Peritel Berharap Bisa Ketiban Berkah Lagi
Kinerja emiten ritel masih positif selama kuartal I 2024. Hasil ini berkat dari adanya beberapa perayaan di tiga bulan pertama tahun ini. Beberapa peritel tercatat mengalami kenaikan pendapatan dan laba sepanjang kuartal I 2024. Misalnya, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) mencatatkan pendapatan Rp 8,78 triliun di kuartal I 2024. Ini naik 17,8% secara tahunan alias year on year (yoy) dari sebelumnya Rp 7,5 triliun. PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) juga mencatatkan pendapatan Rp 829,09 miliar di kuartal I 2024. Raihan ini melonjak 42,02% yoy dari sebelumnya Rp 583,75 miliar.
Sementara, laba tahun berjalan Rp 106,81 miliar di kuartal I 2024, melesat 254,01% yoy dari Rp 30,17 miliar. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo menilai, kinerja peritel yang positif itu berkat penjualan dan laba yang tumbuh signifikan di kuartal I 2024. Di periode tersebut, beberapa Hari Raya jadi penopang. Mulai dari Imlek, hingga periode puasa dan Lebaran. Ia memprediksi, emiten ritel masih bisa mencatatkan pertumbuhan positif hingga akhir tahun 2024.
Senior Investment Information
Mirae Asset Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama menilai, pertumbuhan kinerja emiten ritel agak lambat. Namun masih menunjukkan pertumbuhan berkelanjutan. Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat, pergerakan saham ACES berada di level
support Rp 890 per saham dan
resistance
Rp 940 per saham. Herditya merekomendasikan
buy if break
untuk ACES dengan target harga Rp 975 – Rp 1.005 per saham.
Equity Analyst
Kanaka Hita Solvera, William Wibowo melihat, pergerakan saham MAPI berada di level
support
Rp 1.300 per saham dan
resistance
Rp 1.775 per saham. Rekomendasinys adalah
wait and see.
Aset Safe Haven Jadi Jawara Portofolio Sepanjang Bulan April
Ketidakpastian ekonomi dan geopolitik yang cukup tinggi pada bulan lalu membuat sejumlah kinerja portofolio investasi terpuruk. Mata uang kripto yang sebelumnya mampu naik tinggi, terkoreksi pada April 2024. Bitcoin turun 9,50% secara bulanan ke level 63.385 pada Selasa (30/4). Bitcoin terseret derasnya arus dana keluar dari ETF BTC spot sebagai respon kebijakan bunga acuan Fed. Instrumen safe haven seperti dolar Amerika Serikat (AS) dan emas terus menguat. Pairing USD/IDR naik 2,64% sepanjang April dibanding Maret 2024 ke level Rp 16.276 per dolar AS pada Selasa (30/4). Adapun emas di pasar spot menguat 4,15% secara bulanan ke US$ 2.331 per ons troi.
Namun, angka tersebut lebih kecil dibandingkan pada Maret 2024 yang naik hingga 8,94%.
Sementara emas batangan Antam juga ikut terkerek 6% ke Rp 1,325 juta per gram. Kenaikannya juga lebih rendah dari Maret 2024 yang mencapai 9,75%. CEO Pinnacle Investment Indonesia Guntur Putra mengatakan, investor bisa mengandalkan portofolio investasi emas yang dapat menjadi safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik atau ketika ada gejolak pasar.
Senior Economist KB Valbury Sekuritas Fikri C mengatakan, investasi emas Antam cukup menarik dalam jangka panjang karena mempunyai jaminan keamanan, dan potensi gain yang cukup signifikan. Fikri mencermati, harga emas dunia masih bisa berpotensi menguat pada tahun ini. Harga emas didukung oleh kebijakan pivot atau pembalikan arah kebijakan moneter Fed dan pemangkasan suku bunga yang diprediksi akan terjadi pada September 2024.
