beijing, Li memanfaatkan momentum mengendurnya dukungan AS terhadap lembaga-lembaa yang dipimpin Barat, seperti Bank Dunia dan IMF. Presiden Donal Trump menyebut kedua kreditor internasional tersebut lebih menguntungkan negara-negara lain. "Saya berarap AIIB akan tetap berkomitmen untuk membuka regioanalisme dan komunikasi di antara negara-negara Asia dan negara-negara d seluruh dunia," kata Li. Penting juga, tambah dia, untuk meperkuat sinergi antara AIIB dan Prakarsa Sabuk dan Jalan serta Prakarsa Pembangunan yang digawangi oleh China. "Komentar Perdana menteri Li menandakan upaya berkelanjutan dari China untuk memanfaatkan kekacauan yang disebabkan oleh kebijakan perdagangan dan ekonomi Trump," kata Stephen Olson, Peneliti senior tamu di Institut Studi Asia Tenggara  dan mantan negosiator perdagangan AS. (Yetede)

PNS Di China Diperintahkan Berhemat

KT3 18 Jun 2025 Kompas

Pemerintah China mendorong penghematan anggaran besar-besaran. Sejumlah aturan keras dikeluarkan bagi PNS. Mulai dari larangan makan berkelompok, jamuan makan mewah, konsumsi alkohol, sampai tanaman hias dalam rapat. Tak semua PNS senang dengan pengetatan ini. Pada Mei 2025, China merilis revisi pedoman penghematan bagi anggota Partai Komunis China dan PNS, melengkapi ”peraturan delapan poin”, kode etik yang diluncurkan Presiden China Xi Jinping. Unggahan yang dilansir Reuters edisi Selasa (17/6) mengingatkan agar kader menghindari makan malam di tempat mewah dan jangan bertemu dengan orang yang sama. Langkah tersebut diambil setelah tiga kasus kematian kader akibat konsumsi alkohol berlebihan di jamuan makan, yang dipublikasikan pada April 2025. Puluhan pejabat dihukum terkait kematian di Hunan, Anhui dan Henan. Sebab, mereka berusaha menyembunyikan rincian jamuan makan dan memberi kompensasi pribadi pada keluarga korban.

Pemerintah China sudah lama mendorong anti korupsi dan disiplin partai. Langkah terbaru itu menjadi petunjuk bahwa kontrol sebelumnya tidak efektif. Menurut The South China Morning Post pada 8 Juni 2025, program berhemat pemerintah berjalan sejak 2012, mencakup pengetatan anggaran pengeluaran dan protokol di berbagai bidang, seperti acara resmi, gedung dan per-jalanan. Tujuannya untuk mengatasi pemborosan di Partai Komunis dan badan-badan pemerintah serta memberantas korupsi. Di sisi lain, langkah ini dapat meningkatkan citra partai berkuasa. Sejak pertengahan Maret 2025, kampanye untuk berhemat hidup kembali. Pemerintah berjanji meningkatkan perekonomian dengan memberi lebih banyak dukungan keuangan pada masyarakat. Hasilnya, ribuan pejabat China berjuang keras mematuhi perintah penghematan Presiden Xi. Mereka memastikan agar kantor sederhana, kuitansi makanan sesuai dan tidak menerima hadiah mewah. (Yoga)


Produk China Membanjiri Pasar Usai Perang Tarif

HR1 17 Jun 2025 Kontan (H)
Memanasnya perang dagang antara Amerika Serikat dan China mendorong lonjakan ekspor produk China ke ASEAN, termasuk Indonesia, yang mengalami kenaikan impor sebesar 13% pada Mei 2025 dibanding tahun sebelumnya. Dalam lima bulan pertama 2025 saja, impor Indonesia dari China sudah mencapai US$ 33,45 miliar, naik 17% secara tahunan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran besar terhadap ketahanan industri dalam negeri yang semakin tertekan oleh produk impor murah asal Tiongkok.

Redma Gita Wirawasta, Ketua Umum APSyFI, menyebut bahwa industri benang filamen lokal hanya beroperasi 45% dari kapasitas, karena pasar dibanjiri produk murah dari China seperti drawn textured yarn (DTY) dan jenis benang lainnya. Ia meminta pemerintah segera memberlakukan bea masuk antidumping (BMAD) sebesar 20% untuk menciptakan keadilan di pasar domestik.

Eko Wibowo Utomo, Ketua Apsindo, juga menyuarakan keluhan serupa, bahwa pasar sepeda lokal dikuasai hingga 70% oleh produk China, yang lebih murah dan mudah masuk. Ia mendorong penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) sebagai filter impor, guna melindungi produsen lokal.

Dari sisi ekonomi makro, Wijayanto Samirin dari Universitas Paramadina memperingatkan bahwa defisit perdagangan Indonesia-China bisa membengkak menjadi Rp 185 triliun pada 2025 jika tidak ada langkah konkret. Ia mendorong pemerintah untuk bernegosiasi lebih aktif dengan China, mengingat dampaknya yang signifikan terhadap perekonomian nasional.

Sementara itu, Yusuf Rendy Manilet, Ekonom Core Indonesia, menilai fenomena ini sebagai bukti lemahnya perlindungan pasar domestik Indonesia. Ia menyebut bahwa lonjakan barang murah dari China mencerminkan ketidaksiapan regulasi dan lemahnya daya saing industri nasional, terutama saat daya beli masyarakat masih belum sepenuhnya pulih.

Pentingnya langkah strategis pemerintah dalam merespons banjir produk China agar tidak semakin menggerus industri lokal, mulai dari kebijakan tarif, perlindungan teknis melalui SNI, hingga diplomasi dagang yang lebih proaktif.

China Menolak Memberikan Izin Ekspor Tanah Langka

KT1 16 Jun 2025 Investor Daily (H)
Pemerintah China menolak memberikan izin ekspor atas beberapa magnet tanah langka, yang dibutuhkan para pemasok militer Amerika Serikat (AS) untuk jet tempur dan sitem rudal.  Kondisi ini menyisakan isu keamanan nasional yang belum terselasaikan isu keamanan nasional yang belum terselesaikan dalam negosiasi gencatan senjata perdagangam AS-China di London, Inggris. Dalam negosiasi yang berlangsung minggu lalu di London, para juru runding China mengaitkan  pencabutan kontrol ekspor magnet tanah langka- yang digunakan untuk keperluan militer- dengan pembatasan AS terhadap ekspor chip kecerdasan buatan (AI) China. Hal tersebut menandai perubahan baru negosiasi, yang bergeser ke kontrol ekspor, setelah mengawalinya dengan pembahasan perdagangan opioid, tingkat tarif dan surplus perdagangan China. Sebagai informasi, pemerintah  AS masih memberlakaukan pembatasan ekspor terhadap pembelian chip AI canggih buatan China karena khawatir chip tersebut memiliki kemampuan militer. Selain itu, para pejabat AS juga mengisyaratkan perpanjangan tarif yang sudah ada di China selama 90 hari, pasca tenggat waktu 10 Agustus 2025 yang disepakati di Jenewa. (Yetede)

Pemerintah AS Menegaskan Tidak Akan Mengubah Tarif Atas China

KT1 13 Jun 2025 Investor Daily (H)
Pemerintah Amerika Serikat (AS) menegaskan, pihaknya tidak akan mengubah tarif terhadap impor barang dari China dari level saat ini. Itu disampaikan otoritas perdagangan AS kendati kesepakatan perdagangan di antara kedua negara belum rampung sepenuhnya. "Bisa dipastikan begitu,"ujar  Menteri Perdagangan Amerika Serikat Howard Lutnick saat ditanya CNBC. Presiden AS DOnald Trump dalam unggahan di media sosial Truth Social pada  Rabu pagi waktu setempat menuliskan bahwa bea masuk AS terhadap China akan sebesar 55%. Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan pada CNBC bahwa angka itu bukan hal baru. "Itu terdiri atas tarif  menyeluruh AS sebesar 30% terhadap China, ditambah tarif sebesar 25% terhadap produk-produk tertentu yang juga sudah berlaku," kata pejabat yang tidak disebutkan namanya. Trump menuliskan unggahannya beberapa jam setelah Lutnick dan tim negosiator perdagangan China dan AS mengakhiri pembicaraan tingkat tinggi di London, Inggris. Presiden dari Partai Republik itu mengatakan, kesepakatan antara kedua negara sudah selesai. Tetapi, kata dia, kesepakatan itu masih menunggu persetujuan akhir dari dirinya dan Presiden China Xi Jinping. (Yetede)

Hasil Perundingan di London, Tarif AS 55%, Tarif China 10%

KT1 12 Jun 2025 Investor Daily
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pada Rabu (11/06/20250) bahwa perundingan perdagangan di London sehari sebelumnya menghasilkan kesepakatan berupa pelonggaran kebijakan ekspor serta penurunan tarif. "Kita mendapatkan 55%, sedangkan China mendapatkan 10%. Hubungan (perdaangan bilateral China-AS) sangat baik!" tulis Trump di media sosialnya. Seorang pejabat gedung putih mengatakan perjanjian di London, di Inggris memungkinkan AS untuk mengenakan tarif 55% atas barang-barang impor dari China. Rincian berupa termasuk tarif timbal balik atas dasar10%, tarif 20% untuk perdagangan fentanil, dan tarif 25% yang mencerminkan yang sudah ada sebelumnya. Sedangkan China yang mengenakan tarif 10% atas barang impor AS. Trump mengatakan kesepakatan tersebut  masih menunggu persetujuan akhir dari dirinya dan Presiden Xi Jinping. Sebelumnya, tim negosiator  AS dan China mengumumkan pada Selasa (10/06/2025) telah menyetujui kerangka kerja untuk mengembalikan gencatan perdagangan kedua negara di jalur yang benar dan menghapus perbatasan ekspor China atas logam tanah langka. Tapi tidak menyinggung penyelesaian yang langgeng dari ketegangan perdagangan yang telah berlangsung lama antara kedua negara. (Yetede)

Investasi China di IKN Mencapai Rp 68,4 Triliun

KT3 30 May 2025 Kompas

Otorita Ibu Kota Nusantara mengklaim investasi China di Nusantara mencapai Rp 68,4 triliun sampai 2025. China sedang menjajaki perluasan investasi baru di IKN. Hal itu terlontar dalam kunjungan Dubes China untuk Indonesia HE Wang Lutong bersama rombongan ke IKN, Ra-bu (28/5). Hadir pula Ketua Kamar Dagang China di Indonesia, Sun Shangbin. ”Perusahaan dari Tiongkok yang sudah terlibat dalam investasi di IKN total nilai investasinya mendekati Rp 70 triliun,” ujar Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Agung Wicaksono, Kamis (29/5). Otorita IKN mencatat, investasi China sekitar Rp 68,4 triliun berasal dari skema kerjasama pemerintah dan badan usaha (KPBU) di sektor perumahan, moda unik terpadu (MUT) dan pembangunan jalan. Ada pula investasi asing langsung senilai Rp 500 miliar dari PT Delonix Bravo Investment.

Pembangunan Delonix Nusantara Commercial Complex dimulai September 2024 di atas lahan seluas 24.200 meter persegi, yang menghadirkan hotel ramah lingkungan, apartemen servis, ruang ritel, perkantoran, fasilitas olahraga dan ruang terbuka hijau, dengan nilai investasi proyek Rp 500 miliar. Konsorsium besar juga tengah mengembangkan proyek KPBU MUT dan jalan, yaitu China Harbour Engineering Company-IJM (CHEC-IJM) dengan nilai proyek Rp 27,1 triliun dan konsorsium China State Construction Engineering Corporation-China Railway Group Limited (CSCEC-CREC) dengan nilai proyek Rp 27,9 triliun. ”Kedua proyek masih dalam tahap studi kelayakan yang nantinya akan dievaluasi Komite KPBU Otorita IKN. Setelah itu, akan dilakukan market sounding sebelum masuk ke tahap lelang akhir,” kata Agung. Proyek KPBU perumahan oleh konsorsium IJM-CHEC juga sedang dievaluasi. Proyek ini mencakup pembangunan 20 menara rusun untuk ASN di kawasan WP 1B dengan estimasi nilai Rp 13,4 triliun. (Yoga)


