;
Tags

Market

( 126 )

Cermati Kripto Berbasis Metaverse Yang Sedang Hot

HR1 23 Mar 2022 Kontan

Pasar kripto masih bergerak konsolidasi, meski ada kecenderungan naik. Ambil contoh bitcoin. Per pukul 21.12 WIB kemarin, duit kripto ini dilego US$ 42.916,12 per btc, naik dari US$ 38.286,03 sebulan sebelumnya. Pergerakan ethereum juga serupa. Kemarin, harga koin ini berada di level US$ 3.012,31 per ETH. Posisi ini cuma sedikit lebih tinggi ketimbang posisi sebulan sebelumnya, yaitu US$ 3.006,53 per ETH. Rata-rata koin kripto yang masuk daftar pencetak return tertinggi sebulan terakhir merupakan koin kripto dengan proyek berbasis hiburan digital di metaverse. Bitmic misalnya, merupakan platform media sosial di metaverse yang mempertemukan artis atau influencer dengan penggemar. Selain itu ada beberapa token terkait proyek non fungible token (NFT) serta permainan di metaverse. Contohnya ada Duckie Land, Rebel Bots dan HydraMeta. Para pegiat dunia kripto menilai wajar bila koin berbasis metaverse dan NFT ini digandrungi pelaku pasar.


GOTO Memperpanjang Periode Penawaran Awal Saham IPO

HR1 22 Mar 2022 Kontan

PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) memperpanjang periode waktu penawaran awal (bookbuilding period) saham selama tiga hari. Proses penawaran awal yang semula dijadwalkan pada 15 - 21 Maret 2022, diperpanjang hingga Kamis, 24 Maret 2022. Manajemen GOTO beralasan, hal ini dilakukan agar semakin banyak konsumen dan pedagang di platform Gojek, Tokopedia, dan Goto Financial dapat mengikuti program Saham Gotong Royong. Sekretaris Perusahaan GOTO Koesoemohadiani mengatakan, program Saham Gotong Royong baru pertama dilakukan di bursa. Sehingga, masyarakat, terutama para konsumen dan pedagang di ekosistem GOTO perlu waktu lebih untuk memahami mekanisme pemesanan saham dan mempertimbangkan keputusan investasi.


Harga Nikel Global Terus Turun Sejak Transaksi Dibuka Kembali

HR1 22 Mar 2022 Kontan

Harga nikel dunia makin adem. Harga nikel kontrak bergulir tiga bulan di London Metal Exchange berada di US$ 36.915 per ton, Jumat (18/3). Harga nikel anjlok 19% sejak perdagangan dibuka kembali Rabu lalu (16/3). Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuabi menjelaskan, harga nikel naik sebelum ini akibat memanasnya perang Rusia-Ukraina. "Sehubungan dengan kondisi saat ini di Ukraina sudah sedikit stabil dan sempat ada gencatan senjata, harga turun lagi," ujar Ibrahim, Senin (21/3). Founder Traderindo.com Wahyu Tribowo Laksono menilai, wajar harga nikel terkoreksi seiring meredanya isu geopolitik antara Rusia-Ukraina. Tapi, dalam jangka menengah, harga berpotensi konsolidasi, lantaran isu geopolitik belum usai.

Ibrahim menilai, saat ini para spekulan di pasar juga mulai merealisasikan keuntungan. Dengan demikian, harga kembali turun dan mendekati harga wajar. "Harga wajar nikel berada di level US$ 19.000 per ton," kata dia. Meski begitu, jika konflik antara Rusia dan Ukraina kembali memburuk, terbuka peluang harga nikel mencapai US$ 50.000 per ton. Namun jika ketidakpastian di pasar global mereda, harga nikel akan bergerak turun kembali ke kisaran level support di US$ 22.000 per ton.


Emiten Tambang dan Bank Paling Cuan

HR1 21 Mar 2022 Kontan

Sekitar 23 emiten anggota indeks LQ45 telah melaporkan kinerja keuangan 2021. Mayoritas mengalami perbaikan kinerja, dengan emiten bank dan tambang memimpin pertumbuhan laba. Sementara emiten BUMN Karya seperti PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) mencatatkan penurunan laba. Analis B-Trade Raditya Krisna Pradana menilai, perbaikan kinerja emiten perbankan besar selaras dengan pemulihan ekonomi. Dia memprediksi, kinerja emiten perbankan masih berpeluang naik, terdorong tren kenaikan suku bunga. 

Bank Indonesia diperkirakan mengerek bunga tahun ini, mengekor bank sentral AS. "Apabila suku bunga acuan naik, maka suku bunga simpanan dan kredit akan berpotensi naik juga, sehingga ini menjadi katalis positif bagi perbankan,” terang Raditya, Minggu (20/3). Raditya juga menilai saham bank seperti BBTN dan BBNI masih menarik. Ia mematok target harga BBTN Rp 1.970 dan BBNI di Rp 8.700. Ia juga merekomendasikan ANTM dengan target Rp 2.800 dan ASII dengan target Rp 6.900. Sementara emiten rokok diperkirakan masih tertekan, terdampak kenaikan harga cukai dua tahun terakhir.


Menghirup Aroma Prospek Saham Rokok

HR1 21 Mar 2022 Kontan

Pengendalian kasus baru Covid-19 yang diiringi pemulihan ekonomi berpeluang mengangkat daya beli masyarakat. Kondisi ini dapat menjadi katalis positif bagi emiten barang konsumsi, termasuk sektor rokok. Pendapatan emiten rokok pun diperkirakan masih dapat tumbuh satu digit pada tahun ini. Meski demikian, masih ada sejumlah sentimen negatif yang membayangi kinerja emiten rokok. Misalnya, dari sisi kampanye kesehatan, kian menyempitnya ruang iklan, serta kenaikan cukai yang bisa menggerus margin keuntungan. Sejak pandemi Covid-19 melanda, harga saham emiten rokok pun terus menurun. Ini membuat harga saham rokok terdiskon cukup besar jika dibandingkan sebelum pandemi. Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova mengatakan, selain adanya kenaikan cukai, beban pendapatan dari sisi produksi dan distribusi masih dapat menekan laba bersih emiten rokok. Analis B-Trade Raditya Krisna Pradana mengatakan, meski secara price earnings ratio (PER) sudah murah, saham-saham emiten rokok masih berada pada tren bearish. Melihat kondisi tersebut, Raditya menyarankan investor wait and see.


Wijaya Karya (WIKA) Bakal Memanen Proyek Baru di 2022

HR1 16 Mar 2022 Kontan

PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) membukukan kenaikan kinerja sepanjang tahun lalu. Sayangnya realisasi kinerja masih di bawah konsensus para analis. Sepanjang tahun lalu, WIKA mencetak laba bersih sebesar Rp 117,66 miliar, turun 36,65% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Padahal pendapatan WIKA naik 7,7% menjadi Rp 17,8 triliun. Analis NH Korindo Sekuritas Anggaraksa Arismunandar dalam risetnya menuliskan pendapatan WIKA sepanjang tahun lalu seharusnya bisa mencapai Rp 18,96 triliun, dengan laba bersih Rp 327 miliar. Penurunan laba terjadi karena leverage WIKA masih cukup tinggi. Bahkan leverage cenderung naik menjadi 129,6%, dari 112,6% di kuartal II-2021 silam. Abdul Azis Setyo Wibowo, Analis Kiwoom Sekuritas, menyebut, salah satu penghambat kinerja WIKA antara lain penundaan proyek dan sistem pembayaran yang dipakai. "Proyek yang ditunda bisa menjadi penghambat bagi emiten konstruksi dan membuat biaya pembangunan infrastruktur menjadi meningkat," kata dia, Selasa (15/3).


