Internasional
( 1352 )Duel Sengit AS Versus China dalam Teknologi
Perang teknologi antara AS dan China memanas, terutama di
ranah kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Kedua negara itu
berusaha saling memblokir dengan alasan keamanan. Kasus di perusahaan teknologi
AS, Google, menjadi contoh terkini. Departemen Kehakiman AS resmi menggugat
Ding Linwei (38), warga China dan mantan insinyur di Google, atas tuduhan
mata-mata dan pencurian teknologi. Ia dituduh mencuri 500 berkas rahasia
mengenai komputasi super dan pengembangan teknologi AI di perusahaan itu. Ia
ditangkap di California, AS, Kamis (7/3) pagi waktu Indonesia.
”Kami dengan keras melindungi teknologi sensitif yang dikembangkan
di AS agar tak jatuh ke tangan yang tidak berhak,” ujar Jaksa Agung AS Merrick
Garland. Direktur FBI Christopher Wray menyatakan, penangkapan Ding membuktikan
perusahaan yang berbasis di China menghalalkan segala cara untuk memperoleh
informasi inovasi teknologi AS. ”Pencurian teknologi inovatif dan rahasia-rahasia
perdagangan dari perusahaan-perusahaan AS bisa berdampak pada hilangnya
lapangan pekerjaan serta berdampak besar pada ekonomi dan keamanan nasional,”
ujar Wray.
Ding bekerja di Google sejak tahun 2019. Melalui posisinya
sebagai insinyur teknologi informasi, ia memiliki akses terhadap berbagai
berkas sensitif dan rahasia Google. Pada 26 Desember 2023, ia mengundurkan
diri. Tiga hari kemudian, Ding telah diangkat menjadi salah satu direktur di
sebuah perusahaan teknologi di China yang focus mengembangkan AI. Google pun
menyelidiki Ding. Mereka menemukan bukti Ding mengunggah berbagai berkas
rahasia mengenai AI ke akun komputasi awan sejak tahun 2022. ”Kami segera
melapor ke aparat penegak hokum bahwa terjadi pencurian rahasia perusahaan dan
teknologi yang sensitif,” kata juru bicara Google, Jose Castaneda.
Berdasarkan dakwaan, pada Juni 2022, Ding didekati CEO
Beijing Rongshu Lianzhi Technology Co, perusahaan rintisan teknologi China. Ia
ditawari jabatan pemimpin bagian teknologi (chief technology officer) dengan
gaji 14.800 USD atau Rp 231,5 juta per bulan. Menjelang Mei 2023, Ding
mendirikan perusahaan sendiri di China, Shanghai Zhisuan Technology Co. Ia
menetapkan diri sebagai CEO. Dakwaan Departemen Kehakiman AS menyebutkan, Ding
tidak pernah memberi tahu Google soal afiliasinya dengan Rongshu atau Zhisuan. Jika
terbukti bersalah di pengadilan, Ding dapat diganjar hukuman penjara maksimum
10 tahun dan denda hingga 250.000 USD (Rp 4 miliar) per dakwaan. (Yoga)
Banyak Orang Muda Enggan Menikah
Angka pernikahan di Indonesia mengalami tren penurunan.
Berdasarkan data BPS, angka pernikahan di Indonesia turun signifikan sejak tahun
2018 sampai 2023. Pada 2018, tercatat 2,01 juta pasangan menikah, turun menjadi
1,96 juta pasangan pada 2019 dan kembali turun pada 2020, yakni 1,78 juta
pasangan, disusul tahun 2021 dengan 1,74 juta pernikahan dan 2022 di 1,70 juta
pasangan. Angka pernikahan di Indonesia kembali turun menjadi 1,58 juta
pasangan pada 2023 atau turun 128.000 pasangan dibandingkan tahun sebelumnya. Tren
penurunan angka pernikahan ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga negara
lain, seperti Jepang dan Korea. Rendahnya minat warga menikah pada akhirnya
memicu penurunan angka kelahiran dan krisis populasi di negara-negara tersebut.
Seperti dilansir The Japan Times, angka pernikahan di Jepang
tahun 2023 mencapai 489.281 pasangan, turun 30.000 atau 5,9 % dibandingkan
tahun sebelumnya. Angka pernikahan tersebut merupakan yang terendah di Jepang
sejak tahun 1933. Menurut survei The National Institute of Population and Social
Security Tokyo, minat laki-laki dan perempuan di Jepang untuk menikah menurun.
Tercatat 17,3 % populasi pria dan 14,69 % dari populasi perempuan di Jepang
tidak memiliki minat untuk menjalin ikatan dalam pernikahan ataupun membangun
keluarga. Sejarawan lulusan Cambridge University, Katrina Gulliver, pernah
menulis bahwa modernisasi telah mengubah kondisi dan status perempuan di
Jepang. Seiring berkembangnya zaman, Jepang memberikan kebebasan kepada
perempuan melakukan berbagai hal, termasuk dalam karier. Hal inilah, menurut
Gulliver, yang menjadi faktor perempuan lebih memilih bekerja daripada mengurus
keluarga hingga menurunkan angka pernikahan dan kelahiran di Jepang.
Junya Tsutsui, sosiolog yang fokus mengkaji sosiometri
pernikahan dan keluarga di Jepang, dalam penelitiannya menyebutkan, banyak
perempuan Jepang lebih tertarik menikmati hidup sendiri selagi muda. Banyak
juga perempuan Jepang yang takut kehilangan pekerjaan dan tidak maksimal bekerja
setelah menikah. Sosiolog UNS Surakarta Drajat Tri Kartono, memandang perubahan
paradigma terkait pernikahan, khususnya dari aspek perempuan, seperti di Jepang
dan negara lain, juga terjadi di Indonesia. Menurut Drajat, perempuan melihat
pernikahan tidak bisa menjamin kebahagiaan dan melindungi mereka. Inilah yang menjadi
alasan perempuan dalam studi Drajat memilih tidak memprioritaskan pernikahan dalam
kehidupan mereka. ”Melalui pernikahan, perempuan tak bisa mengelola waktu dan
uangnya sendiri sehingga membuat mereka tak nyaman. Mereka membangun otonomi
perempuan dengan hidup sendiri dan mandiri. Mereka akan menghubungi teman jika
ingin bermain atau bersosialisasi,” tuturnya. (Yoga)
Harga Emas Terus Cetak Rekor
Harga emas dunia mencetak rekor tertinggi pada awal Maret 2024.
Rekor-rekor baru diprediksi masih akan berlanjut karena sejumlah faktor geopolitik
dan ekonomi global. Rekor tertinggi tercipta pada Rabu (6/3) di angka 2.130 USD
per ons. Mengutip situs Gold Price, harga emas mengalami reli sejak akhir
Februari 2024, dari posisi 2.030 USD per ons hingga menembus harga di atas
2.100 USD per ons pada awal Maret. Tren ini diikuti produk emas fisik PT Aneka
Tambang (Antam) Tbk. Emas batang Antam dengan berat 1 gram pada Rabu dihargai
Rp 1,186 juta, naik 0,5 % ketimbang hari sebelumnya di harga Rp 1,179 juta per
gram. Dibandingkan pekan sebelumnya pada 28 Februari, harga emas Antam satuan 1
gram naik 4,5 % dari harga Rp 1,13 juta.
”Emas melaju ke titik tertinggi sepanjang sejarah didorong
oleh faktor berlanjutnya tensi geopolitik dan prospek pemotongan suku bunga The
Fed pada bulan Juni,” kata Head of Research NH Korindo Sekuritas Indonesia Liza
Camelia Suryanata saat dihubungi di Jakarta. Tensi geopolitik salah satunya konflik
Israel dan Hamas di Gaza Palestina terkait buntunya rencana gencatan senjata
sebelum dimulainya bulan Ramadhan akhir pekan ini. Pihak Israel diketahui
memboikot diskusi terkait gencatan senjata ini setelah pihak Hamas gagal untuk
memberikan daftar nama sandera yang masih hidup. Konflik ini merembet ke eskalasi
serangan oleh militant Houthi asal Yaman terhadap kapal kargo komersial di Laut
Merah, yang dilancarkan sebagai aksi solidaritas terhadap Palestina.
Faktor lain juga datang dari kebijakan ekonomi dunia terkait
penurunan suku bunga yang diperkirakan dimulai oleh Pemerintah AS pada Juni mendatang.
