;

Ruth Gottesman ”Malaikat” bagi Banyak Mahasiswa

Ruth Gottesman
”Malaikat”
bagi Banyak
Mahasiswa

Pekan ini, sivitas akademika Fakultas Kedokteran Albert Einstein Universitas Yeshiva, New York, AS, dikejutkan kabar gembira. Mereka mendapat sumbangan 1 miliar USD sehingga semua mahasiswa bisa kuliah gratis. Bahkan, uang itu juga dapat dipakai untuk membiayai mahasiswa baru di tahun-tahun mendatang. Penyumbangnya datang dari lingkungan kampus itu sendiri, yaitu Ruth Gottesman, pensiunan dosen Fakultas Kedokteran Albert Einstein (AECOM) yang kini mengabdi di dewan pembina yayasan. Uang yang ia sedekahkan adalah warisan suaminya, David Gottesman, salah satu investor di firma Berkshire Hathaway sekaligus mitra kerja miliarder Warren Buffett, yang meninggal pada 2022 dalam usia 96 tahun. Sebelum berpulang, David berkata kepada istrinya untuk menggunakan harta warisan sesukanya.

Gottesman sendiri tidak menyangka warisan suaminya sebesar itu. Mereka memang hidup berkecukupan, tetapi tidak mewah. Ia pun memutuskan menyumbangkan warisan itu kepada AECOM. Apalagi, ketiga anak pasangan Gottesman sudah dewasa dan memiliki karier masing-masing. ”Hal yang langsung tebersit di pikiran saya adalah para mahasiswa di AECOM dan berbagai persoalan keuangan mereka sehingga kesusahan membiayai kuliah,” tutur Gottesman, dikutip oleh surat kabar lokal Baltimore Sun edisi 27 Februari 2024. Menurut keterangan pers AECOM, biaya kuliah di kampus itu adalah 60.000 USD per tahun.  Umumnya, alumni fakultas kedokteran itu harus menanggung utang pinjaman kuliah 200.000 USD yang memberatkan mereka dalam mencari pekerjaan dan kesejahteraan. Beban itu harus dicicil selama bertahun-tahun bekerja sehingga para dokter dan tenaga kesehatan tidak bisa menabung.

Kepada surat kabar The New York Times edisi 26 Februari 2024, Gottesman menjelaskan pentingnya sumbangan itu. Berada di Bronx, distrik termiskin New York, AECOM dikelilingi oleh kelompok rentan. Di samping miskin, warga sekitar mayoritas berasal dari kelompok etnis minoritas. Akan tetapi, ada banyak anak pintar berasal dari Bronx. ”Mereka memiliki kemampuan otak dan karakter yang layak untuk menjadi dokter. Satu-satunya masalah yang merintangi adalah biaya. Kita harus menanggulanginya karena kita membutuhkan dokter dari berbagai latar belakang etnis dan agama guna memperkaya layanan kesehatan di negara ini,” ujarnya. Gottesman yang menolak program beasiswa atau gedung dengan nama dia ataupun suaminya adalah “Malaikat” bai banyak mahasiswa yang terbantu oleh kedermawanannya. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :