;

PEMBANGUNAN IKN : Dua Hotel Tuntas Agustus

Hairul Rizal 03 May 2024 Bisnis Indonesia

Dua hotel di Ibu Kota Nusantara (IKN) diyakini dapat beroperasi pada Agustus 2024. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan terdapat dua hotel yang rampung Hotel Nusantara yang tengah digarap oleh Konsorsium Nusantara yang dipimpin oleh Sugianto Kusuma (Aguan). Selanjutnya, yakni fasilitas hotel bintang tiga yakni Hotel Qubika yang merupakan proyek investasi garapan PT Karya BSH Mandiri. Perusahaan juga tergabung dalam BSH Community Hub IKN. “Yang siap dioperasikan terutama Hotel Nusantara dan juga ada hotel-hotel lain yang disebut Hotel Qubika,” katanya. Sentra ekonomi tersebut nantinya dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM yang telah dikurasi dan mendapatkan pelatihan khusus untuk mendukung perputaran roda ekonomi di IKN saat beroperasi.

ERUPSI GUNUNG RUANG : 5 Bandara Masih Tutup

Hairul Rizal 02 May 2024 Bisnis Indonesia

Lima bandara masih ditutup akibat erupsi Gunung Ruang di Sulawesi Utara pada Rabu (30/4). AirNav Indonesia mengeluarkan Notice To Airmen (NOTAM) terkait perpanjangan penutupan operasional bandara tersebut. Hermana Soegijantoro, Sekretaris Perusahaan AirNav Indonesia mengatakan dua bandara telah dioperasikan kembali yakni Bandara Naha, Tahuna sejak 1 Mei pukul 12.10 WITA dan Bandara Buol, Pogogul sejak 1 Mei pukul 18.03 WITA. Lima bandara yang masih tutup yakni Bandara Sam Ratulangi, Manado 1 Mei pukul 11.25 WITA—2 Mei pukul 12.00 WITA (Estimasi); Bandara Djalaluddin, Gorontalo 1 Mei pukul 09.17 WITA—1 Mei 2024 pukul 24.00 WITA; Bandara Sitaro, Siau 1 Mei pukul 12.37 WITA—2 Mei pukul 12.00 WITA (Estimasi); Bandara Bolaang Mongondow 1 Mei pukul 12.02 WITA—2 Mei pukul 12.00 WITA (Estimasi); Bandara Pohuwato 1 Mei pukul 12.05 WITA—2 Mei pukul 12.00 WITA (Estimasi).

Jepang Habiskan 35 Miliar Dollar AS, Yen Tetap Tidak Berdaya

Yoga 02 May 2024 Kompas

Jepang diduga menghabiskan 35 miliar USD untuk menjaga nilai tukar yen, tapi kurs yen terhadap USD tetap saja jauh lebih tinggi dari asumsi belanja pemerintah. Data aset Bank of Japan (BoJ) pada Selasa (30/4) mengindikasikan, otoritas moneter Jepang mungkin menghabiskan 5,5 triliun yen atau 35,05 miliar USD sepanjang Senin (29/4) untuk intervensi pasar kala nilai tukar menembus 160,1 yen per USD. Dalam laporan pada Selasa malam, Kyodo News mengutip sejumlah sumber di pasar untuk menyimpulkan ada intervensi besar-besaran di pasar valas. Baik pemerintah maupun dewan gubernur BoJ tidak mengonfirmasi dugaan pasar soal intervensi tersebut.

Dalam data aset BoJ pada Selasa terlihat pengurangan 7,5 triliun yen dibandingkan dengan aset Senin. Padahal, pasar memperkirakan aset BoJ pada Senin hanya berkurang paling banyak 2,5 triliun yen. Dengan demikian, ada selisih 5 triliun yen. Pada Senin pagi, nilai tukar per 1 USD menembus 160 yen, terendah dalam 34 tahun terakhir. Pada Senin siang, nilai tukarnya membaik ke 154 yen per USD. Meski demikian, pada Rabu (1/5), nilai tukar kembali ke 157,9 yen per USD. Nilai tersebut jauh di atas asumsi kurs yen dalam APBN Jepang 2024. Jepang menargetkan kurs pada 141,42 yen per USD.

