;

Jumlah Guru Bersertifikat Pendidik Semakin Berkurang

Jumlah Guru Bersertifikat Pendidik Semakin Berkurang

Sekolah-sekolah mengalami kekurangan guru bersertifikat pendidik yang disyaratkan pemerintah sebagai guru profesional. Jumlah guru bersertifikat pendidik justru semakin menurun akibat minimnya lulusan pendidikan profesi guru dari perguruan tinggi. Sertifikat pendidik tersebut dibutuhkan sebagai pengakuan pemerintah bahwa guru memenuhi syarat sebagai pengajar profesional, yakni lulusan S-1/D-4 dan pendidikan profesi guru (PPG). Selain itu, berdampak pada kesejahteraan guru dengan penambahan tunjangan sertifikasi guru yang besarnya satu kali gaji pokok per bulan selama memenuhi beban kerja yang ditetapkan. Berdasarkan data Kemendikbudristek, setiap tahun jumlah guru pensiun 70.000 orang. Adapun jumlah guru yang lulus pendidikan profesi guru tahun 2009-2021 sebanyak 30.898 orang yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Akibatnya, jumlah guru bersertifikat pendidik menurun menjadi 1.274.486 guru pada tahun 2023. Pada 2019, jumlah guru bersertifikat pendidik sebanyak 1.392.155 orang. Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek Nunuk Suryani mengatakan, secara nasional ada kekurangan 150.095 guru, terdiri dari 140.845 guru sekolah negeri dan 9.250 guru sekolah swasta. Untuk mengatasi kekurangan guru, terutama di sekolah negeri, pemerintah merekrut guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) yang diikuti guru honorer. Untuk mengganti guru pensiun diprioritaskan dari lulusan PPG prajabatan. Nunuk mengakui, penyiapan calon guru bersertifikat pendidik masih terbatas. Calon guru pengajar di sekolah dapat berasal dari lulusan S-1 kependidikan ataupun nonkependidikan, lalu mengikuti PPG prajabatan di perguruan tinggi yang ditetapkan.

Saat ini, PPG prajabatan masih dibiayai pemerintah melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Calon guru yang lolos seleksi PPG prajabatan mendapatkan beasiswa kuliah selama satu tahun. ”Arah ke depan, PPG prajabatan bisa biaya mandiri, dari yayasan, atau lainnya,” kata Nunuk, Kamis (23/5). Pada 2024, pemerintah menyediakan kuota 38.112 calon guru untuk 23 bidang studi umum dan 27 bidang studi kejuruan. Pemerintah kini fokus untuk mentransformasi PPG prajabatan berdasarkan kebutuhan guru dan memastikan lulusan PPG prajabatan direkrut menjadi guru. Penyiapan calon guru melalui PPG prajabatan ini digelar agar induksi guru pemula terintegrasi dengan PPG. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :