;
Tags

Internasional

( 1352 )

Alibaba Jual Bilibili

HR1 23 Mar 2024 Kontan
Alibaba Group Holdings menjual hampir US$ 360 juta sahamnya di platform streaming China, Bilibili Inc, dengan harga diskon besar-besaran. Langkah ini dilakukan raksasa teknologi itu guna mencari modal untuk berinvestasi di sektor kecerdasan buatan dan meremajakan bisnisnya. Menurut laporan Reuters, Alibaba melepas 30,85 juta sahamnya di Bilibili dengan harga US$ 11,6. Harga itu mencerminkan diskon 5,5% dari harga penutupan, Rabu (20/3). Alibaba telah menjual sahamnya di perusahaan produsen kendaraan listrik Xpeng dan perusahaan kecerdasan buatan Sense Time Group, serta mengurangi kepemilikan di perusahaan ride sharing GogoX Holding Ltd.

UE Harapkan Sinergi yang Lebih Baik dengan RI

KT3 22 Mar 2024 Kompas

Uni Eropa (UE) merespons pengumuman resmi KPU yang menyebutkan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai presiden dan wakil presiden terpilih dalam Pemilu 2024. Uni Eropa menilai pemerintahan yang baru perlu meningkatkan hubungan perekonomian agar makin menguntungkan Indonesia dengan UE. Hal itu terungkap dalam sidang parlemen Komite Urusan Luar Negeri atau Committee on Foreign Affairs/AFET, Kamis (21/3) di Kantor Pusat UE di Brussels, Belgia. Ketua AFET Parlemen Eropa David McAllister mengatakan, Indonesia adalah salah satu mitra strategis UE. Ini tak lain karena Indonesia punya posisi strategis dalam kerja sama EU-Indo Pacific Strategy dan EU-ASE-AN.

EU-Indo Pacific merupakan kerja sama multilateral Uni Eropa dengan negara-negara lepas Samudra Hindia. Adapun EU-ASEAN adalah kerja sama Uni Eropa dengan negara-negara kawasan Asia Tenggara. Menurut McAllister, inilah momentum yang tepat untuk memperkuat hubungan dengan Indonesia, baik dalam konteks geostrategi maupun perdagangan. ”Kami menyambut baik dan berharap bisa bekerja sama dengan pemerintahan baru yang terpilih sehingga bisa memastikan kebijakan yang saling menguntungkan bersama,” ujarnya.

Head of Division South East Asia (SEA) The European External Action Service (EEAS) EU Leila-Fernandez Stembridge mengatakan, Indonesia dan UE punya kesamaan visi untuk berkomitmen mengurangi emisi karbon. Untuk itu UE berpartisipasi dalam pendanaan program Just Energy Transition Partnership (JETP) di Indonesia. Menurut dia, kerja sama ekonomi Indonesia dengan UE masih memiliki ruang pengembangan yang sangat luas. Indonesia hanya menduduki peringkat kelima mitra perdagangan UE di Asia Tenggara, juga peringkat kelima negara tujuan investasi UE di AsiaTenggara. Posisi ini dinilai masih terlalu kecil dan masih bisa ditingkatkan mengingat Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk terbesar di Asia Tenggara. (Yoga) 

Dampak Kemenangan Telak Putin

KT3 21 Mar 2024 Kompas

Vladimir Putin menang telak dalam pemilu di Rusia, 15-17 Maret 2024. Dari 99,76 % suara yang dihitung, Putin meraih 87,33 % suara, jauh meninggalkan rivalnya. Nikolay Kharitonov dari Partai Komunis di tempat kedua dengan 4,3 %. Tingkat partisipasi kali ini 73,33 % dari 114 juta daftar pemilih tetap. Ini kemenangan terbesar Putin sejak berkuasa tahun 2000. Kemenangan Putin, walau mencalonkan diri sebagai calon independen, tak lepas dari dukungan partai yang dia dirikan, yaitu United Russia. Partai ini mirip Golkar zaman Orde Baru (Orba). Saat ini United Party menguasai parlemen (Duma) dengan 334 kursi (72 %). Menurunnya dukungan terhadap Partai Komunis yang hanya mendapat suara 4,3 % menunjukkan bahwa generasi baru Rusia semakin jauh dari ideologi komunis. Banyak yang berpendapat Putin akan menjadi presiden seumur hidup. Seperti Soeharto ketika berkuasa, saat ini tak ada figur yang dapat menyaingi Putin.

Soeharto jatuh karena krisis ekonomi 1998 yang diikuti dengan gerakan anti-Orba yang dimotori para mahasiswa. Kelihatannya Putin berbeda mengingat ekonomi Rusia masih kuat, bahkan setelah mendapat sanksi paling keras dari Barat. Dalam pidato kemenangannya, Putin, mengatakan dia akan menyelesaikan operasi khusus dan memperkuat kapasitas pertahanan dan Angkatan Bersenjata Rusia. Artinya perang dengan Ukraina tak mengendur dan akan segera dituntaskan. Tanpa memperhitungkan komitmen NATO untuk membela Ukraina habis-habisan. Sulit diprediksikan kapan perang berakhir. Menurut teori perang, perang akan berakhir jika salah satu pihak bangkrut secara ekonomi. Ukraina secara teori sudah bangkrut, tapi berkat dukungan NATO sampai saat ini masih bertahan.

Sebaliknya, sanksi Barat yang sangat luar biasa ternyata tidak membuat Rusia bangkrut. Bahkan, menurut perkiraan IMF, ekonomi Rusia akan tumbuh 2,6 % tahun ini, menyusul pertumbuhan 2,25 % pada 2023. Menurut Statista Research Development, Rusia memiliki sumber daya alam terbesar di dunia senilai 75 triliun USD, mengalahkan AS 45 triliun USD. Artinya, sangat tak mungkin negeri sekaya Rusia akan bangkrut karena sanksi. Politik luar negeri Rusia diperkirakan tidak akan berubah banyak. Karena memiliki ”musuh bersama”, hubungan dengan China akan menjadi prioritas walau penuh kehati-hatian. China merupakan mitra dagang terbesar Rusia, dengan nilai perdagangan 240 miliar USD tahun 2023.

Kedua negara juga telah menandatangani perjanjian local currency settlement (LCS), atau pembayaran perdagangan menggunakan mata uang masing-masing, sehingga tidak bergantung pada USD. Rusia selalu menganggap Indonesia negara penting. Dalam forum-forum internasional, Soviet dan Rusia banyak membantu posisi Indonesia. Perdagangan kedua negara terus meningkat rata-rata 30-40 % dengan surplus di pihak RI. Demikian juga wisatawan Rusia yang masuk 10 besar dengan pengeluaran terbesar dan masa tinggal paling lama. Kemenangan Putin kian memberikan tingkat kepercayaan yang besar bagi Putin untuk melanjutkan politik konfrontasinya dengan Barat. Perang Rusia-Ukraina masih akan terjadi dan entah kapan akan selesai. Artinya, krisis ekonomi dunia masih menanti. (Yoga) 

Vietnam Pacu Ekonomi Baru

KT3 21 Mar 2024 Kompas

Vietnam, tengah melangkah lebih maju. Mereka mulai memasuki penggerak ekonomi baru, yaitu basis teknologi digital. Vietnam punya ambisi besar: mencetak 50.000 insinyur elektronika, untuk menjadikan Vietnam salah satu produsen semikonduktor global. Generasi Z jadi tumpuan ambisi tersebut. Industri semikonduktor menjadi salah satu fokus aras baru kemitraan Vietnam dengan AS. AS akan membantu Vietnam mengembangkan ekosistem industri, infrastruktur, dan keterampilan pekerja semikonduktor, dengan investasi 2 juta USD untuk pelatihan perakitan, pengujian, dan pengemasan semikonduktor (Kompas.id, 19/3/2024). Vietnam menyadari bahwa mereka harus mulai melepas penggerak ekonomi lama, seperti produksi pakaian, sepatu, dan perabot murah.

Karena itu, mereka melangkah ke depan dengan ekonomi yang lebih memberi nilai tambah. Semikonduktor menjadi inti dari ekonomi digital karena produk ini menjadi komponen penting dalam pemrosesan komputer. Vietnam menyadari fungsi penting ini, apalagi di tengah pasokan semikonduktor yang kadang bermasalah, sehingga mereka ingin memastikan ekosistem digital bisa lengkap di negara itu mulai dari hulu hingga hilir. Vietnam telah lama menyiapkan mulai dari bekerja sama dengan produsen semikonduktor, menjadi tempat atau bagian dari rantai pasok semikonduktor, hingga mengirim anak-anak muda untuk studi di luar negeri yang mulai kembali ke Vietnam.

Vietnam, mengembangkan ekonomi baru yang menjadi tumpuan pada masa depan. Karena itu, mereka memprioritaskan generasi Z untuk mendukung ekonomi ini. Melihat secara keseluruhan, Vietnam benar-benar telah menyiapkan ekonomi masa depan. Kita mungkin bisa belajar dari cara-cara mereka mulai dari berpartner dengan perusahaan yang sudah memiliki keahlian dan kemudian membangun SDM. Beberapa cara sudah ditempuh oleh Indonesia, tetapi sepertinya kita masih perlu belajar dalam banyak hal, termasuk kultur mereka yang ulet dan keberanian mereka untuk memasuki sumber-sumber ekonomi baru. Ekonomi ke depan lebih mengandalkan otak. (Yoga)

 

Demokrasi Memang Mahal

KT3 20 Mar 2024 Kompas

Di tengah pandangan terhadap demokrasi sebagai sistem yang mahal dan bertele-tele, pertanyaannya ialah adakah sistem alternatif yang tidak mahal, tidak bertele-tele, tetapi sekaligus transparan dan melibatkan publik dalam menentukan pemimpin atau partai berkuasa? Pertanyaan ini muncul bukan hanya karena ndonesia baru merampungkan pemungutan suara pada pertengahan Februari lalu, juga karena India mengumumkan bakal menggelar pemilu berskala sangat besar, untuk memilih 543 anggota majelis rendah atau parlemen (Lok Sabha), pemilu berlangsung 1,5 bulan: pertengahan April hingga Juni 2024.

Tempat pengambilan suara berada paling jauh 2 km dari kediaman warga, panitia harus naik ke dataran tinggi Himalaya dan menembus hutan belantara nan sunyi. Ada 970 juta pemilih di India dalam pemilu yang diikuti 2.400 partai. Ada 15 juta pegawai pemerintah dikerahkan sebagai panitia pemilihan. Meski pos pemungutan suara sudah menggunakan sistem elektronik dan tak lagi sistem coblos seperti di Indonesia, pelaksanaannya tetap lama. Pengambilan suara dijalankan bertahap dan tersebar di 28 negara bagian serta delapan teritori federal.

Total ongkos yang dikeluarkan calon anggota legislative (caleg) dan partai diperkirakan 1,2 triliun rupee (14,4 miliar USD atau Rp 226 triliun). Jumlah ini belum menghitung anggaran dari negara. .Apa yang akan dikerjakan India mengingatkan bangsa Indonesia bahwa demokrasi memang mahal dan tak ada jaminan akan memberi hasil memuaskan. Namun, sejauh ini, rasanya hanya demokrasi yang mampu memastikan transparansi, kebebasan, dan memberikan kesempatan bagi rakyat untuk menentukan pilihan. Apa pun hasilnya. (Yoga)

GenZ Jadi Andalan Ambisi Semikonduktor Vietnam

KT3 20 Mar 2024 Kompas

Vietnam punya ambisi besar: mencetak 50.000 insinyur elektronika, bagian dari menjadikan Vietnam salah satu produsen semikonduktor global. Generasi Z jadi tumpuan ambisi tersebut. Terkait misi itu, Selasa (19/3) di Hanoi, perwakilan Intel.Corp Vietnam, Phung Viet Thang, mengungkap kerja sama Intel dengan Kementerian Pendidikan Vietnam, sebagi bagian dari upaya Intel mencari pekerja Vietnam untuk industri semikonduktor dan sektor terkait. Industri semikonduktor jadi salah satu fokus aras baru kemitraan Vietnam dengan AS. AS akan membantu Vietnam mengembangkan ekosistem industri, infrastruktur, dan keterampilan pekerja semikonduktor. Salah satu wujudnya adalah investasi 2 juta USD untuk pelatihan perakitan, pengujian, dan pengemasan semikonduktor.

