Di Balik Cerita Tagihan Bea Masuk yang Viral
Beberapa pekan terakhir, langkah pemerintah menegakkan aturan
pungutan bea masuk menjadi sorotan masyarakat, utamanya di media sosial. Minimnya
pemahaman terkait regulasi yang ada sempat membuat publik menganggap aturan
kepabeanan di Indonesia terlalu ruwet, menyulitkan, bahkan merugikan
masyarakat. Ditjen Bea dan Cukai Kemenkeu telah meluruskan informasi sekaligus
menyelesaikan seluruh persoalan dengan pihak-pihak yang sempat merasa
dirugikan. Beberapa kasus yang memicu reaksi publik, salah satunya ketika
seorang pengguna media sosial Tiktok bernama Radhika Althaf membeli sepatu
seharga Rp 10,3 juta, dan dikenakan tagihan pajak berikut sanksi administratif
sebesar Rp 31,8 juta. Pada kasus lain, seorang pembuat konten mainan, Medy
Renaldy, juga mengeluhkan pungutan bea cukai dan proses penanganan oleh
perusahaan jasa titipan (PJT) terkait mainan karakter robot Megatron dalam
serial Transformers yang akan ia ulas.
Kasus yang mungkin paling banyak menyita perhatian masyarakat
adalah soal hibah alat pembelajaran sekolah luar biasa (SLB) untuk tunanetra yang
tertahan di gudang perusahaan jasa titipan (PJT) selama lebih dari setahun
akibat penerima tak sanggup membayar tagihan tarif bea masuk yang nilainya
mencapai ratusan juta rupiah. Ketiga kasus melibatkan perusahaan jasa titipan
DHL Indonesia. Ini membuat perusahaan penyedia jasa ekspedisi global yang
berkantor pusat di Jerman tersebut turut mendapatkan sorotan. Di sela
kunjungannya ke gudang DHL Express Jakarta Distribution Center di Tangerang,
Banten, pada Senin (29/4) Staf Khusus Menkeu Bidang Komunikasi Yustinus
Prastowo menjelaskan, adanya tagihan sebesar Rp 31,8 juta yang sempat viral di
media sosial muncul lantaran ketidakpatuhan pengimpor dalam melaporkan nilai
barang yang ia datangkan ke Indonesia.
Menurut dia, nilai atau harga dari sepatu yang disertakan oleh
jasa pengiriman adalah 35,37 USD atau Rp 562.736. Namun, setelah dicek, nilai
pabeannya semestinya sebesar 553,61 dollar AS (Rp 8,8 juta). ”Bahkan, setelah
dikonfirmasi shippers negara asal, harga sepatu mencapai Rp 11 juta,” ujarnya. Berdasarkan
harga sebenarnya, rincian bea masuk dan pajak impor atas produk sepatu tersebut
adalah bea masuk 30 % Rp 2.643.000, PPN 11 % Rp 1.259.544, dan PPh Impor 20 % Rp
2.290.000, dan sanksi administrasi Rp 24.736.000. ”Pemberian denda ini untuk
menghargai yang patuh. Jangan sampai masyarakat ikutan enggak patuh, demi apresiasi
yang patuh, maka yang tidak patuh diberi denda agar lebih adil,” ujarnya.
Dalam kasus mainan robot Megatron, Dirjen Bea dan Cukai Kemenkeu Askolani menjelaskan, mainan itu sempat tertahan di PJT karena Bea dan Cukai karena harga mainan sempat dianggap tak sesuai ketentuan. Bea dan Cukai pada awalnya menyebut nilai mainan Megatron yang dikirim 1.699 USD, hampir dua kali lipat dari deklarasi yang dibuat importir sebesar 899 USD. Soal tertahannya alat pembelajaran SLB berupa 20 unit keyboard computer braille untuk penyandang tunanetra yang merupakan hibah dari Korsel, Askolani mengakui, itu bisa terjadi lantaran komunikasi yang tidak berjalan baik antara pihak Bea dan Cukai, PJT, dan SLB selaku penerima barang. Askolani mengaku pihaknya tidak pernah diinfokan bahwa keyboard braille asal Korsel itu sebagai barang hibah untuk kebutuhan pendidikan di SLB kawasan Lebak Bulus, Jaksel. (Yoga)
Arus Modal Keluar Tetap Perlu Diwaspadai
Investor telah menarik dana dari dalam negeri dalam jumlah banyak sebulan terakhir. Aksi itu perlu diwaspadai dengan menimbang melemahnya ekonomi dalam negeri dan tren suku bunga tinggi dalam waktu lama. Data Bloomberg per 24 April 2024 menunjukkan arus dana keluar atau capital outflow sepanjang bulan April mencapai Rp 32,4 triliun. Ini menggambarkan total dana yang keluar dari dalam negeri ke luar negeri, baik dari investasi langsung maupun secara tidak langsung. Nilai ini hampir dua kali lipat dibandingkan dengan arus kas keluar pada Maret 2024 sebesar Rp 18,6 triliun. BRI Danareksa Sekuritas, dalam laporan analisisnya pada Senin (29/4) memaparkan, arus keluar itu terjadi di pasar saham.
Sebulan terakhir, arus kas asing yang keluar tercatat mencapai Rp 16 triliun dengan arus kas asing sepanjang minggu keempat April sebesar Rp 4,8 triliun. ”Ini mengakibatkan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 0,7 persen dalam sepekan sampai perdagangan akhir pekan lalu,” kata mereka. Seperti diketahui, IHSG pada pekan lalu sempat turun ke titik terendah dalam setahun terakhir hingga 7.036 pada penutupan perdagangan, Jumat (26/4), yang dipicu aksi penjualan saham oleh investor asing hingga Rp 2 triliun. Dari instrumen investasi pendapatan tetap, data Kemenkeu per 25 April 2024 mengungkapkan bahwa arus keluar investor asing pada obligasi pemerintah atau surat berharga negara (SBN) berjumlah Rp 16,8 triliun dalam sebulan terakhir.
Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Suminto, dalam konferensi pers APBN Kita edisi April, di Jakarta, Jumat (26/4) menjelaskan, arus kas keluar ini terjadi karena faktor global, antara lain geopolitik serta kebijakan bank sentral AS yang menahan suku bunga tinggi untuk waktu yang lebih lama. Penguatan dollar karena kondisi ekonomi dan proyeksi kebijakan suku bunga di AS membuat imbal hasil obligasi Treasury AS bertenor 10 tahun naik menjadi 4,67 % per 26 April dari sebelumnya di 4,62 %. Namun, arus kas masuk (inflow) mulai terlihat dalam pekan lalu, setelah BI menaikkan suku bunga menjadi 6,25 % dari 6 % pada pertengahan pecan lalu. Imbal hasil obligasi Pemerintah Indonesia tenor 10 tahun meningkat sebesar 15 bps menjadi 7,18 %. (Yoga)
Kasus Kejahatan Perikanan Minim Respons
Penyelundupan BBM solar, yang diduga bersubsidi, untuk
kegiatan pencurian ikan oleh kapal asing ilegal di Laut Arafuru, Maluku, Minggu
(14/4) sepi tindak lanjut. Meski telah berselang dua pekan, tak tampak tindak
lanjut di kalangan para pemangku kepentingan. Bahkan, permintaan keterangan
sekalipun, tak banyak direspons. Sekretaris Perusahaan PT Pertamina Patra Niaga
Irto Ginting, saat dikonfirmasi, Senin (29/4) sore, menyatakan masih mengecek
peristiwanya. Direktur Pembinaan Usaha Hilir pada Ditjen Migas Kementerian ESDM
Mustika Pertiwi belum merespons pertanyaan Kompas melalui pesan singkat.