Penurunan suku bunga sebagai respons meredanya inflasi diprediksi akan mencapai
110 basis poin. Penurunan itu akan terjadi beberapa kali hingga Desember 2024. Direktur
Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi menambahkan, krisis ekonomi di Jerman
dan Jepang juga memengaruhi perilaku pasar saat ini. ”Ini mengindikasikan perekonomian
masih mengalami permasalahan sehingga akan dimanfaatkan investor dan spekulan
untuk berinvestasi pada emas,” katanya saat dihubungi secara terpisah. Minggu
depan, ia memprediksi harga emas dunia akan sampai ke level 2.150 dollar AS per
ons. Kenaikan tersebut, terbaca dari analisis teknikal emas yang sudah
terbentuk, termasuk faktor teknikal pergerakan indeks nilai tukar USD yang
perlahan terus melemah. (Yoga)
Australia Luncurkan Investasi Rp 20,4 Triliun bagi Asia Tenggara
Pemerintah Australia meluncurkan pendanaan investasi senilai
2 miliar dollar Australia atau Rp 20,4 triliun untuk meningkatkan investasi di Asia
Tenggara. Pendanaan itu merupakan bagian dari serangkaian inisiatif ekonomi yang
diumumkan pada KTT Khusus ASEAN-Australia 2024 di Melbourne, Australia, Selasa (5/3).
”Pemerintahan yang saya pimpin telah mengambil keputusan yang jelas. Melebihi kawasan
lain, Asia Tenggara adalah masa depan Australia,” kata PM Australia Anthony
Albanese pada Forum 100 CEO Australia dan Asia Tenggara. Australia terus
memperluas hubungan ekonomi dengan beragam mitra dagang selain mitra dagang
utama mereka, China. Langkah itu diambil menyusul berbagai perselisihan dengan
Beijing. Kawasan ASEAN, dengan pertumbuhan penduduk yang cepat, dipandang
sebagai kekuatan ekonomi yang terus berkembang. Dengan banyaknya cadangan
mineral penting dan kebutuhan tinggi pada listrik, Asia Tenggara bakal memegang
peran utama dalam upaya global mendorong penggunaan energi bersih.
”Dengan senang saya mengumumkan keputusan kami untuk
mendirikan Fasilitas Pembiayaan Investasi Asia Tenggara senilai 2 miliar dollar
(Australia), yang dikelola oleh Pembiayaan Ekspor Australia,” lanjutnya. Menurut
Albanese, pendanaan ini menunjukkan nilai tambah yang dapat diberikan Australia
kepada ASEAN. Pembiayaan ini dimaksudkan untuk meningkatkan perdagangan dan
investasi Australia di Asia Tenggara, terutama untuk transisi energi ramah
lingkungan dan pembangunan infrastruktur. Program pendanaan tersebut kelanjutan
dari bantuan teknis infrastruktur untuk ASEAN, khususnya Program Kemitraan
untuk Infrastruktur. Dalam program itu, Australia memberikan tambahan dana 140
juta dollar Australia. Pendanaan tersebut dimulai tahun 2021, untuk mendukung
upaya ASEAN meningkatkan pembangunan infrastruktur. Beberapa infrastruktur yang
telah dibangun dengan dana tersebut, meliputi jalan raya, infrastruktur
transisi energi ramah lingkungan, dan telekomunikasi. (Yoga)
EKONOMI KREATIF Raih Prospek dengan Meretas Sandungan
Tak terbantahkan, ekonomi kreatif menjanjikan perputaran
ekonomi yang menggiurkan. Banyak orang rela merogoh kocek lebih untuk menikmati
beragam karya produk kreatif. Konser Taylor Swift, misalnya, pergelaran musik
diva itu mampu menggerakkan ekonomi negara. Keberadaannya bahkan diperebutkan berbagai
negara di Asia Tenggara. Namun, Singapura sukses memasang strategi untuk
menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang berhasil menghelat The Eras
Tour yang diusung Swift pada Maret ini. Setelah perburuan tiket konser, beragam
hotel, maskapai, dan operator agen perjalanan mengalami ledakan pesanan ke
Singapura pada Maret 2024. Harga akomodasi dan tiket naik berlipat. Sebab, para
penikmat konser bukan hanya warga Singapura, melainkan datang dari beragam
negara tetangga, antara lain Indonesia, Filipina, dan Malaysia. Gegap gempita
konser ini hanyalah satu dari sederet subsektor ekonomi kreatif (ekraf).
Dalam laporan Statistik Ekonomi Kreatif 2020 yang dirilis Kemenparekraf,
ekraf merupakan upaya menciptakan nilai tambah berbasis ide dari kreativitas SDM
dan ilmu pengetahuan. Hal ini tak terlepas dari warisan budaya dan teknologi. Setidaknya
terdapat 17 subsektor ekraf, yang meliputi aplikasi, arsitektur, desain
komunikasi visual, desain produk, desain interior, fotografi, musik, kriya,
kuliner, fashion, penerbitan film, animasi, dan video, periklanan, permainan
interaktif, seni pertunjukan, seni rupa, serta televisi dan radio. Data 2019
menunjukkan, ekraf mampu menyerap 19,2 juta orang, setara 15,2 % tenaga kerja
nasional. Tren ini tumbuh positif saban tahun sejak 2011. Kontribusinya
terhadap PDB mencapai Rp 1.153,4 triliun.
