;

Emiten Properti Menanti Pemotongan Bunga

Hairul Rizal 25 May 2024 Kontan

Meski bunga tinggi membayangi, bisnis properti masih melaju. Terlihat dari pendapatan prapenjualan alias marketing sales dari beberapa emiten properti. Misalnya PT Metropolitan Land Tbk (MTLA). Emiten ini mencatatkan marketing sales sebesar Rp 537 miliar hingga April 2024. "Dari pencapaian itu, recurring income yang terdiri dari mal, hotel, dan lainnya senilai Rp 176 miliar. Ini setara 9,3% dari target tahun 2024 sebesar Rp 1,9 triliun," ujar Direktur MTLA Olivia Surodjo kepada KONTAN, belum lama ini. Sedangkan emiten properti lain sudah merilis marketing sales per kuartalan. Seperti PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) mencatat pendapatan prapenjualan sebesar Rp 809 miliar pada kuartal I 2024. SMRA menargetkan marketing sales sebesar Rp 5 triliun di tahun 2024. Berikutnya PT Ciputra Development Tbk (CTRA) mencetak marketing sales mencapai 30% dari target tahun 2024 sebesar Rp 11,1 triliun. Realisasi ini melampaui rata-rata historis dalam lima tahun terakhir yang ada di level 24% pada periode kuartal pertama. 

Lalu PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) mencatatkan marketing sales Rp 385 miliar di kuartal I-2024. Adapun PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) membukukan prapenjualan Rp 2,22 triliun per Maret 2024. Ini sekitar 23% dari target BSDE tahun ini sebesar Rp 9,5 triliun. Naik 3% dibandingkan periode  serupa tahun 2023  sebesar Rp 2,15 triliun. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama melihat, hasil positif tersebut tidak terlepas dari penerapan kebijakan PPN ditanggung pemerintah (DTP). Selain itu, masih ada potensi penerapan kebijakan pelonggaran moneter oleh sejumlah bank sentral di dunia. Dengan potensi besar pelonggaran kebijakan moneter, kinerja emiten properti punya prospek yang cukup cerah di sepanjang tahun 2024. Apalagi sebagian pembayaran properti menggunakan skema kredit. Pengamat Pasar Modal dan Founder WH-Project William Hartanto melihat, pergerakan saham BSDE berada di level support Rp 945 per saham dan resistance Rp 1.020 per saham. William merekomendasikan beli  BSDE target di Rp 1.020 per saham. Equity Analyst Kanaka Hita Solvera, William Wibowo melihat, pergerakan saham MTLA berada di level support Rp 342 dan resistance Rp 430 per saham. William  merekomendasikan speculative buy  MTLA dengan target Rp 430.

Obligasi Domestik Masih Lebih Menarik

Hairul Rizal 25 May 2024 Kontan

Meski tren dana asing masih mengalir ke luar, surat utang Indonesia tak kalah menarik jika dibanding surat utang negara tetangga. Imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) diyakini akan semakin pulih seiring perekonomian domestik yang relatif stabil. Head Of Fixed Income Research, PT Sinarmas Sekuritas, Aryo Perbongso, mengatakan yield surat utang 10 tahun Indonesia berada di posisi 6,93% per 16 Mei 2024. Sedangkan, real yield Indonesia berada di posisi 3,98%, hasil dari selisih besaran suku bunga dan inflasi. Aryo berujar, posisi imbal hasil surat utang Indonesia sebenarnya masih cukup kompetitif. Besaran real yield Indonesia terpantau masih tertinggi kelima di antara negara emerging market. Sinarmas Sekuritas memperkirakan, akhir tahun nanti yield obligasi pemerintah 10 tahun bisa mencapai level 6,65%. Sementara real yield diperkirakan capai 6,72%.

Menurut Aryo, surat utang berdurasi pendek mungkin lebih direkomendasikan untuk saat ini karena memperkirakan yield akan terus turun ke depan. Hal itu mengingat ekspektasi batas atas utang Amerika Serikat AS) akan diperbarui pada Januari 2025. Kemudian, pengeluaran AS akan normal usai pemilu November 2024. "Situasi itu akan melemahkan ekonomi AS dan bisa membuat pemangkasan suku bunga Fed," jelasnya. Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas, Ramdhan Ario Maruton menilai yield masih cukup stabil di level 6,8% dalam sepekan ini. Potensi arus inflow dana asing masih cukup besar ke depan.  Yield atau imbal hasil surat utang Indonesia lebih menarik dibandingkan negara lain seperti Singapura ataupun Malaysia. Ramdhan melihat kemungkinan lelang Surat Utang Negara (SUN) diperkirakan kembali semarak dimeriahkan oleh investor asing. "Lelang SUN masih berada di atas target indikatif pemerintah," tutur Ramdhan, Rabu (22/5).

Pendidikan Tinggi Belum Prioritas APBN

Yoga 24 May 2024 Kompas (H)

Polemik mahalnya uang kuliah tunggal berakar dari perencanaan dan penggunaan anggaran pendidikan yang tidak efektif. Anggaran untuk pendidikan tinggi hanya mencakup 0,6-1,6 % dari APBN. Di atas kertas, alokasi anggaran pendidikan dalam APBN termasuk besar, yakni 20 % dari total APBN. Anggaran pendidikan yang merupakan belanja wajib (mandatory spending) itu terus naik dari tahun ke tahun. Namun, anggaran yang besar itu belum menjawab persoalan tingginya biaya pendidikan di Indonesia, khususnya jenjang pendidikan tinggi.

Akhir-akhir ini muncul banyak keluhan tentang UKT yang membuat sebagian mahasiswa menunggak pembayaran, terjerat pinjaman daring, dan tidak bisa meneruskan kuliah. Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal, Kamis (23/5) berkata, isu mahalnya UKT itu mengungkap minimnya prioritas pemerintah dalam mengembangkan akses pendidikan tinggi. Hal itu tampak dari dua aspek, yakni besaran alokasi anggaran yang terlalu kecil dan penggunaan anggaran yang belum efektif.

Anggaran untuk pendidikan tinggi hanya 0,6-1,6 % dari APBN, jauh dari standar ideal yang ditetapkan Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) sebesar 2 % dari APBN. Pada 2024, dari total belanja negara Rp 3.325 triliun, anggaran pendidikan tinggi yang dikelola Kemendikbudristek Rp 56,1 triliun alias 1,6 % dari total APBN. Kemendikbudristek selaku garda terdepan pendidikan pun hanya mendapat total anggaran Rp 98,98 triliun atau 15 % total anggaran pendidikan yang ada di APBN. Porsi terbesar dari belanja pendidikan itu (Rp 346,5 triliun atau 52 %) dialokasikan untuk transfer ke daerah (TKD) dalam bentuk dana alokasi umum (DAU) dan dana alokasi khusus (DAK). (Yoga)


Layanan Ramah Lansia bagi Jemaah Haji

Yoga 24 May 2024 Kompas (H)

Jemaah haji berusia lanjut mendapatkan layanan khusus untuk memudahkan melaksanakan ibadah haji. Selain mendapatkan fasilitas penginapan berstandar ramah lansia, jemaah lansia juga bisa mengakses layanan kursi roda saat menjalankan rangkaian ibadah umrah wajib di Masjidil Haram. Kabid Akomodasi Daerah Kerja Mekkah Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Zaenal Muttaqin mengutarakan hal itu, Kamis (23/5) di Mekkah, Arab Saudi. Menurut Zaenal, total ada 170 hotel disiapkan untuk jemaah haji Indonesia yang berjumlah 241.000 orang.

Dari jumlah itu, 41.000 orang di antaranya Jemaah lansia. ”Hingga saat ini 29.134 anggota jemaah haji Indonesia sudah berada di Mekkah,” ujarnya. Ia mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan para pemilik hotel untuk menyiapkan layanan rama lansia, antara lain menyediakan kursi roda dan jalur, khususnya bagi jemaah lansia. Ia pun meminta agar jemaah lansia diprioritaskan untuk ditempatkan di kamar dekat lift agar mudah dievakuasi jika ada kondisi darurat. Pihak hotel juga diminta menyediakan kamar mandi ramah lansia, seperti menyediakan pegangan tangan.

