;
Tags

Internasional

( 1369 )

EKONOMI KREATIF Raih Prospek dengan Meretas Sandungan

KT3 05 Mar 2024 Kompas

Tak terbantahkan, ekonomi kreatif menjanjikan perputaran ekonomi yang menggiurkan. Banyak orang rela merogoh kocek lebih untuk menikmati beragam karya produk kreatif. Konser Taylor Swift, misalnya, pergelaran musik diva itu mampu menggerakkan ekonomi negara. Keberadaannya bahkan diperebutkan berbagai negara di Asia Tenggara. Namun, Singapura sukses memasang strategi untuk menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang berhasil menghelat The Eras Tour yang diusung Swift pada Maret ini. Setelah perburuan tiket konser, beragam hotel, maskapai, dan operator agen perjalanan mengalami ledakan pesanan ke Singapura pada Maret 2024. Harga akomodasi dan tiket naik berlipat. Sebab, para penikmat konser bukan hanya warga Singapura, melainkan datang dari beragam negara tetangga, antara lain Indonesia, Filipina, dan Malaysia. Gegap gempita konser ini hanyalah satu dari sederet subsektor ekonomi kreatif (ekraf).

Dalam laporan Statistik Ekonomi Kreatif 2020 yang dirilis Kemenparekraf, ekraf merupakan upaya menciptakan nilai tambah berbasis ide dari kreativitas SDM dan ilmu pengetahuan. Hal ini tak terlepas dari warisan budaya dan teknologi. Setidaknya terdapat 17 subsektor ekraf, yang meliputi aplikasi, arsitektur, desain komunikasi visual, desain produk, desain interior, fotografi, musik, kriya, kuliner, fashion, penerbitan film, animasi, dan video, periklanan, permainan interaktif, seni pertunjukan, seni rupa, serta televisi dan radio. Data 2019 menunjukkan, ekraf mampu menyerap 19,2 juta orang, setara 15,2 % tenaga kerja nasional. Tren ini tumbuh positif saban tahun sejak 2011. Kontribusinya terhadap PDB mencapai Rp 1.153,4 triliun.

Menurut praktisi budaya, pariwisata, dan ekraf, Harry Waluyo, ekosistem ekraf belum terbentuk di Indonesia. Para pelaku dalam ekosistem pun masih belum memahami pasar. ”Para seniman, creator, kurang dapat suatu peluang, dalam pengertian perlindungan hak atas kekayaan intelektual (HAKI), (dan) dukungan kemudahan mendapat pembiayaan. Kendala-kendala ini sudah lama kami rasakan,” ujarnya. Harapannya, para pelaku ekraf bisa memahami bahwa dalam industri ekraf, ekspor tak melulu berupa barang. Nilai dan kualitas, selain harga dan pelayanan, jadi aspek penting. Isu pengembangan ekraf juga perlu intervensi pemerintah. Pendanaan dan dukungan lain perlu diupayakan. Sebab, persaingan saat ini ditentukan pula dari produk, kualitas, dan harga. (Yoga)

Biaya Perekrutan Baru ”Start Up” di ASEAN Dikurangi

KT3 05 Mar 2024 Kompas

Sebanyak 41 % perusahaan rintisan bidang teknologi digital atau start up di Asia Tenggara menurunkan anggaran perekrutan karyawan baru sepanjang 2023, karena akses terhadap pendanaan ke investor yang kian berkurang. Situasi itu terungkap dalam laporan riset ”Southeast Asia Startup Talent Trends Report 2024”. Laporan riset yang juga laporan tahunan Glints dan Monk’s Hill Ventures edisi tahun 2024 ini dirilis resmi pekan lalu. Meski anggaran perekrutan baru menurun, 78 % start up di Asia Tenggara masih berupaya merekrut tenaga profesional yang mampu mendukung perusahaan berekspansi dan berinovasi. Hanya 19 % start up menyatakan tidak ada perekrutan baru dan 3 % yang menyatakan tidak yakin akan membuka lowongan pekerjaan baru.

