;
Tags

Market

( 126 )

Aplikasi Trading: Pengembang Lokal Kaji Ekspansi

HR1 02 Feb 2022 Bisnis Indonesia

Potensi bagi pengembang aplikasi investasi lokal yang telah mengantongi izin dari otoritas untuk melancarkan aksi ekspansi pada tahun ini semakin terbuka di tengah maraknya aplikasi investasi ilegal di Indonesia belakangan ini. Salah satu pengembang aplikasi investasi lokal yang menyambut potensi tersebut adalah Pluang yang tengah mempersiapkan untuk membuka akses investasi saham di bursa AS kepada jutaan investor Indonesia melalui instrumen investasi Contract for Difference Product (CFD). Co-Founder Pluang Claudia Kolonas menjelaskan akses ini memungkinkan investor Indonesia mendapatkan exposure berinvestasi di pecahan saham AS. Hal ini merupakan rangkaian dari rencana Pluang untuk membuka akses seluas-luasnya terhadap produk-produk investasi pilihan kepada setiap lapisan masyarakat.

Vice President of Marketing Ajaib Gladys Pratiwi menghimbau para investor untuk memeriksa regulasi dan legalitas aplikasi yang akan digunakan. Gladys mengatakan bahwa regulasi dan legalitas aplikasi yang akan digunakan terutama untuk investasi atau aktivitas trading diperlukan karena erat kaitannya dengan uang atau investasi guna menghindari penyalahgunaan data pribadi dan penipuan di kemudian hari. Selain itu, perlindungan dan pengawasan dari pihak terkait juga sangat penting, di antaranya dari Otoritas Jasa Keuangan.


Kalla Lines Pimpin Market Share Distribusi Kendaraan

Sajili 30 Sep 2021 Tribun Timur

Kalla Lines mencatatkan pencapaian positif pada tahun ini. Per Agustus 2021, market share distribusi kendaraan untuk rute Jakarta-Makassar mencapai 65,5 persen.

Jumlah muatan sebanyak 4.548 unit. Kalla Lines konsisten memimpin distribusi kendaraan rute Jakarta-Makassar sepanjang Januari-Agustus 2021. Pencapaian market share 57,3 persen. Total jumlah muatan sudah mencapai 30.938 unit.

Hal ini membuktikan Kalla Lines masih menjadi pilihan utama customer dalam mendistribusikan produknya.


Raksasa Digital Asia Tenggara Siap Masuk Bursa

Sajili 18 May 2021 Kontan

Bisnis teknologi digital di Tanah Air memasuki babak baru. Dua perusahaan teknologi yang berbasis di Indonesia, Gojek dan Tokopedia, resmi merger dan mengusung nama baru: GoTo. Pasca merger, valuasi Grup GoTo disebut-sebut mencapai USS 17 miliar atau Rp 198,80 triliun (kurs Rp 14.200 per dollar AS). Dengan valuasi ini, GoTo menjadi raksasa teknologi dengan valuasi terbesar di kawasan Asia Tenggara mengungguli Grab.

Platform market intelligence global CB Insights pada April 2021 mencatat, valuasi Grab sebesar USS 14 miliar. Pada saat yang sama, GoTo menjadi startup dengan valuasi terbesar ke-12 di dunia. "Kehadiran Grup GoTo memungkinkan kami semakin mendorong inklusi keuangan di Indonesia dan Asia Tenggara, ungkap Andre Soelistyo, CEO GoTo, dalam pernyataan resminya, kemarin.

Aksi merger Gojek dan Tokopedia kian menegaskan grup konglomerasi global dan nasional masih menguasai bisnis teknologi digital di Tanah Air. Sederet investor blue-chip Grup GoTo antara lain Alibaba Group, Astra International, BlackRock, Capital Group, DST, Facebook, Google, JD. com, KR, Northstar, PayPal, Provident, Sequoia Capital, SoftBank, Telkomsel, Temasek, Tencent, Visa serta Warburg Pincus.

Rencana IPO Gojek dan Tokopedia sempat dilontarkan Pandu Sjahrir, Presiden Komisaris SEA Group Indonesia yang menaungi Shopee, akhir April lalu. Pria yang menjabat Komisaris BEI dan juga board member Gojek ini juga menyebut, konsolidasi terjadi dalam waktu dekat. Pandu bilang, GoTo akan listing dulu di Indonesia semester kedua tahun ini, menyusul kemudian ke Wall Street.