Bank Besar Menaikan Porsi Perdagangan
Risiko kredit perbankan berpotensi meningkat di tengah kenaikan bunga acuan Bank Indonesia (BI) ke level 6,25% serta faktor sentimen ekonomi global dan domestik. Untuk mengantisipasi risiko ini, perbankan melakukan penguatan pencadangan. Kenaikan suku bunga dan potensi kenaikan inflasi bisa berdampak pada likuiditas perbankan. Penurunan likuiditas akan membuat perebutan dana semakin sengit, yang akhirnya meningkatkan biaya dana dan menurunkan kualitas aset perbankan. Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan, untuk mengantisipasi potensi peningkatan risiko kredit tersebut, BRI terus memantau tingkat kredit bermasalah alias non performing loan (NPL) dan terus melakukan simulasi stress test secara berkala. Per Maret 2023, nilai NPL BRI mencapai Rp 40,6 triliun, dengan rasio terhadap kredit sebesar 3,11%. Untuk itu, BRI telah melakukan pencadangan hingga 214,2%. Di akhir tahun, BRI menargetkan NPL turun ke bawah level 3%.
Sementara jumlah kredit berisiko alias
loan at risk
(LAR) BRI mencapai Rp 166,2 triliun atau 12,7% dari total kredit. Ini termasuk kredit dalam perhatian khusus Rp 74,4 triliun dan restrukturisasi kredit Rp 51,1 triliun. Jumlah LAR tersebut meningkat dari Rp 157,9 triliun pada Maret 2023.
Bank Mandiri dan Bank Negara Indonesia (BNI) bahkan memupuk pencadangan lebih tinggi, masing-masing dengan rasio 318% dan 330,2%. Ini dilakukan meski kualitas aset keduanya membaik.
Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini mengatakan, perbaikan kualitas aset tidak hanya terlihat dari NPL. Rasio LAR bank ini juga telah menyusut dari 16,3% pada Maret 2023 menjadi 13,3%. Ia bilang, kualitas kredit akan terus diperbaiki agar biaya kredit susut.
Direktur Keuangan BCA Vera Eve Lim mengatakan, BCA akan terus mengkaji nilai CKPN sesuai perkembangan kualitas aset dan kondisi perekonomian.
Inflasi Medis Mengerek Klaim Asuransi
Sejumlah perusahaan asuransi jiwa mengalami peningkatan pembayaran klaim asuransi kesehatan di kuartal I-2024. Menilik data AAJI, pada 2023, klaim asuransi kesehatan naik 24,9%. PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (LIFE) mencatatkan pembayaran total klaim kesehatan dan meninggal dunia sebesar Rp 164 miliar di kuartal I tahun ini. Head of Customer and Marketing MSIG Life Lukman Auliadi mengatakan, nilai klaim tersebut meningkat sebanyak 20% dibandingkan realisasi di periode sama tahun sebelumnya. Sementara, pendapatan premi MSIG Life tumbuh 29% menjadi Rp 792 miliar. PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia mencatatkan pembayaran klaim senilai Rp 293 miliar. Klaim tersebut mencakup klaim meninggal dunia, penyakit kritis dan kesehatan di kuartal I-2024. Chief Marketing Officer Generali Indonesia Vivin Arbianti Gautama mengatakan, secara nominal, angka klaim ini meningkat 9,72%. Sedangkan berdasarkan jumlah kasus meningkat 13,42%.
Vivin menambahkan, saat ini pihaknya tengah membangun dialog dengan regulator dan berbagai stakeholder yang ada agar inflasi medis bisa terkendali. Sehingga kendati klaim kesehatan meningkat, kinerja keuangan industri asuransi tetap terjaga.
Terkait inflasi medis, PT Prudential Life Assurance berstrategi meningkatkan kerjasama dengan mitra rumahsakit melalui PRUPriority Hospitals. "PRUPriority Hospitals yang disediakan oleh Prudential ini memberikan kualitas proteksi unggul dan menyeluruh, dengan memberi nilai lebih bagi nasabah," kata Tony Benitez, Presiden Direktur Prudential Indonesia.
Per April 2024, Prudential sudah bermitra dengan 306 rumah sakit untuk PRUPriority Hospitals, dengan layanan non-tunai di 91 kota Indonesia. Per akhir kuartal I, Prudential telah membayar klaim sebesar Rp 4,1 triliun. RBC perusahaan ini di 445%
SIASAT BUMN JAGA RESILIENSI
Tingginya ketidakpastian global dan kondisi domestik yang dinamis menuntut BUMN untuk terus adaptif dan bertransformasi. Sejumlah langkah pun disiapkan baik oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun korporasi pelat merah demi menjaga resiliensi sekaligus menopang akselerasi. Beberapa di antaranya yaitu dengan melakukan integrasi model bisnis yang berkelanjutan, serta menempatkan korporasi pelat merah sebagai pionir pengembangan ekonomi hijau di Tanah Air. Dalam Bisnis Indonesia BUMN Forum 2024 yang digelar Selasa (30/4), Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan saat ini tantangan ekonomi Indonesia masih besar.
Konflik geopolitik, lanjutnya, berisiko menimbulkan disrupsi rantai pasok yang berimbas terhadap gejolak harga komoditas energi. Sementara itu, tertundanya pelonggaran moneter di Amerika Serikat disebut pria yang akrab disapa Tiko itu memantik capital outflow dari pasar keuangan Indonesia. Akibatnya, Bank Indonesia harus mengerek naik suku bunga acuan ke level 6,25% demi stabilisasi rupiah. Meski begitu, pertumbuhan ekonomi Indonesia diyakini masih dapat menyentuh level 5% pada 2024. Optimisme itu ditopang oleh konsumsi domestik yang masih kuat, deru mesin manufaktur, serta prospek aliran investasi setelah pemodal wait and see selama periode Pemilu. Dari sisi struktur organisasi, Kementerian BUMN yang dipimpin oleh Erick Thohir itu memangkas jumlah BUMN dari 120 perusahaan menjadi sekitar 40 perusahaan yang diklasifi kasikan ke dalam 12 klaster. Dari sisi struktur organisasi, Kementerian BUMN yang dipimpin oleh Erick Thohir itu memangkas jumlah BUMN dari 120 perusahaan menjadi sekitar 40 perusahaan yang diklasifi kasikan ke dalam 12 klaster.
Upaya transformasi BUMN pun dinilai mulai membuahkan hasil yang tecermin dari peningkatan kinerja keuangan. Capaian laba konsolidasi BUMN tercatat meningkat menjadi Rp290 triliun pada 2023 dengan rekor setoran dividen Rp80 triliun. Dalam 2—3 tahun ke depan, dividen BUMN ke negara diharapkan bisa menembus Rp100 triliun. Dalam jangka pendek, lanjut Tiko, Kementerian BUMN sedang menyiapkan handover document menjelang pergantian pemerintahan sehingga memastikan transisi keberlanjutan dan kesehatan jangka panjang BUMN. Rabin Indrajad Hattari, Sekretaris Kementerian BUMN, menambahkan pihaknya tengah menyiapkan sejumlah aturan main baru terkait dengan prinsip korporasi yang berkelanjutan. Pertama, peta jalan BUMN hijau yang memuat strategi dan target BUMN untuk mencapai emisi nol bersih. Kedua, pedoman terkait dengan climate related financial disclosure standards.
Dari kalangan korporasi pelat merah, Direktur Utama Pertamina New & Renewable Energy (PNRE) John Anis mengatakan pihaknya terus mengembangkan proyek-proyek energi baru dan terbarukan, termasuk panel surya (solar EV), geotermal, hingga bioetanol.
Transisi energi hijau juga digulirkan PT PLN (Persero). Menurut EVP Perencanaan Sistem Ketenagalistrikan PLN Warsono, pengembangan renewable energydalam beberapa tahun ke depan akan mengurangi penggunaan batu bara.
Sementara itu, penyaluran pembiayaan berkelanjutan ke segmen mikro terus dipicu oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI). Per Desember 2023, peminjam aktif mencapai 1,22 juta dengan outstanding Rp82 triliun.SVP Micro Development & Agent Banking Bank Mandiri Ashraf Farahnaz mengatakan segmen mikro memiliki potensi yang besar. “Bank Mandiri memiliki kekuatan teknologi untuk bisa mempersiapkan layanan UMKM [terbaik], digitalisasi jadi garda terdepan,” ujarnya.
BSI Cetak Laba Impresif Rp1,71 Triliun Hingga Maret 2024
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) berhasil mencatat kinerja yang mengesankan dengan mencetak laba Rp1,71 triliun pada kuartal I/2024 di tengah kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian. Salah satu faktor utama yang mendukung kinerja positif BSI adalah pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK), yang naik 10,43% year-on-year menjadi Rp297 triliun. Peningkatan ini didorong oleh pertumbuhan tabungan sebesar 8,75% dan giro sebesar 10,52%, yang membantu BSI menempati peringkat kelima nasional dalam penghimpunan tabungan. Direktur Utama BSI Hery Gunardi me ngata kan pertumbuhan dana murah dan konsistensi BSI dalam menjalankan fungsi intermediasi menjadi pendorong kinerja positif. Dari sisi intermediasi, BSI berhasil menyalurkan pembiayaan hingga mencapai Rp247 triliun pada kuartal I/2024, meningkat 15,89% dari tahun sebelumnya.
Dari jumlah tersebut, 54,62% dialokasikan untuk segmen konsumer, 27,81% untuk segmen wholesale, dan 17,56% untuk segmen retail. Pada segmen konsumer, pembiayaan terutama ditujukan untuk produk seperti pembiayaan griya, mitraguna, dan pembiayaan emas.
Dari sisi digital, BSI terus mendorong peningkatan layanan melalui BSI Mobile yang penggunanya melonjak 29,35% YoY menjadi 6,70 juta orang pada Maret 2024. BSI Mobilemencatatkan jumlah transaksi sebesar 118,5 Juta dengan volume transaksi mencapai Rp145,1 Triliun. Jumlah nasabah yang membuka rekening secara onlinepun mencapai 93,6% dari nasabah baru BSI hingga Maret 2024. BSI juga meningkatkan jumlah merchant QRIS menjadi 320 ribu, naik 80,84%, dengan jumlah transaksi mencapai 5,85 juta senilai Rp 551 miliar.
Waspadai Fenomena Sell in May
Kinerja indeks harga saham gabungan atau IHSG kembali terkoreksi dalam sebulan terakhir. Sepanjang periode April, indeks komposit secara akumulatif merosot 0,75% setelah ditutup di level 7.234,20 pada Selasa (30/4). Tren negatif ini sejatinya telah dimulai sejak pertengahan Maret lalu. Selepas menyentuh level tertinggi di 7.433,32, IHSG berfluktuasi tajam dengan kecenderungan melemah. Ketidakpastian ekonomi global yang diperburuk oleh situasi geopolitik terus-terusan memberikan tekanan ke pasar saham. Pada awal pekan ini, indeks komposit memang berbalik arah dengan menguat selama 2 hari perdagangan berturut-turut. IHSG melesat 1,70% pada Senin dan keesokannya kembali mencatatkan kenaikan 1,10%. Akan tetapi, kami menilai apresiasi ini lebih banyak didorong oleh sentimen ekonomi domestik serta kinerja emiten kuartal I/2024.
Di sisi lain, kami memandang bahwa investor sesungguhnya masih mengambil sikap wait and see sembari menanti rilis data ekonomi penting di global pada pekan ini. Selain itu, pelaku pasar juga tengah menantikan hasil pertemuan The Fed, bank sentral Amerika Serikat, yang berakhir dini hari tadi.
Situasi ekonomi di Negeri Paman Sam juga belum cukup menggembirakan. Biaya tenaga kerja meningkat pada kuartal pertama tahun ini, di tengah kenaikan upah dan tunjangan. Ini mengisyaratkan tingkat inflasi di negara itu bakal terus terkerek.
Karena itulah, kami melihat bahwa keberuntungan sedang menjauh dari pasar saham. Tidak banyak katalis yang cukup kuat mendorong pergerakan indeks komposit, setidaknya dalam beberapa waktu ke depan. Sebaliknya, sentimen negatif seolah tengah mengepung pasar. Belum lagi, ada fenomena psikologis sell in May and go away yang selalu menghantui periode perdagangan di bulan ini. Secara historis, fenomena ini berpengaruh langsung terhadap performa indeks komposit.
Jika dirinci, IHSG turun 3,14% selama Mei 2018, terkoreksi 3,81% pada Mei 2019, minus 0,8% sepanjang Mei 2021, dan melemah 1,11% pada Mei 2022. Adapun pada tahun lalu, indeks anjlok lebih dalam 4,08% selama periode Mei.
Fenomena sell in May sejatinya tidak dapat menjadi acuan mutlak untuk mengukur kinerja IHSG bulan ini. Kecenderungannya, performa pasar akan relatif bergerak dengan tren melemah dalam 2 pekan pertama untuk selanjutnya terjadi akumulasi positif pada pekan-pekan terakhir di periode Mei.