Intel menjadi pemain lama di Vietnam. Raksasa AS itu membangun pusat perakitan, pengemasan, dan pengujian semikonduktor di Vietnam. Intel mengatakan, fokus mereka di Vietnam akan tetap pada perakitan dan pengujian. Aktivitas itu bagian dari nilai terendah dalam rantai pasok semikonduktor. Bagi generasi Z Vietnam, industri semikonduktor telah menjadi bagian mimpi. Presiden AS Joe Biden telah mengumumkan kesepakatan dukungan AS pada industri semikonduktor Vietnam. Ada masalah pokok untuk mewujudkan hasrat itu. Vietnam kekurangan insinyur dan tenaga terampil.

Technavio, lembaga riset pasar, menaksir pasar semikonduktor Vietnam diperkirakan tumbuh 6,5 % per tahun. Angkanya bisa sampai 7 miliar USD pada 2028. Peningkatan sebanyak itu akan butuh tambahan tenaga kerja. Hanoi menaksir, butuh 20.000 insinyur terkait semikonduktor dalam lima tahun mendatang. Sementara dalam satu dekade ke depan, akan diperlukan sampai 50.000 orang. Wakil PM Vietnam Tran Luu Quang meminta tolong Samsung untuk membantu menggenjot jumlah itu. (Yoga)

Akibat Karyawan Takut Melapor

KT3 20 Mar 2024 Kompas

Produsen pesawat terbang Boeing tak putus dirundung malang. Secara berentetan produk mereka mengalami masalah, baik yang berakibat fatal maupun nyaris fatal. Sebuah panel ahli menemukan masalah berkait dengan budaya keselamatan di Boeing. Mereka mendapati adanya keterputusan atau jarak antara manajemen senior dan staf reguler. Mereka juga menemukan bahwa staf ragu-ragu melaporkan masalah karena takut akan pembalasan atau akan terkena dampak buruk akibat laporannya. Mantan manajer senior di Boeing, Adam Dickson, yang pernah bekerja pada program 737 Max, saat diwawancarai BBC, sependapat bahwa ada jurang pemisah antara eksekutif dan para pekerja di pabrik.

Perusahaan penyedia perangkat lunak untuk solusi keselamatan kerja, Riskex, menyimpulkan, alasan paling umum orang tidak angkat bicara ketika terjadi insiden di tempat kerja adalah karena mereka takut terdampak dan memikirkan apa yang akan terjadi jika mereka melapor. Mereka khawatir melaporkan akan memunculkan hukuman dan disalahkan atas kejadian tersebut dan berdampak negatif pada karier mereka. Kunci untuk menyelesaikan masalah ini adalah menciptakan budaya keselamatan di tempat kerja yang menerima dan mendorong pelaporan insiden untuk melindungi diri sendiri dan orang di sekitarnya. Organisasi yang menerapkan manajemen kesehatan dan keselamatan akan meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas karyawan dengan cara menunjukkan bahwa mereka peduli terhadap karyawannya.

Perusahaan solusi bisnis Polonius menyarankan, mendorong karyawan untuk melaporkan insiden adalah penting karena mereka belajar memercayai organisasi dan memahami bahwa insiden tersebut berharga. Jika seorang karyawan melaporkan suatu insiden dan dia dipecat atau diabaikan, hal ini dapat memengaruhi tindakan yang bersangkutan di masa depan. Kecil kemungkinan mereka bakal melaporkan masalah tersebut ketika mereka kembali menemukannya pada masa mendatang. Laporan insiden sangat penting, bukan hanya bagi eksekutif, melainkan juga bagi karyawan. Keluhan dalam bentuk apa pun dapat membantu manajemen melihat area yang mungkin tidak mereka sadari, seperti masalah kesehatan dan keselamatan atau lingkungan kerja yang beracun. (Yoga) 

