G7 Sepakat Adang Hegemoni RRT
JAKARTA, ID – Menempati peringkat ketiga produsen chip terbesar di dunia setelah Taiwan dan Korsel, kemajuan Tiongkok di bidang teknologi mulai mencemaskan negara maju yang tergabung dalam Group of Seven (G7). Kerisauan itu mencuat pada pertemuan puncak G7 di Hiroshima, Jepang, Jumat (19/05/20230) hingga Minggu (21/05/2023). Pada pernyataan bersama di akhir pertemuan, G7 sepakat mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh kemajuan Tiongkok dibidang teknologi tanpa perlu mengucilkan negeri Tirai Bambu itu. Kemajuan itu dinilai menimbulkan ketergantungan dunia terhadap rantai pasok Tiongkok dan “mendistorsi” ekonomi global. Terdiri atas Kanada, Jerman, Prancis, dan Amerika Serikat (AS), G7 mencemaskan kemajuan signifikan Tiongkok di bidang ekonomi dan teknologi. Selama ini, Tiongkok merupakan pemasok terbesar berbagai jenis produk industri ke berbagai negara, termasuk ke negara G-7. Jika teknologi canggih seperti chip juga dikuasai posisinya, posisi Tiongkok akan sangat dominan dan posisi itu dinilai merugikan. Diperkirakan Tiongkok bakal berada di puncak dengan pangsa hingga 24% pada tahun 2030, menggeser Taiwan dan Korsel. (Yetede)
Tags :
#TiongkokPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023