”Petugas bersiaga 24 jam,” tuturnya. Berdasarkan pemantauan di sejumlah hotel di Mekkah, fasilitas ramah lansia tersedia. Selain kursi roda dan jalur khusus kursi roda, ada stiker bertuliskan prioritas bagi Jemaah lansia yang ditempelkan di dinding dekat tempat duduk di area lobi hotel, seperti di Hotel Al Ghadeer. Ada juga tim petugas lansia dari PPIH. Untuk ibadah wukuf di Arafah, Muzdalifah, dan Mina pada puncak haji, PPIH menyiapkan sekitar 300 kamar hotel bagi jemaah lansia yang tidak memungkinkan menginap di tenda. ”Kami juga menyiapkan beberapa perlengkapan yang dibutuhkan jemaah lansia,” ungkapnya. Kabid Transportasi PPIH Kemenag Mujib Roni menyatakan, untuk jemaah lansia, disiapkan bus Shalawat yang didesain khusus dengan deck lebih rendah dan bisa untuk kursi roda.

Ada 20 bus Shalawat khusus jemaah lansia yang melintasi 170 hotel Jemaah Di Kompleks Masjidil Haram, Rabu (22/5) malam, Jemaah lansia melaksanakan umrah wajib dan shalat dibantu Jemaah pendamping ataupun memakai jasa pendorong kursi roda. Seorang anggota jemaah lansia mengaku membayar jasa pendorong kursi roda 250 real atau setara dengan Rp 1,1 juta untuk tawaf dan sai. Siti Kharomah (74), warga Lamongan, Jawa Timur, memilih menggunakan kursi roda untuk beribadah umrah karena sulit berjalan jauh. ”Saya habis jatuh menjelang keberangkatan ke Tanah Suci. Jadi, saya pakai  kursi roda, suami sehat, tak perlu pakai kursi roda,” ujarnya.. (Yoga)


Demi Syahrul, Vendor Pun Rela Terlilit Utang

Yoga 24 May 2024 Kompas

Kasus dugaan korupsi bekas Mentan Syahrul Yasin Limpo tak hanya menggerus anggaran negara, perusahaan vendor di Kementan pun ikut terlilit utang. Dana perusahaan dipakai untuk memenuhi kebutuhan Syahrul dengan janji akan diberikan kontrak pekerjaan sebagai gantinya. Namun, janji tinggal janji. Utang tak dibayar hingga kini. Direktur PT Haka Cipta Loka, salah satu perusahaan vendor di Kementan, Hendra Putra, mengisahkan, lilitan utang itu saat dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Syahrul dan dua mantan anak buahnya di Kementan, Kasdi Subagyono dan Muhammad Hatta, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (22/5). Menurut Hendra, pada 2021, dirinya diminta pihak Kementan bernama Gempur Aditya untuk menalangi uang guna memenuhi kebutuhan Syahrul.

Hendra dijanjikan uangnya segera diganti dari patungan para pejabat eselon I Kementan. ”Udah tenang aja, ntar gua kasih kerjaan. Selain itu, dia (Gempur) juga bilang, (Pinjaman) itu enggak lama, sebentar lagi dia (Syahrul) juga kena reshuffle. Setelah dia di-reshuffle, tidak ada lagi seperti ini’,” ujar Hendra menirukan percakapannya dengan Gempur. Hendra diminta menalangi pembelian sepeda Syahrul, peminjaman uang hingga ratusan juta rupiah, sewa mobil Alphard, biaya pernikahan cucu Syahrul, yang totalnya Rp 2,15 miliar. Namun, setelah uang diberikan, pengembaliannya tak berjalan mulus. Beberapa kali menghadap pejabat Kementan, hasilnya tidak memuaskan. Padahal, saat itu, Hendra mengalami musibah kebakaran rumah.

