;
Tags

Keuangan

( 1012 )

Transaksi Judi Daring Berkembang, dari Perbankan Hingga Melalui Minimarket dan Dompet Elektronik

KT3 14 Oct 2024 Kompas
Beragam bentuk transaksi judi daring semakin berkembang, mulai dari isi ulang melalui rekening perbankan hingga pembayaran melalui minimarket dan dompet elektronik. Beragam bentuk ini memudahkan judi daring menyasar ke masyarakat kelas menengah bawah. ”Di pasar tradisional, misalnya, pengemudi ojek pangkalan hingga pedagang main slot judi daring. Ini memprihatinkan. Apalagi, kondisi perekonomian secara umum sedang tidak baik,” ujar pendiri Siber Sehat Indonesia, Ibnu Dwi Cahyo, saat dihubungi, Minggu (13/10/2024), di Jakarta. Menurut Ibnu, selain transaksi yang semakin beragam,konten judi daring pun semakin mudah ditemukan, mulai dari menyusup ke laman resmi instansi hingga muncul dalam permainan tertentu.

”Judi daring memberikan efek domino yang besar sehingga semestinya pemberantasan judi daring menjadi program nasional yang berkelanjutan,” katanya. Praktisi keamanan siber, Alfons Tanujaya, saat dihubungi terpisah, memandang, pemberantasan judi daring semestinya tidak melulu di bawah koordinasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), tetapi dibutuhkan lembaga yang lebih besar. Pasalnya, isu judi daring melibatkan lembaga keuangan, aparat penegak hukum, pendidikan, dan lembaga informasi digital, seperti Kemenkominfo. ”Permasalahan judi daring bukan semata-mata masalah di ruang siber. Ada masalah keuangan, penegakan hukum, dan edukasi masyarakat (literasi digital danfinansial).Apalagi, modus pelaku judi daring semakin berkembang,” ucap Alfons.

Dompet elektronik Pada Jumat (11/10), Menkominfo Budi Arie Setiadi merilis lima daftar penyelenggara sistem elektronik (PSE) dompet elektronik yang diduga masih dipakai untuk transaksi judi daring. Kelimanya adalah PT Espay Debit Indonesia Koe (Dana), PT Visionet Internasional (OVO), PT Dompet Anak Bangsa (GoPay), PT Fintek Karya Nusantara (LinkAja), serta PT Airpay International Indonesia (ShopeePay). Total nominal transaksi dari lima dompet elektronik tersebut mencapai lebih dari Rp 5,7 triliun. Menurut Budi, temuan itu berdasarkan data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Jika diperinci, di urutan teratas adalah PT Espay Debit Indonesia Koe (Dana) dengan nominal transaksi Rp 5,371 triliun dan 5,7 juta transaksi. Urutan kedua ialah PT Visionet Internasional (OVO) dengan nominal transaksi Rp 216,62 miliar dan jumlah transaksi 836.095 transaksi. (Yoga)

Indonesia Mendorong Anggota Asean Mempercepat Transformasi Energi yang Ramah Lingkungan

KT1 10 Oct 2024 Investor Daily

Indonesia mendorong agar negara-negara anggota Asean mempercepat transformasi energi yang ramah lingkungan, karena pesatnya investasi hijau dalam satu tahun terakhir.  Hal ini disampaikan Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin saat menghadiri Forum Khusus ASEAN-Indo Pasifik 2024 (AIPF) di Vientiane, Laos, Jumat (11/10/2024), Wapres menyampaikan pentingnya  mempercepat peralihan menuju  ekonomi ramah lingkungan di kawasan, terlebih saat ini terdapat berbagai  tantangan seperti lambatnya pertumbuhan ekonomi dunia.

"Asean perlu mengintegrasikan inovasi lingkungan dengan transformasi digital untuk mendukung investasi dan sektor keuangan yang berkelanjutan, serta meningkatkan transisi energi melalui teknologi bersih dan energi terbarukan," kata Ma'ruf Amin. Menurut Wapres, penanaman modal pada sektor yang mendukung keberlanjutan lingkungan di kawasan mengalami peningkatan  satu tahun belakangan. Investasi hijau di Asean tercatat mencapai US$ 6,3 miliar, atau meningkat 20% pada 2023. Untuk itu, Wapres menilai kawasan Indo-Pasifik adalah wilayah strategi bagi ekonomi global, mencakup negara-negara besar termasuk negara-negara di Asia Tenggara yang memiliki pertumbuhan ekonomi cukup pesat. Kawasan ini memberikan kontribusi  lebih dari 60% terhadap PDB dunia yang menjadi pusat perdagangan hampir setengah abad dari total perdagangan internasional. (Yetede)

Dampak Perang Timur Tengah Menggerus Bisnis Global

HR1 10 Oct 2024 Kontan
Konflik yang memanas di Timur Tengah memberikan dampak negatif pada bisnis asuransi marine cargo di Indonesia. PT Asuransi Cakrawala Proteksi Indonesia (ACPI), melalui Wakil Presiden Direktur Nico Prawiro, mengakui bahwa konflik ini menghambat arus barang dan menurunkan daya beli masyarakat. Ditambah lagi, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS meningkatkan harga barang impor, sehingga permintaan menurun. Nico berharap industri domestik semakin kuat untuk mendukung arus perdagangan dalam negeri.

Linggawati Tok, Marketing Director Great Eastern General Insurance Indonesia (GEGI), menyatakan bahwa konflik Timur Tengah mempengaruhi permintaan produk unggulan Indonesia seperti minyak sawit dan kopi, karena pengiriman barang melalui wilayah tersebut sangat terhambat. Sebagai solusi, GEGI mengalihkan fokus ke pasar domestik dan ekspor ke kawasan Asia Pasifik, Amerika, dan Eropa, dengan pendapatan premi marine cargo yang tumbuh 36% hingga mencapai Rp 94 miliar per September 2024.

Hasudungan Sianipar, Kepala Divisi Marine & Aviation PT Asuransi Central Asia (ACA), menyebutkan bahwa ACA kini lebih fokus pada pengiriman domestik karena risiko pengiriman ke Timur Tengah yang tinggi. ACA meraih pendapatan premi sebesar Rp 114 miliar hingga Agustus 2024, dari pasar marine cargo dalam negeri yang lebih aman.

Kekhawatiran Rumah Tangga Akibat Ekonomi yang Tidak Stabil

HR1 10 Oct 2024 Bisnis Indonesia

Hasil survei terbaru Bank Indonesia menunjukkan penurunan indeks keyakinan konsumen dari 124,4 pada Agustus menjadi 123,5 pada September 2024. Penurunan ini mencerminkan optimisme konsumen yang melemah di sebagian besar kelompok pengeluaran, termasuk kelas bawah dengan pendapatan Rp1 juta-Rp2 juta per bulan dan kelas menengah dengan penghasilan di atas Rp5 juta. Konsumen menunjukkan penurunan keyakinan terhadap penghasilan dan kondisi ekonomi, serta ekspektasi masa depan terkait lapangan kerja dan kegiatan usaha.

Bank Indonesia juga mencatat bahwa porsi pengeluaran untuk tabungan dan pembayaran pinjaman menurun, sementara belanja konsumsi meningkat, yang berpotensi memengaruhi perekonomian. Konsumsi rumah tangga, yang memberikan kontribusi sebesar 54,53% terhadap PDB pada kuartal II/2024, dapat terancam jika daya beli masyarakat terus melemah. Hal ini diperkuat oleh data deflasi selama lima bulan terakhir dan lambatnya pertumbuhan simpanan kelompok menengah-bawah.

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat peningkatan simpanan masyarakat dengan nominal di bawah Rp100 juta hanya sebesar 0,8% sepanjang 2024, menunjukkan adanya tekanan finansial. Fenomena "makan tabungan" juga terlihat, dengan saldo rata-rata per rekening di bawah Rp100 juta menurun dari Rp3 juta pada 2019 menjadi Rp1,5 juta pada 2024.