KKP mengamankan kapal pengangkutikan asal Indonesia, KM Mitra
Utama Semesta (MUS), di Laut Arafura, Maluku, 14 April 2024. Kapal itu terindikasi
melakukan alih muatan (transhipment) dengan dua kapal ikan asing ilegal, Run Zeng
(RZ) 03 dan RZ 05. Alih muatan ini mencakup penyelundupan 150 ton BBM jenis
solar dari KM MUS ke kapal asing, suplai 100 ton ikan segar dari kapal asing ke
KM MUS, dan distribusi 55 ABK Indonesia dari KM MUS ke kapal asing. Lewat kasus
ini, KKP mengungkap tiga kejahatan sekaligus. Pertama, pencurian ikan. Kedua,
penyelundupan solar yang diduga bersubsidi. Ketiga perdagangan orang dan perbudakan.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengemukakan,
pengejaran terhadap kapal asing ilegal RZ 03 dan RZ 05 terus dilakukan,
termasuk menelusuri pemilik kapal tersebut. Kerja sama akan dilakukan dengan
kementerian, instansi terkait, dan aparat penegakan hukum, katanya di sela acara
Indonesia Aquaculture Business Forum 2024 di Jakarta, Senin (29/4). Ia
menambahkan, pemilik kapal KM MUS sudah diidentifikasi dan dilakukan
pemeriksaan melalui BAP. Adapun agen lokal dari kapal ikan asing illegal RZ 03 dan
RZ 05 sedang diidentifikasi untuk kemudian akan dipanggil guna pemeriksaan. Trenggono
juga berjanji akan bekerja sama dengan Pertamina hingga Interpol untuk mengejar
kapal asing dan pemasok BBM ilegal. (Yoga)
Kisah Tambak Udang Karimunjawa
Usaha tambak udang di Kepulauan Karimunjawa, Jepara, Jateng,
menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi, usaha itu diklaim menyerap banyak
tenaga kerja dan menggerakkan perekonomian, namun juga mencemari lingkungan dan
melanggar aturan. Kemunculan tambak udang di Karimunjawa dimulai Sumarlan (78)
asal Pati, Jateng, yang menetap di Desa Kemujan, Karimunjawa, Jepara. Sumarlan
melihat banyak lahan tidur dan rawa yang berpotensi untuk budidaya udang windu,
lalu membangun tambak udang yang melibatkan puluhan warga dengan cangkul sehingga
memakan waktu dua tahun. Tahun 1989, tambak berukuran 100 x 50 meter itu mulai
beroperasi. ”Budidaya udang windu berlangsung sampai tahun 1998. Karena krisis
ekonomi global, harga jual udang turun,” kata Suroto (43), menantu sekaligus
penerus usaha tambak udang yang dirintis Sumarlan, saat ditemui di Kemujan,
Selasa (16/4).
Tahun 2016, muncul tambak udang intensif pertama di
Karimunjawa dengan udang vaname. ”Dalam satu siklus (panennya) sukses luar
biasa. Aaya belajar (budidaya udang vaname) dari beliau,” ujar Suroto. Sekali
panen, menghasilkan 6-8 ton udang dengan keuntungan bersih Rp 20 juta-Rp 30
juta. Keuntungan besar dari tambak udang vaname membuat warga Kemujan tergiur
membuka usaha serupa. Salah satunya Faisol (33) yang menjadi petambak pada 2022.
Dengan modal Rp 1,5 miliar, ia membuat enam petak tambak dengan luas
masing-masing 8.000 meter persegi yang beroperasi mulai 2023. ”Dengan sistem
tambak intensif, dari Januari 2023 sampai Februari 2024, saya tiga kali panen. Sekali
panen, pendapatan bersih Rp 50 juta,” ucap Faisol.