Laporan riset Southeast Asia Startup Talent Trends Report 2024 menganalisis lebih dari 10.000 data lowongan pekerjaan start up di Singapura, Indonesia, dan Vietnam, serta wawancara kepada lebih dari 70 start up di wilayah tersebut. Menurut laporan itu, gaji pekerja start up di Asia Tenggara yang bekerja di bidang pengembangan bisnis dan penjualan telah meningkat 20 %. Ini mencerminkan kebutuhan mendesak start up untuk menghasilkan uang di tengah kondisi pendanaan yang semakin sulit. Sementara bidang pekerjaan teknisi pada start up di Asia Tenggara mengalami penurunan gaji terbesar yang dipengaruhi PHK dan pemotongan biaya. Situasi ini menyebabkan meningkatnya pasokan talenta teknologi di pasar sehingga memberikan tekanan pada gaji. Gaji untuk insinyur turun 2 % pada 2023 dan posisi insinyur yunior turun paling tajam, yakni 6 %. (Yoga)

WNI Terus Dikirim ke Kamboja sebagai Penipu Daring

KT3 05 Mar 2024 Kompas

Jaringan perdagangan orang terus merekrut anak muda warga negara Indonesia untuk dipekerjakan dalam sindikat penipuan daring (online scamming) dan judi daring. Mereka umumnya diiming-imingi bekerja di bidang lain dengan gaji tinggi. Kenyataannya, mereka dikirim ke Kamboja dan negara-negara lainnya yang menjadi tempat beroperasinya sindikat tersebut. Anak-anak muda ini juga ditugaskan menguras uang milik WNI. Setiap hari mereka bekerja dengan jam kerja yang panjang. Sebagian besar tanpa digaji dan malah dijerat dengan utang oleh sindikat yang mempekerjakan mereka. Dengan begitu, mereka susah untuk ber- henti dan pulang ke Indonesia. ”Saya ditawari bekerja di perusahaan saham yang katanya perusahaannya ada izin. Ternyata saya dikirim ke Kamboja, bekerja menipu orang Indonesia. Di sini kerja mulai pukul 09.00 sampai pukul 23.00. Saya ingin pulang,” ujar ATK (30), salah seorang korban yang bekerja di Kamboja dalam percakapan telepon dengan Kompas, Senin (4/3).

Perempuan lulusan SMA kelahiran Sultra itu mengakui tertarik bekerja di luar negeri dengan gaji 700 USD per bulan lantaran diajak temannya. ATK dan teman-temannya dikirim ke Kamboja dan tinggal di mes yang berisi puluhan anak muda Indonesia. Ia dipekerjakan di sebuah perusahaan yang menipu orang-orang Indonesia, dengan membuat akun Telegram menggunakan data dan wajah orang lain. Mereka kemudian menghubungi orang Indonesia. ”Jadi kami harus mencari member di Facebook, Instagram, atau di mana saja ada orang kaya atau berduit. Lalu merayu mereka agar percaya kepada kami, lalu kami ajak main kripto,” kata ATK. ATK tidak menerima gaji. Sebaliknya, dia memiliki utang kepada perusahaan sekitar 2.300 USD yang bertambah menjadi 2.500 USD karena beberapa kali sakit. ATK akhirnya melaporkan kasusnya kepada Kementerian Luar Negeri RI secara daring.

Menurut ATK, saat ini ada banyak anak muda Indonesia bekerja di berbagai perusahaan di Kamboja. ”Jangan pernah percaya dengan ajakan kerja di luar negeri. Itu bohong semua,” pesan ATK.Direktur Perlindungan WNI Kemenlu Judha Nugraha menyatakan, pihaknya telah menerima laporan ATK dan berkoordinasi dengan KBRI di Kamboja untuk menangani kasus terbut. ”KBRI di Phnom Penh segera berkoordinasi dengan otoritas setempat. Lokasi tempat kerja ATK sudah diketahui, dua jam perjalanan darat dari Phnom Penh,” Judha. Sejak 2020-2023, Kemenlu telah menangani dan menyelesaikan 3.400 kasus terkait online scamming yang menimpa WNI di delapan negara dan 1.748 orang di antaranya berada di Kamboja. ”Ini menjadi keprihatinan kita, berbagai upaya kita lakukan, keberangkatan ke Kamboja masih terus terjadi terutama terkait online scam dan judi online,” kata Judha. (Yoga)