Wakil Menkeu Jepang Masato Kanda hanya menyebut, ada dampak negatif dari pelemahan drastis yen. Tokyo tidak menoleransi nilai tukar yen yang terlampau cepat melemah. Sebagai importir aneka bahan mentah, pelemahan yen bisa membuat biaya produksi di Jepang naik. ”Manuvernya berlebihan dan dipicu para spekulan,” ujar Kanda soal penjualan yen besar-besaran pada beberapa hari terakhir. Pasar melepaskan yen secara masif pada Jumat pekan lalu. Pelepasan itu merupakan reaksi atas keputusan BoJ yang mempertahankan tingkat suku bunga acuan. ”Faktor penting pelemahan yen adalah pemerintah dan BoJ terlalu lama menunggu,” kata Koji Fukaya, analis pada lembaga konsultansi Advisory.co. (Yoga)


Masalah Buruh Mendesak Segera Diatasi

Yoga 02 May 2024 Kompas

Berbagai masalah ketenagakerjaan perlu dicarikan solusi. Jika masalah terkait kualitas, produktivitas, kesejahteraan, dan isu buruh lainnya tidak segera diatasi, dominasi penduduk usia produktif di Indonesia beberapa tahun ke depan akan menjadi beban demografi. Presiden Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Irham Ali Saifuddin berpendapat, beragam persoalan membayangi sektor ketenagakerjaan di tengah optimisme pemerintah untuk memanfaatkan bonus demografi yang puncaknya diharapkan dapat dinikmati pada tahun 2032. Pada tahun tersebut, diproyeksikan 64 % penduduk Indonesia berada pada rentang usia produktif. Agar besarnya porsi masyarakat produktif bisa berkontribusi optimal terhadap lompatan pertumbuhan ekonomi nasional, dibutuhkan tenaga kerja berkualitas yang terindikasi dari tingginya produktivitas. Padahal, berkaca dari situasi saatini, tingkat pengangguran tenaga kerja muda Indonesia termasuk paling tinggi di Asia. 

Mengacu pada survei angkatan kerja nasional (Sakernas) Agustus 2023, terdapat 7,86 juta penganggur, 42,55 % di antaranya pada rentang usia 15-24 tahun. Terdapat masalah lain berupa tingginya angka pekerja anak yang hingga 2025 jumlahnya diproyeksikan mencapai 293.000 anak. ”Sampai 2045 akan ada ratusan ribu generasi yang tidak mengalami pertumbuhan optimal karena pekerja anak biasanya tidak mendapatkan akses pendidikan,” ujarnya dalam diskusi yang diselenggarakan Saburmusi di Jakarta, Rabu (1/5). Persoalan lain terkait dengan peningkatan kapasitas dan keahlian buruh, serta shifting dunia kerja yang mengalami disrupsi digital. Selain itu, sektor ketenagakerjaan di Indonesia juga terpengaruh kondisi eksternal, seperti ketegangan geopolitik di Timur Tengah, Eropa Timur, dan kawasan Laut China Selatan.

”Persoalan-persoalan ini jika tidak segera dicari jalan keluarnya malah akan jadi bumerang bagi bonus demografi di Indonesia,” kata Irham. Dari sisi produktivitas, kinerja pekerja Indonesia relatif lebih rendah dibandingkan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara. Berdasarkan data Organisasi Buruh Internasional (ILO), setiap satu orang pekerja di Indonesia setiap jam kerja menyumbang 12,96 USD terhadap PDB pada 2021, di bawah Singapura (74,15 USD per orang per jam), Brunei Darussalam (55,92 USD per orang per jam), Malaysia (25,59 USD per orang per jam), dan Thailand (15,06 USD per orang per jam). Peningkatan produktivitas berkaitan erat dengan tingkat kompetensi dan kualitas tenaga kerja. Ketua Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bob Azam mengatakan, produktivitas tenaga kerja Indonesia mendesak untuk ditingkatkan. (Yoga)


Di Balik Rekor Serapan Tenaga Kerja

Yoga 02 May 2024 Kompas

Dalam percakapan sehari-hari serta obrolan di linimasa, keluhan masyarakat sering berseliweran mengenai semakin sulitnya mencari kerja akhir-akhir ini, terutama selepas pandemi Covid-19. Pemerintah mengakui kekurangan itu. Bahlil berkali-kali berdalih, pemerintah fokus menarik investasi padat teknologi dan padat modal demi mengerek pertumbuhan ekonomi dan pendapatan per kapita yang lebih masif. Di sisi lain, investasi padat karya semakin sulit dicari di tengah maraknya tren otomasi di dunia industri. ”Kalau kita hanya berpikir padat karya, sampai ayam tumbuh gigi pun negara ini tidak akan maju, karena padat karya itu, mohon maaf, gajinya terukur. Kalau kita hanya ciptakan lapangan kerja dengan gaji Rp 4 juta-Rp 5 juta terus, bagaimana mau naik kelas?” ucap Menteri Investasi Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers kinerja investasi 2023, awal tahun ini.

Pada konferensi pers kinerja investasi triwulan I tahun 2024, Senin (29/4) Bahlil akhirnya datang dengan kabar baik. Kinerja investasi mencetak rekor serapan tenaga kerja tertinggi sepanjang sejarah. Investasi senilai Rp 401,5 triliun sepanjang Januari-Maret 2024 itu mampu menyerap 547.419 tenaga kerja. Sebagai perbandingan, secara bulanan, investasi pada triwulan IV-2023 menyerap 457.895 tenaga kerja. Sementara secara tahunan, investasi pada triwulan I-2023 menyerap lebih sedikit tenaga kerja, yakni 384.892 orang. ”Ini rekor paling tinggi, penciptaan lapangan kerja paling banyak dalam sejarah realisasi investasi kita,” kata Bahlil. Peneliti Center for Investment, Trade, and Industry di Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Ahmad Heri Firdaus, berpendapat, setelah sempat turun signifikan, penyerapan tenaga kerja dari investasi perlahan mulai membaik, tampak dari indikator rasio realisasi investasi terhadap tenaga kerja yang trennya semakin kecil. Pada triwulan I-2024, rasio investasi per tenaga kerja atau nilai investasi yang dibutuhkan untuk menyerap satu pekerja pada periode tersebut senilai Rp 733,44 juta.

Pada triwulan I-2023, nilai investasi untuk menyerap seorang tenaga kerja adalah Rp 854,5 juta. Namun, menurut Heri, rekor angka penyerapan tenaga kerja tertinggi itu belum tentu berkesinambungan. Ada indikasi tenaga kerja yang terserap lebih banyak dipakai untuk proses konstruksi pabrik, serta finalisasi pembangunan kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus yang sifatnya sementara. Belum ada jaminan penyerapan tenaga kerja yang tinggi itu akan berlanjut sampai ketika perusahaan resmi beroperasi. Pada tahap operasional, biasanya ada spesifikasi kebutuhan tertentu yang diminta dari pekerja. Pada tahap ini, ada isu klasik kesenjangan (gap) antara kualifikasi yang dibutuhkan dan tenaga kerja yang tersedia. Oleh karena itu, Heri menegaskan, perlu strategi jangka panjang untuk memastikan penyerapan tenaga kerja yang banyak di awal masuknya investasi itu bisa benar-benar berkesinambungan. (Yoga)


Meneropong Prospek Harga Komoditas RI

Yoga 02 May 2024 Kompas

Di tengah ketidakpastian ekonomi dunia dan fenomena penguatan USD, Bank Dunia mengeluarkan laporan tentang prospek harga komoditas dunia, ada komoditas yang berpotensi memberi untung dan membuat bunting Indonesia. Dalam Commodity Markets Outlook Edisi April 2024 yang dirilis 25 April 2024, Bank Dunia menyebutkan, kondisi ekonomi dunia sedang tidak baik-baik saja. Konflik geopolitik, terutama Iran-Israel dan Rusia-Ukraina, berpotensi memicu kenaikan harga komoditas dunia. Namun, kenaikannya tidak setinggi saat pandemi Covid-19 dan kala pertama kali perang Rusia-Ukraina meledak. ”Di tengah masih melemahnya pertumbuhan ekonomi global, harga komoditas pada 2024 dan 2025 kemungkinan besar akan tetap lebih tinggi dibandingkan setengah dekade sebelum pandemi Covid-19,” kata Wakil Kepala Ekonom Bank Dunia Ayhan Kose melalui siaran pers.