Berdasarkan data Tim Ter padu Penyelesaian Tambak Udang
Karimunjawa, ada 238 petak tambak udang vaname yang tersebar di 33 titik pada dua
desa, yakni Desa Kemujan dan Desa Karimunjawa. 20 titik adalah tambak intensif,
enam titik tambak semiintensif, dua titik tambak udang tradisional, dan lima
titik tidak diketahui jenisnya. Wakil Ketua Masyarakat Akuakultur Indonesia
Budhy Fantigo menyebut, budidaya tambak udang vaname di Karimunjawa terus
berkembang. Pada 2022, tambak udang vaname di Karimunjawa bertambah menjadi 33
titik dengan luas total 41 hektar, yang dimiliki 18 orang, 10 diantaranya warga
luar Jepara, seperti Rembang, Surabaya, dan Indramayu. Pada 2018-2019, produksi
udang dari Karimunjawa 1.600 ton per tahun, senilai Rp 131 miliar. Keberadaan
tambak udang di Karimunjawa menyerap banyak tenaga kerja, terutama saat musim
panen, mencapai lebih dari 1.000 orang.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Jepara Hery
Yuliyanto menyebut, aktivitas tambak udang vaname di Karimunjawa tak berizin. Berdasarkan
Perda No 4 Tahun 2023 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Jepara Tahun
2023-2043, Karimunjawa tidak diperuntukkan untuk aktivitas tambak udang. Usaha
tambak udang di Karimunjawa juga dinilai mencemari lingkungan. Bahkan, empat
petambak telah ditetapkan sebagai tersangka terkait pencemaran limbah tambak
udang di Taman Nasional Karimunjawa, dimana para petambak membuang limbah
tambak udang ke wilayah perairan TN Karimunjawa tanpa izin sehingga
mengakibatkan kerusakan terhadap terumbu karang dan menyebabkan wisatawan yang
melakukan aktivitas wisata di pantai dan perairan TN Karimunjawa gatal-gatal, kata
Dirjen Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan KLHK Rasio Ridho Sani,pada
Maret. (Yoga)
Harga Kopi Robusta Melonjak, Pesanan Meningkat
Menjelang panen raya, harga kopi robusta di Lampung melonjak.
Petani menerima banyak permintaan kopi, tidak hanya dari berbagai kota, tetapi
juga luar negeri. Danuri (60), petani kopi Desa Way Harong, Tanggamus, Lampung,
mengatakan, harga biji beras kopi atau green bean jenis robusta ditingkat
petani Rp 55.000-Rp 60.000 per kg, naik dua kali lipat dibandingkan panen tahun
lalu, Rp 35.000 per kg. Pada panen sebelumnya, biji kopi asalan Rp 20.000-Rp
25.000 per kg. ”Kami baru merasakan harga kopi bisa menembus Rp 60.000 per kg
tahun ini. Semoga harganya tetap stabil sampai masa panen raya bulan depan,”
kata Danuri saat dihubungi dari Bandar Lampung, Senin (29/4).
Harga biji kopi petik merah atau fine robusta jauh lebih tinggi,
yaituRp 100.000 per kg. Sementara harga kopi bubuk Rp 120.000-Rp 200.000 per kg
menyesuaikan kualitas. Kenaikan harga kopi ini dipicu anjloknya hasil panen tahun
lalu akibat El Nino. Saat itu, hasil panen kopi dari lahan seluas 1 hektar
lahan tak lebih dari 1 kuintal. Jumlah itu jauh dibandingkan dengan produksi
saat normal yang bisa mencapai 1-1,5 ton per hektar. Menurut Danuri, sejumlah pembeli
dari berbagai kota di Indonesia ataupun dari luar negeri telah menghubunginya.
Bahkan, ada beberapa calon pembeli yang datang langsung ke
kebun untuk melihat kualitas tanaman kopi robusta. ”Permintaan kopi untuk jenis
fine robusta sudah cukup banyak. Ada pembeli dari Singapura yang minta 1,5 ton.
Ada pembeli dari Jawa yang minta biji kopi sebanyak 5 ton. Tetapi saya belum
bisa menyanggupi semua,” katanya. Harga kopi yang tinggi membuat petani senang,
sekaligus harus waspada dengan keamanan kebun kopi. Saat harga kopi tinggi,
dikhawatirkan rawan pencurian. Petani juga berkoordinasi dengan polisi
setempat. Purna (48), petani kopi asal Sekincau, Kecamatan Sekincau, Kabupaten
Lampung Barat, mengatakan, petani kopi membentuk kelompok ronda untuk saling
membantu menjaga kebun kopi, terutama pada malam hari. (Yoga)
Muhammad Fauzal Rizki dan Hana Purnawarman, Mengubah Sampah Jadi Produk Karbon
Muhammad Fauzal Rizki dan Hana Purnawarman fokus pada pengembangan ekonomi sirkular melalui Sampangan, perusahaan rintisan yang mereka bangun pada 2019, dengan visi agar sampah tidak terbuang sia-sia sehingga dapat menciptakan dampak positif jangka panjang secara sosial, lingkungan, dan ekonomi Bersama dengan Mycotech Lab (MYCL), perusahaan rintisan dari Bandung, Jabar, Sampangan yang berbasis di Bekasi meraih dana hibah 250.000 dollar Singapura atau Rp 2,9 miliar pada Philanthropy Asia Summit (PAS) 2024 di Singapura, 15-17 April lalu. Sampangan bersama MYCL dan tiga perusahaan rintisan dari AS, Hong Kong, dan Filipina terpilih sebagai peserta dalam kelompok pertama program mentoring amplifier (penguat). Program ini diselenggarakan the Centre for Impact Investing and Practices (CIIP) dan Philanthropy Asia Alliance (PAA), yang merupakan entitas ekosistem Temasek Trust, Singapura.