Penurunan daya beli ini diduga diperparah oleh pemutusan hubungan kerja (PHK) dan regulasi ketenagakerjaan yang dianggap kaku, yang menyebabkan pertumbuhan lapangan kerja formal menjadi terbatas. Selain itu, indeks PMI Manufaktur juga berada di bawah level ekspansi 50, menunjukkan kinerja korporasi yang melemah.

Diperlukan solusi jangka panjang untuk menstabilkan keseimbangan pasokan dan permintaan di pasar kerja serta memperkuat daya beli masyarakat. Bantuan sosial dapat membantu dalam jangka pendek, tetapi pemerintah perlu memperbaiki kondisi ketenagakerjaan dan mendorong program yang berdampak langsung bagi masyarakat, terutama menjelang transisi pemerintahan.

Likuiditas Leasing Masih Terbatas

HR1 09 Oct 2024 Kontan
Enam perusahaan multifinance masih belum memenuhi kewajiban ekuitas minimum Rp 100 miliar hingga akhir Agustus 2024. Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Modal Ventura, LKM, dan LJK Lainnya OJK, Agusman, kendala ini terjadi karena belum ada penyuntikan modal baru serta proses peningkatan modal yang belum sesuai aturan. OJK terus memantau dan melakukan langkah-langkah untuk memastikan pemenuhan ekuitas ini, termasuk melalui injeksi modal dari pemegang saham pengendali atau investor baru, baik lokal maupun asing, atau opsi pengembalian izin usaha jika target tidak tercapai.

Indonesia Gemilang di Mata Dunia

KT1 08 Oct 2024 Investor Daily (H)

Posisi Indonesia di kancah global berhasil diperkuat selama 10 tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo melalui berbagai forum internasional seperti pertemuan tahunan IMF dan World Bank, Konferensi Tingkat Tinggi G20, Asean, dan World Water Forum. Sebagai Presiden, KTT G20 di Bali 2022 misalnya, Indonesia sukses mendorong berbagai kesepakatan penting, termasuk pengurangan emisi karbon global dan pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19. Indonesia juga dinilai berhasil sebagai tuan rumah penyelenggara Rangkaian Pertemuan Tahunan IMF dan Bank Dunia  tahun 2018 (IMFWB AMs 2018) di bali pada 7-14 Oktober.

Pertemuan dihadiri oleh para gubernur bank sentral dan menteri keuangan dari 189 negara anggota Bank Dunia dan IMF, kepala negara/pemerintahan, organisasi internasional, organisasi nonpemerintah, pelaku bisnis, sector swasta, dan akademis. Jumlah media internasional meneybutkan, AMs 2018 sebagai salah satu yang terbaik di dunia. Indonesia juga menerima apresiasi dari lembaga internasional seperti United Nations Environment Programme (UNEP) atas inisiatif Jokowi dalam perubahan iklim dan konservasi lingkungan. Lagi, Indonesia  gemilang menyelenggarakan Asean games 2018 yang dihadiri oleh 48 negara. Bahkan, pesta olehraga mulit event level Asia ini berhasil meningkatkan pendapatan pariwisata hingga 20% pada tahu tersebut. (Yetede)

 

Asuransi Properti Jadi Andalan Baru

HR1 04 Oct 2024 Kontan

Bisnis asuransi properti masih tumbuh solid di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat hingga semester I 2024 pendapatan premi dari lini asuransi harta benda ini mampu tumbuh 32,8% secara tahunan menjadi Rp 16,6 triliun. Ketua AAUI Budi Herawan menyebut salah satu penopang pertumbuhan asuransi properti berasal dari segmen komersial. Berdasarkan data Bank Indonesia, Indeks Permintaan Properti Komersial untuk kategori sewa tumbuh 4% sepanjang kuartal II 2024, meningkat dari posisi kuartal sebelumnya yang naik 3,41%. Pada saat yang sama, Indeks Permintaan Properti Komersial untuk kategori jual naik 0,32% sepanjang triwulan II 2024, alias tak banyak berubah dari kuartal I. Sejumlah perusahaan asuransi umum pun mencatat kinerja positif pada lini bisnis asuransi harta benda. Hingga Agustus lalu, PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia alias Tugu Insurance misalnya mencatat pertumbuhan premi asuransi properti sebesar 112% secara tahunan. Presiden Direktur Tugu Insurance Tatang Nurhidayat mengatakan pendapatan premi asuransi harta benda perusahaannya menembus Rp 2,2 triliun. 

Angka tersebut menurutnya melampaui target yang telah ditetapkan perusahaan. Dalam mengembangkan bisnis ini, Tugu Insurance memiliki beberapa strategi. Di antaranya terus mengoptimalkan captive business di sejumlah sektor andalan sekaligus melakukan penetrasi non- captive dengan membangun berbagai kanal distribusi baru. Selain itu, Tugu Insurance juga terus mengembangkan berbagai produk yang kompetitif, agar dapat diterima dan sesuai kebutuhan pasar. Sementara itu Presiden Direktur PT Asuransi Tokio Marine Indonesia, Sancoyo Setiabudi pendapatan premi asuransi harta benda perseroan tumbuh 12% hingga Agustus 2024. Premi dari sektor properti komersial menjadi pendorongnya. Sancoyo bilang, pihaknya optimistis dapat mempertahankan kinerja solid asuransi harta benda sampai dengan akhir tahun 2024. Sampai saat ini, lanjutnya, asuransi harta benda masih selaras dengan target yang ditetapkan perseroan senilai Rp 1 triliun.

Tren Kredit Macet Fintech Lending Menurun

HR1 03 Oct 2024 Kontan

Kredit macet industri fintech peer to peer (P2P) lending terus melandai. Menilik data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Agustus, angka tingkat wanprestasi 90 hari (TWP90) fintech lending sebesar 2,38%. Ini adalah level terendah sejak Mei 2022. Ketua Umum AFPI Entjik Djafar menyampaikan, perbaikan TWP90 tak terlepas dari strategi banyak penyelenggara fintech lending yang kini lebih fokus pada debitur yang sudah punya track record baik. Pemain fintech lending juga semakin hati-hati dalam memberi pinjaman dana. Entjik menambahkan, membaiknya TWP90 juga dipengaruhi kesadaran borrower untuk membayar tepat waktu yang kian baik. "Para borrower yang menunggak akan dilaporkan ke Sistem Layangan Informasi Keuangan (SLIK) dan akan berdampak pada nama baik di masa depan," ungkap dia. Para pemain mengamini TWP90 terus turun. PT Akselerasi Usaha Indonesia misalnya menyebut angka TWP90 berada di bawah 1%. 

Group CEO & Co-Founder Akseleran Ivan Nikolas Tambunan memprediksi tingkat kredit macet secara agregat bisa berada di bawah 1% hingga akhir tahun ini. Modalku juga mengalami perbaikan kredit macet. Country Head Modalku Indonesia Arthur Adisusanto mengatakan, per 1 Oktober 2024, TWP90 turun 0,2% menjadi 2,1%, dari 2,3% pada akhir September 2024. Untuk menekan kredit macet, Modalku akan fokus menerapkan prinsip kehati-hatian. PT Pembiayaan Digital Indonesia (AdaKami) menyatakan akan menerapkan sejumlah upaya untuk menjaga angka TWP90 di level terendah. Berdasarkan data di situs perusahaan, AdaKami mencatat angka TKB90 sebesar 99,80%. Ini artinya TWP90 Adakami ada di 0,2%. Chief of Public Affairs AdaKami Karissa Sjawaldy bilang, AdaKami berkomitmen menjaga kualitas kredit yang disalurkan lewat inovasi teknologi dan pelayanan.