Kaya Cita Rasa, tapi Miskin Dukungan

KT3 19 Mar 2024 Kompas

Kuliner Indonesia punya kekayaan cita rasa, berlimpah rempah. Meski penetrasinya ke pasar internasional belum sedalam dan seluas kuliner Vietnam atau Thailand, misalnya, kuliner Nusantara sudah hadir di sejumlah negara. Apresiasinya lumayan. Potensinya untuk berkembang besar. Ini menciptakan peluang pasar bagi para pelaku usaha katering, warung makan, dan restoran di negeri orang. Namun, sayang dukungan pemerintah minim sekali bahkan terkesan nihil, padahal jaringan kuliner suatu bangsa di pasar global adalah instrumen soft power diplomacy yang efektif. Bagi Indonesia, tantangannya adalah kemauan politik dan konsistensi kebijakan. Dampak dari kurangnya dua faktor ini sangat terasa dalam hal-hal teknis. Banyak pelaku usaha kuliner Indonesia, misalnya, yang mengeluhkan sulit dan mahalnya mendapatkan bahan baku dari Tanah Air. Toh, warga negara Indonesia diaspora pelaku bisnis kuliner Nusantara terus mengenalkan Indonesia di tengah berbagai tantangan itu. Bahkan tak sedikit yang mendapat apresiasi dari komunitas setempat.

Restoran Toba, misalnya, rumah makan khas Indonesia yang berhasil menarik perhatian di kawasan St James’s Market, London, Inggris. Sesuai namanya, restoran ini menawarkan beragam menu makanan Indonesia, mulai dari harga 8 euro hingga 20 euro. Menggunakan kurs Rp 17.009 per euro, harganya Rp 136.100 hingga Rp 340.200 per porsi. Ini belum termasuk minuman dan makanan pendamping, jajanan khas Nusantara. Menurut pendiri sekaligus Kepala Chef Toba Restoran dan Pino’s Warung, Pino Edward Sinaga, saat dihubungi dari Jakarta, Kamis (14/3) Restoran Toba didirikan dengan kecintaan untuk menampilkan kekayaan dan keberagaman cita rasa masakan Nusantara. Warisan kebudayaan Indonesia menjadi inspirasinya. Restoran Toba bahkan diulas media kawakan Inggris, The Guardian. ”Awalnya, saya khawatir cita rasa makanan tidak menjadi prioritas, seperti tempat lain yang hanya mementingkan visual yang bagus untuk difoto sebelum pergi ke kelab malam Boujis. Namun, Toba sangat baik,” ulas GraceDent di The Guardian.

Menurut pakar gastronomi dari Universitas Pendidikan Indonesia, Dewi Turgarini, konsep gastrodiplomasi terdiri atas aktor pemerintah dan nonpemerintah. Dengan segala potensinya yang besar, kuliner Nusantara di luar negeri banyak terkendala pasokan bahan baku, termasuk, bumbu dapur. Para diaspora pengusaha kuliner mengaku masih kesulitan mendapatkan pasokan bahan baku yang ajek karena minimnya dukungan sistem ekspor Indonesia. misalnya, bahan baku rempah dan bumbu dapur Indonesia harganya berlipat-lipat dari harga di Tanah Air. Keluhan para pelaku usaha kuliner ini terefleksi dalam survei oleh program pemerintah, yaitu Indonesia Spice Up The World (ISUTW). Program ini diharapkan mendongkrak pemasaran produk bumbu atau pangan olahan dan rempah Indonesia. Survei menunjukkan, banyak pelaku usaha menilai harga bumbu atau rempah dari Indonesia mahal. Akses memperoleh bahan-bahan itu pun sulit. Padahal, 32,4 % responden mengimpor langsung bahan baku dari Indonesia. (Yoga)

Krisis Laut Merah dan Panama Mengubah Prospek Ekonomi Global

KT1 18 Mar 2024 Investor Daily

CEO Hapag Lloyd Rold Habben Jansen menyampaikan pandangan optimisnya terkait industri perdagangan, khususnya yang menggunakan jasa perusahaan transportasi peti kemas, di sisa 2024. Menurut dia, permintaan di semester ke dua tahun ini lebih baik dibanding proyeksi awal. Terlepas permasalahan di laut merah yang mengakibatkan lonjakan tarif pengiriman kontainer, Hapag Lloyd memperkirakan penurunan pendapatan tahun ini disebabkan kenaikan biaya terkait pengalihan perdagangan dari laut merah.