Demi Taylor Swift ”Ngutang” Pun Dijabani

KT3 03 Mar 2024 Kompas

Swifties adalah salah satu fandom artis terbesar di muka Bumi. The Eras Tour akhirnya membuka kesempatan penggemar Taylor Swift, termasuk Swifties Indonesia, untuk bertemu idola. Hati girang tak terkira, persiapan juga polpolan. ”Ini pertemuan pertama kami untuk membahas persiapan konser karena kami beda-beda tempat tinggal,” kata Anggun Mrz (24) lewat Zoom di sebuah restoran di Plaza Indonesia, Jakarta, Rabu (28/2). Anggun, Melati Suci (27), Alya Dina (25), dan Ayu Ihsana (25) berkumpul di sana pukul 19.00 seusai kerja. Mereka akan menonton konser pada 9 Maret, hari terakhir konser Taylor Swift di National Stadium, Singapura. Penyanyi asal AS itu menggelar konser enam hari, 2-4 Maret dan 7-9 Maret 2024, sebagai rangkaian The Eras Tour. Demi menyaksikan ”Mbak TayTay”, sebutan sayang untuk Swift, Anggun, Melati, Alya, dan Ayu telah ikut ”berperang” mencari tiket Juli tahun lalu.

Sialnya, mereka gagal. Ketika promotor mengumumkan perilisan tiket tambahan Januari 2024, Alya berburu melalui penyedia jasa titipan (jastip) di X alias Twitter. Jika harga tiket yang mereka incar Rp 1 juta per orang, Alya dan teman-teman membayar Rp 2,5 juta. Harga ini, menurut Anggun, masih masuk akal karena banyak jastip yang menaikkan harga sampai Rp 6 jutaan untuk kategori yang sama. Kalau dihitung-hitung, Anggun, Melati, Alya, dan Ayu mengeluarkan uang Rp 10 juta per orang. Dana ini sudah termasuk tiket konser, transportasi seperti pesawat, penginapan, dan uang jajan. JordyPrayoga (27), karyawan swasta di Jakarta, pun rela harus keluar uang dalam jumlah besar demi bisa melihat langsung penyanyi pujaannya. Ia berpikir, sekarang harus nonton karena belum tentu di konser lain waktu ia bisa.

Lagi pula, lagu karya Swift kini sudah lengkap, punya bermacam genre, mulai dari country-pop hingga menjelajah ke rock, synthpop, hiphop, dan sentuhan R&B. Jordy mengawali perjuangannya bertemu Swift dengan berburu tiket pada Juni 2023. Ia mendapat tiket VIP seharga Rp 6 juta. Saat memesan tiket, Jordy kaget, harga tiket pesawat sudah meroket. Mau tak mau, ia harus membeli dengan harga Rp 4 juta pergi-pulang. Begitu pula tarif hotel yang naik 100 %. Jordy tak punya pilihan, harus sewa penginapan Rp 2 juta untuk dua malam. Total pengeluarannya demi Mbak TayTay mencapai Rp 12 juta, belum termasuk uang makan selama di Singapura dan transportasi. ”Untung uang tiket bisa kuangsur tanpa bunga dengan kartu kredit. Uang tiket dan hotel juga gitu. Hampir setahun aku alokasikan gajiku untuk nyicil. Sekarang sudah lunas,” jelasnya lega. (Yoga) 

Warga Palestina Terpaksa Konsumsi Pakan Ternak

KT3 03 Mar 2024 Kompas (H)

