Internasional
( 1369 )Demokrasi Memang Mahal
Di tengah pandangan terhadap demokrasi sebagai sistem yang
mahal dan bertele-tele, pertanyaannya ialah adakah sistem alternatif yang tidak
mahal, tidak bertele-tele, tetapi sekaligus transparan dan melibatkan publik
dalam menentukan pemimpin atau partai berkuasa? Pertanyaan ini muncul bukan
hanya karena ndonesia baru merampungkan pemungutan suara pada pertengahan
Februari lalu, juga karena India mengumumkan bakal menggelar pemilu berskala
sangat besar, untuk memilih 543 anggota majelis rendah atau parlemen (Lok
Sabha), pemilu berlangsung 1,5 bulan: pertengahan April hingga Juni 2024.
Tempat pengambilan suara berada paling jauh 2 km dari kediaman
warga, panitia harus naik ke dataran tinggi Himalaya dan menembus hutan
belantara nan sunyi. Ada 970 juta pemilih di India dalam pemilu yang diikuti
2.400 partai. Ada 15 juta pegawai pemerintah dikerahkan sebagai panitia
pemilihan. Meski pos pemungutan suara sudah menggunakan sistem elektronik dan
tak lagi sistem coblos seperti di Indonesia, pelaksanaannya tetap lama.
Pengambilan suara dijalankan bertahap dan tersebar di 28 negara bagian serta
delapan teritori federal.
Total ongkos yang dikeluarkan calon anggota legislative (caleg)
dan partai diperkirakan 1,2 triliun rupee (14,4 miliar USD atau Rp 226
triliun). Jumlah ini belum menghitung anggaran dari negara. .Apa yang akan
dikerjakan India mengingatkan bangsa Indonesia bahwa demokrasi memang mahal dan
tak ada jaminan akan memberi hasil memuaskan. Namun, sejauh ini, rasanya hanya
demokrasi yang mampu memastikan transparansi, kebebasan, dan memberikan
kesempatan bagi rakyat untuk menentukan pilihan. Apa pun hasilnya. (Yoga)
GenZ Jadi Andalan Ambisi Semikonduktor Vietnam
Vietnam punya ambisi besar: mencetak 50.000 insinyur
elektronika, bagian dari menjadikan Vietnam salah satu produsen semikonduktor
global. Generasi Z jadi tumpuan ambisi tersebut. Terkait misi itu, Selasa (19/3)
di Hanoi, perwakilan Intel.Corp Vietnam, Phung Viet Thang, mengungkap kerja
sama Intel dengan Kementerian Pendidikan Vietnam, sebagi bagian dari upaya Intel
mencari pekerja Vietnam untuk industri semikonduktor dan sektor terkait. Industri
semikonduktor jadi salah satu fokus aras baru kemitraan Vietnam dengan AS. AS
akan membantu Vietnam mengembangkan ekosistem industri, infrastruktur, dan
keterampilan pekerja semikonduktor. Salah satu wujudnya adalah investasi 2 juta
USD untuk pelatihan perakitan, pengujian, dan pengemasan semikonduktor.
Intel menjadi pemain lama di Vietnam. Raksasa AS itu
membangun pusat perakitan, pengemasan, dan pengujian semikonduktor di Vietnam.
Intel mengatakan, fokus mereka di Vietnam akan tetap pada perakitan dan
pengujian. Aktivitas itu bagian dari nilai terendah dalam rantai pasok semikonduktor.
Bagi generasi Z Vietnam, industri semikonduktor telah menjadi bagian mimpi. Presiden
AS Joe Biden telah mengumumkan kesepakatan dukungan AS pada industri semikonduktor
Vietnam. Ada masalah pokok untuk mewujudkan hasrat itu. Vietnam kekurangan
insinyur dan tenaga terampil.
Technavio, lembaga riset pasar, menaksir pasar semikonduktor
Vietnam diperkirakan tumbuh 6,5 % per tahun. Angkanya bisa sampai 7 miliar USD
pada 2028. Peningkatan sebanyak itu akan butuh tambahan tenaga kerja. Hanoi
menaksir, butuh 20.000 insinyur terkait semikonduktor dalam lima tahun mendatang.