Menurut praktisi budaya, pariwisata, dan ekraf, Harry Waluyo,
ekosistem ekraf belum terbentuk di Indonesia. Para pelaku dalam ekosistem pun
masih belum memahami pasar. ”Para seniman, creator, kurang dapat suatu peluang,
dalam pengertian perlindungan hak atas kekayaan intelektual (HAKI), (dan)
dukungan kemudahan mendapat pembiayaan. Kendala-kendala ini sudah lama kami
rasakan,” ujarnya. Harapannya, para pelaku ekraf bisa memahami bahwa dalam
industri ekraf, ekspor tak melulu berupa barang. Nilai dan kualitas, selain harga
dan pelayanan, jadi aspek penting. Isu pengembangan ekraf juga perlu intervensi
pemerintah. Pendanaan dan dukungan lain perlu diupayakan. Sebab, persaingan
saat ini ditentukan pula dari produk, kualitas, dan harga. (Yoga)
Biaya Perekrutan Baru ”Start Up” di ASEAN Dikurangi
Sebanyak 41 % perusahaan rintisan bidang teknologi digital
atau start up di Asia Tenggara menurunkan anggaran perekrutan karyawan baru
sepanjang 2023, karena akses terhadap pendanaan ke investor yang kian
berkurang. Situasi itu terungkap dalam laporan riset ”Southeast Asia Startup
Talent Trends Report 2024”. Laporan riset yang juga laporan tahunan Glints dan
Monk’s Hill Ventures edisi tahun 2024 ini dirilis resmi pekan lalu. Meski
anggaran perekrutan baru menurun, 78 % start up di Asia Tenggara masih berupaya
merekrut tenaga profesional yang mampu mendukung perusahaan berekspansi dan
berinovasi. Hanya 19 % start up menyatakan tidak ada perekrutan baru dan 3 %
yang menyatakan tidak yakin akan membuka lowongan pekerjaan baru.
Laporan riset Southeast Asia Startup Talent Trends Report 2024
menganalisis lebih dari 10.000 data lowongan pekerjaan start up di Singapura,
Indonesia, dan Vietnam, serta wawancara kepada lebih dari 70 start up di
wilayah tersebut. Menurut laporan itu, gaji pekerja start up di Asia Tenggara
yang bekerja di bidang pengembangan bisnis dan penjualan telah meningkat 20 %.
Ini mencerminkan kebutuhan mendesak start up untuk menghasilkan uang di tengah
kondisi pendanaan yang semakin sulit. Sementara bidang pekerjaan teknisi pada
start up di Asia Tenggara mengalami penurunan gaji terbesar yang dipengaruhi PHK
dan pemotongan biaya. Situasi ini menyebabkan meningkatnya pasokan talenta teknologi
di pasar sehingga memberikan tekanan pada gaji. Gaji untuk insinyur turun 2 %
pada 2023 dan posisi insinyur yunior turun paling tajam, yakni 6 %. (Yoga)
WNI Terus Dikirim ke Kamboja sebagai Penipu Daring
Jaringan perdagangan orang terus merekrut anak muda warga
negara Indonesia untuk dipekerjakan dalam sindikat penipuan daring (online
scamming) dan judi daring. Mereka umumnya diiming-imingi bekerja di bidang lain
dengan gaji tinggi. Kenyataannya, mereka dikirim ke Kamboja dan negara-negara
lainnya yang menjadi tempat beroperasinya sindikat tersebut. Anak-anak muda ini
juga ditugaskan menguras uang milik WNI. Setiap hari mereka bekerja dengan jam
kerja yang panjang. Sebagian besar tanpa digaji dan malah dijerat dengan utang
oleh sindikat yang mempekerjakan mereka. Dengan begitu, mereka susah untuk ber-
henti dan pulang ke Indonesia. ”Saya ditawari bekerja di perusahaan saham yang
katanya perusahaannya ada izin. Ternyata saya dikirim ke Kamboja, bekerja
menipu orang Indonesia. Di sini kerja mulai pukul 09.00 sampai pukul 23.00.
