Internasional
( 1352 )ALARM PERIKANAN INDONESIA
Praktik penangkapan ikan ilegal, tidak dilaporkan, dan tidak
diatur kian mengancam perikanan global. Hasil studi terbaru yang dirilis Global
Fishing Watch menemukan, 75 % kapal-kapal penangkapan ikan berskala industri di
dunia tak terpantau publik. Global Fishing Watch bekerja sama dengan peneliti Universitas
Wisconsin-Madison, Duke University, UC Santa Barbara, dan SkyTruth menganalisis
citra satelit selama periode 2017-2021. Mereka mendeteksi kapal dan infrastruktur
lepas pantai di perairan pesisir pada enam benua yang sebagian besar merupakan
wilayah aktivitas industri. Hasil analisis menunjukkan, aktivitas kapal-kapal
itu tidak terdokumentasi dengan baik dan tidak terdeteksi sistem pemantauan
publik.
Organisasi konservasi laut internasional, Oceana.Org, yang juga
pendiri Global Fishing Watch, menyebut, jumlah kapal perikanan skala industri
di dunia mencapai 440.000 kapal. Hasil tang kapannya 72 % total penangkapan
ikan di laut. ”Pemerintah tidak akan bisa mengelola apa yang mereka tidak bisa
lihat,” kata Jacqueline Savitz, Chief Policy Officer Oceana, dalam keterangan
pers, Rabu (3/1). Hasil penelitian Global Fishing Watch juga menemukan banyak
kapal penangkap ikan gelap beroperasi di kawasan perlindungan laut. Kehadiran
armada gelap itu menimbulkan tantangan besar bagi dunia dalam upaya melindungi
dan mengelola sumber daya ikan.
”Revolusi industri baru telah muncul di lautan kita tanpa
terdeteksi sampai sekarang,” ujar David Kroodsma, Director of Research and Innovation
Global Fishing Watch, dalam rilis Global Fishing Watch. Penangkapan ikan
ilegal, tidak dilaporkan, dan tidak diatur (ilegal, unreported, unregulated/IUU
fishing), yang juga dikategorikan sebagai kejahatan transnasional terorganisir,
menjadi pemicu utama terkurasnya sumber daya laut yang mengancam ketahanan
pangan dunia dan memukul rasa keadilan bagi pelaku usaha perikanan yang selama
ini patuh regulasi. Bentuk IUU fishing, antara lain, penangkapan ikan tanpa izin,
pelanggaran batas wilayah tangkapan, penangkapan ikan berlebih, dan penggunaan
alat tangkap ikan yang terlarang dan merusak ekosistem.
Kerugian dari IUU fishing itu ditaksir berkisar 10 miliar USD
- 23 miliar USD (Rp 158 triliun - Rp 363,4 triliun). Lemahnya tata kelola
perdagangan komoditas perikanan menyebabkan penurunan stok dan kualitas
perikanan, selain berdampak terhadap lingkungan, sosial, dan ekonomi. Peneliti
Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia, Felicia Nugroho, dalam konferensi pers,
pekan lalu, mengungkap, laporan Indeks Risiko IUU Fishing perlu mendapat perhatian
serius dari pemerintah. Sebab, laporan itu menjadi rujukan pasar internasional
untuk memilah produk perikanan laut yang terhindar dari praktik perikanan
ilegal. Badan-badan perdagangan juga menggunakan laporan itu untuk menghindari
risiko masuknya ikan dari sumber ilegal ke negara. ”(Laporan) ini akan sangat
berdampak jika pembuat kebijakan tidak melihat ini sebagai langkah-langkah
(perbaikan) ke depan,” ujarnya. (Yoga)
Gelar Unjuk Rasa, Petani Kepung Paris
Raungan Alarm Disrupsi Perdagangan Dunia
Konferensi Perdagangan dan Pembangunan PBB atau UNCTAD
menyalakan alarm disrupsi perdagangan dunia. Disrupsi terjadi tidak hanya
akibat hambatan perdagangan maritim di Laut Hitam, tetapi juga di Laut Merah
dan Terusan Panama. UNCTAD menyebutkan, krisis perdagangan di Laut Hitam akibat
perang Rusia-Ukraina masih belum berakhir sejak 2022. Belakangan ini muncul
krisis baru di sektor perdagangan maritim di Laut Merah dan Terusan Panama. Laut
Merah yang terhubung dengan Laut Mediterania melalui Terusan Suez menjadi arena
perang Houthi melawan AS dan Inggris. Serangan Houthi terhadap kapal-kapal
dagang dan komersial berbendera negara pendukung Israel itu mulai diladeni AS
dan Inggris. Adapun di Terusan Panama, penurunan ketinggian air Danau Gatun,
yang merupakan sumber utama air kanal akibat dampak El Nino, menyebabkan jumlah
kapal yang melintas dikurangi.
Dari rerata 36 kapal per hari, hanya 24 kapal yang diizinkan
lewat pada Januari 2024 dan 18 kapal pada Februari 2024. Kepala Logistik
Perdagangan UNCTAD Jan Hoffmann mengatakan, transportasi laut berperan penting
dalam perdagangan internasional. Sektor tersebut menjadi urat nadi pergerakan 80
% barang global. Krisis perdagangan maritim di Laut Hitam, Laut Merah, dan
Terusan Panama bakal mendisrupsi perdagangan global. ”Krisis di Laut Merah,
misalnya, akan menyebabkan volume perdagangan melalui Terusan Suez turun 42 %. Padahal,
terusan sepanjang 164 kilometer itu menangani 12-15 % perdagangan global tahun
2023,” ujarnya dalam konferensi pers harian PBB pada 26 Januari 2024. UNCTAD
mencatat, indeks pergerakan kapal barang di Terusan Suez per 23 Januari 2024
sebesar 89,27 atau berada di bawah ambang batas 100. Kapal-kapal itu mencakup kapal
kargo curah, kapal tanker, dan kapal kontainer. (Yoga)
Teknologi, Mesin Uang Orang-orang Terkaya di Dunia
Pada 26 Januari 2024, Forbes merilis daftar orang terkaya di
dunia. Bernard Arnault, pemilik grup jenama premium dunia LVMH dengan kekayaan
207,8 miliar USD atau Rp 3.278 triliun, di urutan puncak, menyalip Elon Musk,
bos Tesla dan X (bekas Twitter) yang memiliki kekayaan 204,5 miliar USD atau Rp
3.226 triliun. Arnault juga berhasil mengalahkan para
”alumni” orang terkaya sedunia, antara lain Bill Gates, Jeff Bezos, dan Warren
Buffett. Awal Januari 2024, Musk masih
duduk di singgasana manusia terkaya di dunia. Menurut Forbes, keberhasilan
Arnault menjadi peringkat pertama terkaya sedunia lantaran merosotnya saham
Tesla di pasar saham AS hingga 13 %, Kamis pekan lalu, yang membuat Musk
kehilangan kekayaan 18 miliar USD. Di sisi lain, saham LVMH yang tercatat di
bursa saham Eropa melonjak 13 % pada Jumat pekan lalu.
Posisi Arnault sebagai orang terkaya dunia hanya bertahan beberapa
hari. Mengutip Bloomberg Billionaires Index (BBI), Senin (29/1) orang terkaya
kembali direbut oleh Musk. Arnault turun ke peringkat ketiga, peringkat kedua
diduduki Bezos. Berdasarkan BBI, 8 dari 10 orang terkaya di dunia berasal dari
perusahaan teknologi. Selain Musk (1) dan Bezos (2), ada Bill Gates (4), Mark
Zuckerberg (5), Steve Ballmer (6), Larry Page (7), Sergey Brin (8), dan Larry
Ellison (10). Hanya Arnault (3) dan Buffett (9) yang berlatar belakang usaha di
luar teknologi, masing-masing dari industri barang konsumsi dan konglomerasi
beragam industri. Zuckerberg, pada 2024 sudah mencatat tambahan kekayaan 14,1
miliar USD sehingga kekayaannya menjadi 142 miliar USD. Raja media sosial dari
Meta Grup ini tercatat sebagai miliarder dengan penambahan kekayaan terbesar sejauh
ini pada 2024. Pentolan Google, Larry Page, juga mencatat tambahan kekayaan 10,1
miliar USD.
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance
(Indef), Esther Sri Astuti, mengatakan, para miliarder pendiri perusahaan
teknologi dunia ini berhasil mendapatkan keberlimpahan harta lantaran membuat
produk yang menjawab kebutuhan masyarakat modern akan teknologi. Tak heran saat
ini ada idiom code is the new gold, bahwa kode-kode sistem pemrograman
teknologi adalah emas baru. ”Seperti halnya rumus dasar ekonomi, yakni
permintaan dan pasokan, mereka berhasil memberikan jawaban (pasokan) atas
kebutuhan yang ada,” ujar Esther yang dihubungi Senin. (Yoga)
Kaum Milenial dan Gen Z Makin Gemari Pakaian Bekas
Didorong oleh kesadaran lingkungan dan berhemat, generasi
milenial dan generasi Z semakin menggemari pakaian bekas. Survei terbaru oleh
lembaga basis data e-dagang ECDB menemukan, 67 % generasi muda itu membeli
pakaian bekas. Mengikuti selera ini, jenama-jenama terkenal pun mulai membuka
layanan pakaian bekas. Chiara Menage, pendiri situs jual beli pakaian bekas,
Menage Modern Vintage, mengatakan, sejak 2018 tren pakaian bekas telah menjadi
arus utama. Dasarnya kesadaran akan keberlanjutan lingkungan. ”Hal ini
berkontribusi besar terhadap alasan orang lebih menyukai barang bekas dan
barang antik.
Tujuan saya menawarkan alternatif lebih baik yang 100 % ramah
lingkungan dibandingkan dengan membeli barang-barang baru,” katanya seperti
dikutip The Guardian, Minggu (28/1). Laporan Pasar Etis Bank Koperasi tahun
2023 mengungkapkan, di Inggris penjualan pakaian bekas meningkat 50 % dibanding
tahun sebelumnya. Nilai transaksi mencapai 1,2 miliar pound sterling atau Rp 24,13
triliun. Pasar dalam jaringan, seperti Depop dan Vinted, mengalami lonjakan
tertinggi dalam daftar penyedia barang bekas. Sementara itu, kunjungan ke toko
amal menjadi lebih sering dibandingkan sebelumnya menyebabkan peningkatan
penjualan sebesar 147 %. Kesadaran untuk berhemat dan kesadaran iklim merupakan
alasan utama generasi muda dalam membeli pakaian bekas. Di luar itu, mereka menemukan
hiburan saat memilih-milih pakaian bekas dan bertemu dengan komunitas sepemikiran.
”Berbelanja langsung terasa lebih menyenangkan dan
datang ke tempat ini terasa istimewa. Dan, itu terjadi di komunitas kami,” kata
Istara Morris (15), salah satu pelanggan pakaian bekas di Inggris. Berdasarkan
laporan thredUP, toko daring konsinyasi dan barang bekas, menemukan bahwa tiga
dari empat konsumen yang berbelanja barang bekas menyebut diri sebagai orang
yang hemat. Mereka percaya pakaian bekas sekarang lebih dapat diterima secara
sosial dibandingkan dengan lima tahun yang lalu. Menurut data threadUP,
kalangan yang bangga berpakaian bekas mencapai 59 % dari responden. Para
generasi muda ini menemukan pula peluang bisnis dalam pakaian bekas. Sebanyak
21 % dari mereka bahkan bersedia membayar lebih untuk pakaian yang dapat dijual
kembali. (Yoga)
Bara Ekonomi dari Laut Merah
Konflik yang terjadi di Timur Tengah kian meluas dan merembet ke perairan Laut Merah. Blokade dan serangan oleh kelompok pemberontak Houthi Yaman (Ansar Allah) sebagai bentuk dukungannya terhadap perjuangan Palestina menimbulkan ancaman terhadap perekonomian regional maupun global.
Sejak pertengahan Desember, 13 operator pelayaran global utama, termasuk Maersk, Hapag-Lloyd, dan MSC telah mengumumkan penangguhan sebagian perjalanan atau perubahan rute layanan mereka di Laut Merah. Perusahaan-perusahaan yang banyak mengoperasikan mother vessels ini menguasai lebih dari 70% lalu lintas angkutan maritim dunia terutama untuk kargo peti kemas.Secara teknis dengan semakin berisikonya perairan di Laut Merah yang terhubung dengan Terusan Suez, kapal masih bisa berputar melalui Tanjung Harapan, Afrika Selatan terutama untuk rute Asia-Eropa dan sebaliknya.
Secara industri, dampak dari krisis di Laut Merah menjalar ke mana-mana. Data terbaru dari Bloomberg Intelligence menunjukkan tarif pengiriman peti kemas melonjak secara dramatis, ditunjukkan dengan kenaikan freight rates di minggu kedua Januari dari Asia (China Daratan) ke Eropa yang meningkat sekitar 80% dibandingkan dengan Desember 2023. Demikian pula, pada rute China ke pelabuhan-pelabuhan di Pesisir Timur AS (east coast) mengalami kenaikan 40%. Yang lebih parah adalah rute kargo China Daratan ke wilayah Mediterania mengalami kenaikan lebih dari dua kali lipat dari tarif sebelumnya.Rute melewati Laut Merah dan Terusan Suez adalah rute standar yang menghubungkan Asia dan Eropa serta Asia dan pelabuhan timur Amerika. Dampak berantai pada harga komoditas juga teramati terutama pada harga minyak mentah. Sebelum serangan pertama yang dipimpin AS di Yaman pada 12 Januari 2024, harga sudah meningkat setidaknya 6%, mencapai U$78 per barel pada 18 Januari 2024. Memperburuk situasi yang ada, biaya asuransi juga melonjak karena risiko yang meningkat bagi kapal yang melintasi perairan ini.
Per Januari 2024, data di Bloomberg Intelligence Shipping menunjukkan kapal yang tergolong very large crude carrier (VLCC) untuk mengangkut minyak mentah berharga US$120 juta. Jenis post-panamax dan ultra-large container vessels (ULCV) untuk mengangkut peti kemas hingga 20.000 TEUs mencapai US$80 juta. Jenis bulker cape-size untuk mengangkut komoditas seperti batu bara mencapai US$60 juta, sehingga setidaknya US$600—US$1,5 juta tambahan biaya harus dibayarkan ke pihak asuransi.
Per Januari 2024, data di Bloomberg Intelligence Shipping menunjukkan kapal yang tergolong very large crude carrier (VLCC) untuk mengangkut minyak mentah berharga US$120 juta. Jenis post-panamax dan ultra-large container vessels (ULCV) untuk mengangkut peti kemas hingga 20.000 TEUs mencapai US$80 juta. Jenis bulker cape-size untuk mengangkut komoditas seperti batu bara mencapai US$60 juta, sehingga setidaknya US$600—US$1,5 juta tambahan biaya harus dibayarkan ke pihak asuransi.
Secara umum akan terdapat dampak langsung dan tidak langsung bagi Indonesia. Sebuah studi yang dilakukan oleh Martincus pada 2014 pada jurnal Economic Letters menjelaskan bahwa pada setiap kenaikan 1% dalam freight rates dapat mengakibatkan penurunan 6,5% pada nilai ekspor perusahaan. Karenanya diperlukan antisipasi bagi Indonesia karena kontribusi Eropa, Amerika Utara, dan Timur Tengah terhadap total ekspor Indonesia cukup besar.
Ketiganya berkontribusi sekitar 20%—25% dari nilai total ekspor Indonesia. Rasio ini mungkin akan lebih kecil karena sebagian ekspor Indonesia ke Amerika melalui pantai barat yang relatif tidak terpengaruh dengan kondisi di Laut Merah.
Manufaktur Dapat Tumbuh 5,6%
PROSPEK PENDAPATAN FANTASTIS GTA 6 BIKIN INVESTOR ”NGILER”
Penjualan seluruh waralaba Grand Theft Auto atau GTA yang dikembangkan Rockstar Game terus meroket. GTA 6 yang baru dirilis ”trailer”-nya pun sudah ditunggu penggemar. Semua tidak datang dengan tiba-tiba, tetapi dirancang dengan matang. Selasa (5/12) jagat maya dihebohkan dengan kemunculan trailer atau video promosi resmi Grand Theft Auto 6 di sejumlah kanal resmi milik pengembang gim asal AS, Rockstar Game. Video ini hanya membutuhkan waktu 24 jam untuk ditonton 94 juta kali di kanal Youtube Rockstar Game.
Pihak pengembang menjadwalkan perilisan trailer resmi GTA 6 pada awal 2024. Namun, karena pertengahan September lalu potongan tampilan visual dari gim bergenre open world action-adventure ini bocor di media sosial X, perilisan trailer resmi dilakukan lebih cepat. Seiring perilisan video trailer GTA 6, Take-Two Interactive, perusahaan induk dari Rockstar Games, pada laman resminya mengumumkan, gim GTA 6 mulai dipasarkan pada 2025 untuk konsol PlayStation 5, Xbox Series X|S, dan komputer pribadi (PC).
Akhir tahun lalu, Take-Two Interactive merilis data penjualan GTA V dalam rentang September 2013-September 2023, mencapai 190 juta unit, menjadikan penjualan seluruh waralaba GTA yang dikembangkan Rockstar Game, antara lain GTA III yang rilis 2001, GTA Vice City (2002), GTA San Andreas (2004), dan GTA IV (2008), untuk berbagai platform dan konsol telah mencapai 410 juta unit. Adapun versi GTA online, yang rilis di tahun yang sama dengan GTA V, punya tingkat rata-rata jumlah pemain yang stabil, 200.000 pemain setiap bulannya. Alur dan interaksi dalam permainan GTA 6 yang dipastikan brutal membuat peredaran gim ini berpotensi dilarang di sejumlah negara. Kendati demikian, data penjualan dan keuntungan yang mampu dihasilkan waralaba GTA seolah membutakan mata investor dari unsur kekerasan yang ada di setiap seri gim ini.