Bank Dunia memperkirakan indeks harga komoditas dunia pada 2024 dan 2025 masing- masing 105,3 dan 101,6, lebih rendah dari indeks pada 2022 dan 2023 di 142,5 dan 108. Namun, indeks pada 2024 dan 2025 ini masih lebih tinggi dari indeks pada 2021 yang sebesar 100,9. Bank Dunia juga menyatakan, kendati harga komoditas tidak akan naik terlalu tinggi, dampaknya tetap berpotensi menahan laju penurunan inflasi global. Negara-negara yang bergantung pada komoditas impor juga bakal terbebani, apalagi di tengah tergerusnya nilai tukar mata uang lokal terhadap USD. Harga minyak mentah, misalnya, bakal bergantung pada skala konflik di Timur Tengah. Pada awal April 2024, harga minyak mentah Brent melonjak menjadi 91 USD per barel. Jika tidak ada gangguan pasokan akibat konflik, harga rerata minyak mentah itu diperkirakan 84 USD per barel pada 2024 dan 79 USD per barel pada 2025. Namun, jika konflik di Timur Tengah terus meningkat dan mengganggu pasokan minyak, harga reratanya bisa jadi 92 USD per barel pada 2024.

”Dalam skenario terburuk, harga minyak mentah bisa mencapai 102 USD per barel. Jika itu terjadi, inflasi global pada 2024 bisa meningkat 1 %,” sebut Bank Dunia dalam laporan itu. Indonesia sebagai negara importir minyak mentah bakal buntung apabila konflik di Timur Tengah semakin meruncing. Di tengah pelemahan nilai tukar rupiah, RI bakal di hadapkan pada dilema menaikkan atau mempertahankan harga BBM bersubsidi. Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI, Fithra Faisal Hastiadi, mengatakan, jika pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi, konsekuensinya adalah inflasi tinggi dan menggerus daya beli masyarakat. Sebaliknya, apabila harga BBM dipertahankan, anggaran subsidi energi bakal membengkak dan defisit fiskal semakin melebar. ”Apabila harga minyak mentah di kisaran 95-100 USD per barel atau di atas asumsi makro APBN, butuh Rp 50 triliun hingga Rp 100 triliun untuk tambahan subsidi BBM,” ujarnya. (Yoga)


Korporasi Tangkap Minat Konsumen pada Kendaraan Listrik

Yoga 02 May 2024 Kompas

Ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air semakin marak dengan hadirnya korporasi yang semakin fokus dalam bisnis ini. Penyediaan kendraan listrik dan ekosistem penunjang diharapkan memaksimalkan potensi adaptasi transportasi nonbahan bakar fosil tersebut. ”Kami mengakui dan sadar EV (electrical vehicle/kendaraan listrik) ini punya potensi dengan adopsi dan penetrasi yang dilakukan, dengan ditunjang model kendaraan yang lebih baik, dan berkembangnya infrastruktur pendukung,” kata Presdir PT Astra  International Tbk Djony Bunarto Tjondro dalam acara RUPS Tahunan 2024 yang diselenggarakan secara hibrida, Selasa (30/4) sore. Ia menuturkan, pengembangan kendaraan listrik juga menjadi fokus perusahaannya. Sejauh ini, menurut dia, masyarakat Indonesia lebih banyak mengadaptasi kendaraan hibrida yang menggunakan dua sumber bahan bakar, yaitu baterai listrik dan bensin berbahan bakar fosil.