Saya ingin pulang,” ujar ATK (30), salah seorang korban yang bekerja di Kamboja
dalam percakapan telepon dengan Kompas, Senin (4/3).
Perempuan lulusan SMA kelahiran Sultra itu mengakui tertarik
bekerja di luar negeri dengan gaji 700 USD per bulan lantaran diajak temannya. ATK
dan teman-temannya dikirim ke Kamboja dan tinggal di mes yang berisi puluhan
anak muda Indonesia. Ia dipekerjakan di sebuah perusahaan yang menipu orang-orang
Indonesia, dengan membuat akun Telegram menggunakan data dan wajah orang lain.
Mereka kemudian menghubungi orang Indonesia. ”Jadi kami harus mencari member di
Facebook, Instagram, atau di mana saja ada orang kaya atau berduit. Lalu merayu
mereka agar percaya kepada kami, lalu kami ajak main kripto,” kata ATK. ATK
tidak menerima gaji. Sebaliknya, dia memiliki utang kepada perusahaan sekitar
2.300 USD yang bertambah menjadi 2.500 USD karena beberapa kali sakit. ATK akhirnya
melaporkan kasusnya kepada Kementerian Luar Negeri RI secara daring.
Menurut ATK, saat ini ada banyak anak muda Indonesia bekerja
di berbagai perusahaan di Kamboja. ”Jangan pernah percaya dengan ajakan kerja
di luar negeri. Itu bohong semua,” pesan ATK.Direktur Perlindungan WNI Kemenlu
Judha Nugraha menyatakan, pihaknya telah menerima laporan ATK dan berkoordinasi
dengan KBRI di Kamboja untuk menangani kasus terbut. ”KBRI di Phnom Penh segera
berkoordinasi dengan otoritas setempat. Lokasi tempat kerja ATK sudah
diketahui, dua jam perjalanan darat dari Phnom Penh,” Judha. Sejak 2020-2023,
Kemenlu telah menangani dan menyelesaikan 3.400 kasus terkait online scamming
yang menimpa WNI di delapan negara dan 1.748 orang di antaranya berada di
Kamboja. ”Ini menjadi keprihatinan kita, berbagai upaya kita lakukan, keberangkatan
ke Kamboja masih terus terjadi terutama terkait online scam dan judi online,”
kata Judha. (Yoga)
Demi Taylor Swift ”Ngutang” Pun Dijabani
Swifties adalah salah satu fandom artis terbesar di
muka Bumi. The Eras Tour akhirnya membuka kesempatan penggemar Taylor Swift,
termasuk Swifties Indonesia, untuk bertemu idola. Hati girang tak terkira,
persiapan juga polpolan. ”Ini pertemuan pertama kami untuk membahas persiapan
konser karena kami beda-beda tempat tinggal,” kata Anggun Mrz (24) lewat Zoom
di sebuah restoran di Plaza Indonesia, Jakarta, Rabu (28/2). Anggun, Melati
Suci (27), Alya Dina (25), dan Ayu Ihsana (25) berkumpul di sana pukul 19.00
seusai kerja. Mereka akan menonton konser pada 9 Maret, hari terakhir konser
Taylor Swift di National Stadium, Singapura. Penyanyi asal AS itu menggelar
konser enam hari, 2-4 Maret dan 7-9 Maret 2024, sebagai rangkaian The Eras
Tour. Demi menyaksikan ”Mbak TayTay”, sebutan sayang untuk Swift, Anggun,
Melati, Alya, dan Ayu telah ikut ”berperang” mencari tiket Juli tahun lalu.
Sialnya, mereka gagal. Ketika promotor mengumumkan perilisan
tiket tambahan Januari 2024, Alya berburu melalui penyedia jasa titipan
(jastip) di X alias Twitter. Jika harga tiket yang mereka incar Rp 1 juta per
orang, Alya dan teman-teman membayar Rp 2,5 juta. Harga ini, menurut Anggun,
masih masuk akal karena banyak jastip yang menaikkan harga sampai Rp 6 jutaan
untuk kategori yang sama. Kalau dihitung-hitung, Anggun, Melati, Alya, dan Ayu
mengeluarkan uang Rp 10 juta per orang. Dana ini sudah termasuk tiket konser, transportasi
seperti pesawat, penginapan, dan uang jajan. JordyPrayoga (27), karyawan swasta
di Jakarta, pun rela harus keluar uang dalam jumlah besar demi bisa melihat
langsung penyanyi pujaannya. Ia berpikir, sekarang harus nonton karena belum
tentu di konser lain waktu ia bisa.
