;
Tags

Market

( 126 )

Emas Tetap Primadona di Tengah Ketidakpastian

HR1 07 Dec 2024 Kontan (H)
Tahun 2025 diproyeksikan menjadi tahun yang penuh tantangan bagi pasar komoditas global, dengan prospek melemahnya harga komoditas secara umum akibat perlambatan ekonomi global, khususnya di Tiongkok. Ibrahim Assuaibi, Direktur Laba Forexindo Berjangka, mengungkapkan bahwa ketegangan geopolitik yang mereda serta pemulihan ekonomi Tiongkok yang belum signifikan menjadi faktor utama pelemahan permintaan, khususnya untuk energi seperti minyak dan batubara. Harga batubara diperkirakan berada di bawah US$ 100 per ton, sementara minyak mentah diproyeksikan di kisaran US$ 50 hingga US$ 80 per barel.

Namun, sentimen positif datang dari tren energi hijau, yang diperkirakan akan meningkatkan permintaan untuk komoditas seperti nikel dan timah. Lukman Leong, Analis Doo Financial Futures, memproyeksikan harga emas akan tetap kuat sebagai aset safe-haven, dengan potensi mencapai US$ 3.000 per ons troi di 2025, didukung oleh permintaan bank sentral sebagai cadangan devisa.

Presiden Komisioner HFX International Berjangka, Sutopo Widodo, menegaskan pentingnya diversifikasi investasi untuk mengurangi risiko dalam menghadapi ketidakpastian pasar, terutama yang dipicu oleh kebijakan tarif yang mungkin diimplementasikan oleh pemerintahan Donald Trump. Kebijakan semacam itu dapat memperburuk prospek komoditas melalui potensi perang dagang dan perlambatan ekonomi global.

Investor disarankan untuk memanfaatkan momentum pelemahan harga komoditas untuk strategi buy on weakness di pasar fisik, sembari berfokus pada tren jangka panjang seperti energi terbarukan dan kendaraan listrik yang diprediksi mendukung permintaan logam industri.

Kunjungan Prabowo ke China: Emiten Jalin Kerja Sama Strategis

HR1 12 Nov 2024 Bisnis Indonesia

Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke China membuahkan sejumlah kesepakatan strategis di berbagai sektor antara perusahaan Indonesia dan mitra internasional, yang mencerminkan visi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan transformasi digital di Indonesia.

PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) menjalin kerja sama dengan GEM Co., Ltd. untuk membangun smelter berbasis teknologi High-Pressure Acid Leaching (HPAL) senilai US$1,4 miliar. Smelter ini akan memproduksi nikel ramah lingkungan dengan kapasitas 60.000 ton MHP per tahun dan mencakup investasi pada pusat penelitian, ESG, serta pembangunan masyarakat. CEO INCO, Febriany Eddy, menegaskan bahwa proyek ini akan menjadi model global untuk pengelolaan sumber daya yang bertanggung jawab.

GoTo Group menggandeng Tencent Cloud dan Alibaba Cloud untuk memperkuat infrastruktur komputasi awan dan pengembangan talenta digital. Direktur Utama GoTo, Patrick Walujo, menyatakan kemitraan ini akan mendukung ekonomi digital dan kedaulatan data nasional. Tencent Cloud berkomitmen membangun pusat data baru di Indonesia dengan investasi US$500 juta hingga 2030, sedangkan Alibaba Cloud akan menggandakan pelatihan talenta digital hingga 800.000 individu pada 2033.

PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) bersama Envision Energy International Ltd. merencanakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terapung (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) dengan kapasitas total 200 MW. Proyek ini mendukung pengembangan energi hijau di wilayah timur Indonesia, sejalan dengan program pemerintah untuk menarik lebih banyak investasi asing pada energi berkelanjutan.

Kesepakatan ini, yang disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam Forum Bisnis Indonesia-China, menegaskan komitmen Indonesia untuk mendorong investasi hijau, transformasi digital, dan kemandirian energi guna memperkuat daya saing nasional di kancah global.

Penjualan iPhone 16 Tersendat Aturan TKDN

HR1 08 Oct 2024 Bisnis Indonesia

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menetapkan syarat bagi Apple agar dapat menjual iPhone 16 series di Indonesia, yakni dengan memenuhi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) melalui pembangunan Apple Developer Academy. Menurut juru bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arif, sertifikasi TKDN akan diberikan jika Apple merealisasikan investasi ini di Tanah Air. Sebelumnya, CEO Apple Tim Cook telah mengumumkan rencana peningkatan investasi di Indonesia dengan membangun program pengembangan talenta IT di Bali.