Akibatnya, Hendra harus berutang untuk menutupi utang yang telah dia ambil sebelumnya. Hingga saat ini, uang yang belum dikembalikan pihak Kementan mencapai Rp 1,6 miliar. Dalam sidang yang dipimpin ketua majelis hakim Rianto Adam Pontoh itu, terdapat delapan saksi yang di- periksa secara bersamaan. Selain Hendra, persidangan juga menghadirkan Fajar Noviansyah selaku Direktur CV Maksima Selaras Budi yang juga merupakan perusahaan vendor Kementan. Fajar bersaksi dirinya pernah diminta mengadakan 2.000 baju koko senilai Rp 360 juta meski dia tidak tahu baju itu untuk siapa. Selain itu, ia mengaku pernah diminta uang dalam bentuk dollar AS secara tunai, nominalnya 4.000 USD, sebanyak dua sampai tiga kali. (Yoga)


Jumlah Guru Bersertifikat Pendidik Semakin Berkurang

Yoga 24 May 2024 Kompas

Sekolah-sekolah mengalami kekurangan guru bersertifikat pendidik yang disyaratkan pemerintah sebagai guru profesional. Jumlah guru bersertifikat pendidik justru semakin menurun akibat minimnya lulusan pendidikan profesi guru dari perguruan tinggi. Sertifikat pendidik tersebut dibutuhkan sebagai pengakuan pemerintah bahwa guru memenuhi syarat sebagai pengajar profesional, yakni lulusan S-1/D-4 dan pendidikan profesi guru (PPG). Selain itu, berdampak pada kesejahteraan guru dengan penambahan tunjangan sertifikasi guru yang besarnya satu kali gaji pokok per bulan selama memenuhi beban kerja yang ditetapkan. Berdasarkan data Kemendikbudristek, setiap tahun jumlah guru pensiun 70.000 orang. Adapun jumlah guru yang lulus pendidikan profesi guru tahun 2009-2021 sebanyak 30.898 orang yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Akibatnya, jumlah guru bersertifikat pendidik menurun menjadi 1.274.486 guru pada tahun 2023. Pada 2019, jumlah guru bersertifikat pendidik sebanyak 1.392.155 orang. Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek Nunuk Suryani mengatakan, secara nasional ada kekurangan 150.095 guru, terdiri dari 140.845 guru sekolah negeri dan 9.250 guru sekolah swasta. Untuk mengatasi kekurangan guru, terutama di sekolah negeri, pemerintah merekrut guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) yang diikuti guru honorer. Untuk mengganti guru pensiun diprioritaskan dari lulusan PPG prajabatan. Nunuk mengakui, penyiapan calon guru bersertifikat pendidik masih terbatas. Calon guru pengajar di sekolah dapat berasal dari lulusan S-1 kependidikan ataupun nonkependidikan, lalu mengikuti PPG prajabatan di perguruan tinggi yang ditetapkan.

Saat ini, PPG prajabatan masih dibiayai pemerintah melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Calon guru yang lolos seleksi PPG prajabatan mendapatkan beasiswa kuliah selama satu tahun. ”Arah ke depan, PPG prajabatan bisa biaya mandiri, dari yayasan, atau lainnya,” kata Nunuk, Kamis (23/5). Pada 2024, pemerintah menyediakan kuota 38.112 calon guru untuk 23 bidang studi umum dan 27 bidang studi kejuruan. Pemerintah kini fokus untuk mentransformasi PPG prajabatan berdasarkan kebutuhan guru dan memastikan lulusan PPG prajabatan direkrut menjadi guru. Penyiapan calon guru melalui PPG prajabatan ini digelar agar induksi guru pemula terintegrasi dengan PPG. (Yoga)


Rokok Elektronik Pun Membunuhmu

Yoga 24 May 2024 Kompas

WHO mencatat 8 juta orang meninggal setiap tahun akibat produk tembakau. sebanyak 7 juta kematian karena penggunaan tembakau secara langsung dan sisanya oleh paparan perokok pasif. Bahaya rokok terjadi pada segala bentuk produk tembakau. Tidak ada tingkat paparan tembakau yang aman, termasuk pada penggunaan rokok elektronik. Selain itu, tidak ada bukti bahwa penggunaan rokok elektronik efektif membantu seseorang berhenti merokok. Kenyataannya justru tidak sedikit yang menjadi perokok dual-user, yang artinya merokok konvensional juga merokok elektronik. Bahayanya pun menjadi lebih besar. Sejumlah bukti ilmiah telah menunjukkan berbagai bahaya dari konsumsi rokok elektronik. Paparan nikotin dari rokok elektronik pada ibu hamil dapat berdampak buruk bagi janin.

Konsumsi nikotin pada anak dan remaja bisa berdampak negatif terhadap perkembangan otak. Dampaknya bisa jangka panjang yang akhirnya dapat menyebabkan gangguan dalam belajar dan menimbulkan kecemasan. Penelitian epidemiologi yang dilaporkan WHO memperlihatkan, penggunaan rokok elektronik turut meningkatkan penggunaan rokok konvensional di kemudian hari, khususnya pada remaja. Risiko penggunaan rokok konvensional meningkat hingga tiga kali lipat. Rokok elektronik dapat mengeluarkan zat beracun yang bersifat karsinogen yang dapat memicu kanker. Rokok elektronik juga dapat menimbulkan gangguan pada paru-paru serta efek negatif pada kesehatan pembuluh darah dan jantung.

Terkadang, tingkat racun pada rokok elektronik bisa lebih tinggi dibandingkan dengan rokok konvensional. Hal itu juga termasuk racun dari asapnya. Penelitian dari The Johns Hopkins University tentang bahan rokok elektronik yang dipublikasikan pada Oktober 2021 mengungkap adanya ribuan bahan kimia dalam produk tersebut. Dari sebagian bahan kimia yang telah teridentifikasi ditemukan bahan-bahan dengan potensi berbahaya, antara lain pestisida dan perasa yang memiliki efek racun dan iritasi pada saluran pernapasan. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) telah mengidentifikasi penyakit baru yang berkaitan dengan cedera paru akibat rokok elektronik. Penyakit yang disebut dengan Evali (cedera paru terkait produk rokok elektronik ataupun vaping) ini berisiko tinggi menyebabkan kematian. (Yoga)


Insentif untuk Penyimpanan DHE

Yoga 24 May 2024 Kompas

Pemerintah terus mendorong stabilisasi nilai tukar di Tanah Air, dengan merilis aturan insentif pajak sebagai rangsangan bagi eksportir sumber daya alam (SDA) agar mau menyimpan devisa hasil ekspor atau DHE di sistem keuangan dalam negeri. Semakin banyak DHE yang tersimpan di dalam negeri, diharapkan makin banyak pasokan mata uang dollar AS sehingga membantu stabilisasi nilai tukar rupiah. Insentif ini diatur dalam PP No 22 Tahun 2024 tentang Perlakuan PPh atas Penghasilan dari Penempatan DHE SDA pada Instrumen Moneter dan/atau Instrumen Keuangan Tertentu di Indonesia.

PP ini ditetapkan dan diundangkan oleh Presiden Jokowi pada Senin (20/5). PP itu mengatur tarif PPh final bagi eksportir SDA yang menaruh DHE di instrumen moneter atau instrumen keuangan di dalam negeri. ”Untuk mendukung kebijakan pemasukan dan penempatan DHE yang berasal dari ekspor SDA ke dalam sistem keuangan Indonesia, perlu diberikan kebijakan khusus di bidang PPh,” demikian tertulis pertimbangan presiden di dalam PP tersebut. Untuk DHE yang disimpan dalam bentuk valuta asing (valas) jangka waktu penempatan lebih dari 6 bulan akan memperoleh tarif PPh nol % dan untuk penempatan 6 bulan dikenai tarif 2,5 %.

