Kinerja Perdagangan Indikasikan Ekonomi Tiongkok Suram
BEIJING, ID – Impor Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dilaporkan mengalami kontraksi tajam pada April 2023, sementara itu, ekspor naik dengan laju lebih lambat. Kondisi ini makin memperkuat tanda-tanda lemahnya permintaan domestik, meskipun aturan pembatasan Covid-19 telah dicabut, dan makin menekan perekonomian negara yang telah berjuang untuk menghadapi pertumbuhan global yang turun. Catatan bea cukai yang dirilis pada Selasa (09/05/2023) menunjukkan, tingkat pengiriman masuk ke negara dengan kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia itu turun 7,9% year-on-year (yoy) pada April. Angka ini memperpanjang penurunan 1,4% yang terlihat sebulan sebelumnya, sementara ekspor tumbuh 8,5% dengan penurunan dari lonjakan 14,8% pada Maret. Menurut laporan, ekonomi Negeri Tirai Bambu tumbuh lebih cepat dari perkiraan kuartal I-2023 berkat konsumsi jasa yang kuat. Namun, produksi pabrik dikabarkan masih tertinggal dan angka-angka perdagangan terbaru menunjukkan momentum sebelum pandemi di RRT. Para ekonom yang disurvei dalam jajak pendapat Reuters pun memperkirakan, tidak ada pertumbuhan impor dan kenaikan ekspor sebesar 8,0%. “Pada awal tahun ini, orang akan berasumsi bahwa impor akan dengan mudah melampaui level 2022 setelah pembukaan kembali, tetapi itu tidak terjadi. Meskipun pemulihan pasca-Covid di Tiongkokberlangsung cepat dan tajam, sebagian besar terjadi secara mandiri dan tidak dirasakan oleh seluruh dunia,” ujar Xu Tianchen, seorang ekonom di Economist Intelligence Unit, yang dikutip Reuters. (Yetede)
Tags :
#TiongkokPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023