Sampai tahun 2023, mobil hibrida masih mendominasi hingga 75 % total kendaraan terelektrifikasi di dalam negeri. Kendaraan model ini, kata Djony, juga masih lebih banyak diproduksi Astra yang memiliki pangsa pasar secara agregat 56 %. Meski demikian, perseroan yang terdaftar di bursa dengan nama ASII ini meyakini kendaraan berteknologi baterai listrik dapat menggantikan dominasi tersebut. Untuk mendukung hal itu, segenap anak usaha Astra berencana menggarap produk-produk dan layanan untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik. ”Saat ini PT Toyota Astra Motor dan PT Astra Honda Motor juga memiliki rencana baterai EV ke depan,” tutur Djony. Ia melanjutkan, PT Astra Otoparts juga akan ikut menyediakan stasiun pengisian baterai listrik.

Direktur Astra International Hamdani Dzulkarnaen Salim menambahkan, PT Astra Otoparts mendukung transisi ke kendaraan berbaterai listrik dengan memasok komponen kendaraan, baik roda empat maupun roda dua. Strategi ini memanfaatkan posisi perusahaan yang menjadi penyedia peralatan asli untuk pasar domestik dan regional. Penjualan bertumbuh Analis NH Korindo Sekuritas, Axell Ebenhaezer, menilai, pasar kendaraan listrik Indonesia kini mengalami pertumbuhan luar biasa sebesar 246 %. Penjualan kendaraan listrik oleh Astra sendiri meningkat 69 % secara tahunan, menjadi 17.200 unit dari 10.400 unit. Meski demikian, penjualan kendaraan berbahan bakar fosil masih menjadi kontributor terbesar pada perusahaan. (Yoga)


Penjualan Terdampak Nilai Tukar

Yoga 02 May 2024 Kompas

Pramuniaga terlihat menurunkan stok laptop di salah satu gerai laptop di pusat perbelanjaan Mall Ambassador di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (1/5/2024). Penguatan nilai tukar dollar AS terhadap rupiah berdampak pada tingginya harga jual laptop, sehingga penjualan lesu. (Yoga)

Babak Akhir Tambak Udang Karimunjawa

Yoga 02 May 2024 Kompas

Pemerintah meminta aktivitas tambak udang di Kepulauan Karimunjawa, Jepara, Jateng, dihentikan karena berdampak buruk pada lingkungan. Sejumlah tambak pun berhenti beroperasi. Upaya pemulihan lingkungan yang terdampak disiapkan. Salah satu petambak yang memutuskan menghentikan tambaknya adalah Faisol (33), warga Desa Kemujan, Karimunjawa, Jepara. Enam petak tambak milik Faisol dengan luas 8.000 meter persegi berhenti beroperasi sejak Februari 2024. Sebelumnya, pada November 2023, Faisol didatangi sejumlah petugas gabungan dari berbagai instansi pemerintah yang menjelaskan bahwa pengambilan air laut yang dilakukan Faisol untuk menunjang usaha tambak udangnya melanggar aturan karena air laut itu diambil dari wilayah perairan Taman Nasional (TN) Karimunjawa.

Padahal, UU No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya melarang kegiatan yang tidak sesuai fungsi zona pemanfaatan dan zona lain di taman nasional. Selain memberi teguran, petugas juga memotong pipa inlet atau saluran air masuk dari laut di tambak Faisol. ”Tambak saya masih bisa beroperasi sampai panen terakhir di Februari 2024. Setelah itu, saya tidak berani beroperasi,” kata Faisol di Karimunjawa, Selasa (16/4). Faisol berharap bisa melanjutkan usahanya sampai balik modal. Namun, ia takut karena telah menandatangani surat pernyataan bermeterai yang berisi pengakuan dirinya bersalah dan tidak akan mengulangi perbuatannya.

”Sejak membangun tambak pada 2021 dan tebar benih awal 2023, saya baru tiga kali panen dengan keuntungan bersih Rp 50 juta. Padahal, modal usaha ini Rp 1,5 miliar,” kata Faisol. Petambak lain, Sugeng Prayogo (27), juga bersedia menutup lima kolam tambaknya di Desa Karimunjawa pada Maret 2024. Sama dengan Faisol, Sugeng mengaku telah menandatangani surat pernyataan bermeterai pada November 2023. Sejak tidak lagi beroperasi, tambak milik Sugeng terbengkalai. Suroto (43) petambak asal Desa Kemujan, memilih tetap mengoperasikan tambaknya. Padahal dia telah menandatangani surat pernyataan yang sama dengan Faisol dan Sugeng. ”Saya bukan menantang petugas, tetapi prinsip saya satu, saya bekerja menafkahi keluarga. Kalau (tambak saya) ditutup, saya minta ada solusi untuk kehidupan saya ke depan,” katanya.

