;

Rokok Elektronik Pun Membunuhmu

Ekonomi Yoga 24 May 2024 Kompas
Rokok Elektronik Pun Membunuhmu

WHO mencatat 8 juta orang meninggal setiap tahun akibat produk tembakau. sebanyak 7 juta kematian karena penggunaan tembakau secara langsung dan sisanya oleh paparan perokok pasif. Bahaya rokok terjadi pada segala bentuk produk tembakau. Tidak ada tingkat paparan tembakau yang aman, termasuk pada penggunaan rokok elektronik. Selain itu, tidak ada bukti bahwa penggunaan rokok elektronik efektif membantu seseorang berhenti merokok. Kenyataannya justru tidak sedikit yang menjadi perokok dual-user, yang artinya merokok konvensional juga merokok elektronik. Bahayanya pun menjadi lebih besar. Sejumlah bukti ilmiah telah menunjukkan berbagai bahaya dari konsumsi rokok elektronik. Paparan nikotin dari rokok elektronik pada ibu hamil dapat berdampak buruk bagi janin.

Konsumsi nikotin pada anak dan remaja bisa berdampak negatif terhadap perkembangan otak. Dampaknya bisa jangka panjang yang akhirnya dapat menyebabkan gangguan dalam belajar dan menimbulkan kecemasan. Penelitian epidemiologi yang dilaporkan WHO memperlihatkan, penggunaan rokok elektronik turut meningkatkan penggunaan rokok konvensional di kemudian hari, khususnya pada remaja. Risiko penggunaan rokok konvensional meningkat hingga tiga kali lipat. Rokok elektronik dapat mengeluarkan zat beracun yang bersifat karsinogen yang dapat memicu kanker. Rokok elektronik juga dapat menimbulkan gangguan pada paru-paru serta efek negatif pada kesehatan pembuluh darah dan jantung.

Terkadang, tingkat racun pada rokok elektronik bisa lebih tinggi dibandingkan dengan rokok konvensional. Hal itu juga termasuk racun dari asapnya. Penelitian dari The Johns Hopkins University tentang bahan rokok elektronik yang dipublikasikan pada Oktober 2021 mengungkap adanya ribuan bahan kimia dalam produk tersebut. Dari sebagian bahan kimia yang telah teridentifikasi ditemukan bahan-bahan dengan potensi berbahaya, antara lain pestisida dan perasa yang memiliki efek racun dan iritasi pada saluran pernapasan. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) telah mengidentifikasi penyakit baru yang berkaitan dengan cedera paru akibat rokok elektronik. Penyakit yang disebut dengan Evali (cedera paru terkait produk rokok elektronik ataupun vaping) ini berisiko tinggi menyebabkan kematian. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :