Internasional
( 1352 )Ketegangan Politik di Korea Selatan Kembali Meningkat
Kaum Tajir Semakin Melintir, Sepanjang Tahun 2024
Kenaikan saham perusahaan-perusahaan teknologi Amerika Serikat memainkan peran penting dalam mempertebal kocek orang-orang kaya ”Negeri Paman Sam”. Sebut saja Larry Ellison (salah satu pendiri perusahaan peranti lunak Oracle), Jeff Bezos (pendiri Amazon), Michael Dell (pendiri perusahaan teknologi Dell), serta Larry Page dan Sergey Brin (pendiri Google). Jika dikombinasikan, pada 2024, mereka mengantongi duit lebih dari 600 miliar dollar AS. Menurut Bloomberg Billionaires Index, angka itu setara 43 persen dari total 1,5 triliun total kenaikan kekayaan 500 orang terkaya di dunia. Akan tetapi, sesungguhnya, ada nama-nama tertentu yang total nilai kekayaannya tahun 2024 ini naik gila-gilaan.
179 Orang Kemungkinan Tewas, Jeju Air Terbakar
Awan mendung memayungi dunia penerbangan di pengujung tahun. Dalam sepekan, empat pesawat penumpang mengalami kecelakaan di empat negara. Kecelakaan terparah dialami pesawat Boeing 737-800 milik Jeju Air yang tergelincir dan terbakar saat mendarat di Bandar Udara Internasional Muan di Provinsi Jeolla Selatan, Korea Selatan, Minggu (29/12/2024) pagi. Sampai Minggu siang waktu setempat, 179 orang dari 181 orang yang diangkut pesawat itu hampir dipastikan tewas. Sejauh ini, 122 jenazah telah dikumpulkan petugas penyelamat. Pesawat mengangkut 175 penumpang dan enam awak. Hanya seorang awak perempuan dan seorang awak laki-laki yang selamat dari kecelakaan itu.
Seorang pejabat pemadam kebakaran Korea Selatan mengatakan, kecil kemungkinan penumpang yang tersisa selamat. Hal ini karena badan pesawat nyaris hancur seluruhnya. ”Para penumpang terlempar keluar dari pesawat setelah (pesawat) menabrak pagar pembatas (bandara) sehingga sedikit kemungkinan untuk selamat,” kata pejabat tersebut. Selang beberapa jam selepas pesawat Jeju Air terbakar di Muan, pesawat Air Canada rute St John-Halifax mendarat darurat di Bandara Halifax, Kanada, pada Sabtu (28/12) malam waktu setempat atau Minggu pagi WIB. Tidak ada korban dalam kecelakaan yang menimpa pesawat jenis De Havilland Dash 8-400 itu. Sebelumnya, sebuah pesawat penumpang Embraer 190 milik maskapai Azerbaijan Airlines jatuh di dekat kota Aktau, Kazakhstan, Rabu (25/12) waktu setempat. Otoritas Kazakhstan mengatakan, pesawat rute Baku (Azerbaijan)-Grozny (Rusia)itu mengangkut 62 penumpang dan lima awak. Dari jumlah itu, lebih dari 30 orang diperkirakan tewas. (Yoga)
Apakah Korporasi Bertanggung Jawab Atas Rusaknya Lingkungan?
Pada Tahun 2025 Menjadi Ajang Perlombaan Meta, Apple, Google, dan OpenAI
Pada 2024, perusahaan teknologi global terus berlomba merilis pembaruan kecerdasan buatan dan perangkat keras terbaru. Namun, sejumlah inovasi berbasis kecerdasan buatan yang lebih personal masih belum diungkapkan. Lantas, apa saja rencana mereka untuk tahun 2025? The Financial Times, Senin (23/12/2024), melaporkan, Meta akan menambahkan layar dalam produk kacamata pintarnya, Ray-Ban, pada semester II-2025. Layar itu dapat menampilkan pemberitahuan dan respons dari robot percakapan atau chat bot Meta. Kepala Teknologi Meta Andrew Bosworth mengatakan, pengguna akan menikmati asisten kecerdasan buatan yang dipersonalisasi pada 2025. Asisten ini tidak hanya menanggapi perintah, tetapi juga membantu pengguna sepanjang hari. ”Salah satu hal yang paling saya nantikan tahun 2025 adalah evolusi asisten kecerdasan buatan,” katanya. Perusahaan raksasa teknologi lainnya, yakni Apple, bakal meluncurkan asisten kecerdasan buatan Siri yang juga lebih personal. Waktu peluncuran belum jelas, apakah tahun 2025 atau 2026.