Bencana kelaparan menyiksa warga Palestina di Jalur Gaza. Kepungan militer Israel membuat truk-truk pengangkut bantuan sosial yang menyeberang dari Mesir lamban datang. Tiadanya bantuan makanan membuat warga Palestina terpaksa mengonsumsi pakan ternak untuk bertahan hidup. Namun, setelah berhari-hari bertahan hidup dengan mengonsumsi pakan ternak, kini pilihan itu pun menipis. Abu Qussay Abu Nasser, warga Gaza, terpaksa mencari-cari tanaman panirak (Malva sylvestris) yang biasanya tumbuh liar di padang rumput ataupun di pinggir jalan. Tanaman berbunga ungu ini aman diolah untuk makan meskipun selama ini masyarakat tidak menganggapnya sebagai sumber pangan.

”Panirak sekarang sudah jarang sekali. Banyak orang memetiknya saking tidak ada makanan,” kataAbu Nasser kepada kantor berita Turki, Anadolu, Jumat (1/3). Panirak bukan pilihan pertama Abu Nasser. Sebelumnya, ia pergi ke pasar di Jabaliyya untuk mencari jagung kering dan jelai sisa. Biasanya, biji-bijian ini dipakai untuk pakan ternak. Ketika tiba di pasar, pakan ternak sekalipun sudah habis terjual. Di beberapa wilayah, warga mengeluhkan harga pakan ternak yang melejit. Satu karung 3 kg dibanderol dengan harga 60-80 shekel atau Rp 3 juta. Padahal, warga Gaza sudah serba kekurangan sejak Israel melakukan invasi per Oktober 2023. ”Kemarin, kami sekeluarga masing-masing hanya memakan sebutir kurma. Saya harus mencari makanan, anak-anak menangis kelaparan,” kata Abu Nasser.

Data Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (UNOCHA) memperlihatkan, sedikitnya 576.000 warga Gaza, seperempat dari total populasi di enklave tersebut, tinggal satu tahap masuk kategori kelaparan. Sejumlah tenaga medis menuturkan, banyak pasien anak di rumah-rumah sakit sekarat dan meninggal akibat malanutrisi dan dehidrasi. Bantuan untuk warga Gaza pun lamban bergulir. ”Segala sistem layanan masyarakat di Gaza sudah ambruk,” kata Jubir Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Christian Lindmeier. Ia menjelaskan, anak-anak berumur 6-59 bulan menderita kelaparan akut. Angka kelaparan mereka 16,2 %. Padahal, WHO menetapkan ambang batas bahaya kelaparan tertinggi di dunia adalah 15 %. (Yoga) 

Menjemput Bantuan Berujung Kematian

KT1 02 Mar 2024 Investor Daily (H)
Kecaman meluas terhadap tindakan pasukan Israel yang menembaki warga Palestina yang sedang menunggu pengiriman bantuan. Turki menyusul Arab Saudi, Mesir, dan Yordania yang mengutuk aksi tersebut. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Turki menyebut peristiwa berdarah itu kejahatan terhadap kemausiaan. Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada Kamis (29/02/2024) malam waktu setempat, Kemlu Turki menuduh Israel memanfaatkan kelaparan sebagai senjata perang ke Jalur Gaza. Dapertemen Luar Negeri Amerika  Serikat (AS) malah mengatakan bakal segera mencari informasi mengenai insiden tersebut. Sama hal nya dengan Kemlu Prancis. Sementara menurut Israel, pasukannya hanya melepas tembakan  karena merasa terancam dengan kerumunan massa yang berebut bantuan makanan. Israel juga berdalih banyak korban yang juga tewas akibat terinjak-injak  dalam kericuhan itu. (Yetede)

Ruth Gottesman ”Malaikat” bagi Banyak Mahasiswa

KT3 02 Mar 2024 Kompas (H)

Pekan ini, sivitas akademika Fakultas Kedokteran Albert Einstein Universitas Yeshiva, New York, AS, dikejutkan kabar gembira. Mereka mendapat sumbangan 1 miliar USD sehingga semua mahasiswa bisa kuliah gratis. Bahkan, uang itu juga dapat dipakai untuk membiayai mahasiswa baru di tahun-tahun mendatang. Penyumbangnya datang dari lingkungan kampus itu sendiri, yaitu Ruth Gottesman, pensiunan dosen Fakultas Kedokteran Albert Einstein (AECOM) yang kini mengabdi di dewan pembina yayasan. Uang yang ia sedekahkan adalah warisan suaminya, David Gottesman, salah satu investor di firma Berkshire Hathaway sekaligus mitra kerja miliarder Warren Buffett, yang meninggal pada 2022 dalam usia 96 tahun. Sebelum berpulang, David berkata kepada istrinya untuk menggunakan harta warisan sesukanya.