Sementara dalam satu dekade ke depan, akan diperlukan sampai 50.000 orang. Wakil
PM Vietnam Tran Luu Quang meminta tolong Samsung untuk membantu menggenjot
jumlah itu. (Yoga)
Akibat Karyawan Takut Melapor
Produsen pesawat terbang Boeing tak putus dirundung malang.
Secara berentetan produk mereka mengalami masalah, baik yang berakibat fatal
maupun nyaris fatal. Sebuah panel ahli menemukan masalah berkait dengan budaya
keselamatan di Boeing. Mereka mendapati adanya keterputusan atau jarak antara
manajemen senior dan staf reguler. Mereka juga menemukan bahwa staf ragu-ragu
melaporkan masalah karena takut akan pembalasan atau akan terkena dampak buruk
akibat laporannya. Mantan manajer senior di Boeing, Adam Dickson, yang pernah
bekerja pada program 737 Max, saat diwawancarai BBC, sependapat bahwa ada
jurang pemisah antara eksekutif dan para pekerja di pabrik.
Perusahaan penyedia perangkat lunak untuk solusi keselamatan
kerja, Riskex, menyimpulkan, alasan paling umum orang tidak angkat bicara
ketika terjadi insiden di tempat kerja adalah karena mereka takut terdampak dan
memikirkan apa yang akan terjadi jika mereka melapor. Mereka khawatir melaporkan
akan memunculkan hukuman dan disalahkan atas kejadian tersebut dan berdampak negatif
pada karier mereka. Kunci untuk menyelesaikan masalah ini adalah menciptakan
budaya keselamatan di tempat kerja yang menerima dan mendorong pelaporan
insiden untuk melindungi diri sendiri dan orang di sekitarnya. Organisasi yang
menerapkan manajemen kesehatan dan keselamatan akan meningkatkan kesejahteraan
dan produktivitas karyawan dengan cara menunjukkan bahwa mereka peduli terhadap
karyawannya.
Perusahaan solusi bisnis Polonius menyarankan,
mendorong karyawan untuk melaporkan insiden adalah penting karena mereka
belajar memercayai organisasi dan memahami bahwa insiden tersebut berharga. Jika
seorang karyawan melaporkan suatu insiden dan dia dipecat atau diabaikan, hal
ini dapat memengaruhi tindakan yang bersangkutan di masa depan. Kecil
kemungkinan mereka bakal melaporkan masalah tersebut ketika mereka kembali
menemukannya pada masa mendatang. Laporan insiden sangat penting, bukan hanya
bagi eksekutif, melainkan juga bagi karyawan. Keluhan dalam bentuk apa pun
dapat membantu manajemen melihat area yang mungkin tidak mereka sadari, seperti
masalah kesehatan dan keselamatan atau lingkungan kerja yang beracun. (Yoga)
Kaya Cita Rasa, tapi Miskin Dukungan
Kuliner Indonesia punya kekayaan cita rasa, berlimpah rempah. Meski penetrasinya ke pasar internasional belum sedalam dan seluas kuliner Vietnam atau Thailand, misalnya, kuliner Nusantara sudah hadir di sejumlah negara. Apresiasinya lumayan. Potensinya untuk berkembang besar. Ini menciptakan peluang pasar bagi para pelaku usaha katering, warung makan, dan restoran di negeri orang. Namun, sayang dukungan pemerintah minim sekali bahkan terkesan nihil, padahal jaringan kuliner suatu bangsa di pasar global adalah instrumen soft power diplomacy yang efektif. Bagi Indonesia, tantangannya adalah kemauan politik dan konsistensi kebijakan. Dampak dari kurangnya dua faktor ini sangat terasa dalam hal-hal teknis. Banyak pelaku usaha kuliner Indonesia, misalnya, yang mengeluhkan sulit dan mahalnya mendapatkan bahan baku dari Tanah Air. Toh, warga negara Indonesia diaspora pelaku bisnis kuliner Nusantara terus mengenalkan Indonesia di tengah berbagai tantangan itu. Bahkan tak sedikit yang mendapat apresiasi dari komunitas setempat.
Restoran Toba, misalnya, rumah makan khas Indonesia yang berhasil menarik perhatian di kawasan St James’s Market, London, Inggris. Sesuai namanya, restoran ini menawarkan beragam menu makanan Indonesia, mulai dari harga 8 euro hingga 20 euro. Menggunakan kurs Rp 17.009 per euro, harganya Rp 136.100 hingga Rp 340.200 per porsi. Ini belum termasuk minuman dan makanan pendamping, jajanan khas Nusantara. Menurut pendiri sekaligus Kepala Chef Toba Restoran dan Pino’s Warung, Pino Edward Sinaga, saat dihubungi dari Jakarta, Kamis (14/3) Restoran Toba didirikan dengan kecintaan untuk menampilkan kekayaan dan keberagaman cita rasa masakan Nusantara. Warisan kebudayaan Indonesia menjadi inspirasinya. Restoran Toba bahkan diulas media kawakan Inggris, The Guardian. ”Awalnya, saya khawatir cita rasa makanan tidak menjadi prioritas, seperti tempat lain yang hanya mementingkan visual yang bagus untuk difoto sebelum pergi ke kelab malam Boujis. Namun, Toba sangat baik,” ulas GraceDent di The Guardian.
Menurut pakar gastronomi dari Universitas Pendidikan Indonesia, Dewi Turgarini, konsep gastrodiplomasi terdiri atas aktor pemerintah dan nonpemerintah. Dengan segala potensinya yang besar, kuliner Nusantara di luar negeri banyak terkendala pasokan bahan baku, termasuk, bumbu dapur. Para diaspora pengusaha kuliner mengaku masih kesulitan mendapatkan pasokan bahan baku yang ajek karena minimnya dukungan sistem ekspor Indonesia. misalnya, bahan baku rempah dan bumbu dapur Indonesia harganya berlipat-lipat dari harga di Tanah Air. Keluhan para pelaku usaha kuliner ini terefleksi dalam survei oleh program pemerintah, yaitu Indonesia Spice Up The World (ISUTW). Program ini diharapkan mendongkrak pemasaran produk bumbu atau pangan olahan dan rempah Indonesia. Survei menunjukkan, banyak pelaku usaha menilai harga bumbu atau rempah dari Indonesia mahal. Akses memperoleh bahan-bahan itu pun sulit. Padahal, 32,4 % responden mengimpor langsung bahan baku dari Indonesia. (Yoga)
Krisis Laut Merah dan Panama Mengubah Prospek Ekonomi Global
CEO Hapag Lloyd Rold Habben Jansen menyampaikan
pandangan optimisnya terkait industri perdagangan, khususnya yang menggunakan
jasa perusahaan transportasi peti kemas, di sisa 2024. Menurut dia, permintaan
di semester ke dua tahun ini lebih baik dibanding proyeksi awal. Terlepas
permasalahan di laut merah yang mengakibatkan lonjakan tarif pengiriman kontainer,
Hapag Lloyd memperkirakan penurunan pendapatan tahun ini disebabkan kenaikan
biaya terkait pengalihan perdagangan dari laut merah.
Untuk melalui rute di sekitar Tanduk Afrika
yang lebih panjang, membutuhkan lebih banyak bahan bakar. Selain biaya
tambahan, dikatakan oleh Sea Inteligence, pengalihan rute laut merah berpotensi
meningkatkan emisi karbon dioksida sebesar 260 % - 354 %. Akibatnya kapal
pengangkut laut yang berlayar ke Eropa bakal membayar kewajiban emisi lebih
tinggi dibawah Sistem Perdagangan Uni Eropa. (Yetede)
Penganggur Berlimpah, Gen Z Gerah dengan Pameran Kemewahan
Warganet, terutama kelompok anak muda yang masuk dalam
generasi Z, merasa bahwa para pemengaruh media sosial tidak hidup di dunia yang
dihuni warga kebanyakan. Fakta ada jutaan penganggur di antara mereka membuat
generasi Z lelah dan gerah dengan pameran itu. Produsen perlu menimbang ulang
strategi pemasaran mereka. Apalagi, ada gerakan de-influencing. Dalam laporan
Yahoo News pada Sabtu (16/3) 53 % generasi Z kini memilih mengonsumsi sesuatu
berdasarkan rekomendasi orang biasa. Adapun 43 % generasi Z atau gen Z
menganggap kekuatan pemengaruh (influencer) sudah berkurang pada mereka. ”Dulu
saya suka mereka. Lalu, saya sadar betapa tidak realistisnya setiap hari hanya
ke pusat kebugaran atau membeli berbagai hal mahal. Saya sadar, kebanyakan
orang di sekitar saya kesulitan untuk hidup sederhana sekalipun,” kata Emma (16)
kepada majalah Vogue.
Majalah gaya hidup itu melaporkan, pada 2022, sebanyak 28 %
pengguna Tiktok membeli karena terpengaruh para pemilik akun besar di pelantar
itu. Sekarang, semakin sedikit orang membeli barang-barang yang dipromosikan
para pemenga ruh itu. Intinya, orang-orang merasa diperas agar para pemengaruh itu
bisa hidup mewah. Para pemengaruh mempromosikan barang-barang mahal. Padahal, orang-orang
sedang kesulitan, antara lain akibat inflasi tinggi di AS dan sejumlah negara. Kemarahan
itu diungkap saat puluhan juta orang di AS kesulitan akibat lonjakan inflasi. Mengacu
pada data Organisasi Buruh Internasional (ILO), sebanyak 5,3 % angkatan kerja
global 2024 menganggur. Di China, setidaknya 13 juta generasi muda jadi
penganggur. Sebagian amat frustrasi karena tidak kunjung diterima kerja meski
sudah mengirimkan ratusan lamaran. Di sejumlah negara lain, fenomena itu juga terjadi.
Fakta itu membuat cara pemasaran dengan
memanfaatkan pemengaruh menjadi tidak relevan.
Para pemengaruh menyajikan gaya hidup mewah. Sementara itu,
kebanyakan pengguna media sosial hidup susah payah. Kemarahan orang-orang tidak
hanya ditunjukkan lewat komentar di unggahan pada pemengaruh. Sebagian juga membuat
unggahan yang mengajak orang berpikir ulang sebelum membeli aneka hal yang
dipromosikan pemengaruh. Fenomena itu dikenal sebagai de-influencing. Analis
media sosial pada Ruby Media Group, Kris Ruby, menyebut fenomena itu memberi
pendapat tandingan atas aneka promosi dan dukungan di media sosial. Pada
dasarnya gerakan ini mencoba mengingatkan konsumen untuk tidak membeli produk
tertentu hanya karena dipromosikan oleh pemengaruh. Padahal, produk itu dinilai
kurang berguna atau nilainya tidak sepadan dengan harga yang dibayarkan. Tren
ini mendorong konsumen untuk mempertimbangkan apakah mereka membutuhkan produk
itu sebelum membelinya. (Yoga)
Investasi Adil, Solusi Atasi Pengungsi
Bersama Jordania dan Iran, Turki menempati peringkat teratas sebagai
penampung pengungsi. Dari 108 juta pengungsi, menurut data Komisi Tinggi PBB
Urusan Pengungsi (UNHCR), 10 juta ada di tiga negara tersebut. Bahkan, Uganda
dan Etiopia menampung hampir 2,5 juta pengungsi. Dari berbagai lokasi penampungan
sementara itu, pengungsi bergerak menuju negara-negara lain yang dianggap lebih
aman. Sejumlah pihak mendapat uang banyak dari pengangkutan pengungsi dan
imigran gelap. Dilaporkan The Australian Financial Review pada Minggu,
Corporate Travel Management akan mendapat untung besar dari jasa akomodasi dan
transportasi pencari suaka Inggris. Perusahaan Australia itu memenangi kontrak
2 miliar USD untuk mengurus para pencari suaka di Inggris.
Indonesia dan sejumlah negara menekankan penyelesaian masalah
pengungsi harus melihat akarnya. Pada kasus Rohingya, Suriah, dan Afghanistan,
akarnya adalah kekerasan di kampung halaman. Pada kondisi tersebut, keamanan
harus dihadirkan di kampung asal para pengungsi. Rasa terancam mendorong orang terpaksa mengungsi keluar dari kampung
halamannya. Pendorong lain orang meninggalkan kampung halaman adalah kondisi ekonomi. Hasrat mencari
penghasilan lebih baik mendorong orang merantau. Pada kondisi ini, pemberian suaka
hanya salah satu solusi sementara. Solusi jangka panjangnya dengan menggerakkan
perekonomian di negara asal pengungsi dan pencari suaka. Investasi adil secara
ekologi dan sosial menjadi salah satu cara.
Aspek keadilan itu penting sebab sebagian investasi tidak
membawa peningkatan kesejahteraan bagi warga di sekitar lokasi penanaman modal.
Porsi terbesar manfaat investasi kembali ke negara asal investor atau
setidaknya kota besar di negara lokasi investasi. Warga di sekitar lokasi
penanaman modal dilibatkan sekadarnya pada aktivitas ekonomi dari investasi
itu. Sebagian hanya menjadi buruh berupah rendah. Sebagian lagi mendapatkan
tetesan dengan membuka warung makan atau menyediakan persewaan tempat tinggal. Jika
kue manfaat investasi diberikan lebih besar untuk warga sekitar, hasrat
merantau berpeluang ditekan. Buat apa merantau kalau di kampung halaman bisa
kerja bergaji baik dan hidup tenang. (Yoga)
RAMADHAN DI LUAR NAGERI, Walau Dingin dan Sepi, Kami Tetap Berpuasa
Di tengah suhu awal musim semi di negara-negara belahan bumi
utara yang dingin, sejumlah diaspora Indonesia tetap memantapkan niat berpuasa.
Berstatus sebagai pendatang sekaligus kelompok agama minoritas di Barat membuat
suasana bulan Ramadhan nyaris tidak terasa. Akan tetapi, semua dijalani dengan
ikhlas. ”Sekarang ada tarhib Ramadhan di Frankfurt. Lumayanlah untuk menambah
keceriaan suasana bulan puasa,” kata Ashleika Adelea, warga negara Indonesia
yang sejak tahun 2016 tinggal di Frankfurt, Jerman, saat dihubungi dari
Jakarta, Rabu (13/3). Untuk pertama kalinya, kota Frankfurt mengizinkan
berbagai atribut Ramadhan menghiasi sejumlah kawasan, terutama di Jalan Grosse
Bockenheimer. Pemerintah Kota Frankfurt mengatakan, pemasangan pernak-pernik
Ramadhan ini adalah pengakuan keberadaan komunitas Muslim sebagai bagian dari
masyarakat kota itu, sekaligus merayakan kemajemukan di masyarakatnya
(Kompas.id, 8/3/2024).
”Ramadhan sekarang jadwalnya mirip dengan di Indonesia. Waktu
imsakiah pukul 05.00 dan berbuka pukul 08.30,” ucap Ashleika. Suhu musim semi
di Frankfurt 8 derajat celsius dari malam hingga pagi dan 15 derajat celsius
pada siang hingga sore. Namun, lanjutnya, ada pergeseran waktu pada 10 hari terakhir
Ramadhan karena waktunya berganti dari waktu Eropa Tengah menjadi waktu musim
panas Eropa Tengah. Artinya, waktu berkegiatan aktif mundur dua jam. Waktu berbuka
puasa nanti pukul 20.30. Menurut Ashleika, ini masih normal dibandingkan dengan
berpuasa saat musim panas. Dari segi beribadah, Ashleika mengatakan juga cukup mudah.
Di Frankfurt, para warga negara Indonesia (WNI) mendirikan yayasan yang
memiliki satu masjid. Saat ini, masjid itu masih menyewa satu lantai di gedung
perkantoran. Yayasan masih mencari bangunan atau lahan yang bisa menjadi tempat
permanen masjid Indonesia.
Cerita berbeda dialami Ditha Nursanti, WNI yang merantau di
Muenchen. Meskipun sama-sama berada di Jerman, suasana kota Muenchen berbeda
dengan Frankfurt. Hawa Ramadhan tidak terasa di kota itu. Puasa menjadi kegiatan
yang sangat pribadi karena komunitas Muslim di Muenchen relatif lebih kecil.
Kegiatan buka bersama komunitas Muslim, misalnya, hanya mungkin dilakukan pada
Minggu, bukan harian seperti di masjid-masjid di Frankfurt. ”Memotivasi diri
pada bulan Ramadhan justru dengan merencanakan kegiatan puasa sehari-hari. Saya
mencari resep-resep unik di internet mengenai menu yang cocok untuk sahur dan
berbuka,” ucap Ditha. Jika ada waktu, ia dan teman-temannya menyempatkan untuk
berbuka bersama di restoran. Berpuasa sendirian seperti ini merupakan
pengalaman yang umum dialami mahasiswa Indonesia di negara-negara lain.
