;

Penguasa Pede, Kredit Perbankan Melesat

Yuniati Turjandini 24 May 2024 Investor Daily (H)
Industri perbankan kembali mencatatkan pertumbuhan positif dari sisi intermidiasi. Kredit yang disalurkan per April 2024 meningkat 13,09% secara tahunan (year on year/yoy), tertinggi dalam lima tahun terakhir. Apabila dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 12,4% (yoy), terjadi pertumbuhan kredit yang lebih tinggi. Hal itu menunjukkan dunia usaha kembali bergeliat pasca pemilihan umum (Pemilu) dan juga hari Raya Idulfitri. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, kredit tumbuh tinggi didorong oleh pertumbuhan di banyak sektor, seperti sektor industri, jasa dunia usaha dan perdagangan, sejalan dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi. Tingginya permintaan kredit dipengaruhi oleh sisi penawaran, sejalan dengan terjaganya appetite perbankan yang didukung oleh tingginya permodalan, berlanjutnya strategi relokasi kredit ke aset oleh perbankan, dan diterapkannya Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang menjaga kecukupan likuiditas perbankan. (Yetede)

InJourney Bakal Pegang Langsung Garuda dan Pelita Air

Yuniati Turjandini 24 May 2024 Investor Daily (H)
PT Aviasi Pariwisata Indonesia atau InJorney bakal menjadi pemilik baru PT Garuda Indonesia  Tbk (GIAA), Citilink, dan pelita Air. Integrasi pemain di industri aviasi diekspektasikan tuntas sebelum Oktober 2024. Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menyampaikan, Kementerian BUMN selaku pemegang saham, menargetkan merjer (Citilink dan Pelita) atau inklusi industri aviasi kedalam ekosistem InJourney rampung sebelum Oktober 2024. "Jadi kami di internal terus menerus bicara dengan Pelita khususnya, karena mohon dipahami  Citilink itu owned by Garuda 100%. Jadi diskusi soal merger ini lebih banyak diwakili oleh Garuda dengan didampingi oleh Citilink. Bentuknya seperti apa? masih dalam diskusi Tapi memang dengan pendekatan inklusi industri penerbangan ke dalam InJourney," ujar Irfan. (Yetede)

Mengagas Database Polis Asuransi Terintegrasi

Yuniati Turjandini 24 May 2024 Investor Daily (H)
Dalam beberapa tahun belakangan ini kita sering mendapatkan pemberitaan mengenai tindakan-tindakan pihak asuransi yang merugikan nasabah. Mulai dari sulitnya proses pengajuan klaim. Imbal hasil investasi PAYDI yang  tidak sesuai dengan propektus, tagihan premi yang tiba-tiba naik, dan lain sebagainya. Namun yang kerap luput dari perhatian adalah ternyata perusahaan asuransi juga dihantui oleh risiko kerugian akibat tindakan fraud atas polis yang ditanggungnya. Modus penipuannya pun beraneka ragam, mulai dari penutupan informasi dan berbohong pada saat pendaftaran asuransi, memalsukan dokumen-dokumen bukti klaim, hingga memalsukan kecelakaan bahkan kematian tertanggung. Beberapa tindakan penipuan bahkan terindikasi dilakukan secara terorganisir dan melibakan berbagai pihak. Motifnya? Apalagi kalau bukan keuntungan finansial. (Yetede)

Rantai Pasok Sawit Wilmar Sudah Terapkan NDPE

Yuniati Turjandini 24 May 2024 Investor Daily (H)
Wilmar telah menerapkan Kebijakan Tanpa Deforestasi, Tanpa Gambut, dan Tanpa Eksploitasi (No Deforestation, No Peat, and No Exploitation/NDPE) kepada seluruh pemasok tandan buah segar (TBS) sawit yang berada di Lanskap Aceh bagian Selatan. Langkah itu dilakukan WIlmar sebagai upaya untuk turut mendukung perlindungan Kawasan Konservasi Rawa Singkil yanag menjadi bagian wilayah tersebut. Menurut Supplier and Engagement Lead Wilmar Surya Purnama, pihaknya memastikan penerapan NDPE telah dilakukan oleh seluruh rantai pasok perusahaan, termasuk yang berada di Aceh Bagian Selatan. Langkah itu dilakukan WIlmar Surya Purnama  sebagai upaya untuk  turut mendukung perlindungan Kawasan Konservasi Rawa Singkil yang menjadi bagian wilayah tersebut. (Yetede)