Lagi pula, lagu karya Swift kini sudah lengkap, punya
bermacam genre, mulai dari country-pop hingga menjelajah ke rock, synthpop,
hiphop, dan sentuhan R&B. Jordy mengawali perjuangannya bertemu Swift
dengan berburu tiket pada Juni 2023. Ia mendapat tiket VIP seharga Rp 6 juta.
Saat memesan tiket, Jordy kaget, harga tiket pesawat sudah meroket. Mau tak
mau, ia harus membeli dengan harga Rp 4 juta pergi-pulang. Begitu pula tarif
hotel yang naik 100 %. Jordy tak punya pilihan, harus sewa penginapan Rp 2 juta
untuk dua malam. Total pengeluarannya demi Mbak TayTay mencapai Rp 12 juta, belum
termasuk uang makan selama di Singapura dan transportasi. ”Untung uang tiket
bisa kuangsur tanpa bunga dengan kartu kredit. Uang tiket dan hotel juga gitu.
Hampir setahun aku alokasikan gajiku untuk nyicil. Sekarang sudah lunas,”
jelasnya lega. (Yoga)
Warga Palestina Terpaksa Konsumsi Pakan Ternak
Bencana kelaparan menyiksa warga Palestina di Jalur Gaza.
Kepungan militer Israel membuat truk-truk pengangkut bantuan sosial yang menyeberang
dari Mesir lamban datang. Tiadanya bantuan makanan membuat warga Palestina
terpaksa mengonsumsi pakan ternak untuk bertahan hidup. Namun, setelah
berhari-hari bertahan hidup dengan mengonsumsi pakan ternak, kini pilihan itu
pun menipis. Abu Qussay Abu Nasser, warga Gaza, terpaksa mencari-cari tanaman panirak
(Malva sylvestris) yang biasanya tumbuh liar di padang rumput ataupun di pinggir
jalan. Tanaman berbunga ungu ini aman diolah untuk makan meskipun selama ini
masyarakat tidak menganggapnya sebagai sumber pangan.
”Panirak sekarang sudah jarang sekali. Banyak orang
memetiknya saking tidak ada makanan,” kataAbu Nasser kepada kantor berita
Turki, Anadolu, Jumat (1/3). Panirak bukan pilihan pertama Abu Nasser.
Sebelumnya, ia pergi ke pasar di Jabaliyya untuk mencari jagung kering dan
jelai sisa. Biasanya, biji-bijian ini dipakai untuk pakan ternak. Ketika tiba
di pasar, pakan ternak sekalipun sudah habis terjual. Di beberapa wilayah,
warga mengeluhkan harga pakan ternak yang melejit. Satu karung 3 kg dibanderol
dengan harga 60-80 shekel atau Rp 3 juta. Padahal, warga Gaza sudah serba
kekurangan sejak Israel melakukan invasi per Oktober 2023. ”Kemarin, kami sekeluarga
masing-masing hanya memakan sebutir kurma. Saya harus mencari makanan,
anak-anak menangis kelaparan,” kata Abu Nasser.
Data Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (UNOCHA)
memperlihatkan, sedikitnya 576.000 warga Gaza, seperempat dari total populasi
di enklave tersebut, tinggal satu tahap masuk kategori kelaparan. Sejumlah
tenaga medis menuturkan, banyak pasien anak di rumah-rumah sakit sekarat dan
meninggal akibat malanutrisi dan dehidrasi. Bantuan untuk warga Gaza pun lamban
bergulir. ”Segala sistem layanan masyarakat di Gaza sudah ambruk,” kata Jubir
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Christian Lindmeier. Ia menjelaskan, anak-anak
berumur 6-59 bulan menderita kelaparan akut. Angka kelaparan mereka 16,2 %.
Padahal, WHO menetapkan ambang batas bahaya kelaparan tertinggi di dunia adalah
15 %. (Yoga)
Menjemput Bantuan Berujung Kematian
Pilihan Editor
-
Mencegah Korona Tak Masuk Bank
06 Jun 2020 -
Mendorong Ekonomi atau Menjaga Kesehatan
06 Jun 2020 -
BNI Syariah Perluas Jangkauan Internasional
31 May 2020 -
Mal dan Retail Siapkan Rencana Buka 8 Juni
31 May 2020 -
Menggulirkan New Normal dari Sudut Mal
28 May 2020









