;
Tags

Market

( 126 )

Genjot Laba dari Proyek Infrastruktur

HR1 17 May 2022 Kontan

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berhasil membukukan kinerja apik sepanjang kuartal I tahun ini. Bank milik negara ini mencetak pendapatan sebesar Rp 20,48 triliun, naik 17,1% secara year on year (yoy). Sementara laba bersih BMRI naik 70% yoy menjadi Rp 10 triliun. Analis Trimegah Sekuritas Prasetya Gunadi dalam riset pada 28 April 2022 menuliskan, perolehan laba bersih di atas ekspektasi yakni memenuhi 30,9% dan berdasarkan konsensus mencakup 30,6%. "Biaya provisi yang lebih rendah pada kuartal I-2022, Rp 3,9 triliun menjadi alasan apik laba BMRI," tulis dia. Sementara, penyaluran kredit BMRI naik 2,2% secara kuartalan menjadi Rp 1.072,9 triliun. Tulis Prasetya, hal itu didorong kredit dengan yield tinggi seperti segmen mikro dan komersil yang menjadi fokus utama BMRI ke depan. Analis MNC Sekuritas Tirta Citradi mengungkapkan, tahun ini, BMRI akan fokus membidik penyaluran kredit ke sektor infrastruktur dalam rangka memperkuat bisnis wholesale sekaligus mengincar kredit dengan yield tinggi. Dia melihat, kredit dengan yield tinggi memang menarik, hanya saja BMRI harus mengukur risiko. Ia meyakini, strategi itu sebagai cara BMRI menaikkan NIM. Apalagi, saat ini BMRI memiliki cost of fund rendah, di kisaran 1,2%, imbas struktur dana murah dengan perolehan CASA 70%. Kata Tirta, BMRI berhasil menjalankan strategi pertumbuhan digital organik lewat aplikasi Livin’ by Mandiri. Saat ini, jumlah pengguna 7 juta dengan nilai transaksi naik 49% yoy jadi Rp 508 triliun di kuartal I-2022.

DFAM Membidik Laba Rp 3,54 Miliar

HR1 14 May 2022 Kontan

Setelah dua tahun belakangan membukukan kerugian, PT Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM) berharap bisa mencetak rapor biru pada tahun ini. DFAM menargetkan laba tahun berjalan dapat mencapai Rp 3,54 miliar hingga akhir 2022. Agar bisa mencetak laba, Sekretaris Perusahaan DFAM Soviadi Nor Rachman mengatakan, perusahaan properti ini membidik pendapatan sebesar Rp 120,55 miliar pada tahun ini. Target tersebut naik 42,44% ketimbang realisasi tahun lalu, sebesar Rp 84,63 miliar. "Kami berharap tahun 2022 bisa membukukan laba," kata Soviadi kepada KONTAN, Jumat (13/5).

Mengukur Prospek Saham MSCI Index

HR1 14 May 2022 Kontan (H)

Morgan Stanley Capital International (MSCI) menyesuaikan kembali (rebalancing) daftar saham yang masuk dalam MSCI Global Standard Index dan MSCI Small Cap Index. Susunan baru saham dalam indeks hasil rebalancing ini akan berlaku efektif pada 1 Juni mendatang. Dalam MSCI Global Standard Index, terdapat tiga emiten Indonesia yang masuk ke dalam indeks ini. Ketiganya adalah PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Sementara itu, saham PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) dikeluarkan dari indeks ini.

Laba AKRA Melompat 40% di Kuartal I-2022

HR1 27 Apr 2022 Kontan

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) berhasil mencetak kinerja ciamik sepanjang kuartal pertama tahun 2022 ini. Emiten penyedia jasa logistik dan bahan bakar minyak ini melaporkan laba bersih Rp 428 miliar di akhir Maret 2022, naik 40% dibanding periode yang sama tahun lalu (year on year) dari sebelumnya Rp 305 miliar. Kenaikan laba bersih dibarengi dengan kenaikan pendapatan. Per akhir Maret 2022, pendapatan AKRA naik 98% menjadi Rp 10,13 triliun dari sebelumnya Rp 5,11 triliun. Kenaikan ini didorong peningkatan harga BBM dan kimia dasar serta peningkatan volume penjualan. Haryanto Adikoesoemo, Direktur Utama AKRA mengapresiasi kinerja AKRA yang kuat meskipun kondisi pasar penuh ketidakpastian akibat kondisi geopolitik dan gejolak signifikan pada pasar energi dan komoditas.