Gottesman sendiri tidak menyangka warisan suaminya sebesar itu. Mereka memang hidup berkecukupan, tetapi tidak mewah. Ia pun memutuskan menyumbangkan warisan itu kepada AECOM. Apalagi, ketiga anak pasangan Gottesman sudah dewasa dan memiliki karier masing-masing. ”Hal yang langsung tebersit di pikiran saya adalah para mahasiswa di AECOM dan berbagai persoalan keuangan mereka sehingga kesusahan membiayai kuliah,” tutur Gottesman, dikutip oleh surat kabar lokal Baltimore Sun edisi 27 Februari 2024. Menurut keterangan pers AECOM, biaya kuliah di kampus itu adalah 60.000 USD per tahun.  Umumnya, alumni fakultas kedokteran itu harus menanggung utang pinjaman kuliah 200.000 USD yang memberatkan mereka dalam mencari pekerjaan dan kesejahteraan. Beban itu harus dicicil selama bertahun-tahun bekerja sehingga para dokter dan tenaga kesehatan tidak bisa menabung.

Kepada surat kabar The New York Times edisi 26 Februari 2024, Gottesman menjelaskan pentingnya sumbangan itu. Berada di Bronx, distrik termiskin New York, AECOM dikelilingi oleh kelompok rentan. Di samping miskin, warga sekitar mayoritas berasal dari kelompok etnis minoritas. Akan tetapi, ada banyak anak pintar berasal dari Bronx. ”Mereka memiliki kemampuan otak dan karakter yang layak untuk menjadi dokter. Satu-satunya masalah yang merintangi adalah biaya. Kita harus menanggulanginya karena kita membutuhkan dokter dari berbagai latar belakang etnis dan agama guna memperkaya layanan kesehatan di negara ini,” ujarnya. Gottesman yang menolak program beasiswa atau gedung dengan nama dia ataupun suaminya adalah “Malaikat” bai banyak mahasiswa yang terbantu oleh kedermawanannya. (Yoga)

Puluhan Triliun Pesona Taylor Swif

KT3 02 Mar 2024 Kompas (H)

Pada 2-4 Maret 2024, konser bintang dunia Taylor Swift digelar di Stadion Nasional Singapura. Konser bertajuk The Eras Tour ini berlanjut di sana pada 7-9 Maret 2024. Tiket satu-satunya konser Swift di Asia Tenggara ini diburu sejak pertengahan 2023. Tiket bahkan ludes terjual dalam beberapa jam lewat ”pertempuran sengit”. Harganya mulai dari 88 dollar Singapura hingga 1.228 dollar Singapura, setara Rp 1 juta hingga Rp 14,4 juta dengan kurs Rp 11.703 per dollar Singapura. Tiket hanya salah satu aspek penggerak ekonomi yang menimbulkan efek pengganda. Aspek lain, sebagian besar penonton berpikir untuk tampil berbeda. Pernak-pernik dan pakaian demi tampil cantik saat menonton konser pun dipilih penuh pertimbangan.

