;

Meski Mini, Kontribusi Kanal Digital Menggeliat

Hairul Rizal 03 May 2024 Kontan

Transformasi digital oleh perbankan, telah mendorong pendapatan biaya dan komisi atau fee based income (FBI) melalui transaksi e-channel, terutama layanan mobile banking. Kendati begitu, kontribusinya terhadap total pendapatan nonbunga masih kecil. Bank Mandiri, misalnya, membukukan pendapatan non bunga Rp 9,58 triliun. Nah, FBI baru menyumbang Rp 4 trilliun atau 41,7%. Selebihnya berasal dari recovery kredit serta transaksi fixed income, forex dan derivatif. FBI dari transaksi e-channel Bank Mandiri, termasuk Kopra, mencapai Rp 1,61 triliun atau tumbuh 17,4% year-on-year (yoy).  Walau tumbuh, sumbangsinya ke pendapatan nonbunga baru 16,8%. 

Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi bilang, kontribusi dari superapp Livin dan platform Kopra semakin terasa. Keduanya turut menopang pertumbuhan kinerja perseroan kuartal I. Tidak jauh berbeda, pendapatan channel digital BRI dari Brimo juga melonjak sebesar 23,8% menjadi Rp 738,3 miliar. Pertumbuhan itu turut mendongkrak FBI dari layanan e-channel sebesar 11,7% secara menjadi Rp 2,04 triliun. Namun, kontribusinya terhadap total pendapatan non bunga BRI baru 16,32%. Adapun BNI membukukan pendapatan nonbunga Rp 5,44 triliun, meningkat 14,6% yoy. FBI menyumbang Rp 3,9 triliun atau 71,69%. FBI dari  ATM dan e-channel tercatat berjumlah Rp 369 triliun, setara 6,78% dari total pendapatan non bunga. Sebagian besar FBI berasal biaya kredit. EVP Corporate Communication BCA Hera F. Haryn menegaskan, pertumbuhan transaksi digital berkontribusi positif pada kenaikan pendapatan non bunga BCA.

Kena Sanksi OJK, Laba Akulaku Turun 41,37%

Hairul Rizal 03 May 2024 Kontan

PT Akulaku Finance Indonesia mencatatkan penurunan laba 41,37% pada tahun 2023. Dalam laporan keuangannya tertanggal 30 April 2024, Akulaku Finance mencetak laba Rp 119,63 miliar, turun dari hasil untuk tahun 2022 yang sebesar Rp 204,04 miliar. Presiden Direktur Akulaku Finance Indonesia Efrinal Sinaga mengatakan, penyebab penurunan laba karena ada pengenaan pembatasan produk dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak Oktober 2023. Sanksi ini berakhir pada 29 Februari 2024. Karena itu, tahun 2023 pendapatan Akulaku turun 40,45% secara tahunan menjadi Rp 783,98 miliar. Pembiayaan konsumen Akulaku yang menjadi kontributor terbesar, juga terpangkas sebanyak 23,4% menjadi Rp 636,1 miliar, dari sebelumnya Rp 830,39 miliar.

MENGAKSELERASI 'MESIN' PRODUKSI

Hairul Rizal 03 May 2024 Bisnis Indonesia (H)

Sejumlah terobosan pemerintah dan Bank Indonesia (BI) dalam mengamankan daya beli masyarakat terbukti mujarab sejauh ini. Tantangan selanjutnya yang tak kalah urgen adalah menggenjot sektor produksi. Apalagi, muncul gelagat mulai loyonya mesin manufaktur yang menjadi penopang ekonomi dari sisi produksi. Kemarin, Kamis (2/5), Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi pada April 2024 sebesar 3,00% (year-on-year/YoY), turun dibanding dengan bulan sebelumnya yang di angka 3,05% (YoY). Sejurus dengan itu, inflasi inti tercatat mengalami kenaikan yakni dari 1,77% pada Maret 2024 menjadi 1,82% pada bulan lalu. Turunnya inflasi umum dan naiknya inflasi inti ini bisa dimaknai adanya penguatan daya beli masyarakat. Keputusan tersebut, diiringi dengan langkah antisipatif BI yang menaikkan suku bunga acuan pada bulan lalu menjadi 6,25% diyakini mampu menopang stabilitas rupiah sehingga membatasi adanya lonjakan inflasi barang impor. 

Jika dari sisi konsumsi relatif berhasil dikendalikan, tidak demikian dari sisi produksi. Setidaknya, ada dua indikator yang patut diwaspadai oleh pemangku kebijakan. Pertama, kenaikan Indeks Harga Produsen (IHP) dari 130,77 pada kuartal IV/2023 menjadi 131,25 pada kuartal I/2024. Kedua, menurunnya PMI Manufaktur nasional dari 54,2 menjadi 52,9 pada bulan lalu. Apalagi, S&P Global mencatat adanya fenomena pemutusan hubungan kerja (PHK) yang akan memengaruhi daya beli masyarakat, serta adanya kenaikan biaya input yang menambah ongkos produksi. Kepala Negara juga menginstruksikan jajarannya untuk mendorong industrialisasi di bidang pertanian. Hal tersebut sebagai salah satu upaya menjaga stabilitas harga. Selaras dengan Kepala Negara, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu, mengatakan mitigasi risiko dan berbagai peningkatan harga pangan terus dilakukan untuk menjaga stabilitas. 

Antara lain melalui operasi pasar dan pasar murah, pengaturan regulasi harga eceran pangan, percepatan impor dan penyaluran beras SPHP, hingga penguatan cadangan pangan. Dalam kaitan manufaktur dan IHP yang kurang menggembirakan, Febrio tak memungkiri adanya dinamika yang memengaruhi industri pengolahan. Sementara itu, kalangan pelaku usaha berharap pemerintah mendesain penangkal risiko yang sinyalnya makin nyata dari data manufaktur terkini. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani, mengatakan pemerintah perlu mewaspadai berbagai risiko. Di antaranya stabilitas rupiah, dampak kenaikan suku bunga acuan, dan efek turunan eskalasi geopolitik lain seperti kenaikan harga minyak dunia. Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti, mengatakan penguatan fundamental ekonomi mendesak lantaran menjadi bekal dalam pengendalian infl asi dan stabilitas rupiah.

Ancaman Penurunan Daya Beli dari BI Rate

Hairul Rizal 03 May 2024 Bisnis Indonesia

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi tahunan pada April 2024 mencapai 3%. Realisasi tersebut lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya, Maret 2024, sebesar 3,05% (YoY). Penurunan inflasi tahunan tersebut terkonfirmasi dengan angka bulanan. Sepanjang April 2024 inflasi yang dicatatkan BPS hanya 0,25% (month-to-moth/MtM). Meski pada Maret 2024 mencatatkan deflasi 0,97%, inflasi pada bulan lalu tergolong melandai. Bahkan, BPS mencatat bahwa inflasi pada April 2024 yang bertepatan dengan hari raya Idulfitri 1445 H, terendah dalam 3 tahun terakhir. Tercatat, inflasi saat Lebaran pada April 2023 sebesar 0,33% (MtM), Mei 2022 sebesar 0,40%, serta Mei 2023 0,32%. Tren inflasi yang makin melandai ini terjadi akibat komponen harga bergejolak, sehingga masyarakat cenderung menahan daya beli. 

Beberapa harga bahan pangan justru mencatatkan deflasi karena koreksi daya beli tersebut. Sementara itu, komponen yang memberikan andil inflasi besar pada masa mudik ini adalah transportasi, yakni 0,12%. Bahkan, BPS mencatat transportasi merupakan kelompok yang memberikan andil inflasi terbesar pada momen Lebaran dalam 5 tahun terakhir. Beberapa hari lalu, BI menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps ke posisi 6,25%. Alasan bank sentral menaikkan suku bunga untuk mengendalikan inflasi. Namun, tujuan utama kenaikan BI Rate itu untuk meredam inflasi dari ketidakstabilan nilai tukar. Bank sentral sebelumnya pada 19 Oktober 2023 telah menaikkan suku bunga acuan menjadi 6% setelah hampir 10 bulan bertahan di level 5,75%. BI secara persisten mengerek suku bunga acuan sejak 23 Agustus 2022 menjadi 3,75% setelah hampir 2 tahun bertahan di 3,50%. 

Terakhir The Fed mengerek bunga acuan pada Juli 2023. Terparah suku bunga dikerek sebesar 3,0% dalam tempo 6 bulan. Agresivitas bank sentral AS mengerek suku bunga itu membuat geger seluruh dunia. Dolar AS kembali ke negara Paman Sam. Akibatnya terjadi gejolak nilai tukar sangat dalam. Pun dengan Indonesia. Pasca-Lebaran, nilai tukar rupiah sempat terjerembab ke level Rp16.200, terendah dalam 4 tahun terakhir.Pelemahan nilai tukar disebabkan oleh bayang-bayang kebijakan The Fed yang disertai dengan perang Iran-Israel. Situasi politik dan kebijakan bank sentral AS saat ini dalam situasi dinamis. Buktinya, pascakenaikan suku bunga acuan, nilai tukar rupiah masih berkutat di level Rp16.100—Rp16.200 per dolar AS. Pemodal asing tidak tergiur dengan iming-iming imbal hasil yang ditawarkan BI.

