;

Membatik dan Menghidupkan Ruang Seni Sobokartti

Yoga 04 May 2024 Kompas

Para peserta pelatihan membatik saat proses membuat motif pada selembar kain di Gedung Sobokartti, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (3/5/2024). Pelatihan membatik tersebut diselenggarakan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas bagi perwakilan kelurahan di Kota Semarang. Pelatihan tersebut diharapkan dapat menggerakkan ekonomi kreatif di daerah. Jawa Tengah, khususnya di Kota Semarang. (Yoga)

Parkir di Minimarket Semestinya Gratis

Yoga 04 May 2024 Kompas

Dishub DKI Jakarta akan menggandeng Satpol PP DKI Jakarta untuk menindak juru parkir liar di Jakarta, khususnya di minimarket. Parkir di depan minimarket seharusnya gratis. Namun, ada pihak-pihak yang memanfaatkannya. ”Sebagaimana regulasi yang ada, parkir di depan minimarket tidak dipungut biaya (gratis). Bahkan, pihak pengelola tidak diperbolehkan memungut biaya,” kata Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo, Jumat (3/5). Menurut Syafrin, masyarakat yang berkunjung ke minimarket seharusnya tidak perlu membayar parkir, kecuali memang ingin secara sukarela memberi uang parkir. Namun, ada oknum yang memanfaatkan situasi ini.

”Jadi, seolah-olah menjadi kewajiban si pengemudi untuk membayar. Padahal, seharusnya tidak karena itu (lahan parkir) merupakan fasilitas yang memang disiapkan pihak minimarket. Biasanya juru parkir liar ini meminta uang dalam jumlah tertentu dan memaksa pengunjung membayar sesuai permintaan,” tuturnya. Syafrin menyebutkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Satpol PP DKI Jakarta dan pihak terkait lain untuk menangani oknum-oknum yang memanfaatkan lokasi di minimarket untuk memungut uang parkir dalam jumlah tertentu dengan cara memaksa. Pihaknya juga akan mendiskusikan lebih lanjut terkait langkah tegas dan tindakan untuk juru parkir liar tersebut. (Yoga)


Dimas Asrur Fauzi ”Pacuel” Dari Hati Naik ke Telinga

Yoga 04 May 2024 Kompas (H)

Setelah hengkang dari dunia penjualan gawai pada 2019, Dimas Asrur Fauzi alias Pacuel (31) mencoba dunia baru secara mandiri, yakni teknisi elektronik. Dari sana, ia bertemu sejumlah klien dengan masalah headset yang biasa digunakan untuk bermain gim daring. Beberapa produk yang ia tangani merupakan keluaran jenama ternama. Bahkan, ada yang harganya jutaan rupiah. Dari pengalaman itu, ia bisa merasakan langsung kualitas berbagai headset. Ia berkesimpulan, ada sejumlah produk mahal yang kualitas audionya biasa saja. Ada pula headset dengan harga terjangkau, tetapi kualitasnya mumpuni. Ia lantas memperdalam pemahamannya dengan belajar di internet cara headset diproduksi serta mencari elemen-elemen pendukung headset, seperti spesifikasi bahan yang harus dipakai untuk mendapatkan kualitas maksimal audio. Mulai 2020, ia membuat headset sendiri.

Produknya punya nilai lebih karena bisa didesain sesuai keinginan klien, mulai dari warna, logo yang disematkan, sampai panjang kabel yang dibutuhkan. Produk awal itu ia tawarkan ke sejumlah kawan. Di tengah pejalanan memulai bisnis itu, ia kebanjiran order. Mula-mula, di lokapasar ada seseorang memesan in ear monitor, alat bantu dengar yang biasa digunakan musisi saat pentas. Kliennya merupakan sound engineer grup musik Vierratale. ”Setelah berkontak, dia bilang, ’Boleh enggak produkmu ini dibagikan ke sound engineer Indonesia lain? Kayaknya mereka butuh, deh’,” kata pria yang karib disapa Pacuel itu di Balikpapan, Kaltim, Minggu (28/4). Produk keduanya itu langsung menyebar di kalangan musisi dan aktor pendukung lainnya di tingkat nasional dengan harga terjangkau, yakni Rp 350.000, kliennya merasa kualitas in ear monitor produksi Pacuel amat baik.

In ear monitor buatannya itu kemudian dipesan dan turut digunakan sejumlah musisi dan grup musik ternama Tanah Air, seperti Last Child, Saint Loco, Praz Teguh, Kevin Aprilio, For Revenge, dan Oomleo dari Goodnight Electric. Seluruh produk itu ia rakit sendiri secara manual (handmade). Sejumlah musisi menilai harga yang ia tawarkan terlalu murah. Seorang musisi bahkan menyatakan kualitas produknya lebih baik dari in ear monitor yang didapatkan kliennya di Singapura seharga Rp 3 juta. Namun, Pacuel menyebut harga yang ia tawarkan bukan murah, melainkan terjangkau. Tujuannya untuk mengenalkan produk ke pasar yang lebih luas. Sebab, dengan harga tersebut, ia masih memperoleh margin keuntungan. Saat ini ia menaikkan sedikit harga produknya. Dua produk yang ia buat ditawarkan dengan harga Rp 380.000 dan Rp 550.000. (Yoga)


Kualitas SDM Perlu Ditingkatkan

Yuniati Turjandini 04 May 2024 Investor Daily (H)

Pesiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) merupakan kunci dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Sektor pendidikan dan kesehatan menjadi kunci untuk mendapatkan SDM yang berkualitas. Pembangunan di sektor tersebut memang telah menunjukkan banyak kemajuan. Namun, secara keseluruhan kualitas SDM Indonesia masih relatif tertinggal dibanding negara lainnya, sehingga perlu ditingkatkan. Mengacu pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) seperti yang dirilis program Pembangunan  Perserikatan Bangsa-Bangsa atau United Nations Development Programme (UNDP), Indonesia 2023-2024 mencapai angka 0.713 atau naik 0,008 poin dari IPM Indonesia di tahun sebelumnya. Dengan demikian, Indonesia naik peringkat dari urutan 114 ke 112. Kenaikan IPM tersebut menunjukkan Indonesia berada di jalur yang tepat dalam pemulihan yang stabil menuju pencapaian tingkat IPM tertinggi sebelum pandemi 2019 yaitu 0,718. Namun Indonesia disebut masih menghadapi tantangan dalam hal kesenjangan. (Yetede)

Sistem Keuangan Terjaga, Ekonomi Tetap Tumbuh Tinggi

Yuniati Turjandini 04 May 2024 Investor Daily (H)

Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) mengakui, peningkatan ketidakpastian dan gejolak geopolitik telah menaikkan tekanan di pasar keuangan global dan domestik. Kendati demikian, stabilitas sistem keuangan (SSK) Indonesia pada kuartal I-2024 masih dalam kondisi terjaga karena didukung oleh kondisi fiskal, moneter, dan sektor keuangan yang stabil. Bahkan perekonomian Indonesia diyakini tetap resilen dan mampu tumbuh di atas 5% pada tahun ini. "Pertumbuhan ekonomi kuartal I-2024 diperkirakan (juga) tetap berada diatas 5%, lebih baik dibandingkan kuartal V-2023," kata Menteri Ekonomi (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. Menurut Sri Mulyani, penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini adalah permintaan domestik yang tetap kuat, baik dari sisi konsumsi pemerintah, konsumsi rumah tangga, maupun konsumsi lembaga Non-Profit yang melayani Rumah Tangga (LNPRT). Ini juga seiring momentum penyelenggaraan Pemilu 2024, serta dorongan dari kebijakan APBN yang menaikkan gaji ASN, pemberian THR. "THR dengan tunjangan kerja 100% memberikan dukungan pada belanja pemerintah yang memperkuat belanja masyarakat atau daya beli masyarakat," ujar dia. (Yetede)

GoTo Gelar Private Placement Bernilai Rp 7,69 Triliun

Yuniati Turjandini 04 May 2024 Investor Daily (H)

PT GoTO Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berencana menerbitkan saham baru melalui penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD)/private placement). Rencananya emiten teknologi tersebut  akan meminta persetujuan  pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham pada 11 Juni mendatang, untuk menggelar private placement sebanyak maksimal 10% dari jumlah saham Seri A saat ini, atau sekitar 120,14 miliar. Untuk tujuan performa analis dan pembahasan mengenai kondisi keuangan ini, perseroan memakai asumsi harga penutupan saham pada  tanggal 3 April 2023 sebesar Rp 64 per saham. Dengan jumlah baru diasumsikan sebanyak 120.140.966.283 lembar saham," kata manajemen GOTO. Manajemen GOTO menyebutkan, dana yang diperoleh akan digunakan untuk mendukung kebutuhan modal kerja serta pelunasan melalui konversi atas utang perseroan di kemudian hari (jika ada). Dengan rincian pembagian untuk perseroan sebesar 35% dari dana private placement, dan anak perusahaannya termasuk PT Dompet Anak Bangsa (20%) dan/atau PT Mulitfinance Anak Bangsa (25%) dan/atau PT GoTo Solusi Niaga (Sebelumnya adalah PT Multi Adiprakarsa Manunggal) dan setiap bisnis groceries yang dimiliki perseroan (20%). (Yetede)

Suku Bunga Naik, Fintech Makin Terdampak

Yuniati Turjandini 04 May 2024 Investor Daily (H)

