Internasional
( 1384 )Trump Tetap Melaju dengan Agenda-agendanya untuk Memenuhi janji-janji kampanyenya
Presiden Amerika Serikat (AS)
Donald Trump, berjanji untuk melanjutkan janji-janji kampanyenya guna mengubah
orientasi ekonomi, imigrasi, dan kebijakan luarnegeri negara secara cepat dan
tanpa henti. Ia mengutarakan itu dalam pidato kenegaraan tahunan di hadapan Kongres
AS di Washington pada Selasa (04/03/2025) waktu setempat. Pidato Trump
berlangsung selama 99 menit berisi penuh tentang rencana-rencana kebijakan yang
dijanjikan selama kampanye pilpres dan langsung dijalankan selama minggu-minggu
pertama setelahkembali menjabat. Ia berjanji untuk terus memberikan perubahan
besar untuk menyelamatkan negara dari apa yang ia gambarkan sebagai kehancuran
dan kesalahan yang ditinggalkan oleh pendahulunya.
“Amerika menginginkan perubahan, tetapi
ada cara yang bertanggung jawab untuk membuat perubahan dan cara yang sembrono,
dan kita dapat membuat perubahan itu tanpa melupakan siapa kita sebagai sebuah
negara dan sebagai sebuah demokrasi," tutur Trump, seperti dikutip AP. Di
awal-awal masa jabatan keduanya sekarang, Trump telah memulai misi untuk
membubarkan sebagian pemerintah federal, membangun kembali hubungan dengan
sekutu-sekutu AS, dan mengenakan tarif yang telah memicu perang dagang Amerika
Utara. “Itu hanyalah tindakan yang cepat dan tanpa henti. Orang-orang memilih saya
untuk melakukan tugas itu dan saya melakukannya," kata Trump tentang minggu-minggu
awal masa jabatannya. (Yetede)
KPU Menggelar Pilkada Ulang Tak Semua Daerah Bisa
Turun 14 % Tarif Tiket Pesawat Lebaran
Kembalikan Kepercayaan Pelakunya Pasar
Perang Dagang Semakin Memanas
Perang Dagang Semakin Memanas
Momen Haru Perpisahan Keluarga Pendiri Sritex dengan Pekerja
Kawasan Industri Kendal Catat Telah Menyerap 17.635 Tenaga Kerja Sepanjang 2024 Selama 8 Tahun
Hingga saat ini, terdapat 124 entitas perusahaan yang masuk ke kawasan, dengan tiga sektor industri terbesar yang meliputi fesyen sebesar 29 persen, otomotif dan energi terbarukan sebesar 19 persen, dan elektronik 17 persen. Ihwal negara asal perusahaan, Juliani menjelaskan 39 persen di antaranya berasal dari Cina. Kemudian 26 persen dari dalam negeri, dan selebihnya dari negara-negara seperti Hong Kong, Korea Selatan, hingga Jerman. Lebih lanjut, Juliani juga melaporkan fase pertama pembangunan KIK seluas 1.000 hektare hampir rampung. Sekitar 90 persen kawasan sudah terisi atau fully occupied. “Dari sisanya 10 persen ini kami akan konsentrasikan kepada fasilitas pendukung yang terdiri dari pemukiman, komersial, dan juga retail,” ujar dia. Kemudian, lanjut dia, kegiatan industri ini juga akan dilanjutkan ke fase kedua, dengan target pembangunan seluas 1.200 hektare. (Yetede)
Beban Anggaran Baru Desain Ulang Gedung di IKN
Terhimpitnya Jerman di antara AS dan China
Situasi sulit sedang dihadapi Jerman. Produk China telah memukul ekonomi negara ini. Ada juga ancaman tarif impor dari Presiden AS Donald Trump. Dalam kondisi ekonomi domestik yang sulit dan tantangan keamanan yang besar, pemilu Jerman pada Minggu (23/25) mengantarkan Partai Persatuan Demokratik Kristen (CDU) sebagai pemenang, sementara partai ekstrem kanan Alternatif untuk Jerman (AfD) berada di posisi kedua. Komitmen kelompok mainstream yang menolak kerja sama dengan AfD membuat kekuatan tengah yang memenangi pemilu kesulitan membangun koalisi. Komitmen tak berkoalisi dengan AfD membuat pemimpin SPD Kanselir Olaf Scholz sulit membentuk pemerintahan kokoh. Setelah pemilu pada Minggu, pemimpin CDU Friedrich Merz pun harus bekerja keras membangun koalisi. Tantangan yang dihadapi Merz meliputi isu produk China yang membanjiri banyak negara, termasuk Jerman.
Merz telah mengambil sikap tegas terhadap China, posisi yang berbeda dengan Angela Merkel, pemimpin CDU sebelumnya. Tantangan lain ialah membangun relasi dengan AS di bawah kepemimpinan Donald Trump. Posisi Merz yang pro kemitraan Eropa-AS (transatlantic) dinilai akan membantu Jerman membangun relasi itu. Kesediaan Berlin menambah anggaran pertahanan juga dapat mengambil hati Washington. Di dalam negeri, keberanian Merz melonggarkan pembatasan utang (debt brake) ditunggu. Pelonggaran pembatasan utang diyakini membuat ekonomi Jerman lebih semarak. Intinya, masyarakat menanti terobosan Merz karena zaman telah berubah. Kini ada China, pesaing berat Jerman dalam manufaktur. Di tengah AS yang berubah, Jerman menghadapi pula tekanan isu imigrasi setelah pembukaan perbatasan bagi pengungsi pada 2015. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Sistem Pangan Harus Berbasis Keberagaman Lokal
31 Dec 2021 -
Perkebunan Sawit Rakyat Tumbuh Berkelanjutan
31 Dec 2021 -
Transformasi Sistem Pangan
31 Dec 2021 -
Mengembangkan EBT harus Utamakan Komponen Lokal
30 Dec 2021








