Meski Mini, Kontribusi Kanal Digital Menggeliat
Transformasi digital oleh perbankan, telah mendorong pendapatan biaya dan komisi atau fee based income (FBI) melalui transaksi e-channel, terutama layanan mobile banking. Kendati begitu, kontribusinya terhadap total pendapatan nonbunga masih kecil. Bank Mandiri, misalnya, membukukan pendapatan non bunga Rp 9,58 triliun. Nah, FBI baru menyumbang Rp 4 trilliun atau 41,7%. Selebihnya berasal dari recovery kredit serta transaksi fixed income, forex dan derivatif. FBI dari transaksi e-channel Bank Mandiri, termasuk Kopra, mencapai Rp 1,61 triliun atau tumbuh 17,4% year-on-year (yoy). Walau tumbuh, sumbangsinya ke pendapatan nonbunga baru 16,8%.
Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi bilang, kontribusi dari superapp Livin dan platform Kopra semakin terasa. Keduanya turut menopang pertumbuhan kinerja perseroan kuartal I.
Tidak jauh berbeda, pendapatan channel digital BRI dari Brimo juga melonjak sebesar 23,8% menjadi Rp 738,3 miliar. Pertumbuhan itu turut mendongkrak FBI dari layanan e-channel sebesar 11,7% secara menjadi Rp 2,04 triliun. Namun, kontribusinya terhadap total pendapatan non bunga BRI baru 16,32%.
Adapun BNI membukukan pendapatan nonbunga Rp 5,44 triliun, meningkat 14,6% yoy. FBI menyumbang Rp 3,9 triliun atau 71,69%. FBI dari ATM dan e-channel tercatat berjumlah Rp 369 triliun, setara 6,78% dari total pendapatan non bunga. Sebagian besar FBI berasal biaya kredit.
EVP Corporate Communication BCA Hera F. Haryn menegaskan, pertumbuhan transaksi digital berkontribusi positif pada kenaikan pendapatan non bunga BCA.
Tags :
#PerbankanPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023