Pabrik Emas Kedua BRMS Bakal Beroperasi Parah Kedua 2022

HR1 26 Apr 2022 Kontan

PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menyebut kemajuan pembangunan pabrik emas kedua masih sesuai target yang ditetapkan. Saat ini, proses pembangunan pabrik tersebut sudah memasuki pada tahap konstruksi. Hampir seluruh perlengkapan utama yang difabrikasi di luar negeri dan di Indonesia telah tiba di Palu. Perlengkapan seperti sag mill, ball mill, crusher, cyclone, thickener, dan tangki carbon in leach saat ini sedang dalam proses pemasangan dan perakitan untuk menjadi pabrik siap produksi di Poboya, Palu. Beberapa perlengkapan (elution system) saat ini sedang diselesaikan pembuatannya di luar negeri. Agus Projosasmito, Direktur Utama sekaligus CEO BRMS, berharap pabrik emas kedua dengan kapasitas 4.000 ton bijih per hari di Sulawesi Tengah tersebut dapat mulai beroperasi pada tahun ini. 

"Kenaikan produksi emas dari pabrik baru tersebut akan memberikan dampak positif pada pendapatan dan laba bersih BRMS di tahun ini," harap dia, Senin (25/4). Analis Samuel Sekuritas Indonesia Dessy Lapagu mengatakan, pada paruh kedua 2022, BRMS akan mendapat tambahan kapasitas pengolahan dari saat ini 500 ton per hari. Hitungan dia, produksi emas BRMS akan naik 292,1% secara year-on-year (yoy) pada 2022 dan 35% yoy pada 2023.

Raih Dana IPO, WINR Akan Menambah LandBank

HR1 26 Apr 2022 Kontan

Saham PT Winner Nusantara Jaya Tbk (WINR) bergerak di zona hijau pada hari pertama melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Harga saham WINR menguat 35 poin atau naik 35% ke harga Rp 135 di akhir perdagangan Senin (25/4). Emiten yang bergerak di sektor properti dan real estate ini melepas 1,5 miliar saham kepada publik dalam initial public offering (IPO). Besaran saham ini setara dengan 28,65% dari modal ditempatkan dan disetor penuh, dengan harga Rp 100 per saham. Perusahaan meraih Rp 150 miliar dalam hajatan tersebut.Direktur Utama WINR Yusmen Liu mengatakan, sekitar Rp 100 miliar dana IPO akan digunakan untuk pembelian tanah seluas 10 hektar di wilayah kota Batam.Lalu, sekitar Rp 30 miliar untuk pembelian tanah di wilayah Bogor seluar 7.000 meter. Pembelian tanah tersebut akan meningkatkan jumlah landbank yang telah dimilki WINR saat ini.

IBOS Menggenjot Bisnis Ikan Beku Hingga Restoran

HR1 26 Apr 2022 Kontan

Perusahan yang bergerak di bisnis perdagangan, hotel dan restoran, PT Indo Boga Sukses Tbk resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia, Senin (25/4). Emiten dengan kode saham IBOS ini melepas 1,61 miliar saham baru, atau 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum. Dengan harga IPO Rp 100, IBOS meraih dana segar Rp 160,73 miliar. Direktur Utama IBOS Edi Nugroho mengungkapkan, dengan melepas saham di bursa, emiten ini berharap dapat meraih peluang-peluang yang lebih besar ke depan. Terlebih, IBOS bergerak di sektor industri food and beverage yang akan tumbuh sejalan dengan kondisi perekonomian yang kian pulih. "Kinerja IBOS usai IPO akan diiringi dengan era kebangkitan bisnis restoran saat ini," ujar Edi, Senin (25/4). Kinerja IBOS ke depan akan terdorong oleh penjualan ikan beku yang masih memiliki pangsa pasar luas dan diminati banyak pihak. Selain perdagangan ikan beku, IBOS juga mengelola hotel dan restoran. Saat ini perusahaan memiliki dan mengoperasikan secara langsung DMonaco Restaurant di Yogyakarta.

Bunga Naik, Asing Hengkang dari SBN

HR1 25 Apr 2022 Kontan

Tren keluarnya aliran dana asing dari pasar surat berharga negara (SBN) kembali berlanjut. Padahal pada pekan pertama April investor asing masih gencar belanja SBN hingga Rp 8,9 triliun. Total kepemilikan investor asing di SBN Rp 857,23 triliun hingga 7 April. Namun, selepas itu, investor asing kembali melepas kepemilikannya. Merujuk data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), per 21 April, jumlah kepemilikan asing di SBN tinggal senilai Rp 843,82 triliun. Artinya, sejak 7 April, tercatat outflow sebesar Rp 13,41 triliun. Bahkan, jika dihitung sejak akhir tahun 2021, aliran dana investor asing yang keluar dari pasar SBN sudah mencapai Rp 47,52 triliun. Efeknya porsi kepemilikan investor asing di SBN pun ikutan menciut dari 19,05% pada akhir tahun 2021 menjadi hanya 17,37% per 21 April 2022.