Fauzal menuturkan, Sampangan fokus pada pengelolaan sampah, kebetulan lokasi usaha mereka dekat TPST Bantargebang, Bekasi. ”Saat mendirikan Sampangan, kami tidak tahu apa itu ekonomi sirkular. Pokoknya kami ingin bikin sampah jadi barang. Kami mulai usaha ini, karena kami melihat sampah jadi masalah besar di Indonesia,” kata Fauzal di PAS 2024, Selasa (16/4). Mengingat solusi masalah sampah di Indonesia selama ini adalah daur ulang, bukan memproses sampah. Padahal, daur ulang hanya memanfaatkan 10 % sampah. ”Kami memproses sampah dengan teknologi karbonisasi dengan mesin The Magic Box,” ujar Fauzal, founder dan Chief Executive Officer (CEO) Sampangan ini. The Magic Box adalah mesin pemroses sampah yang diciptakan Dr Ishenny Mohd Noor, ayah Fauzal.
Mesin tersebut bisa memproses semua jenis sampah organik maupun anorganik walau tercampur. Hasilnya adalah produk bernilai jual tinggi, misalnya karbon aktif. Cara kerja The Magic Box mirip penanak nasi (rice cooker) sumber utama energinya dari energi potensial sampah yang dimasukkan ke dalamnya. Mesin itu bisa mengubah sampah menjadi energi panas dalam prosesnya. ”Karena ini pemanasan, emisinya sangat rendah. Proses ini pun sangat ramah lingkungan,” katanya. Sampah organik yang diproses The Magic Box akan menjadi karbon aktif dan pupuk karbon cair dan sampah plastik menjadi minyak mentah (crude oil), lalu diproses lagi menjadi biokatalis. ”Biokatalis digunakan sebagai input ke dalam mesin. Biokatalis bisa menurunkan keperluan energi mesin sehingga terjadi efisiensi energi,” ujarnya. Satu mesin The Magic Box dengan kapasitas 1-5 ton per hari cuma butuh 3 kWh, setara penggunaan satu unit pendingin udara (AC).
”Biaya listrik pabrik kami cuma Rp 1 juta per bulan. Itu inti desain teknologi kami, rendah energi, rendah emisi, tetapi nilai jualnya tinggi,” ungkapnya. Sampangan memproduksi karbon aktif, berbentuk seperti arang, tetapi tidak bisa dibakar dan memiliki daya serap tinggi, biasa digunakan untuk obat diare (norit), pengolahan air (water treatment), ban mobil, baterai. Aplikasi industri untuk karbon aktif tergolong sangat luas. Hana Purnawarman selaku co-founder dan Chief Product Officer Sampangan menuturkan, ”Kapasitas produksi karbon aktif pabrik kami 10 ton per bulan. Sementara permintaan karbon aktif dalam kontrak kami 25 ton sampai 40 ton per bulan. Jadi, permintaan masih lebih besar dari kapasitas,” katanya. Karena itu, Fauzal dan Hana bertekad memanfaatkan program amplifier untuk meningkatkan kapasitas produksi agar bisa memenuhi kontrak penjualan, juga untuk pengembangan bisnis agar bisa merambah pasar regional atau ekspor, serta berupaya mendapatkan sertifikasi Science Based Targets initiative (SBTi). (Yoga)
Belum Cukup Mendongkrak Ekonomi
Kebijakan di sektor investasi dalam kurun waktu 10 tahun terakhir dinilai telah mencatatkan kinerja yang baik. Ini terlihat dari realisasi investasi di Tanah Air yang hampir selalu melampaui target. Demikian pula dengan kebijakan di sektor pariwisata yang melampaui sejumlah target performansi indikator kinerja utama (IKU), meski jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) belum pulih seperti masa prapandemi Covid-19. Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) berhasil merealisasikan kinerja pertumbuhan investasi yang positif sejak 2014 hingga 2023. bahkan pada periode tersebut, realisasi selalu melampaui target, kecuali pada tahun 2018, akibat kondisi global. Pada 2014 realisasi investasi tercatat sebesar 101,4% dari target dan berlanjut sebesar 102,06% (2017), dan 94,29% (2018). Pencapaian ini berlanjut pada periode ke-2 pemerintahan Presiden Jokowi yakni saat Menteri Investasi dan Kepala BKPM dijabat oleh Bahlil Lahadahlia yang berlatar belakang pengusaha. (Yetede)