Ketiadaan orang lain membuat diri harus berdisiplin. (Yoga)
PERANG ISRAEL-HAMAS, Sempat Macet, Perundingan Digulirkan Lagi
Perundingan jeda pertempuran di Jalur Gaza antara Israel dan
Hamas yang sempat terhenti akan dimulai lagi di Qatar. Ini pembicaraan pertama
dalam perundingan tidak langsung di antara kedua pihak sejak Ramadhan. Para
pejabat Mesir, pada Sabtu (16/3) mengungkapkan, pembicaraan itu kemungkinan berlangsung
pada Minggu sore waktu setempat. Sebelumnya, komunitas internasional berharap
jeda tempur yang menuju pada gencatan senjata permanen dapat tercapai sebelum Ramadhan.
Namun, harapan itu sudah lenyap. Harapan muncul lagi seiring rencana dimulainya
perundingan itu. Hamas kembali memberikan proposal baru gencatan senjata
setelah usulan sebelumnya ditolak Israel. Menurut dua pejabat Mesir yang mau
dikutip dengan syarat anonim, dalam usulan baru itu, Hamas mengajukan tiga
tahap gencatan senjata.
Fase pertama berupa jeda tempur, termasuk pembebasan 35
sandera perempuan, sandera yang sakit, dan orang tua. Sebagai ganti, Israel harus
membebaskan 350 warga Palestina yang ditawan. Hamas akan membebaskan setidaknya
lima perempuan tentara sebagai ganti 50 tawanan Palestina di tahanan Israel. Israel
juga harus menarik pasukannya dari dua jalan utama di Gaza, memperbolehkan warga
Palestina kembali ke wilayah utara Gaza, dan memberikan akses untuk aliran yang
lancer bagi bantuan kemanusiaan. Tahap kedua mencakup gencatan senjata permanen
dan Hamas akan membebaskan seluruh prajurit Israel yang disandera sebagai ganti
pembebasan lebih banyak tawanan. Untuk tahap ketiga, Hamas akan menyerahkan
jenazah korban tewas sebagai ganti pencabutan blokade Gaza dan rekonstruksi
Gaza bisa dimulai. Sejauh ini Israel menolak tawaran Hamas. Namun, Israel menyatakan
akan mengirim delegasi lagi ke Qatar untuk putaran perundingan berikutnya. Sebanyak
200 ton bantuan kemanusiaan yang dikirim lewat Laut Tengah dari Siprus tiba di pesisir
Gaza, Jumat (15/3) petang. Israel menutup jalur darat ke Gaza sehingga bantuan
kemanusiaan sulit masuk.
AS dan beberapa negara mengirim bantuan dari udara. Namun,
warga di utara Jalur Gaza mengatakan, bantuan yang dijatuhkan dari udara
terlalu sedikit dan tidak dapat memenuhi kebutuhan mereka. Warga harus memperebutkan
bantuan tersebut. Seiring itu, kapal pengangkut bantuan yang dioperasikan lembaga
kemanusiaan Spanyol, Open Arms, telah meninggalkan Pelabuhan Larnaka, Siprus,
pada Selasa (12/3). Kapal tersebut menarik tongkang bermuatan bahan pangan
berupa beras, tepung terigu, kacang lentil, kacang polong, ikan tuna kalengan,
dan daging. Makanan tersebut dikirim World Central Kitchen yang didirikan chef
selebritas Jose Andres yang selama ini mengoperasikan dapur umum gratis di Jalur
Gaza. Sepanjang Jumat, kapal tersebut terlihat lego jangkar di pesisir Gaza.
Menjelang petang, militer Israel mengatakan, muatan kapal mulai dibongkar ke 12
truk yang berada di pantai. (Yoga)
Samsung Akan Dapat Dana CIp US$ 6 Miliar
Pilihan Editor
-
Mencegah Korona Tak Masuk Bank
06 Jun 2020 -
Mendorong Ekonomi atau Menjaga Kesehatan
06 Jun 2020 -
BNI Syariah Perluas Jangkauan Internasional
31 May 2020 -
Mal dan Retail Siapkan Rencana Buka 8 Juni
31 May 2020 -
Menggulirkan New Normal dari Sudut Mal
28 May 2020