Pembiayaan Berkelanjutan : Kerja Sama Pemerintah dan Regulator Dinanti

HR1 19 Feb 2022 Bisnis Indonesia

Penerbitan obligasi berkelanjutan atau Environmental, Sosial, Governance (ESG) Bonds mengalami peningkatan signifikan. Ke depannya, dibutuhkan kerja sama yang lebih erat antara pemerintah dan regulator. Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo mengatakan pemerintah perlu memberikan pedoman dan insentif untuk meningkatkan minat dan permintaan pembiayaan ESG. Regulator, imbuhnya, juga perlu menyediakan kerangka kerjanya untuk meningkatkan partisipasi dalam ESG dan pembiayaan berkelanjutan. “Di sisi lain, industri keuangan dan khususnya bank perlu membangun dan meningkatkan kemampuan serta kapasitas mereka dalam mengembangkan dan menawarkan instrumen dan layanan ESG yang berkelanjutan untuk memenuhi potensi permintaan,” ujarnya, Jumat (18/2). Menurut Kartika, Indonesia telah memulai dan terus membangun kerangka kerja dan ekosistem pendukung untuk keuangan berkelanjutan guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.


Konflik Rusia-Ukrania Reda, IHSG Kembali Menguat

HR1 17 Feb 2022 Kontan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali parkir di zona hijau. IHSG menguat 42,70 poin atau 0,63% ke level 6.850,19 pada akhir perdagangan Rabu (16/2). Dana asing juga masih konsisten masuk bursa saham. Kemarin, investor asing mencatatkan beli bersih (net buy) senilai Rp 967,49 miliar. Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan mengatakan, penguatan indeks saham kemarin sejalan dengan penguatan bursa saham global. Bursa global terdorong oleh optimisme dari meredanya ketegangan antara Rusia-Ukraina. Sedangkan sentimen data ekonomi dari dalam negeri masih minim. Menurut Dennies, investor masih akan mencermati ketegangan antara Rusia-Ukraina. Hitungan Dennies, IHSG hari ini akan bergerak dengan support pertama di level 6.828 dan resistance pertama di 6.864. Kemudian, support dan resistance kedua berada di level 6.806 dan 6.878.


Emiten Poultry Kena Imbas Harga Broiler dan Omicron

HR1 15 Feb 2022 Kontan

Memasuki Februari, harga broiler lesu. Mengutip riset Mirae Asset Sekuritas, harga broiler turun menjadi Rp 17.400 per kilogram (kg) atau tertekan 19% selama Februari berjalan. "Melemahnya permintaan akibat mobilitas masyarakat menurun menyusul melonjaknya kasus harian di Indonesia," jelas Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Emma A. Fauni dalam riset, Jumat (11/2). Padahal di Januari 2022, harga rata-rata bulanan ayam broiler menguat jadi Rp 21.400 per kilogram, naik 42,2% secara tahunan atau naik 4,9% secara bulanan.

Analis BNI Sekuritas Mikhail Johanes Siahaan memandang, Covid-19 yang berkepanjangan juga akan menjadi kendala bagi sektor poultry. Karena itu, industri ini perlu menyesuaikan saluran pemasaran dan rantai pasok untuk menyiasati langkah yang bakal diambil pemerintah guna meredam Covid-19. Sementara Mirae Asset Sekuritas mempertahankan, sikap netral saham sektor poultry. "Melemahnya permintaan menjadi risiko penurunan jangka pendek saat ini, karena Indonesia pada tahap awal gelombang omicron," ujar Emma.

Pasar Optimistis, Harga Waran Melesat

HR1 08 Feb 2022 Kontan

Sejumlah waran yang tengah diperdagangkan mencatatkan kinerja yang positif. Bahkan, ada waran yang mencetak kenaikan harga ratusan hingga ribuan persen. Sebagai contoh, waran seri I Alkindo Naratama Tbk (ALDO-W) yang diperdagangkan sejak 14 Desember 2021 meningkat 25.300% ke Rp 254 per waran. Harga tertinggi pernah mencapai Rp 800 dengan harga terendah Rp 1. Misalnya, harga pelaksanaan waran seri I Indo Oil Perkasa Tbk (OILS-W) adalah Rp 320, sedangkan harga saham OILS Rp 244 per saham. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Azis Setyo Wibowo mengatakan, minat investor terhadap waran cukup tinggi. Ini terlihat dari beberapa saham initial public offering (IPO) yang menawarkan waran cenderung mengalami kenaikan.