Kenaikan suku bunga Bank Indonesia (BI) sebesar 0,25 basis poin menjadi 6,25% pada April 2024 dinilai turut mempengaruhi pertumbuhan industri fintech peer to peer lending (P2P Lending). Pasalnya, kenaikan suku bunga BI tersebut kemungkinan bakal diikuti  dengan perubahan portfolio investasi calon lender. Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) yang juga pengamat ekonomi digital Nailul Huda mengatakan, kenaikan suku bunga BI tersebut harus disikapi dengan bijak oleh industri fintech, Termasuk jalan keluar terbaik agar industri ini tetap tumbuh. "BI menaikkan suku bunga acuan  yang semakin menaikkan rate return dari instrumen investasi pemerintah. Calon lender mempunyai kesempatan untuk investasi pemerintah dan rasa akan meninggalkan fintech P2P lending," kata Nailul Huda. Selain itu, aturan OJK tentang penurunan suku bunga di industri fintech yang berlaku sejak Januari 2024 juga dianggap sebagai salah satu tantangan bagi industri fintech kedepannya. (Yetede)

Mempercepat Investasi di Industri Gula

Yuniati Turjandini 04 May 2024 Investor Daily (H)

Pemerintah mendorong percepatan swasembada gula dan bioetanol. Hal ini guna menjamin ketahann pangan nasional, menjamin ketersediaan bahan baku dan bahan penolong industri. Selain itu, untuk mendorong perbaikan kesejateraan petani tebu, serta mewujudkan ketahanan energi dan pelaksanaan  energi bersih melalui penggunaan bahan bakar nabati (biofuel). Percepatan swasembada gula nasional dan peneydiaan bioetanol sebagai bahan bakar nabati mencakup pemenuhan kebutuhan gula konsumsi dan industri, serta peningkatan produksi bioetanol yang berasal dari tebu sebagai bahan bakar nabati. Adapun pemerintah melalui Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sedang mendorong percepatan investasi komoditas tebu. Dalam hal ini Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadhlia bertugas menjadi ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Swasembada Gula dan Bioetanol. (Yeted)


Investor Uni Eropa Siap Suntik Modal di IKN

Yuniati Turjandini 04 May 2024 Investor Daily

Minat investor asing untuk menyuntikkan modalnya kedalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Provinsi kalimantan Timur makin masif pasca diselenggarakannya pemilihan umum 2024 yang berjalan lancar dan aman. Pada pekan ini saja dua negara dari Uni Eropa (UE) yakni Belanda dan Jerman menyatakan minatnya untuk berinvestasi dalam pembangunan di IKN saat delegasi dan kedua negara tersebut mengunjungi langsung IKN. "Kunjungan kami ke IKN menjadi bekal untuk melihat, apakah para pakar Belanda dapat membantu pembangunan IKN," kata Wakil Menteri Kerja Sama Ekonomi Luar Negeri Belanda Michiel Sweers seperti  dikutip Antara. Seewrs mengatakan sejumlah perusahaan dan lembaga peneliti di Belanda, telah memberikan dukungan  secara langsung atau lewat organisasi dunia kepada Indonesia, termasuk terkait IKN. "Secara umum, kami melihat banyak ketertarikan  dari perusahaan-perusahaan Belanda untuk bekerja bersama di Indonesia," katanya. Belanda, lanjutnya, telah memiliki pakar dan pengetahuan  pada sektor manajemen pengelolaan air, agrikultur dan pengolahan pangan, dan energi terbarukan yang dapat diterapkan di IKN. (Yetede)

Permodalan Bank Kuat Hadapi Ketidakpastian Global

Yuniati Turjandini 04 May 2024 Investor Daily

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kondisi perbankan nasional masih cukup kuat di tengah ketidakpastian global saat ini. Terlihat dari bantalan permodalan yang tebal dengan capital adequacy ratio (CAR) di level 26% pada Maret 2023. Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan, OJK cukup percaya diri industri perbankan bisa menghadapi situasi saat ini dan kedepan, sejalan dengan bantalan permodalan yang kuat sebagai bentuk mitigasi risiko yang solid. "OJK juga telah melakukan uji ketahanan industri jasa keuangan untuk memastikan berbagai risiko penguatan dolar Amerika Serikat dan suku bunga tinggi termitigasi dengan baik. Namun demikian, OJK senantiasa mencermati  dinamika global dan potensi dampak  negatif terhadap IJK (Industri Jasa Keuangan ) agar bisa mengambil langkah antisipatif," papar Mahendra. Di sisi kualitas kredit juga terjaga dengan baik, dimana non performing loan (NPL) net dan gross masing-masing 0,77% dan 2,25% pada Maret 2024. Seiring dengan pemulihan ekonomi nasional, kredit restrukturisasi per akhir Maret 2024 melanjutkan tren penurunan menjadi Rp 228,03 triliun dari 859 ribu nasabah. (Yetede)

Pilihan Editor