Kredit Kendaraan Tetap Menjadi Andalan

HR1 02 Oct 2024 Kontan

Bisnis pembiayaan kendaraan bermotor masih jadi tulang punggung sejumlah multifinance. Di tengah pasar yang masih lesu, sejumlah leasing mengatur strategi agar pembiayaan otomotif tetap menderu. Astra Credit Companies (ACC) misalnya masih mampu membukukan pembiayaan mobil sebesar Rp 26,5 triliun hingga Agustus 2024. EVP Corporate Strategic & Communication ACC Riadi Prasodjo bilang nilai tersebut tumbuh 5% dibanding periode yang sama pada tahun lalu. Dengan kondisi pasar yang masih menantang, Riadi bilang ACC terus berusaha untuk beradaptasi memaksimalkan potensi segmen pembiayaan yang masih bisa tumbuh. Misalnya dari pasar pembiayaan mobil bekas. 

Sementara itu, Direktur Utama Mandiri Utama Finance (MUF) Stanley Setia Atmadja menyebut pembiayaan mobil baru di perusahaannya masih bisa bertumbuh positif di tengah penjualan wholesale mobil nasional yang masih menukik 17,1% hingga Agustus 2024. Untuk mendorong pembiayaan mobil baru hingga akhir 2024, Stanley bilang perseroan akan melakukan sejumlah strategi. Di antaranya melakukan ekspansi jaringan, penguatan dan perluasan kerja sama dengan rekanan dealer, serta menggelar berbagai event untuk menjangkau konsumen di berbagai kota besar. Direktur Keuangan WOM Finance Cincin Lisa mengungkapkan pihaknya memilih untuk mengalihkan fokus pembiayaan ke segmen lain di tengah lesunya pasar sepeda motor baru. Selama delapan bulan pertama tahun ini , dia bilang penyaluran pembiayaan sepeda motor baru perseroan mencapai Rp 742 miliar, dari total new booking yang sebesar Rp 3,7 triliun.

Dapen Alihkan Dana di Tengah Penurunan Bunga

HR1 01 Oct 2024 Kontan

Penurunan suku bunga acuan menekan prospek investasi deposito. Dengan kondisi ini, industri dana pensiun (dapen) mencari peluang investasi yang lebih baik dari instrumen investasi lain. Direktur Utama Dana Pensiun BCA Budi Sutrisno mengatakan penurunan suku bunga acuan akan diikuti oleh penurunan bunga deposito perbankan. Dus, instrumen ini jadi kurang menarik dibandingkan alternatif lain. Nah salah satu instrumen yang cocok untuk dijadikan tempat switching dari deposito adalah produk Sekuritas Rupiah Bank Indonesia alias SRBI. Selain menawarkan imbal lebih tinggi, karakteristik SRBI juga serupa dengan deposito yang cocok untuk liabilitas jangka pendek. "Dapen BCA sendiri mengalihkan sebagian investasi deposito ke instrumen SRBI sekitar 30% mulai sejak April 2024," kata Budi. Saat ini porsi investasi Dapen BCA di deposito mencapai 13,4%. 

Senada, Direktur Utama Dana Pensiun Bank Mandiri Abdul Hadie bilang SRBI jadi instrumen yang menarik di tengah potensi layunya bunga deposito. Meski begitu, Hadie mengatakan penurunan suku bunga BI tidak akan mengubah strategi investasi Dana Pensiun Bank Mandiri secara signifikan. Industri Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) juga melihat potensi penurunan suku bunga bunga deposito berpotensi membuat porsi investasi di instrumen tersebut terkikis. Padahal, deposito kerap menjadi salah satu keranjang terbesar bagi DPLK saat menaruh dana investasi. Direktur Eksekutif Asosiasi DPLK Syarif Yunus bilang pengelola DPLK harus menjaga pilihan investasi dari peserta untuk mendapatkan tingkat imbal hasil pengembangan yang layak dan optimal. Bila menilik data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), DPLK tercatat mengoleksi surat berharga Bank Indonesia, terutama SRBI, pada Oktober 2023 senilai Rp 28,5 miliar. Namun nilainya terus naik hingga menembus Rp 4,9 triliun pada Juni 2024.