Industri Rumput Laut Butuh Deregulasi

Yuniati Turjandini 24 May 2024 Investor Daily
Industri hilir rumput laut nasional membutuhkan deregulasi kebijakan agar bisa memanfaatkan besarnya permintaan besarnya permintaan komoditas itu di pasar internasional. Deregulasi itu di antaranya dengan mengecualikan semua HS Code terkait rumput  laut dan produk turunannya dari ketentuan devisa hasil ekspor (DHE). Merujuk riset Future Market Insights, nilai pasar rumput laut global 2023 mencapai US$ 7,79 miliar dan akan menjadi US$ 19,66 miliar pada 2033 atau memilih tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) 9,7% sepanjang 2023-2033. Menurut Ketua Asosiasi Industri Rumput Laut Indonesia (Astruli) Mc Donnny W Nagasan, pasar global  rumput laut terutama hidrokoloid sangat besar dan terus berkembang. Hal itu didorong berbagai faktor, termasuk naiknya permintaan makanan olahan serta penggunaan minyak dan gas. Contohnya CAGR 2018-2030 untuk karagenan bisa US$ 11,27 per kilo gram dan agar US$ 21,04 per kg. Indonesia bisa memanfaatkan peluang itu dengan memacu ekspor. (Yetede)

Mengapa Banyak Gen Z Menganggur

Yuniati Turjandini 24 May 2024 Tempo
ZAFA Adelia, 22 tahun, berbulan-bulan mencari pekerjaan di Jakarta. Lulusan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia yang termasuk generasi Z alias gen Z itu sudah mengirim puluhan surat lamaran kerja, tapi belum satu pun yang membuahkan hasil.  Sebagai angkatan kerja baru, Zafa khawatir tak memenuhi kualifikasi bekerja di perusahaan. "Karena fresh graduate, kadang juga bingung harus punya skill apa dan dapatnya di mana," ujarnya kepada Tempo, Kamis, 23 Mei 2024. 

Beberapa kali Zafa menemukan lowongan pekerjaan yang sesuai dengan latar pendidikannya. Sayang, perusahaan menetapkan syarat minimal pengalaman bekerja satu sampai tiga tahun. Bahkan ia mengungkapkan banyak perusahaan yang mengenakan biaya pelatihan dengan iming-iming diterima bekerja.  Ketatnya persaingan pencari kerja di Jakarta membuat Zafa mempertimbangkan melamar bekerja di daerah lain. Namun ia masih ragu karena upah minimum yang lebih kecil. Karena itu, dia berupaya mencari lowongan magang meski tak dibayar. Dengan mengikuti magang, ia berharap dapat menambah pengalaman bekerja dan memenuhi persyaratan yang dibutuhkan perusahaan. 

Bunga, 22 tahun, menghadapi masalah yang sama. Lulusan D-3 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga itu sudah dua tahun belum mendapat pekerjaan tetap. Menurut Bunga, tak banyak perusahaan yang mau menerima lulusan D-3.  Di sisi lain, Bunga merasa tidak cocok dengan jurusan yang ia pilih. Ia pun memilih mencari pekerjaan di bidang yang berbeda dengan pendidikannya. Sebagai pemula, dia juga terhalang oleh syarat minimal pengalaman bekerja.

"Lowongan magang saja bahkan dicari yang sudah berpengalaman. Perusahaan tidak mau menerima orang yang baru memulai," ucapnya.  Ketidaksesuaian antara kebutuhan industri dan angkatan kerja baru memang menjadi salah satu pangkal masalah banyaknya gen Z yang menganggur. Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyoroti penyumbang angka penganggur terbanyak di kalangan gen Z berasal dari lulusan SMK. Angka pengangguran tersebut bahkan mencapai 8,9 persen. "Penganggur kita ini terbanyak disumbang lulusan SMK dan SMA. Ini terjadi karena adanya miss-match," ucapnya. (Yetede)

Keharusan Kesadaran Kebencanaan

Yuniati Turjandini 24 May 2024 Tempo
INDONESIA kembali berduka. Sejumlah bencana hidrometeorologi terjadi secara hampir bersamaan di beberapa daerah. Pada 11 Mei lalu, misalnya, banjir bandang menerjang permukiman di wilayah Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kota Pandang Panjang. Semuanya berada di wilayah Provinsi Sumatera Barat. Bencana tersebut menyebabkan lebih dari 60 orang tewas dan belasan orang lainnya masih hilang. Banyaknya jumlah korban ini memperlihatkan masih kurangnya kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana. Ketidaksiapan itu disebabkan oleh masih rendahnya kesadaran kebencanaan masyarakat.