Untuk melalui rute di sekitar Tanduk Afrika yang lebih panjang, membutuhkan lebih banyak bahan bakar. Selain biaya tambahan, dikatakan oleh Sea Inteligence, pengalihan rute laut merah berpotensi meningkatkan emisi karbon dioksida sebesar 260 % - 354 %. Akibatnya kapal pengangkut laut yang berlayar ke Eropa bakal membayar kewajiban emisi lebih tinggi dibawah Sistem Perdagangan Uni Eropa. (Yetede)

Penganggur Berlimpah, Gen Z Gerah dengan Pameran Kemewahan

KT3 18 Mar 2024 Kompas

Warganet, terutama kelompok anak muda yang masuk dalam generasi Z, merasa bahwa para pemengaruh media sosial tidak hidup di dunia yang dihuni warga kebanyakan. Fakta ada jutaan penganggur di antara mereka membuat generasi Z lelah dan gerah dengan pameran itu. Produsen perlu menimbang ulang strategi pemasaran mereka. Apalagi, ada gerakan de-influencing. Dalam laporan Yahoo News pada Sabtu (16/3) 53 % generasi Z kini memilih mengonsumsi sesuatu berdasarkan rekomendasi orang biasa. Adapun 43 % generasi Z atau gen Z menganggap kekuatan pemengaruh (influencer) sudah berkurang pada mereka. ”Dulu saya suka mereka. Lalu, saya sadar betapa tidak realistisnya setiap hari hanya ke pusat kebugaran atau membeli berbagai hal mahal. Saya sadar, kebanyakan orang di sekitar saya kesulitan untuk hidup sederhana sekalipun,” kata Emma (16) kepada majalah Vogue.

Majalah gaya hidup itu melaporkan, pada 2022, sebanyak 28 % pengguna Tiktok membeli karena terpengaruh para pemilik akun besar di pelantar itu. Sekarang, semakin sedikit orang membeli barang-barang yang dipromosikan para pemenga ruh itu. Intinya, orang-orang merasa diperas agar para pemengaruh itu bisa hidup mewah. Para pemengaruh mempromosikan barang-barang mahal. Padahal, orang-orang sedang kesulitan, antara lain akibat inflasi tinggi di AS dan sejumlah negara. Kemarahan itu diungkap saat puluhan juta orang di AS kesulitan akibat lonjakan inflasi. Mengacu pada data Organisasi Buruh Internasional (ILO), sebanyak 5,3 % angkatan kerja global 2024 menganggur. Di China, setidaknya 13 juta generasi muda jadi penganggur. Sebagian amat frustrasi karena tidak kunjung diterima kerja meski sudah mengirimkan ratusan lamaran. Di sejumlah negara lain, fenomena itu juga terjadi.  Fakta itu membuat cara pemasaran dengan memanfaatkan pemengaruh menjadi tidak relevan.

Para pemengaruh menyajikan gaya hidup mewah. Sementara itu, kebanyakan pengguna media sosial hidup susah payah. Kemarahan orang-orang tidak hanya ditunjukkan lewat komentar di unggahan pada pemengaruh. Sebagian juga membuat unggahan yang mengajak orang berpikir ulang sebelum membeli aneka hal yang dipromosikan pemengaruh. Fenomena itu dikenal sebagai de-influencing. Analis media sosial pada Ruby Media Group, Kris Ruby, menyebut fenomena itu memberi pendapat tandingan atas aneka promosi dan dukungan di media sosial. Pada dasarnya gerakan ini mencoba mengingatkan konsumen untuk tidak membeli produk tertentu hanya karena dipromosikan oleh pemengaruh. Padahal, produk itu dinilai kurang berguna atau nilainya tidak sepadan dengan harga yang dibayarkan. Tren ini mendorong konsumen untuk mempertimbangkan apakah mereka membutuhkan produk itu sebelum membelinya. (Yoga)