REGULASI OJK : UTAK-ATIK PENILAIAN INVESTASI DAPEN

Hairul Rizal 03 May 2024 Bisnis Indonesia

Regulator mengubah aturan dasar penilaian investasi dana pensiun yang menghapus dasar penilaian untuk tabungan dan menambah alternatif penilaian untuk investasi obligasi. Perubahan itu tertuang dalam Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) No. 4/SEOJK.05/2024 tentang Dasar Penilaian Investasi Dana Pensiun. Peraturan yang menggantikan SEOJK No 9/SEOJK.05/2016 itu berlaku mulai 1 Juli 2024. Terdapat dua jenis investasi baru dalam SEOJK No. 4/2024 yang sebelumnya tidak diatur dalam SEOJK No. 9/2016, yakni investasi obligasi daerah dan dana investasi infrastruktur berbentuk kontrak investasi kolektif. Ketentuan mengenai penilaian investasi dalam beleid baru berlaku juga bagi jenis investasi yang menggunakan prinsip syariah. Selain itu, terdapat tiga perubahan terkait dengan dasar penilaian investasi dalam SEOJK No. 4/2024. 

Pertama, penghapusan dasar penilaian untuk tabungan. Kedua, menambahkan alternatif penilaian untuk jenis investasi surat berharga negara, obligasi korporasi, dan obligasi daerah berupa nilai pasar atau nilai wajar. Ketiga, penyesuaian perhitungan jenis investasi yang menggunakan nilai perolehan yang diamortisasi yang sebelumnya hanya menggunakan suku bunga efektif. Merespons perubahan aturan ini, Staf Ahli Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) Bambang Sri Muljadi mengatakan, penghapusan dasar penilaian untuk tabungan tidak akan menjadi masalah, karena selama ini perusahaan dana pensiun jarang sekali menempatkan pada instrumen tabungan. Dana pensiun menempatkan investasinya paling banyak pada SBN, yang mencapai Rp127,4 triliun atau 35,7% dari total investasi dapen per Januari 2024, menurut data OJK. 

Sasaran utama investasi berikutnya adalah deposito berjangka dan obligasi korporasi. Sementara itu, Dana Pensiun (Dapen) Bank Mandiri masih mempelajari perubahan aturan tentang dasar penilaian investasi dana pensiun. “Terkait dengan SEOJK dimaksud, saat ini kami masih melakukan pengkajian,” tutur Direktur Investasi & Keuangan Dapen Bank Mandiri Abdul Hadie. Dana Pensiun PT Bank Tabungan Bank Negara (BTN) turut merespons. Direktur Utama Dapen BTN Mas Guntur Dwi Sulistyanto mengatakan, penghapusan dasar penilaian untuk tabungan tidak akan memengaruhi portofolio investasi perseroan, karena selama ini Dapen BTN tidak memiliki investasi pada tabungan. Soal penyesuaian perhitungan jenis Investasi yang menggunakan nilai perolehan yang diamortisasi yang sebelumnya hanya menggunakan suku bunga efektif, menurutnya, perlu dilakukan simulasi perhitungan amortisasi dengan menggunakan bunga efektif dan amortisasi biasa.

INDUSTRI TEKSTIL & ALAS KAKI : Momentum Jaga Pertumbuhan

Hairul Rizal 03 May 2024 Bisnis Indonesia

Pengecualian barang contoh untuk industri tekstil dan alas kaki dari larangan dan pembatasan impor oleh Kementerian Perdagangan diharapkan mampu memantik kinerja manufaktur di dalam negeri. Kementerian Perdagangan resmi mengeluarkan barang contoh untuk industri tekstil dan alas kaki dari larangan dan pembatasan impor melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 7/2024 sebagai perubahan kedua atas Permendag No. 36/2023. Direktur Impor Kemendag Arif Sulistyo mengatakan, hasil evaluasi yang dilakukan antarinstansi pemerintah telah sepakat memberikan kemudahan impor barang contoh untuk pengembangan dan penelitian di sejumlah sektor industri, termasuk tekstil dan alas kaki.

Arif menjelaskan, relaksasi impor barang contoh diperlukan agar industri dapat dengan mudah melakukan pengembangan produksi di dalam negeri. Sejumlah komoditas yang termasuk dalam pengecualian lartas impor tersebut antara lain tekstil dan produk tekstil (TPT), alas kaki, tas, pakaian jadi dan aksesoris pakaian jadi, elektronik, bahan baku pelumas, mainan, serta barang tekstil sudah jadi lainnya. Industri alas kaki memang sedang berjuang untuk bertahan dari sejumlah tantangan yang muncul di dalam dan luar negeri. Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) memproyeksikan kinerja ekspor alas kaki sepanjang tahun ini bakal terseok-seok, meski mengalami pertumbuhan secara tahunan pada Januari—Februari 2024. Direktur Eksekutif Aprisindo Firman Bakrie mengatakan produksi alas kaki terganjal lantaran impor barang sampel atau barang contoh untuk diproduksi dan diperbanyak di Indonesia makin sulit dilakukan. Selain itu, impor barang modal juga terhambat, sehingga mengganggu proses produksi untuk ekspor.

ALIH KEPEMILIKAN PLTU : KEAMANAN PASOKAN LISTRIK JADI PERHATIAN

Hairul Rizal 03 May 2024 Bisnis Indonesia

Pemerintah mewanti-wanti agar proses akuisisi saham pembangkit listrik tenaga uap Paiton 7 dan 8 dari Mitsui & Co., Ltd. ke RATCH Group tidak mengganggu pasokan tenaga listrik yang selama ini berasal dari fasilitas tersebut. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengaku tidak bisa ikut campur lebih dalam mengenai proses alih kepemilikan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Paiton 7 dan 8, karena menjadi ranah korporasi. Sekretaris Kementerian ESDM Dadan Kusdiana hanya mewanti-wanti agar proses tersebut jangan sampai memunculkan gangguan pasokan listrik. Musababnya, PLTU Paiton menjadi salah satu tulang punggung kelistrikan di jaringan Jawa, Madura, dan Bali atau Jamali. Mitsui & Co., Ltd. memang telah resmi melepas seluruh kepemilikan sahamnya di PT Paiton Energy, perusahaan yang mengoperasikan PLTU Paiton 7 dan 8 di Jawa Timur. 

Manajemen Mitsui mengatakan bahwa divestasi saham atas aset PLTU dengan kapasitas keseluruhan 2,045 megawatt (2,04 gigawatt) itu diselesaikan pada 30 April 2024, waktu Eropa. Mitsui melepas saham mayoritasnya, yakni 36,260% kepada RH International (Singapore) Corporation Pte. Ltd. atau RHIS, anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh perusahaan energi asal Thailand, RATCH Group Public Company Limited. Sisanya, 9,255% saham didivestasikan ke PT Medco Daya Energi Sentosa (MDES), anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh PT Medco Daya Abadi Lestari, serta pemegang saham Paiton existing PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC).

“Pada kuartal pertama, tahun fiskal yang berakhir 31 Maret 2025, kami akan mencatat laba sekitar 44 miliar yen setelah pajak secara konsolidasi, dan sekitar 81 miliar yen keuntungan setelah pajak secara non-konsolidasi,” tulis manajemen Mitsui lewat keterangan resmi, Kamis (2/5). Lewat divestasi tersebut, kapasitas terpasang aset pembangkit Mitsui bakal menjadi 9,6 GW, di mana sekitar 8% berasal dari pembangkit listrik berbasis batu bara, turun sekitar 8% dari periode yang berakhir Maret 2024. Sementara itu, pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT) dari portofolio Mitsui menyumbang sekitar 32% atau naik 3% dari periode yang berakhir Maret 2024. Transaksi itu semula diharapkan dapat diselesaikan pada Maret 2024, setelah terpenuhinya beberapa persyaratan tertentu, termasuk persetujuan dari PT PLN (Persero) yang memiliki perjanjian jual beli tenaga listrik jangka panjang dengan Paiton Energy, dan juga dari pihak-pihak yang mendanai. 

Mitsui kemudian melaporkan kemajuan bahwa seluruh persyaratan divestasi telah terpenuhi pada 27 Juni 2023, dan penjualan saham diharapkan akan selesai pada Juli 2023. Namun, progres ini tak berjalan mulus seiring dengan Mitsui yang mengumumkan bahwa penyelesaian prosedur-prosedur tertentu membutuhkan waktu dan penyelesaian penjualan saham diperkirakan akan semakin tertunda. Surat yang ditandatangani oleh Chief Operating Offi cer of Infrastructure Projects Business Unit Mitsui Koichi Wakana itu pun secara tegas menekankan bahwa apabila tidak ada diskusi bersama dalam 30 hari sejak tanggal surat dikirim, Mitsui berhak untuk memulai proses arbitrase sesuai dengan perjanjian awal sponsor investasi Paiton. 

Di sisi lain, RATCH Group menyiapkan investasi sekitar US$590,67 juta untuk mengakuisisi 36,26% saham Mitsui. Chief Executive Offi cer of RATCH Group Public Company Limited Nitus Voraphonpiput mengatakan bahwa akuisisi saham Mitsui di Paiton itu bakal memperkuat komitmen jangka panjang perusahaan untuk mengembangkan bisnis di Indonesia. Sampai saat ini, RATCH memiliki kepemilikan di pembangkit listrik tenaga gas, batu bara, dan dua pembangkit listrik tenaga air di Indonesia, dengan kapasitas setrum gabungan sebesar 1.009,72 MW. “Perusahaan melihat Indonesia sebagai target investasi yang menjanjikan, dengan keyakinan akan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di sana,” ucapnya. Sementara itu, Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform Fabby Tumiwa menyarankan pemerintah bersama dengan PLN untuk mencermati sejumlah keputusan yang mungkin dibuat pengelola baru PLTU Paiton 7 dan 8.

DUGAAN KASUS KORUPSI : Sriwijaya Klaim Beroperasi Normal

Hairul Rizal 03 May 2024 Bisnis Indonesia

Manajemen Sriwijaya Air mengeklaim operasional penerbangan tetap berjalan normal meskipun salah satu pendiri maskapai itu tersangkut dalam kasus dugaan korupsi tata niaga timah di IUP PT Timah (TINS) Tbk. Corporate Communication Sriwijaya Air Group Zaidan menuturkan Sriwijaya Air dan juga entitas anaknya, NAM Air, tetap melayani pelanggan setianya di tengah isu kasus timah yang berkembang beberapa hari kebelakang. Zaidan menuturkan Sriwijaya Air tetap menjunjung tinggi profesionalisme dalam operasional penerbangan selama ini. Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menetapkan isial HL sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi timah di IUP PT Timah Tbk. 

Dirdik Jampidsus Kejaksaan Agung Kuntadi menyampaikan HL merupakan sosok yang telah ditetapkan pihaknya menjadi tersangka dalam kasus timah itu. “Benar, HL memang pernah diperiksa [29 Februari 2024],” ujarnya di Kejagung. Mengutip data dari Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) hingga 26 Februari 2024 Sriwijaya Air dan NAM Air secara keseluruhan mengoperasikan sebanyak 6 unit pesawat. Secara terperinci, Sriwijaya Air menyediakan total 3 unit pesawat yang terdiri atas 2 unit jenis B737-800NG dan 1 unit B737-500. Sementara itu, NAM Air mengoperasikan 3 unit pesawat yang seluruhnya berjenis Boeing B737-500. Berdasarkan catatan Bisnis pada 20 Januari 2020, salah satu direksi Sriwijaya Air mengatakan total pesawat yang dimiliki oleh Sriwijaya Air Group adalah sebanyak 40 unit. Jumlah tersebut terdiri atas 24 unit dari Sriwijaya Air dan 16 unit dari NAM Air.

INDUSTRI PARIWISATA : KUNJUNGAN TURIS ASING MENGARAH KE PEMULIHAN

Hairul Rizal 03 May 2024 Bisnis Indonesia

Industri pariwisata nasional mulai masuk ke tahap pemulihan setelah tingkat kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang kuartal I/2024 melebihi periode awal pandemi Covid-19. Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti melaporkan tingkat kunjungan wisatawan mancanegara selama Januari—Maret 2024 menembus 3,03 juta atau naik 25,43% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.“Total jumlah kunjungan wisman pada kuartal I/2024 ini merupakan yang tertinggi dalam 4 tahun terakhir,” katanya dalam rilis BPS, Kamis (2/5). Data BPS mencatat jumlah kunjungan wisman pada kuartal I/2020 hanya mencapai 2,64 juta kunjungan. 