Berdasarkan data histori Nasdaq, sejak tampilan visual GTA 6 bocor di media sosial, harga saham Take-Two Interactive melonjak signifikan dari 133,81 USD per lembar pada 1 November 2023 menjadi 163,89 USD per lembar pada 13 Desember 2023. Sentimen utama yang membuat harga saham Take-Two Interactive melonjak pasca kepastian waktu rilis GTA 6 adalah profit bisnis yang dihasilkan dari seri pendahulunya.
Mengutip data Statistia, ongkos produksi dan pemasaran GTA V mencapai 265 juta USD. Dari penjualannya, gim ini menghasilkan pendapatan 7,7 miliar USD. Pakar industri memperkirakan GTA 6 akan menghasilkan 1 miliar USD dalam 24 jam pertama penjualan. Maka ekspektasi tinggi juga digantungkan para investor, baik institusi maupun ritel, karena potensi bisnis dari GTA. (Yoga)
Kini, Siapa Saja Bisa ke Stasiun Luar Angkasa
Sebanyak empat astronot, tiga di antaranya berasal dari
Turki, Swedia, dan Italia, meluncur ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS)
dari pangkalan Kennedy Space Center Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA)
di Cape Canaveral, Florida, AS, Kamis (18/1) sore waktu setempat. Mereka melesat
dengan penerbangan komersial Axiom Space, menggunakan pesawat luar angkasa SpaceX,
Crew Dragon, milik Elon Musk. Empat astronot itu berlatar belakang pilot
militer. Mereka akan berada di luar angkasa selama 14 hari untuk melakukan 30
eksperimen dengan fokus pada dampak penerbangan luar angkasa terhadap kesehatan
dan penyakit manusia. Perjalanan antariksa mereka merupakan misi penerbangan komersial
kolaboratif untuk ketiga kalinya antara Axiom Space, NASA, dan SpaceX selama
dua tahun terakhir.
Yang berbeda kali ini, penumpangnya bukan orang kaya raya,
seperti pada penerbangan sebelumnya. Tiga dari empat astronot kali ini dibiayai
pemerintah masing-masing dengan harga tiket 55 juta USD atau Rp 860 miliar. Pesawat
Crew Dragon yang membawa empat astronot tersebut akan menempuh perjalanan 36
jam dan diperkirakan tiba di stasiun luar angkasa Sabtu (20/1). Crew Dragon
akan berlabuh di pos terdepan yang mengorbit 400 km di atas Bumi. Saat ini,
stasiun luar angkasa internasional dihuni oleh tujuh awak tetap. Mereka terdiri
dari dua warga AS dari NASA, satu astronot dari Jepang, satu astronot dari Denmark,
dan tiga kosmonot Rusia. Axiom Space yang berbasis di Houston, AS, menjalankan bisnis
komersial mengirimkan astronot ke orbit Bumi dengan disponsori pemerintah asing
atau perusahaan swasta.
Misi Axiom dirancang untuk menawarkan penerbangan ke ISS kepada
siapa pun yang mampu membeli tiket. Dua misi Axiom sebelumnya diterbangkan pada
2022 dan 2023, membawa penumpang campuran antara pebisnis kaya dan astronot
yang dibiayai pemerintahnya. Penerbangan kali ini menjadi misi Axiom pertama
yang semua tiket kursinya dibeli pemerintah atau NASA. Harian The New York Times,
Kamis (18/1), menyebut penerbangan ini merupakan bagian dari era baru di mana negara-negara
tak lagi harus membuat roket dan pesawat ruang angkasa sendiri untuk
menjalankan program penerbangan luar angkasa berawak. Kini, mereka cukup
membeli tiket dari perusahaan penerbangan luar angkasa komersial, hampir sama
seperti membeli tiket pesawat biasa. (Yoga)
Reddit Siap Gelar IPO Pada Maret Mendatang
Pilihan Editor
-
Iwan Sunito Bangun Properti di AS
23 Apr 2020 -
Ekspor Besi dan Baja Melonjak Selama Pandemi
20 Apr 2020 -
Fokus ke Sektor Domestik
19 Apr 2020 -
Tambahan Insentif Pajak ke 11 Sektor Usaha
16 Apr 2020