Manfaatkan Potensi Pasar Gaming, Metrodata Gandeng Razer

Ayutyas 07 Jan 2021 Investor Daily, 7 Januari 2021

PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) melalui anak usahanya, PT Synnex Metrodata Indonesia (SMI), resmi menjadi authorized distributor produk Razer Gaming Gear & Peripherals dari Razer Inc yang merupakan perusahaan teknologi merek gaya hidup bagi gamers di dunia. Ini merupakan upaya perseroan memanfaatkan potensi besar pasar gaming. 

Presiden Direktur Metrodata Electronics Susanto Djaja menjelaskan, langkah ini dilakukan lantaran selama masa pandemi permintaan gaming meningkat pesat, yang didukung oleh kegiatan work from home, school from home, termasuk kebutuhan game from home

Dalam platform digital milik perseroan, seluruh mitra bisnis Metrodata dapat mengakses portal B2B untuk melihat langsung semua produk Razer, serta bertransaksi melalui portal selama 24 jam setiap hari. “Di sisi lain, dengan dukungan dari SMI, diperkirakan teknologi dan inovasi cerdas dari Razer dapat menjangkau lebih dari 150 kota di 20 wilayah strategis di Indonesia melalui dukungan lebih dari 5.200 channel partners,” tutur Susanto

Secara rinci, pertumbuhan perseroan ditopang oleh unit bisnis solusi dan konsultasi dengan kontribusi sebesar 9,14%. Adapun segmen perangkat keras menyumbang Rp 7,7 triliun, perangkat lunak Rp 1,51 triliun, serta lini jasa dan sewa Rp 817,07 miliar.

Menurut Susanto, kemitraan strategis itu menjadi cerminan dari upaya perseroan memenuhi kebutuhan pasar serta memperkaya portofolio unit bisnis distribusi, salah satunya di bidang server solution.

Aksi Divestasi Jalan Terus

Ayutyas 31 May 2020 Bisnis Indonesia, 28 May 2020

Pandemi Covid-19 tak menyurutkan langkah sejumlah emiten untuk memproses aksi divestasi aset dalam rangka menggalang dana segar, rasionalisasi portofolio, ataupun memenuhi regulasi pemerintah. Langkah rasionalisasi portofolio aset melalui aksi divestasi ditempuh oleh PT Medco Energi Internasional Tbk. Strategi tersebut ditempuh emiten berkode saham MEDC itu untuk menjaga neraca keuangan tetap sehat. 

Pada 3 Februari 2020, MEDC telah meneken perjanjian jual beli 10% saham PT Amman Mineral Internasional (AMI). Saham perusahaan yang menjadi pengendali tambang tembaga dan emas Batu Hijau di Kepulauan Sumbawa itu bakal diborong oleh PT Sumber Mineral Citra Nusantara (SMCN). Menurut Direktur Perencanaan & Keuangan/Direktur Independen Medco Energi Internasional Anthony R. Mathias, SMCN telah menyetor uang muka senilai US$10 juta pada 7 April 2020. 

Dari aksi divestasi PT AMI tersebut, perseroan berpotensi mendapatkan keuntungan sekitar US$212 juta. Di sisi lain, Medco juga berencana melakukan rasionalisasi portofolio dengan melepaskan asetnya di Libya (Blok 47). Sementara itu, Direktur Keuangan Waskita Karya Haris Gunawan menyampaikan bahwa divestasi kepemilikan saham di enam ruas jalan tol akan terus diupayakan meski prosesnya mengalami perlambatan akibat meningkatnya ketidakpastian yang ditimbulkan wabah Covid-19. 

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT PP (Persero) Tbk. Agus Purbianto menyatakan bahwa divestasi tetap ditargetkan akan rampung pada 2020. Proses itu diperlukan untuk mengimbangi beban keuangan perseroan. Sebelumnya, aksi divestasi saham juga dirancang oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Emiten bersandi saham SMGR itu akan melepas sekitar 15% kepemilikan saham di PT Solusi Bangun Indonesia Tbk. (SMCB) kepada Taiheiyo Cement Co. Ltd (TCC) dengan nilai transaksi mencapai US$220 juta. 

Menurut Direktur Solusi Bangun Indonesia Agung Wiharto, aksi korporasi itu dilakukan untuk memenuhi ketentuan free float minimal 7,5% dan memperkuat modal kerja SMCB. Dana tersebut juga akan digunakan untuk membangun pelabuhan untuk memfasilitasi ekspor lewat TCC. Sementara itu, divestasi sekitar 20% saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) sudah hampir mencapai garis finish. Berdasarkan perjanjian, Vale Canada Limited dan Sumitomo Metal Mining Co., Ltd., serta Inalum telah menyetujui perpanjangan tenggat waktu penandatanganan perjanjian definitif terkait dengan divestasi 20% saham Vale Indonesia dari target awal Maret 2020 menjadi akhir Mei 2020. 

Sebelumnya, Direktur Utama Inalum Orias Petrus Moedak mengatakan realisasi akuisisi masih menunggu kesepakatan di antara kedua pihak. Pembahasan harga dan penawaran juga sudah dilakukan kepada emiten berkode saham INCO tersebut.

Pelemahan Daya Beli - Jurus Defensif Emiten Konsumer

Ayutyas 16 May 2020 Bisnis Indonesia, 14 May 2020

Efek domino pandemi Covid-19 yang makin memukul daya beli pada kuartal II/2020 bakal menjadi tantangan berat bagi emiten sektor barang konsumsi. Sejumlah korporasi merancang jurus untuk menjaga kinerja.

Direktur Keuangan PT Kino Indonesia Tbk. Budi Muljono mengatakan pihaknya sudah memprediksi bahwa kinerja keuangan kuartal kedua kemungkinan akan terpukul karena adanya PSBB.

Lebih lanjut, Budi menyatakan Kino masih berfokus pada penjualan produk hand sanitizer dengan merek Eskulin yang masih cukup menonjol di antara variasi produk lain yang diproduksi oleh perseroan. 

Senada, Direktur Keuangan PT Multi Bintang Indonesia Tbk. Sandra Pattenden juga menyatakan pada kuartal pertama, penjualan produk alkohol menunjukkan kinerja negatif tecermin dari penurunan volume bir hingga belasan persen. Hal tersebut diakibatkan oleh menurunnya pariwisata di Bali dan pembatasan di penjualan on trade sebagai bagian dari upaya menghambat penyebaran wabah.

Secara terpisah, Investor Relations PT Buyung Poetra Sembada Tbk. (HOKI) Dion Surijata membeberkan pihaknya sudah melakukan efisiensi dengan menekan beban promosi demi menjaga likuiditas perusahaan. 

Di sisi lain, produsen beras Topi Koki tersebut juga lebih berupaya untuk menjaga kualitas beras yang diproduksi. Harga jual beras masih mengacu pada aturan harga eceran tertinggi (HET) dari pemerintah.

Presiden Direktur dan CEO PT Indofood Sukses Makmur Tbk. Anthoni Salim menuturkan perusahaan tetap memandang positif perekonomian Indonesia. Namun, emiten berkode saham INDF itu terus memantau perkembangan global maupun di dalam negeri secara cermat.

Strategi yang dilakukan oleh perseroan pada tahun ini ialah terus memperkuat model bisnis Indofood yang terintegrasi secara vertikal dan meraih peluang pertumbuhan di pasar dalam negeri maupun ekspor. 

Di sisi lain, dua raksasa emiten rokok PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) dan PT H.M. Sampoerna Tbk. masih mampu mencetak pertumbuhan laba pada kuartal I/2020. Laba bersih GGRM menebal 3,88% yoy menjadi Rp2,44 triliun saat pendapatan naik 4,06% yoy menjadi Rp27,26 triliun. 

Head of Research Mirae Asset Sekuritas Indonesia Hariyanto Wijaya mengatakan para pelaku pasar kehilangan salah satu momentum ekonomi terbesar sepanjang tahun, yakni musim libur Ramadan dan Lebaran yang biasanya menjadi musim orang berbelanja.

Prospek Kinerja Emiten - Menadah Berkah Minyak Murah

Ayutyas 02 May 2020 Bisnis Indonesia, 30 April 2020

Bagaikan dua sisi mata uang, mendinginnya harga minyak membuat emiten pertambangan migas merana tetapi membuat emiten manufaktur berbahan baku minyak bisa tersenyum

Direktur Utama PT Barito Pacific Tbk. Agus Salim Pangestu mengatakan bahwa penurunan harga minyak berpotensi memperbaiki kinerja keuangan perseroan. Dampaknya dirasakan langsung oleh entitas anak usaha Barito Pacific, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA). Pasalnya, harga bahan baku naphta juga ikut turun sehingga ongkos produksi menjadi lebih murah. 

Lukman Hakim, Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Panca Budi Idaman Tbk., mengatakan bahwa penurunan harga minyak mentah dunia akan berpengaruh terhadap harga bahan baku perseroan sehingga tentu akan menekan beban pendapatan perseroan. 

SVP Research PT Kanaka Hita Solvera Janson Nasrial mengatakan bahwa setidaknya terdapat tiga sektor yang akan mendapatkan keuntungan di tengah pelemahan harga minyak, yaitu industri petrokimia, otomotif, dan sektor industri berbasis pembangkit listrik. Setidaknya penurunan minyak dan penurunan pajak corporate dari 25% ke 20% bisa menahan penurunan pendapatan yang tajam pada kuartal kedua dan ketiga tahun ini.

Sementara itu, Vice President Research Artha Sekuritas Frederik Rasali mengatakan bahwa penurunan harga minyak dunia berpeluang membuat emiten-emiten di sektor manufaktur, transportasi, dan petrokimia memperbaiki kinerjanya. 

VP Senior Credit Officer Moodys Investor Service Elena Nadtotchi mengatakan prospek pelemahan ekonomi global akan menekan permintaan minyak signifikan sepanjang 2020 sebelum akhirnya pulih pada 2021.

Urban Jakarta Direstui Akuisisi 51% Saham Jakarta River City

Ayutyas 27 Apr 2020 Investor Daily, 24 April 2020

Dirut Urban Jakarta Bambang Sumargono mengatakan, pemegang saham PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) menyetujui akuisisi sebanyak 51% saham PT Jakarta River City (JRC) dari PT Ciptaruang Persada Properti senilai Rp 633 miliar. Usai aksi ini dirampungkan, JRC segera meluncurkan proyek properti berkonsep transit-oriented development (TOD) senilai Rp 10 triliun tahun 2021. Usai proses akuisisi dituntaskan, Bambang mengatakan, Urban Jakarta segera mematangkan business plan JRC dan mengurus semua perijinan yang dibutuhkan. Perseroan juga akan melakukan normalisasi sungai Ciliwung sebagai pintu masuk untuk mendapatkan insentif peningkatan KLB dan perubahan zona peruntukan lahan guna mendapatkan perizinan. Terkait bisnis properti tahun ini, menurut Bambang, mendapatkan dukung positif penurunan tingkat suku bunga Bank Indonesia. Perseroan juga akan mendapatkan sentimen positif dari progres penyelesaian proyek LRT.


Pasar Perumahan Sekunder Melemah

Ayutyas 09 Apr 2020 Investor Daily, 7 April 2020

Indonesia Property Watch (IPW) menyatakan bahwa hasil survey yang digulirkan oleh pihaknya memperlihatkan bahwa pergerakan harga hunian di pasar sekunder cenderung melambat. Wabah virus korona (Covid-19) diperkirakan menjadi salah satu faktor utama melemahnya pasar perumahan sekunder. Ali Tranghanda, chief executive officer (CEO) Indonesia Property Watch (IPW), menuturkan dari Jakarta, pada Senin (6/4) bahwa secara umum pasar perumahan sekunder telah menunjukkan pertumbuhan tipis pada awal 2020, namun memasuki akhir triwulan pertama tahun 2020, aktivitas pasar menurun cukup dalam. Kondisi ini diperkirakan terus berdampak pada pergerakan harga pada triwulan berikutnya, bahkan sampai akhir tahun.

Berikut angka pertumbuhan dan kecenderungan perlambatan di berbagai wilayah pada triwulan I-2020 (diurut berdasarkan angkat perlambatan tertinggi):

  • Bali 0,23% (Angka pertumbuhan Terendah)
  • Surabaya 0,28%
  • Jakarta 0,29%
  • DI Yogyakarya 0,34%
  • Palembang 0,48%
  • Bandung 0,49%
  • Makassar 0,50%
  • Balikpapan 0,86% (Angka pertumbuhan Tertinggi)

Dia menjelaskan, aktifitas pasar yang menurun diwarnai dengan beberapa hal, diantaranya:
• Harga cenderung bisa dinegosiasi lebih rendah berkisar 5-10% (Harga penawaran diturunkan asal rumah cepat terjual)
• Banyaknya pembatalan atau penundaan transaksi di pasar sekunder.

Kendala yang ada tidak hanya bersumber dari konsumen, namun termasuk juga pihak lain, sebagai contoh Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan notaris yang terkendala berkomunikasi dikarenakan wabah Covid-19 sedangkan komunikasi secara daring relatif belum dapat dilakukan secara maksimal. Ali Tranghanda memperkirakan, daya tahan arus kas (cash flow) pengembang skala menengah berkisar 1-3 bulan. Tapi, untuk pengembang kecil bisa lebih pendek dari itu. Hal ini harus diantisipasi agar dapat bertahan, salah satunya dengan pihak perbankan terkait penundaan atau pengurangan bunga agar dampaknya tidak terlalu terasa pada triwulan II-2020 dimana penjualan diperkirakan semakin turun

Terkait perbankan, DPP REI (Persatuan Perusahaan Real Estat Indonesia), melalui Ketua Umum-nya, Paulus Totok Lusida, pada siaran pers baru - baru ini menyatakan sedang mendata anggotanya yang memerlukan relaksasi kredit guna keluar dari tekanan pandemi Covid-19. Langkah itu seiring dengan Peraturan OJK (POJK) Nomor: 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Covid-19 tertanggal 13 Maret 2020.


Surat Utang Rp 71 T siap diluncurkan

Ayutyas 09 Apr 2020 Investor Daily, 6 April 2020

Berdasarkan daftar mandat pemeringkatan yang diterima oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) hingga 31 Maret 2020, sebanyak 59 perusahaan berencana menerbitkan surat utang hingga Rp 71,08 triliun. Rinciannya, 40 perusahaan swasta dengan target emisi Rp 44,08 triliun dan 19 emiten BUMN beserta anak usahanya dengan proyeksi emisi senilai Rp 27 triliun.

Rinciannya adalah sebagai berikut :

  1. Penawaran umum berkelanjutan (PUB) Rp 31,87 triliun.
  2. Surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN) Rp 10,11 triliun.
  3. Penerbitan obligasi mencapai Rp 9,55 triliun
  4. Rencana realisasi PUB sebanyak Rp 9,09 triliun
  5. Sukuk Rp 5,95 triliun
  6. Sekuritisasi Rp 3,5 triliun
  7. Surat berharga komersial Rp 1 triliun.
Head of Economy Research Pefindo Fikri C Permana kepada Investor Daily, Minggu (5/4).menjelaskan, pihaknya memprediksi imbal hasil (yield) surat utang negara (SUN) dan surat utang korporasi akan mulai bergerak turun pada kuartal II-2020.

“Sikap dovish BI dan hampir semua bank sentral global yang dovish, bahkan beberapa bank sentral telah mengambil kebijakan ultra-loose monetary policy”

Fikri beranggapan hal ini merupakan bentuk intervensi moneter, sehingga risiko inflasi ataupun anjloknya nilai tukar rupiah dapat dimarjinalkan. Meskipun intervensi ini masih memiliki risiko apabila periode pemulihan lebih panjang dari perkiraan, Hal ini dapat dipengaruhi beberapa point sebagai berikut:
  1. Tingkat tabungan nasional dan langkah investor dometik
  2. Proses penanganan wabah virus Korona (Covid-19) di dalam negeri dan global khususnya mitra perekonomian Indonesia
  3. Sentimen harga minyak dunia dan komoditas
  4. Tekanan terhadap nilai tukar rupiah serta penguatan dolar Amerika Serikat (AS) di pasar global.
Hal senada juga turut diungkapkan Head of Fixed Income Research PT Mandiri Sekuritas Handy Yunianto, dirinya menambahkan permintaan terhadap obligasi korporasi menurun, namun permintaan pasar masih tetap ada untuk obligasi dengan peringkat yang bagus dan tenor relatif pendek.