”Sayang jika hanya berpakaian biasa karena bakal foto. Akhirnya, aku cari baju karena Taylor Swift identik dengan sesuatu yang blink-blink (bekerlip),” ujar Lourentia Kinkin, di Jakarta, Kamis (29/2). Swifties alias penggemar Swift dalam konser biasanya berpakaian sesuai tema yang dipilih dari 10 era yang diwakili setiap album Swift, mulai album debut Taylor Swift (2006) hingga Midnights (2022). Kinkin, tak hanya belanja baju, tas, dan aksesori. Ia juga berencana menghias kuku untuk merepresentasikan 10 album Swift. Kuku setiap jari memiliki warna berbeda dengan anggaran Rp 200.000. Ia juga membeli stiker wajah Rp 12.000. Kinkin juga akan berpartisipasi dalam friendship bracelet, tradisi Swifties di seluruh dunia yang menyepakati membuat gelang persahabatan yang ditukarkan saat konser berlangsung, dengan anggaran Rp 60.000.

Konser Taylor Swift tak hanya memberi suguhan musik, tetapi juga memberi wadah bagi pemburu cendera mata (merchandise), seperti kaus, jaket bertudung (hoodie), gelang, tas, dan poster. Nominalnya pubervariasi, bergantung pada jenis barang. Antrean para pemburu itu mengular. Tak heran, dari The Eras Tour sepanjang 2023, Swift menghasilkan 200 juta USD atau Rp 3,1 triliun dengan kurs Rp 15.673 per USD hanya dari penjualan suvenir. Dari penjualan tiket, penyanyi itu mengantongi 1,04 miliar USD atau Rp 16,3 triliun. Angka ini memecahkan rekor sebagai tur pertama yang mengantongi lebih dari 1 miliar USD, seperti dikutip Forbes.

Mengutip The Straits Times, tepat setelah tiket konser Swift habis terjual, beragam hotel, maskapai, dan operator agen perjalanan mengantisipasi ledakan perjalanan ke Singapura pada Maret 2024. Harga pun terkerek naik seiring melonjaknya jumlah pesanan. Kepala pemasaran dan komersial Pan Pacific Hotels Group Cinn Tan mengatakan, pesanan kamar Hotel Parkroyal Collection Pickering naik 200 % pada periode 2-9 Maret 2024. Mayoritas pesanan berasal dari Australia, Indonesia, Taiwan, dan Korsel. Kenaikan pencarian akomodasi di Singapura juga naik hingga 160 kali di platform perjalanan digital Agoda. Kenaikan terutama dari negaranegara sekitar Singapura, di- dominasi warga Filipina. (Yoga)

Pajak Konglomerat untuk Atasi Isu Iklim

KT3 02 Mar 2024 Kompas

Pemerintah negara-negara anggota G20 akhirnya sepakat menjajaki peluang penerapan pajak minimum para konglomerat. Pajak global itu akan menyasar orang-orang dengan kekayaan setidaknya senilai Rp 15 triliun. Hasil pajak, antara lain, dipakai untuk mendanai mitigasi dampak perubahan iklim. Kesepakatan informal itu tercapai dalam pertemuan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral anggota G20. Pertemuan itu berakhir pada Kamis (29/2) sore di Sao Paulo, Brasil, atau Jumat dini hari WIB. Kesepakatan disebut informal karena isu itu tidak dimasukkan dalam pernyataan akhir pertemuan. Menkeu Brasil Fernando Haddad menyebut, pajak global akan mengatasi penghindaran pajak para konglomerat. Menkeu Perancis Bruno Le Maire mendukung usulan Brasil dan berkomitmen akan menjadi yang terdepan. Sasaran kebijakan itu adalah orang-orang dengan kekayaan sedikitnya 1 miliar USD atau Rp 15 triliun.

Mengacu pada berbagai data, seperti dari Bloomberg dan Forbes, setidaknya ada 2.500 orang dengan kekayaan Rp 15 triliun, bahkan sebagian malah punya kekayaan lebih dari Rp 15.000 triliun. Haddad mengatakan, konglomerat perlu dipastikan membayar pajak secara adil. Dana pajak mereka, antara lain, untuk mengurangi kesenjangan. ”Kita bisa memperoleh pendapatan tambahan yang sangat besar hanya dengan tarif pajak yang sedikit lebih tinggi bagi warga superkaya,” ujarnya. Kepala Program Pembangunan PBB Achim Steiner menilai, Brasil bisa disebut sukses sebagai ketua bergilir G20. Sebab, Brasil menjadikan kesenjangan dan pajak minimum konglomerat sebagai target. Isu itu akan dibawa ke KTT G20. Menurut Pemantau Pajak Uni Eropa, lembaga kajian di Perancis, pajak konglomerat berbeda dari pajak penghasilan pada umumnya.