Pada Oktober-November 2023, petugas gabungan sejumlah instansi pemerintah menggelar operasi penertiban tambak udang di Karimunjawa. Selain meminta penghentian operasionalisasi tambak udang, aparat juga menetapkan empat petambak menjadi tersangka terkait pencemaran limbah tambak udang di Taman Nasional Karimunjawa. Penetapan tersangka dilakukan Penyidik Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan KLHK wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Informasi soal penetapan empat tersangka itu disampaikan Maret lalu. Sejumlah warga Karimunjawa berharap seluruh tambak di wilayah tersebut segera di tutup. karena limbah dari tambak udang dianggap merugikan masyarakat, terutama yang mengais rezeki di laut. (Yoga)


KELAPA SAWIT, Panen Massal Meluas, PolisiTangkap 16 Orang di Kalteng

Yoga 02 May 2024 Kompas

Penjarahan sawit milik perusahaan di Kalteng kembali terjadi. Dua perusahaan perkebunan sawit di Kabupaten Kotawaringin Barat dan satu perusahaan di Kabupaten Kotawaringin Timur menjadi sasaran aksi massa tersebut. Polisi menangkap 16 orang terkait aksi tersebut. Mereka yang ditangkap merupakan warga Kotawaringin Barat yang diduga dan dinilai aparat mencuri sawit di perkebunan. Mereka dinilai mencuri sawit di dua perusahaan yang berada di dua lokasi, yakni di wilayah Kecamatan Pangkalan Banteng dan Kecamatan Arut Utara. Kapolres Kabupaten Kotawaringin Barat AKBP Yusfandi Usman menjelaskan, pihaknya masih memeriksa secara intensif 16 orang yang ditangkap itu. Meski demikian, polisi telah menetapkan 16 orang itu sebagai tersangka.

Yusfandi mengungkapkan, pihaknya menangkap para tersangka pada akhir April 2024 dan menyita sejumlah barang bukti, diantaranya tandan sawit dengan berat 8 ton yang diduga dipanen langsung oleh para tersangka di lokasi dua perusahaan perkebunan. ”Dari hasil pemeriksaan sementara, mereka beraksi sejak Februari hingga April lalu,” ujar Yusfandi di Pangkalan Bun, Rabu (1/5). Yusfandi menambahkan, pihaknya juga meminta keterangan kepada pemilik peron atau tempat penjual sawit untuk mencari tahu penadah sawit-sawit curian tersebut. Untuk keamanan, pihaknya juga meminta bantuan personel dari Brimob Polda Kalteng.

Menurut Direktur Save Our Borneo (SOB) Muhammad Habibi, selama ini gerakan panen massal warga selalu dinilai sebagai bentuk pencurian semata. Padahal, ada banyak faktor yang memengaruhi tindakan tersebut. Salah satu yang paling utama adalah tuntutan kebun plasma dan persoalan kesejahteraan yang tidak pernah terjawab. Kasus serupa, dalam catatan Kompas, juga terjadi di Kabupaten Seruyan, Kalteng, di Desa Bangkal, Kecamatan Seruyan Raya, yang berujung bentrokan antara polisi dan masyarakat serta menewaskan salah satu warga Bangkal. Lalu, pada 2023 juga terjadi peristiwa serupa di Kabupaten Kotawaringin Barat. Menurut Habibi, dalam kasus seperti itu seharusnya aparat bisa menggunakan keadilan restoratif untuk menyelesaikan masalah dengan cara damai. Momen itu bisa digunakan untuk memediasi sehingga aparat dan pemerintah tahu persis alasan yang melatarbelakangi panen massal tersebut. (Yoga)


Pilihan Editor