Hanya saja, Business Insider baru-baru ini menuliskan bahwa Apple akan mengumumkan model bahasa besar (large language model/LLM) Siri pada 2025. Hal itu sejalan dengan pemberitaan Bloomberg pada November 2024 yang menuliskan, Apple mengumumkan peluncuran perangkat rumah pintar pada Maret 2025. Perangkat itu diperkirakan menyerupai sabak yang dipasang di dinding dan dapat mengontrol peralatan, mengelola panggilan video, dan menggunakan teknologi kecerdasan buatan untuk mengakses aplikasi. Selain itu, Apple dikabarkan bakal mengumumkan model Iphone Air yang ramping serta versi baru iPhone SE dengan harga lebih terjangkau dan mendukung Apple Intelligence. Dari sisi Google, Business Insider menuliskan, Google telah bermitra dengan Samsung dan Qualcomm. Kemitraan ini untuk mengembangkan proyek teknologi realitas campuran (mixed reality) yang akan dirilis pada platform komputasi spasial Android XR. Proyek yang bakal dirilis pada 2025 itu menawarkan pengalaman pemakaian teknologi mixed reality dan asisten kecerdasan buatan milik Google, yaitu Gemini, secara terintegrasi. (Yoga)
UNDP Dorong Kolaborasi Antarnegara di Laut Arafura dan Timor
Sisi Gelap Korsel dan "Squid Game"
Melanjutkan musim sebelumnya, Squid Game 2 yang dijadwalkan tayang mulai Kamis (26/12/2024) sore WIB juga tetap mengangkat soal kekerasan dan kekejaman. Persoalan yang sangat erat dengan sisi gelap Korea Selatan. Film itu tak lain terinspirasi oleh pemogokan Ssangyong yang penuh kekerasan pada 2009. Ssangyong, salah satu raksasa otomotif Korsel, pada Mei 2009, mengumumkan akan memberhentikan 2.600 orang, 40 persen dari total jumlah pekerja. Para pekerja tidak terima dan protes, lalu menguasai pabrik dan mogok selama 77 hari. Protes berakhir dengan bentrokan antara pekerja yang bersenjatakan ketapel dan pipa baja dengan polisi antihuru-hara yang bersenjatakan peluru karet dan senjata kejut listrik. Banyak anggota serikat pekerja yang dipukuli dan dipenjara. Lima tahun kemudian, pemimpin serikat pekerja, Lee Chang-kun, duduk selama 100 hari di atas salah satu cerobong asap pabrik. Ia memprotes hukuman yang menguntungkan Ssangyong. Selama itu, dia rutin dikirimi makanan oleh para pendukungnya. Kala itu, dia mengalami halusinasi melihat tali tenda berubah menjadi ular yang menggeliat. ”Orang-orang yang mengalami kerusuhan itu susah membicarakan Squid Game karena pengalaman itu traumatis,” kata Lee dalam wawancara yang disiarkan AFP pada Selasa (24/12). (Yoga)
Menlu Sugiono Tak Hadir, ASEAN Bahas Myanmar
Thailand memberi tahu junta Myanmar bahwa negara-negara anggota ASEAN menginginkan seluruh pemangku kepentingan dilibatkan dalam pemilu yang akan digelar tahun depan. Hal ini disampaikan Menteri Luar Negeri Thailand Maris Sangiam pongsa di Bangkok, Thailand, Jumat (20/12/2024), seusai pertemuan dua hari yang membahas isu Myanmar. ”Jika digelar pemilu (di Myanmar), ASEAN menginginkan proses inklusif yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan,” kata Maris dalam wawancara bersama seusai pertemuan, seperti dilansir kantor berita Reuters. Sejumlah menteri luar negeri hadir dalam pertemuan pada Jumat, termasuk Menlu Singapura VivianBalakrishnan,Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Menlu Filipina Enrique Manalo, dan Menlu Laos Thongsavanh Phomvihane. Menlu Indonesia Sugiono, yang sebelumnya direncanakan datang, tidak hadir dalam pertemuan itu.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Roy Soemirat saat dihubungi mengatakan, Indonesia mengirim Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kemenlu Sidharto R Suryodipuro dan Utusan Khusus Indonesia untuk Urusan Myanmar I Ngurah Swajaya dalam pertemuan di Bangkok. Perdana Menteri Thailand Paetongtarn Shinawatra menginisiasi pertemuan tersebut. Pertemuan hari pertama, Kamis (19/12), digelar antara junta Myanmar dan negara-negara non-Asia Tenggara yang langsung berbatasan dengan Myanmar. Mereka, antara lain, Bangladesh, India, Laos, Thailand, dan China. Pertemuan hari kedua, Jumat (20/12), diikuti perwakilan negara-negara ASEAN. Dirjen Kerja Sama ASEAN Kemenlu Thailand Bolbongse Vangphaen mengungkapkan, junta Myanmar tidak diikutkan pada pertemuan hari kedua. Bolbongse menambahkan, ASEAN masih menunggu detail rencana pelaksanaan pemilu dari junta Myanmar. ASEAN juga masih harus menentukan posisi bersama mengenai rencana pemilu tersebut. (Yoga)
Putin : Kekalahan Rusia Bukan Kejatuhan Assad
Kejatuhan Presiden Suriah Bashar al-Assad bukan berarti kekalahan bagi Rusia. Sebaliknya,tujuan utama Rusia datang ke Suriah sekitar 10 tahun lalu telah tercapai. Sejak awal, Rusia berusaha membantu agar Suriah tidak menjadi ”kantong teroris”. Setelah melarikan diri dari Suriah, Assad dan keluarganya mendapatkan perlindungan di Rusia. Selama ini Rusia menjadi pendukung utama Assad dan telah membantu dia sejak 2015. ”Secara keseluruhan, tujuan kami di Suriah sudah tercapai. Bukan tanpa alasan sekarang banyak negara Eropa dan Amerika Serikat ingin menjalin hubungan dengan penguasa baru Suriah. Jika mereka organisasi teroris, mengapa Barat ke sana? Itu berarti, mereka sudah berubah,” kata Putin dalam konferensi pers akhir tahun, Kamis (19/12/2024) di Moskwa. Putin mengatakan, belum bertemu Assad sejak datang ke Moskwa. Namun, dia berencana segera bertemu Assad. Ini pertama kali Putin membahas situasi di Suriah secara terbuka sejak Assad tumbang. Rusia tengah berupaya mempertahankan dua pangkalan militernya di Suriah. Di Jakarta, Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Gennadievich Tolchenov, Jumat (20/12), mengatakan, keputusan Pemerintah Rusia memberikan suaka kepada Assad semata-mata alasan kemanusiaan.
Secara politis dan kemanusiaan, kata Tolchenov, itu keputusan yang sangat baik dan benar. Lagi pula, Assad teman Rusia. ”Biarlah sejarah dan orang-orang Suriah menghargai apa yang dilakukan dan tidak dilakukan Assad untuk negaranya. Itu cerita lain. Dia mitra kami. Dia teman negara saya. Jika sesuatu terjadi dengan teman, tidak sepatutnya meninggalkan mereka,” kata Tolchenov kepada wartawan di kediaman Dubes Rusia di Jakarta. Selain soal Suriah, Tolchenov juga membahas perang di Ukraina. Ia mengatakan, Rusia dalam posisi menerima saran atau masukan soal upaya mediasi perundingan perdamaian di Ukraina. Gencatan senjata dan penghentian perang memang penting, bukan hanya di Ukraina, melainkan juga di Gaza, Palestina, dan Lebanon. Hanya, itu bukan prioritas Rusia. Bagi Rusia, lebih penting menangani akar penyebab krisis agar tidak terus berulang. Krisis di Timur Tengah berulang karena akarnya tidak ditangani. Ukraina pun begitu. Menurut Tolchenov, akar masalahnya yang harus diselesaikan. Akarnya adalah Ukraina tidak boleh bergabung dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), tidak boleh ada pangkalan militer NATO di wilayah Ukraina, demiliterisasi Ukraina, dan melindungi populasi masyarakat yang berbahasa Rusia di Ukraina. ”Kalau akarnya ini tidak ditangani, krisis akan terjadi berulang-ulang,” ujarnya. (Yoga)
Vietnam Ekspor Persenjataan
Vietnam telah menanam investasi selama bertahun-tahun untuk meningkatkan kemampuan pertahanan. Jerih payah itu kini membuahkan hasil. Setelah memperkuat industri pertahanan dalam negeri, prioritas Vietnam saat ini ialah mempromosikan ekspor peralatan militer. Itulah salah satu pesan dari perhelatan pameran senjata internasional Vietnam (International Defense Expo 2024) yang digelar di Bandar Udara Gia Lam di Hanoi, mulai Kamis (19/12/2024). Saat membuka pameran, Perdana Menteri Vietnam Pham Minh Chinh mengatakan, pameran itu merupakan ”pesan perdamaian, kerja sama, dan pembangunan”. Chinh juga menyatakan ingin memperluas kerja sama pertahanan internasional dan mencegah peperangan. Vietnam selama ini dikenal sebagai importir utama senjata, terutama dari Rusia. Meski demikian, dalam waktu bersamaan, mereka berinvestasi pada penguatan kemampuan pertahanan. Chinh menegaskan, Vietnam menghargai perdamaian, kebenaran, hubungan, dan keadilan dalam kerja sama internasional. Vietnam konsisten mengikuti kebijakan luar negeri yang independen dengan penekanan pada multi lateralisme dan diversifikasi hubungan. ”Kami berusaha menjadi teman baik, mitra yang dapat diandalkan bagi semua negara, serta anggota masyarakat internasional yang aktif dan bertanggung jawab,” kata Chinh. Setelah mengalami banyak penderitaan, pengorbanan, dan kerugian akibat perang, menurut Chinh, Vietnam sangat memahami dan menghargai nilai persahabatan, perdamaian, kerja sama, dan pembangunan. (Yoga)
Pilihan Editor
-
John Riady: Jangan Khawatir Bubble Start-up
06 Sep 2021 -
Kebocoran Data Seolah Dibiarkan Terus Terjadi
04 Sep 2021 -
Perusahaan Rokok Besar Menikmati Insentif Cukai
04 Sep 2021