Atas kondisi tersebut, sudah saatnya pemerintah meningkatkan kesadaran kebencanaan pada masyarakat dan memperkuat mitigasi bencana. Indonesia harus menjadi bangsa yang tangguh dalam menghadapi bencana. Lalu, langkah apa yang harus dilakukan? Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, pada rentang 2015-2024, jenis bencana alam yang banyak terjadi di Tanah Air adalah banjir (8.068 kejadian), kekeringan (7.910), tanah longsor (7.043), gempa bumi (4.727), kebakaran hutan dan lahan (428), tsunami (340), cuaca ekstrem (255), gelombang pasang atau abrasi (216), letusan gunung api (127), gempa bumi dan tsunami (8), serta erupsi gunung berapi (7).

Pada periode yang sama, jumlah kejadian bencana alam cenderung meningkat. Dari 1.703 peristiwa pada 2015, 2.313 (2016), 2.914 (2017), 3.522 (2018), 3.906 (2019), 5.004 (2020), 3.536 (2021), 2.402 (2022), 3.238 (2023), hingga 589 (per Mei 2024). Laporan Risiko Global 2024 yang dirilis Forum Ekonomi Dunia (WEF), 10 Januari 2024, menyebutkan ancaman bencana lingkungan akibat dampak perubahan iklim menjadi tantangan terbesar yang akan dihadapi dunia dalam sepuluh tahun mendatang. Pertanyaan berikutnya, seberapa siap kita menghadapi ancaman bencana itu? (Yetede)

Masa-Masa Berat Konsumsi Masyarakat

Hairul Rizal 24 May 2024 Kontan (H)

Perekonomian Indonesia membutuhkan dorongan baru. Pasalnya, konsumsi rumah tangga berisiko melandai setelah momentum Ramadan dan Lebaran usai. Selain membutuhkan dana untuk biaya pendidikan di tahun ajaran baru, masyarakat akan merogoh dana lebih untuk membayar cicilan akibat beban bunga lebih tinggi. Di saat bersamaan, kebijakan libur panjang memantik dilema. Di satu sisi, belanja wisata naik, namun di sisi lain, produktivitas industri menurun. Alhasil, kondisi itu akan berefek terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Selama ini, konsumsi rumah tangga masih menjadi penyumbang terbesar produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Melandainya konsumsi antara lain tecermin dari data Mandiri Spending Index (MSI), yakni belanja masyarakat pada pertengahan Mei turun 0,7% dibandingkan rata-rata belanja di pekan-pekan sebelumnya.

Padahal, di medio Mei terdapat libur panjang di akhir pekan. Head of Mandiri Institute Teguh Yudo Wicaksono menilai, penurunan belanja masyarakat pada periode itu lantaran pengeluaran masyarakat cukup banyak saat liburan Idul Fitri pada April lalu. Ia bilang, penurunan belanja masyarakat terutama terjadi pada kelompok barang terkait rumah tangga yang mencapai 10,4% year on year (yoy). "Itu turun cukup dalam," kata dia kepada KONTAN, Kamis (23/5). Ia melihat, masyarakat akan melakukan realokasi belanja di kuartal II-2024, khususnya terkait belanja pendidikan. belum lagi ada kenaikan bunga acuan Bank Indonesia (BI) yang mempengaruhi beban cicilan. "Kami melihat belanja yang terkait dengan pendapatan masyarakat kelihatannya akan lebih banyak dialokasikan ke pembayaran cicilan karena suku bunga naik," tambah Yudo.