Pada periode yang sama 2021, jumlah kunjungan turis asing merosot menjadi 352.282 kunjungan saja akibat pandemi Covid-19. Pada Januari—Maret 2022, jumlah kunjungan wisman naik tipis menjadi sebanyak 412.436 kunjungan dan selanjutnya melonjak menjadi 2,4 juta kunjungan pada kuartal I/2023. Akan tetapi, Amalia menyatakan jumlah wisman yang berkunjung di Indonesia yang mencapai 3,03 juta pada kuartal I/2024 belum bisa menyamai total kunjungan pada kuartal I/2019 sebesar 3,75 juta kunjungan. Amalia melanjutkan sebagian wisman yang berkunjung ke Indonesia masuk melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar Bali, dengan proporsi sebesar 44,52%, di dominasi oleh wisman asal Australia sebesar 23,9%. 

“Dalam hal rata-rata lama tinggal wisman menghabiskan sekitar 7,37 malam di Indonesia,” tegasnya. Terkait dengan pemangkasan jumlah bandara internasional, Amalia mengungkapkan berdampak tidak signifi kan terhadap kunjungan wisatawan mancanegara. Menurutnya, jumlah turis asing yang masuk ke Indonesia melalui 17 bandara internasional yang dicabut statusnya sangat sedikit. Untuk jumlah perjalanan wisatawan nasional melalui pintu udara yang dicabut status internasionalnya hanya sebesar 61.016 perjalanan atau kira-kira hanya 1,06% dari total perjalanan wisnas sepanjang 2023. Wisatawan nasional atau wisnas merupakan jumlah perjalanan orang Indonesia yang melakukan perjalanan ke luar negeri. Juru bicara Kemenhub Adita Irawati menjelaskan, dari 34 bandara internasional yang dibuka periode 2015-2021, yang melayani penerbangan niaga berjadwal luar negeri hanya lima bandara. 

Kelima bandara itu adalah Soekarno-Hatta-Jakarta, I Gusti Ngurah Rai-Bali, Juanda-Surabaya, Sultan Hasanuddin-Makassar, dan Kualanamu-Medan. Sementara bandara internasional lainnya hanya beberapa kali melayani penerbangan internasional. Bahkan, sama sekali tidak memiliki pelayanan penerbangan internasional. Dari Padang, BPS juga mencatat wisatawan mancanegara yang datang ke Provinsi Sumatra Barat pada Maret sebanyak 2.976 kunjungan. Kepala BPS Sumbar Sugeng Arianto menilai jumlah kunjungan itu mengalami penurunan 63,83% dari bulan sebelumnya yang berjumlah 8.228 kunjungan. Dari 10 besar kedatangan wisman, wisman asal Malaysia tercatat mengalami penurunan terdalam dibandingkan dengan bulan sebelumnya, yakni sebesar 70,64%. Dengan adanya kunjungan dari wisman, BPS juga mencatat rata-rata lama menginap tamu (RLMT) asing dan Indonesia pada hotel berbintang di Sumbar pada Maret 2024 yakni selama 1,28 hari.

BISNIS RENTAL MOBIL : TRAC Incar Pertumbuhan 25%

Hairul Rizal 03 May 2024 Bisnis Indonesia

TRAC, lini bisnis Astra Group melalui PT Serasi Autoraya yang menggarap bisnis rental kendaraan, menargetkan bisnis sewa mobil sepanjang tahun ini tumbuh 25% dibandingkan dengan periode yang sama 2023. Chief Operating Officer TRAC Halomoan Fischer mengatakan target itu seiring dengan pencapaian dan optimisme pertumbuhan ekonomi yang positif pada tahun ini. Untuk memenuhi target tersebut, TRAC telah menggodok sejumlah strategi seperti pengembangan dan penambahan channel reservasi melalui aplikasi, website, hingga touch point offline. Tak hanya itu, TRAC juga mengembangkan fitur baru pada aplikasi TRACtoGo sebagai bagian dari strategi digitalisasi. 

Adapun, beberapa fitur barunya, yaitu fitur business account untuk kebutuhan rental kendaraan harian untuk segmen korporasi. Pada 2024, TRAC akan mengembangkan pasar business to customer (B2C) yang memiliki potensi besar dengan memperkuat ekosistem pariwisata domestik. Di sisi lain, potensi market self drive atau sewa lepas tangan juga cukup besar. Selama Lebaran, Fischer menilai bisnis rental kendaraan mencatat kinerja cemerlang dengan pertumbuhan hingga 42% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Dia mengatakan pihaknya telah mempersiapkan kurang lebih 2.000 unit kendaraan untuk mengantisipasi permintaan yang melonjak pada periode tersebut.

Pilihan Editor