Meningkatnya Hubungan Strategis Indonesia-China sebagai Mitra yang Setara

KT3 27 May 2025 Kompas

Meningkatnya hubungan ekonomi dan perdagangan Indonesia-China turut menandai 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara. Kedua pihak bisa menjadi motor kawasan. Dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah dise-pakatinya kemitraan strategis, nilai perdagangan Indonesia-China terus menanjak, lebih dari 130 miliar USD per tahun. China adalah mitra terbesar perdagangan Indonesia dan menjadi sumber utama investasi asing di Indonesia. China menjadi pasar utama tujuan beragam komoditas asal Indonesia. Sebaliknya, Indonesia menjadi pasar produk elektronik hingga teknologi tinggi asal China. Tapi, Indonesia masih mencatatkan defisit. Pada 2024, defisit perdagangan Indonesia 10 miliar USD atau Rp 163 triliun. Meski demikian, kedua pihak tidak melihatnya sebagai hambatan. Penasihat Menteri Urusan Ekonomi dan Perdagangan China, Wang Boyong, dan jubir Kemenlu China, Mao Ning, menegaskan, hubungan kedua pihak bersifat saling ketergantungan, win-win, dan saling menghormati.

Bagi China, Indonesia adalah sahabat dan tetangga di seberang lautan dan mitra dekat yang setara untuk masa depan (Indonesia-China Galang Kekuatan untuk Kemajuan Kawasan, Kompas.id, 25 Mei2025). Indonesia dan China adalah dua kekuatan yang memainkan peran penting menjaga stabilitas, perdamaian dan keamanan kawasan. Indonesia adalah pemimpin tradisional ASEAN, sedang China adalah salah satu negara adidaya. Meskipun dalam konteks militer, Indonesia jauh dibawah kekuatan China, dalam konteks geopolitik kawasan, keduanya memiliki catatan s sejarah dan kapasitas yang setara. Selain ASEAN, Indonesia adalah motor gerakan nonblok dan inisiator Konferensi Asia Afrika. Ditengah rivalitas kekuatan utama dunia, Indonesia bersama ASEAN terus mendorong pengarus utamaan ASEAN Outlook on Indo-Pacific (AOIP), yang menegaskan peran perhimpunan tersebut sebagai aktor utama di kawasan. (Yoga)


Disepakatinya Nota Kesepahaman Strategis

KT3 26 May 2025 Kompas (H)

Presiden Prabowo dan PM China, Li Qiang menyaksikan penandatanganan sejumlah nota kesepahaman strategis di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (25/5). Momen ini menandai penguatan kerja sama bilateral Indonesia-China di berbagai sektor. ”Kami telah melaksanakan pembicaraan yang cukup produktif hari ini dan mencapai kesepakatan dalam banyak bidang kerja sama. Kami optimistis, kerja sama ini akan membawa kebaikan bagi kedua bangsa,” kata Presiden Prabowo saat jamuan makan siang bersama PM Li Qiang di Istana Negara, Jakarta, Minggu. Nota kesepahaman itu ditandatangani perwakilan kementerian, lembaga, serta mitra strategis dari Indonesia dan China di ruang kredensial Istana Merdeka. Penandatanganan ini dilakukan seusai pertemuan bilateral antara kedua pemimpin negara.

Nota kesepahaman utama yang ditandatangani Kemenko Bidang Perekonomian RI dan Kemendag Republik Rakyat China adalah Penguatan Kerja Sama Ekonomi di Bidang Industri dan Rantai Pasok. Ditandatangani pula nota kesepahaman trilateral antara Kemenko Perekonomian RI dan Kemendag RRC serta Pemprov Fujian mengenai proyek two countries twin parks. Di bidang keuangan, BI dan People’s Bank of China menyepakati pembentukan Kerangka Kerja Sama Transaksi Bilateral dalam Mata Uang Lokal. Juga kerja sama Dewan Ekonomi Nasional RI dengan Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional RRC dalam kebijakan pembangunan ekonomi. Li Qiang menuturkan, hubungan kedua negara makin erat berkat kepercayaan dan keinginan untuk saling mendukung menuju modernisasi bersama. ”Ke depan, Tiongkok siap berpegang tangan dengan Indonesia mempererat kerja sama bilateral, saling menyukseskan menuju modernisasi, bersama menyambut masa depan gemilang bersama,” kata Li Qiang. (Yoga)