Kendati dibayangi fenomena sell in May dan hasil pertemuan The Fed, kami meyakini bahwa beberapa katalis yang berasal dari perkembangan ekonomi domestik tetap berpeluang mendorong penguatan indeks kendati dalam intensitas terbatas.
Memacu Keuangan Berkelanjutan di Bank Syariah
Perubahan Iklim dan Pembangunan Berkelanjutan telah menjadi agenda penting di berbagai negara. Kedua terminologi ini rutin digaungkan dalam Conference of the Parties (COP) United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC). Pemerintah berbagai negara (termasuk Indonesia) telah menyepakati bahwa diperlukan aksi konkrit bersama dalam menghadapi perubahan iklim serta mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan (Sustainable Development Goals). Dalam beberapa penyelenggaraan COP, terdapat sejumlah keputusan penting yang menjadi pendorong penyesuaian strategi pemerintah dan swasta terkait isu perubahan iklim. Dimulai dari COP 1 (Jerman, 1995), The Berlin Mandate mendorong penetapan target penurunan emisi yang mengikat secara hukum dan ditindaklanjuti pada COP 3 (Jepang, 1997), The Kyoto Protocol melalui pengenalan tiga mekanisme market-based perdagangan emisi.
Selanjutnya dalam COP 21 (Perancis, 2015), The Paris Agreement menyatakan komitmen untuk menjaga peningkatan suhu dunia di bawah 1,5° Celsius serta pengenalan Nationally Determined Contribution (NDC) yang dikomunikasikan melalui UNFCCC. Terakhir, COP 28 (Uni Emirat Arab, 2023) menyepakati penggunaan energi terbarukan dan pengurangan penggunaan bahan bakar fosil untuk mencapai net zero emission (NZE) tahun 2050. COP yang telah berlangsung selama hampir tiga dekade tersebut telah menghasilkan beberapa progres signifikan, di tengah tantangan yang dihadapi dalam implementasinya. Bahkan, sebanyak US$78,9 miliar telah dihimpun oleh negara maju untuk pembiayaan iklim (OECD, 2020).
Serta, lebih dari 160 perusahaan dengan total aset US$70 triliun berkomitmen untuk mencapai target NZE (UN, 2021). SF erat kaitannya dengan perubahan iklim, tetapi tidak terbatas hanya pada aspek lingkungan. Sebab, SF mengintegrasikan aspek lingkungan (environment), sosial (social), dan tata kelola (governance) atau ESG ke dalam keputusan investasi dan pembiayaan yang diselaraskan dengan Sustainable Development Goals (SDG). Sehingga, cakupan SF lebih luas. Pada konteks industri keuangan syariah, fokus SF dengan ESG selaras dengan tujuan-tujuan syariah (maqashid syariah) yang menjadi landasan bisnis bank syariah. Lalu, pada aspek sosial, prinsip yang didorong adalah mempromosikan keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat. Hal ini telah dilakukan bank syariah melalui peran aktifnya menjadi lembaga penerima zakat, infak, sedekah, dan wakaf serta menyalurkannya melalui lembaga filantropi.
Bank syariah juga mendorong program pemberdayaan masyarakat dan UMKM. Selain itu, minat investor dengan preferensi ESG berpotensi meningkat, reputasi dan citra positif akan terbangun, hingga peningkatan valuasi saham bank dalam jangka panjang. Sebagai gambaran, pada tahun 2022 tercatat US$30,3 triliun diinvestasikan pada aset ESG dan diperkirakan meningkat menjadi US$33,9 triliun pada 2026 (PWC, 2022). Maka, untuk mengoptimalkan potensinya, terdapat tiga hal yang perlu dilakukan bank syariah. Pertama, edukasi prinsip keuangan berkelanjutan dan ESG kepada segenap stakeholder yang meliputi nasabah, investor, dan masyarakat dengan kolaborasi bersama pemerintah, regulator, dan organisasi non-profit. Kedua, formulasi framework ESG yang akan digunakan sebagai pedoman untuk pelaksanaan, pengukuran, serta pengawasan ESG di bank Syariah, termasuk sertifikasi dan rating ESG. Ketiga, peningkatan porsi pembiayaan di sektor ESG, dengan tetap menerapkan manajemen risiko yang prudent.
SHIPPING & LOGISTICS FORUM 2024 : TAKTIS PANGKAS ONGKOS LOGISTIK
Apa hubungan Indonesia sebagai negara kepulauan dengan mahalnya biaya logistik? Dalam ajang Bisnis Indonesia Shipping & Logistics Forum 2024, terungkap hubungan keduanya sangat erat. Forum yang digelar di Raffles Hotel Jakarta pada Selasa (30/4) itu mengungkap data hasil Kajian Biaya Logistik Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasonal (Bappenas) bersama SIRI dengan metodologi terbaru menemukan biaya logistik pada 2022 mencapai 14,1% terhadap produk domestik bruto (PDB). Perinciannya, sektor transportasi darat memegang porsi biaya logistik hingga 7%, sedangkan transportasi laut hanya 3,6%, dan transportasi udara 0,8%, pergudangan 1,5%, dan administrasi 1,2%. Menariknya, kajian itu menemukan bahwa biaya logistik nasional didominasi dari transportasi darat. Padahal, Indonesia merupakan negara kepulauan dengan 16.000-an pulau.
Oleh karena itu, Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Antoni Arif Priadi mengatakan Indonesia tidak bisa terlepas dari problem biaya logistik tinggi akibat dominannya pangsa transportasi darat. Untuk mengupayakan penurunan biaya logistik, Kemenhub tengah membangun pengklasteran sektor maritim atau maritime cluster. Maritime cluster adalah mengidentifi kasi peran stakeholder terkait dengan industri maritim. Problem lain yang perlu diselesaikan adalah maraknya kapal berusia tua di Indonesia. Arif mencatat rata-rata usia kapal di Indonesia di atas 15 tahun, sehingga usia operasional hanya menyisakan 10 tahun lagi.
Direktur Utama PT Pertamina International Shipping (PIS) Yoki Firnandi menyatakan seluruh armada kapal milik perseroan sudah menerapkan standar IMO seperti lambung ganda (double hull) untuk kapal tanker. Penerapan armada sesuai standar IMO merupakan keniscayaan sebagai subholding Integrated Marine Logistics PT Pertamina (Persero) yang fokus dalam bisnis distribusi energi.
Rencananya, PIS menggelar penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) pada 2025. “Tentunya, IPO ini harus dengan rencana yang matang dengan rencana yang sangat baik, sementara kami targetkan tahun depan.”
Sebaliknya, Ketua Umum Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Akbar Djohan mengungkap penerapan logistik ramah lingkungan atau green logistics di Indonesia membutuhkan dukungan pemerintah. Bentuk dukungan pemerintah bisa meniru Eropa dalam insentif kendaraan listrik. Akbar menyatakan insentif pemerintah di Eropa tidak hanya berupa keringanan pajak, tetapi juga diskon harga jual kendaraan listrik yang diberikan bahkan mencapai 30%.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum DPP Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Carmelita Hartoto membeberkan sejumlah peluang dan tantangan yang membayangi industri pelayaran. Salah satu faktor pendukung sektor pelayaran berasal dari pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
DAMPAK EL NINO : Menjaga Ketahanan Pasokan Listrik
Adi Lumakso, Direktur Manajemen Pembangkitan PLN, mengatakan bahwa tantangan kelistrikan di kawasan Sulawesi bagian selatan makin kuat seiring dengan permintaan tenaga listrik pada awal tahun ini yang sebesar 6,73 gigawatt (GW). PLN memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan keamanan pasokan tenaga listrik di wilayah tersebut saat kemarau sebagai dampak dari El Nino terjadi. “Kami berpijak kepada pengalaman, dan untuk itu kami perlu koordinasi benar-benar strategi, baik itu pembangkitan maupun transmisi itu pengaturannya seperti apa,” katanya, Rabu (1/5).
Musim kemarau yang disebabkan oleh El Nino memang kerap menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh masyarakat di Sulawesi Bagian Selatan. Fenomena alam tersebut dapat berakibat pada penurunan debit air di pembangkit listrik tenaga air (PLTA), salah satu sumber energi listrik utama di Sulawesi bagian selatan. “Ketika terjadi El Nino atau musim kemarau, PLN harus berjaga-jaga mitigasinya seperti apa,” kata Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jisman Hutajulu. Sampai dengan Maret 2024, energi pembangkitan listrik di wilayah tersebut terdiri atas batu bara sebesar 50,89%, gas 11,02%, air 29,40%, angin 2,26%, dan bahan bakar minyak sebesar 6,43%.