Saat ini, Apple memiliki empat akademi di Indonesia, yaitu di Jakarta, Surabaya, Batam, dan Denpasar, dengan total investasi mencapai Rp1,6 triliun. Meskipun demikian, iPhone 16 series masih dianggap ilegal di Indonesia karena sertifikasi TKDN-nya belum selesai diproses. Kemenperin menegaskan bahwa setiap perangkat telematika, termasuk handphone yang menggunakan frekuensi publik, wajib memiliki sertifikasi TKDN untuk dapat diperdagangkan secara legal di Indonesia.

Ekspansi Pasar Ekspor: Harapan Bagi Emiten

HR1 04 Oct 2024 Kontan

PT Mayora Indah Tbk (MYOR) diproyeksi mampu melanjutkan pertumbuhan kinerja, didukung oleh kenaikan harga rata-rata produk atau average selling price (ASP) serta kinerja di pasar ekspor yang bertumbuh. Analis Ciptadana Sekuritas, Putu Cantika Putri mengungkapkan, bisnis domestik emiten konsumer ini tumbuh dua digit pada Agustus 2024, dan bisnis ekspor naik satu digit besar, yang disokong oleh peningkatan harga jual. Hal ini memunculkan optimisme proyeksi penjualan keseluruhan sampai akhir 2024 akan mencapai 10%-12% year on year (yoy). MYOR juga mencatat saluran distribusi, terutama general trade terus berkinerja baik meskipun ada penyesuaian ASP yang lebih tinggi seiring dengan musim masuk sekolah. Pasar ekspor juga menunjukkan pertumbuhan positif.Pasar Thailand pulih setelah penyesuaian inventaris karena perubahan distributor. Kemudian Tiongkok dan Vietnam diuntungkan dari peningkatan permintaan terkait dengan Festival Kue Bulan pada September. Sementara, biaya produksi lainnya tetap stabil dengan harga gandum rata-rata sebesar US$ 5,3 per bushel dan harga CPO diperkirakan akan berkisar sekitar RM 4.500 per ton. 

Oleh sebab perkembangan pergerakan harga bahan baku tersebut, MYOR berencana untuk secara bertahap menaikkan harga karena penyesuaian harga sebelumnya diprediksi tidak cukup untuk mempertahankan margin kotor untuk estimasi kuartal III-2024 yang sebesar 26,9%. Junior Equity Analyst Pilarmas Investindo Sekuritas, Arinda Izzaty Hafiya mengatakan, penyebaran pangsa pasar emiten ini cukup merata, baik di luar negeri maupun dalam negeri. Adapun di dalam negeri hingga kuartal I 2024 mencapai 64%. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo menilai, momentum Pilkada bisa menjadi pendorong kinerja MYOR, karena adanya potensi pertumbuhan daya beli. Tetapi di sisi lain tensi geopolitik juga bisa membuat masyarakat enggan berbelanja. Putu menaikkan estimasi penjualan sebesar 3,8% YoYmenjadi Rp 35,1 triliun untuk akhir tahun ini dengan asumsi kenaikan ASP sebesar 5%. Kemudian laba bersih diperkirakan mencapai Rp 3,36 triliun pada akhir tahun 2024. Pada 2023 pendapatan MYOR sebesar Rp 31,48 triliun dan laba bersih Rp 3,19 triliun.