Untuk periode penyimpanan selama 3-6 bulan akan dikenai tarif 7,5 % dan penyimpanan 1-3 bulan dikenai tarif 10 %. PP ini juga mengatur DHE yang disimpan dalam mata uang rupiah setelah dikonversi dari valas. Untuk DHE yang disimpan dalam bentuk rupiah dengan jangka waktu lebih dari enam bulan dikenai tarif PPh nol %. Untuk penempatan 3-6 bulan akan dikenai tarif 2,5 %. Sementara, penempatan 1-3 bulan dikenai tariff 5 %. Ketua Umum Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Benny Sutrisno pada Kamis (23/5) berkata, akan mempelajari terlebih dahulu mengenai aturan tersebut. (Yoga)


Piknik Rahasia Karyawan

Yoga 24 May 2024 Kompas

Fenomena piknik rahasia (hush cation) tengah terjadi di beberapa negara. Keleluasaan bekerja, tidak perlu ke kantor, dimanfaatkan sejumlah karyawan untuk berwisata tanpa izin kantor, tapi tetap menuntaskan pekerjaan. Sejumlah media membahas kecenderungan karyawan yang makin banyak memilih melakukan wisata diam-diam itu. Tren ini kemungkinan juga sudah terjadi di Indonesia. Beberapa riset memperlihatkan kecenderungan itu. Menurut RVshare, platform untuk layanan penyewaan fasilitas wisata, 56 % orang dewasa yang bekerja mengatakan bahwa mereka sangat mungkin untuk mengambil bagian dalam wisata diam-diam itu. Pada tahun 2023, sebesar 36 % Gen X dan Milenial, yang hampir semuanya memiliki pekerjaan jarak jauh (remote), sudah mempunyai rencana kerja jarak jauh dan memiliki alasan bahwa perjalanan diam-diam itu adalah ide yang bagus.

Jajak pendapat yang dilakukan Resume-Builder terhadap 918 generasi Z yang saat ini bekerja di luar kantor atau hibrid menyebutkan, 44 % pekerja yang disurvei telah melakukan perjalanan diam-diam. Sebanyak 57 % di antara mereka menyatakan, perjalanan diam-diam memberi kesan bahwa mereka masih bekerja pada jam normal. Data lainnya menyebutkan 65 % menggunakan latar belakang virtual saat melakukan pertemuan kantor secara daring. Mayoritas tidak ketahuan dan tidak mengalami konsekuensi apa pun dari kantor atas tindakannya. Karena itu, piknik rahasia telah menjadi tren bagi karyawan yang bekerja jarak jauh. Mereka diam-diam mengambil liburan sambil terus bekerja di kursi santai di tepi kolam renang atau di perkemahan yang berada di pegunungan.

Salah satu ahli mengatakan, peralihan dunia kerja yang dramatis akibat pandemi memberi kita kesempatan sekali seumur hidup untuk mengubah cara kita bekerja selamanya. Ahli lainnya berpendapat, baik mereka yang pro maupun antipiknik rahasia, semua setuju bahwa waktu istirahat itu penting. Berada di tempat lain dapat memicu ide-ide baru, meningkatkan produktivitas, meningkatkan semangat kerja, menghasilkan pekerjaan berkualitas lebih tinggi, dan meningkatkan keseimbangan antara kerja dan kehidupan pribadi. Perusahaan sebaiknya menghentikan keinginan agar karyawan melakukan pekerjaan setiap saat (24 jam) dan menghindari melibatkan karyawan setelah jam kerja. Komunikasi di luar jam kerja juga sebaiknya dihentikan karena sangat mengganggu karyawan. (Yoga)


Konversi Sepeda Motor Kurang Diminati

Yoga 24 May 2024 Kompas

Mahasiswa magang terlihat sedang melakukan konversi pada sepeda motor berbahan bakar minyak menjadi sepeda motor bertenaga listrik di bengkel kendaraan listrik Institut Teknologi PLN, Jakarta, Rabu (22/5/2024). Minat masyarakat untuk mengonversi sepeda motor berbahan minyak menjadi sepeda motor bertenaga listrik masih rendah meskipun pemerintah memberi subsidi sebesar Rp 7 juta per unit. Masyarakat lebih memilih sepeda motor listrik baru yang semakin banyak di pasaran. (Yoga)

Pilihan Editor