Proses Impor Barang Kiriman Dievaluasi
Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan menyatakan bakal mengevaluasi dan memperbaiki proses impor barang kiriman. Mengingat proses tersebut tidak melibatkan satu pihak melainkan juga pihak lainnya seperti perusahaan jasa titipan (PJT) serta pelaku usaha, karenanya DJBC akan mengedukasi pihak-pihak yang terlibat. "Kita terus perkuat perbaikan kedepan," kata Direktur Jenderal Bea dan Cukai Askolani di DHL Express Distribution Center, Tangerang, Banten. DJBC juga telah secara aktif memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait prosedur importasi barang kiriman. Meskipun demikian DJBC juga menyadari bahwa upaya yang telah dilakukan masih belum menjangkau masyarakat secara masif sehingga menyebabkan masih adanya permasalahan yang dialami para importir. Oleh sebab itu, DJBC akan meningkatkan upaya dalam melaksanakan edukasi kepada masyarakat terkait prosedur kepabeanan. (Yetede)
Barito Renewables Puncaki Kapitalisasi Pasar Saham di Bursa Saham
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) mencatatkan kapitalisasi pasar (market cap) sebesar Rp 1.207 triliun pada penutupan perdagangan Senin (9/4/2024), yang membuatnya memuncaki posisi emiten dengan nilai kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan energi baru terbarukan (EBT) milik konglomerat Parjogo Pangestu ini berhasil menggeser posisi emiten Grup Djarum, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) ke pringkat kedua dengan market cap Rp 1.196 triliun. Sepanjang perdagangan Senin (29/4/2024), saham BREN berhasil menguat +4,64% ke posisi Rp 9.025. Saham emiten Renewables energi ini terus mencatatkan penguatan selama sepekan terakhir, dan telah melesat 1.057% dari harga saat pencatatan (listing) perdana di BEI sebesar Rp 780 per saham pada Oktober 2023. Market cap BREN juga bertambah Rp 1.103 trliun atau lebih dari 10 kali lipat dari posisi saat listing sebesar Rp 104,3 triliun. (Yetede)
BNI Tingkatkan Profitabilitas Jangka Panjang
PT bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) berkomitmen terus meningkatkan profitabilitas yang positif dalam jangka panjang di tengah perkembangan global saat ini. Pada kuartal I-2024, BNI dan entitas anak berhasil mencatatkan laba bersih konsolidasi mencapai Rp 5,33 triliun, tumbuh 2% secara tahunan (year on year). Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengatakan, peningkatan kualitas aset tetap menjadi fokus, yang diharapkan mendorong kinerja fungsi intermediasi yang berkelanjutan ditengah tantangan geopolitik global, tekanan inflasi, dan suku bunga. BNI meningkatkan pendapatan non bunga berupa fee-based income dan loan recovery pada kuartal I-2024 mencapai Rp5,1 triliun atau tumbuh 15,9% (yoy). Dengan peningkatan ini, komposisi pendapatan non bunga telah berkontribusi sebesar 35% dari total pendapatan BNI pada kuartal I-2024, terutama berasal dari fee income surat berharga dan fee dari bisnis sindikasi. (Yetede)