BUMN Karya Masih Berpeluang Bersinar

HR1 04 Oct 2024 Kontan

Jelang berakhirnya masa pemerintahan Joko Widodo (Jokowi), sejumlah proyek strategis nasional (PSN) belum rampung dituntaskan pemerintah. Salah satu program yang digencarkan di era pemerintahan Jokowi adalah pembangunan infrastruktur. Saat ini, sedikitnya masih ada 43 proyek PSN yang bakal diwariskan Jokowi kepada pemerintahan baru Presiden terpilih Prabowo Subianto. Kinerja sejumlah emiten BUMN Karya pun jadi sorotan. Contohnya PT PP Tbk (PTPP). Sejak 2020, PTPP memiliki 40 proyek PSN. Sekretaris Perusahaan PTPP Joko Raharjo bilang, total nilai kontrak dari 40 PSN sejak 2020 mencapai Rp 47,5 triliun. Joko menegaskan, PTPP masih fokus menuntaskan proyek PSN on going. Catatan KONTAN, PTPP menargetkan nilai kontrak baru tahun 2024 sebesar Rp 32 triliun. Head of Research Kiwoom Sekuritas Sukarno Alatas melihat, hingga akhir 2024, kinerja para emiten BUMN Karya juga berpotensi tumbuh. "Jika proyek PSN bisa selesai lebih cepat, emiten bisa dapat efisiensi operasional," tuturnya. Founder Stocknow.id Hendra Wardana sepakat, peleburan holding BUMN Karya akan mempengaruhi kinerja emiten konstruksi pelat merah ke depannya. Dia memproyeksi, kinerja BUMN Karya di kuartal III-2024 masih bisa tumbuh positif dibanding semester I-2024. Komitmen pemerintah baru melanjutkan PSN bisa jadi pendorong kinerja emiten BUMN Karya.

Emiten Kurang Menarik di Tengah Deflasi

HR1 04 Oct 2024 Kontan

Indeks Harga Konsumen (IHK) kembali turun atau mengalami deflasi selama lima bulan beruntun. Ini menjadi yang terparah setelah tahun 1999. Bank Indonesia (BI) melaporkan pada September 2024 terjadi deflasi sebesar 0,12% secara bulanan. Laju deflasi itu lebih tinggi dibandingkan bulan Agustus di angka 0,03% secara bulanan. Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas Indonesia, Vinko Satrio Pekerti menganalisa, deflasi yang terjadi selama lima bulan beruntun, menunjukkan tren pelemahan daya beli konsumen. Kondisi itu bisa berdampak negatif pada pendapatan sejumlah emiten. Terutama, emiten di sektor konsumsi, seperti consumer goods dan ritel. Ini menjadi hambatan perusahaan untuk mempertahankan marjin keuntungannya. "Kami memandang emiten di sektor-sektor yang sensitif terhadap permintaan domestik, kemungkinan pendapatannya akan turun di kuartal III-2024," kata Vinko kepada KONTAN, Kamis (3/10). Emiten barang konsumsi seperti PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) atau PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), berpeluang merasakan dampak penurunan permintaan domestik. Senasib, emiten saham di sektor otomotif dan properti, semisal PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), bakal terkena getah deflasi. Pendapatan emiten bisa turun. 

Dus, saham-saham di sektor tersebut bisa mengalami volatilitas tinggi dan cenderung bearish. Sektor perbankan justru akan diuntungkan deflasi. Tren deflasi akan mendorong BI terus memangkas suku bunga acuan. Sedangkan sektor utilitas dan infrastruktur lebih defensif dan tidak terlalu bergantung siklus ekonomi. Senior Research Analyst BNI Sekuritas, Patricia Gabriela melihat, penjualan emiten barang konsumsi tumbuh kuat di kuartal III-2024, meski ada deflasi selama 5 bulan. Ini sejalan meningkatnya data retail sales index (RSI). Founder Stocknow.id, Hendra Wardana menimpali, deflasi dapat memengaruhi pendapatan serta laba emiten. Sektor-sektor yang bergantung pada konsumsi seperti ritel serta makanan dan minuman, akan menghadapi tekanan pertumbuhan pendapatan akibat penurunan harga. Namun, penurunan suku bunga BI pada September lalu berpotensi meningkatkan daya beli masyarakat. Ini bisa mendukung pemulihan konsumsi menjelang akhir tahun. "Biasanya ada lonjakan belanja pada saat perayaan Natal dan liburan tahun baru," kata Hendra.

Emiten Bergembira di Tengah Suku Bunga Rendah

HR1 03 Oct 2024 Kontan

Pasca Bank Indonesia (BI) dan bank sentral Amerika Serikat (The Fed) menurunkan suku bunga acuan pada September lalu, euforia pasar belum usai. Sebab, BI dan The Fed diproyeksi bakal kembali memangkas bunganya di akhir tahun ini. Pasar memprediksi, BI akan menggunting lagi suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) di rapat dewan gubernur (RDG) Oktober ini. Pemangkasan BI-rate ini sejalan dengan arah penurunan suku bunga The Fed, yang juga diperkirakan kembali turun. Sebelumnya, dalam pertemuan FOMC 18 September 2024, The Fed memangkas suku bunga 50 bps jadi 4,8%. Di waktu bersamaan, dalam RDG 17-18 September 2024, BI juga menurunkan BI Rate 25 bps dari 6,25% menjadi 6%. Founder Stocknow.id Hendra Wardana melihat, dengan suku bunga rendah, biaya pinjaman menjadi lebih terjangkau, mendorong peningkatan konsumsi dan investasi. Sejalan dengan itu, efek pemangkasan suku bunga menjadi sentimen positif bagi prospek sektor emiten tertentu. Di sektor perbankan, misalnya, biaya pinjaman yang lebih rendah akan mendorong pertumbuhan kredit. 

Bank menawarkan pinjaman dengan suku bunga menarik. Hendra juga melihat, sektor properti diuntungkan tren suku bunga rendah. Pembiayaan properti jadi lebih terjangkau bagi konsumen. Sektor ritel juga diuntungkan dari meningkatnya daya beli masyarakat. Ini memacu pertumbuhan penjualan emiten ritel. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Miftahul Khaer bilang, penurunan suku bunga The Fed bisa menarik aliran modal asing, memperkuat nilai tukar rupiah, dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus menilai, emiten yang akan merasakan dampak penurunan suku bunga, antara lain, perbankan, properti, dan otomotif. Ini tercermin dari harga saham emiten yang diapresiasi pasar.

Inovasi dan Ekspansi Kunci Pertumbuhan

HR1 03 Oct 2024 Kontan

Penurunan suku bunga acuan memberikan efek positif terhadap prospek PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL). Pelonggaran moneter itu bakal memberikan ruang ekspansi yang lebih lebar bagi MTEL. Apalagi manajemen emiten yang juga disebut Mitratel ini telah menyatakan, fokus di semester II ini memonetisasi alat produksi dan memperkuat bisnis di ekosistem menara. Ini guna memastikan pertumbuhan sehat, serta agresif dalam pengembangan portofolio baru di ekosistem menara. Kepala Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas mengatakan, ekspansi dan inovasi yang dilakukan MTEL memberikan peluang untuk memperluas jaringan secara efektif. Namun ekspansi MTEL baru dapat memberikan dampak pertumbuhan pendapatan dalam jangka panjang. Di awal MTEL masih membutuhkan pendanaan cukup besar. Meski begitu, Sukarno melihat saat ini rasio utang MTEL tidak begitu besar dan peluang meningkatkan utang untuk ekspansi masih memungkinkan. Ditambah, penurunan suku bunga menjadi pendorong tambahan untuk prospek MTEL. Analis Sinarmas Sekuritas, Yosua Zisokhi memaparkan, MTEL memiliki debt to equity ratio (DER) sebesar 0,4 kali pada semester I 2024, jauh lebih rendah dari rata-rata industri sebesar 2,4 kali. 

Rasio utang bersih terhadap EBITDA sebesar 1,8 kali dibandingkan dengan rata-rata industri sebesar 4,6 kali. Penurunan suku bunga juga diperkirakan akan berdampak positif terhadap laba bersih MTEL. "Perubahan 100 basis poin pada tingkat suku bunga efektif di tahun 2025 dapat mengakibatkan penyesuaian laba bersih sebesar 4,6% dibandingkan dengan proyeksi awal kami, dengan asumsi sekitar 50,5% dari total utang MTEL memiliki tingkat suku bunga tetap," jelas Yosua. Selain itu, MTEL terus mengembangkan bisnis fiber to the tower (FTTT) sebagai salah satu penopang pertumbuhan pendapatan. Pada semester I 2024, MTEL memiliki 37.600 kilometer (km) kabel serat optik, atau tumbuh 15,6% sejak awal tahun. Ini masih berpotensi tumbuh lebih lanjut di tengah tingginya permintaan dari operator telekomunikasi untuk pengembangan jaringan. Analis BRI Danareksa Sekuritas, Nico Margaronis memproyeksi, pertumbuhan pendapatan organik MTEL sebesar 7% yoy pada 2024. Pendorongnya, kontribusi yang kuat dari proyek-proyek Telkom, Telkomsel, penyewaan ISAT dan FTTT.

Layanan Spesialis: Katalis Baru Pertumbuhan

HR1 02 Oct 2024 Kontan

Prospek positif kinerja PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) diperkirakan berlanjut. Ekspansi dan kesadaran kesehatan masyarakat yang meningkat menjadi pendorongnya. Analis Pilarmas Investindo Sekuritas, Arinda Izzaty mengatakan, di jangka pendek prospek MIKA didorong oleh sejumlah faktor. Pertama, implementasi tarif BPJS yang lebih tinggi sejak Januari 2023 diperkirakan meningkatkan pendapatan sekitar 7%-9%. Kedua, Omnibus Law Kesehatan yang disahkan pada Juli 2023 menyederhanakan proses lisensi, memungkinkan perekrutan dokter asing, dan meningkatkan pelatihan di RS. Ketiga, standar baru untuk kelas BPJS dapat berdampak positif dengan peningkatan pengalaman pasien. Analis Indo Premier Sekuritas, Andrianto Saputra berpandangan, kinerja positif MIKA akan berlanjut hingga akhir tahun. Pendapatan MIKA pada 2024 diperkirakan tumbuh 17,13% menjadi Rp 4,99 triliun, EBITDA tumbuh 22,2% menjadi Rp 1,83 triliun dan laba bersih melesat 25,98% ke Rp 1,15 triliun. 

Sementara di jangka menengah panjang, prospek MIKA juga didorong rencana perluasan Centre of Excellence (CoE) dengan fokus pada prosedur onkologi dan otak. Hal ini telah dimulai dengan dua pusat radioterapi baru di MIKA Bekasi Timur dan Kenjeran. Analis Maybank Sekuritas, Paulina Margareta mengatakan, MIKA juga akan membangun pusat stroke baru di Surabaya. Saat ini, Paulina melihat bahwa kontribusi pendapatan dari segmen CoE berkisar 15%-20%. Selain itu, ditambah dengan peningkatan kapasitas dan fokus pada layanan spesialis, MIKA diperkirakan akan dapat memenuhi kebutuhan layanan kesehatan yang meningkat. Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji menyoroti distribusi tenaga kesehatan yang kurang merata. Sehingga, ia menilai rencana di pemerintahan baru dapat menjadi kesempatan untuk berekspansi. Dengan prospek dan peluang yang positif itu, Nafan merekomendasikan accumulate buy MIKA dengan target harga Rp 3.310. Adapun Arida merekomendasikan hold MIKA dengan target harga Rp 3.280.

Mengandalkan Kelas Atas untuk Stabilitas Ekonomi

HR1 01 Oct 2024 Kontan

PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) diproyeksi masih bisa mencetak pertumbuhan kinerja di semester II-2024. Proyeksi ini muncul di tengah sentimen boikot sejumlah produk food & beverages (F&B) MAPI yang masih berlanjut. Daya beli yang tangguh dari kelas menengah atas hingga meningkatnya gaya hidup yang aktif menjadi pendorong. Sejauh ini pendapatan di semester I-2024 naik 15% secara tahunan atau year on year (yoy). Adapun laba bersih terkontraksi sebesar 14,4% YoY. Margin laba kotor dan EBIT MAPI juga menunjukkan tren penurunan di semester I-2024. Margin laba kotor di semester I-2024 turun menjadi 43,3% dari 45,4% pada semester I 2023. Demikian pula, marjin EBIT turun menjadi 9% dari 11,1%. Dari sisi operasional, Natalia Sutanto, Analis PT BRI Danareksa Sekuritas menjelaskan, dengan total 228 toko baru yang dibuka pada semester I-2024, pendapatan MAPI didorong kinerja segmen active yang tumbuh 32% yoy dan fashion 15% yoy. Meski begitu, penundaan pembukaan toko di Vietnam menyebabkan penumpukan persediaan. Penguatan rupiah dan koleksi baru untuk musim gugur serta musim dingin akan jadi sentimen positif bagi MAPI. 

Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Azis Setyo Wibowo menimpali, kinerja MAPI mampu bertumbuh, baik pendapatan maupun laba bersih. Sementara Analis OCBC Sekuritas William Siregar menilai makin banyak masyarakat Indonesia yang mengadopsi gaya hidup aktif mendorong kinerja MAPI. Gaya hidup aktif seperti olahraga lari yang popularitasnya melonjak meningkatkan penjualan produk-produk penunjang. Selain itu konflik berkepanjangan di Timur Tengah menimbulkan risiko yang semakin besar bagi MAPI, terutama karena meningkatnya gerakan boikot yang dapat merusak citra perusahaan, terutama di segmen F&B. MAPI berkonsentrasi pada lokasi-lokasi utama seperti Sogo (Plaza Senayan Mall Jakarta, Lippo Mall Puri Jakarta), Seibu (Grand Indonesia Mall Jakarta), dan Galeries Lafayette (Pacific Place Mall Jakarta).