Portfolio Manager Sucorinvest Asset Management Gama Yuki berpendapat, outflow yang terjadi merupakan antisipasi investor asing menghadapi suku bunga serta inflasi di 2022. "Kenaikan suku bunga dan inflasi tidak disukai investor obligasi, sehingga investor keluar dari safe instrument yaitu obligasi dan pindah ke instrumen berisiko seperti saham," pendapat Gama, Jumat (22/4). Ramdhan berpendapat, keluarnya investor asing juga akibat US Treasury menjanjikan imbal hasil lebih menarik. Akibatnya, investor asing memilih US Treasury yang yield-nya terus naik dalam beberapa waktu terakhir. Menurut dia, saat ini jumlah investor asing yang beralih ke pasar saham sebenarnya tidak terlalu banyak. Pasalnya, secara karakteristik, kedua instrumen tadi sangat berbeda. Jadi, investor obligasi lebih memilih beralih ke US Treasury ketika terjadi ketidakpastian di pasar global. Sementara investor asing yang memiliki karakteristik agresif mayoritas masuk ke pasar saham.

SSIA Membidik Pertumbuhan Pendapatan 45% di Tahun 2022

HR1 25 Apr 2022 Kontan

PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) optimistis mencatatkan rebound dari kinerja keuangan 2021. Hingga akhir tahun 2022, perusahaan ini menargetkan pertumbuhan pendapatan sampai 45% dari tahun lalu. Investor Relation SSIA Erlin Budiman mengatakan pekan lalu, pendapatan ini terutama berasal dari lini properti. Secara akunting SSIA akan mencatatkan penjualan lahan sebesar 21,3 hektare (ha) di Karawang. SSIA juga memprediksi pendapatan konstruksi naik kurang lebih 14%. Lalu pendapatan lini perhotelan naik lebih dari 150%, didukung situasi kesehatan normal. Sekadar informasi, pendapatan di tiga lini SSIA merosot tahun lalu. Pendapatan properti dan konstruksi masing-masing turun sebesar 20,1% dan 20% dari perolehan di 2021. Sementara pendapatan segmen bisnis perhotelan SSIA turun sekitar 13%. Ini membuat SSIA membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 2,35 triliun sepanjang tahun 2021. Perolehan ini lebih rendah sekitar 20,06% dari Rp 2,94 triliun yang dibukukan pada periode 2020 silam. Tertekan dari sisi pendapatan, SSIA menderita rugi bersih konsolidasi Rp 200,21 miliar. Rugi ini meningkat 128,71% dibandingkan dengan rugi bersih tahun 2020 sebesar Rp 87,5 miliar.

BUKA Masih Fokus Meningkatkan Take Rate

HR1 22 Apr 2022 Kontan

PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) menargetkan pendapatan tahun 2022 bakal lebih tinggi dibanding dengan realisasi tahun 2021. Pendapatan Bukalapak tahun ini ditargetkan dapat meningkat antara 44% hingga 61% menjadi senilai Rp 2,7 triliun-Rp 3 triliun. Proyeksi kenaikan pendapatan ini sejalan dengan total processing value (TPV) yang diharapkan meningkat antara 39% hingga 47% menjadi Rp 170 triliun-Rp 180 triliun pada tahun ini. Sebagai gambaran, pendapatan Bukalapak di tahun 2021 tumbuh 38% menjadi Rp 1,87 triliun, dengan peningkatan TPV 44% menjadi Rp 122,6 triliun. Presiden PT Bukalapak.com Tbk Teddy Oetomo mengatakan, pertumbuhan TPV akan lebih terlihat pada semester II-2022. Sementara di semester I-2022, Bukalapak masih fokus meningkatkan pendapatan melalui strategi specialty vertical, yang memungkinkan emiten pengelola marketplace ini memperoleh take rate yang lebih tinggi. Tahun lalu, take rate BUKA sekitar 1,7%. "Dengan strategi specialty vertical, take rate bisa ke 4%, ada yang sampai 8%," kata Teddy di kantor pusat Bukalapak, Rabu (20/4). BUKA juga fokus melakukan monetisasi di kategori bisnis yang memberikan pendapatan lebih baik.