Kini, orang-orang superkaya mudah menghindari pajak penghasilan dan pajak warisan. Ekonom Perancis, Gabriel Zucman, merekomendasikan tarif minimum 2 %per tahun. Dengan kata lain, setiap orang superkaya direkomendasikan membayar pajak sedikitnya 20 juta USD atau Rp 300 miliar. ”Fakta para miliarder ini membayar pajak dalam jumlah yang sangat sedikit,” katanya. Ia menaksir, total kekayaan para konglomerat setara 13 triliun USD. Jika pajak minimum global diterapkan, setiap tahun ada tambahan 260 miliar USD pada pendapatan pemerintah. Sebagai pembanding, sejumlah negara berkembang butuh 500 miliar USD untuk mendanai mitigasi dampak perubahan iklim. ”Kita bisa mendapatkan setengah dari jumlah itu hanya dengan pajak minimum para miliarder,” kata Zucman. (Yoga)

Ambisi Semikonduktor AS Terhambat Faktor Internal

KT3 01 Mar 2024 Kompas

Sudah 2,5 tahun AS mengumumkan ambisi mengembalikan posisi di pasar semikonduktor global. Aneka hambatan domestik merintangi ambisi itu. Pada Senin (26/2) di New York, Mendag AS Gina Raimondo mengungkap salah satu rintangan itu. Perundingan dengan produsen semikonduktor berlangsung keras. ”Perundingan keras kami dan setiap perusahaan akan membuat setiap perusahaan menghasilkan lebih banyak untuk ekonomi dan keamanan nasional dengan lebih sedikit uang pajak,” ujarnya dalam forum di Centre for Strategic and International Studies (CSIS) di New York. Departemen Perdagangan AS sedang memilah proyek-proyek yang ditargetkan mulai memasarkan produk pada 2030. Proyek dengan rencana kerja lebih panjang akan diurus belakangan. ”Amat rumit. Jenis fasilitas yang diusulkan Samsung, TSMC, dan Intel di AS adalah generasi baru, tidak pernah terjadi di negara ini,” ujarnya.

Pokok perundingan, antara lain, soal subsidi pembangunan pabrik baru. Sejumlah produsen utama meminta total 70 miliar USD. Padahal, Washington awalnya hanya mengalokasikan 39 miliar USD. Insentif bagian dari pelaksanaan undang-undang yang dikenal sebagai CHIPS and Science Act. UU mengesahkan subsidi hingga 280 miliar USD untuk riset dan produksi semikonduktor di AS. Bentuk insentif bisa jaminan kredit hingga 35 % total potensi kerugian, pinjaman pemerintah, hingga subsidi uang tunai. Departemen Perdagangan AS mencatat, ada 600 perusahaan dan lembaga riset mengajukan proposal pendanaan. Selain itu, berbagai perusahaan menjanjikan investasi total 235 miliar USD, seperti TSMC dan Micron.

TSMC menjanjikan investasi 38 miliar USD untuk pengembangan produksi di AS. Micron yang merupakan perusahaan AS menjanjikan investasi hingga 100 miliar USD. Para petinggi berbagai produsen semikonduktor mengaitkan realisasi investasi itu dengan insentif dari Pemerintah AS. Pada Januari 2024, CEO TSMC Mark Liu mengaku pembangunan pabrik baru tertunda sampai 2027, karena TSMC masih berunding dengan Pemerintah AS soal nilai subsidi untuk pabrik baru TSMC. TSMC dan berbagai produsen lain juga masih menunggu panduan insentif pajak dari departemen keuangan. Hingga kini, Depkeu AS tak kunjung menerbitkan petunjuk teknis yang dinanti sejak 2023. (Yoga)