Ekonom Senior Raden Pardede menilai banyaknya tanggal merah atau hari libur di Indonesia bisa mengganggu perekonomian domestik, khususnya kegiatan dunia usaha. Menurut dia, produksi di suatu perusahaan bisa menurun lantaran banyak karyawan harus libur saat tanggal merah maupun cuti bersama. Berdasarkan data World Population Review, jumlah hari libur di Indonesia tahun 2024 tercatat sebesar 16 hari. Angka ini masih lebih tinggi ketimbang hari libur negara lain seperti China, Amerika Serikat, Vietnam, dan Singapura yang hanya 11 hari. Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti juga menilai, pertumbuhan konsumsi rumah tangga usai pemilu, Ramadan dan Lebaran akan relatif lebih rendah. Apalagi ditambah inflasi dari koreksi rupiah sekaligus kenaikan harga minyak dunia. Pengamat sekaligus Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda juga mewanti-wanti konsumsi rumah tangga akan melandai, meski ada perayaan Idul Adha yang jatuh pada kuartal II-2024, pilkada serentak di November mendatang, serta Natal dan tahun baru di Desember.

Gula-Gula Untuk Menarik Duit Hasil Ekspor SDA

Hairul Rizal 24 May 2024 Kontan

Pemerintah terus merayu para eksportir agar membawa pulang dan menyimpan devisa hasil ekspor sumber daya alam (SDA-DHE) di pasar keuangan domestik. Sejumlah gula-gula kembali ditebar agar pengusaha bersedia menyimpan duit hasil ekspornya lebih lama di instrumen keuangan dalam negeri. Kebijakan terbaru, pemerintah merilis Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 22 Tahun 2024 tentang Perlakuan Pajak Penghasilan (PPh) atas Penghasilan Dari Penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam (SDA) pada Instrumen Moneter dan Instrumen Keuangan Tertentu di Indonesia. Perubahan di aturan teranyar adalah insentif pajak penghasilan (PPh) yang bersifat final akan dikenakan bagi eksportir yang mengonversi pendapatannya ke rupiah dan di simpan di instrumen moneter maupun sistem keuangan dalam negeri. 

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo berharap aturan ini bisa mendorong eksportir agar lebih banyak lagi menempatkan DHE SDA di perbankan dalam negeri. "Ini akan positif mendorong penempatan DHE SDA, dan tentu saja tidak hanya mendukung stabilitas ekonomi, tapi juga stabilitas nilai tukar rupiah," tutur dia, Rabu (22/5). Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI, Teuku Riefky mengatakan insentif itu bisa membantu para eksportir yang selama ini mengeluh lantaran kebijakan DHE SDA berdampak pada arus kas ( cashflow ) perusahaan. Namun, kata dia, seberapa besar dampaknya akan tergantung karakteristik setiap eksportir. Apabila perusahaan yang punya cashflow cukup lapang, maka insentif ini tidak terlalu signifikan. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Eddy Martono memberikan catatan atas beleid teranyar. Dia menilai, masih banyak perusahaan yang memerlukan dana modal kerja. Apabila DHE SDA ditahan 30% selama tiga bulan, eksportir harus meminjam ke bank.

Ibadah Haji Tidak Akan Gangu Kebutuhan Valas

Hairul Rizal 24 May 2024 Kontan
Bank Indonesia (BI) memastikan kebutuhan valuta asing (valas) dalam negeri tercukupi meski ada momentum ibadah haji. Pasalnya, BI sudah memperhitungkan kebutuhan ketersediaan dan permintaan dolar Amerika Serikat (AS) dari jauh-jauh hari. "Bank Indonesia bersama pemerintah selalu berkoordinasi erat, kita sudah perkirakan jauh-jauh hari, jadi tugas Bank Indonesia bagaimana memastikan kebutuhan valas untuk ibadah haji sudah ada dan hal itu sudah kita rencanakan sejak dari awal," kata Gubernur BI Perry Warjiyo, Rabu (22/5). Kementerian Agama mencatat, sebanyak 241.000 jemaah akan berangkat haji pada tahun ini. Bahkan kuota penyelenggaraan haji di Indonesia tahun 2024 menjadi yang terbanyak sepanjang sejarah. Bukan hanya menyediakan kebutuhan valas untuk keperluan ibadah haji, BI juga sudah mempersiapkan kebutuhan valas untuk pembayaran utang pemerintah. Kemudian untuk kebutuhan PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), maupun pembayaran utang badan usaha milik negara (BUMN) lainnya.

Pilihan Editor