Hapus HET Perlu Buffer Stock untuk kontrol Harga Gula
Bulog Lanjutkan Program Jemput Gabah Petani
Perum Bulog tetap akan mengadakan atau melakukan program jemput gabah petani meski minim peminat. Selama ini, yang terjadi adalah petani akan menjual gabah mereka ke penggilingan kecil ataupun pengepul dengan kadar air sekitar 25-30%, lalu para penggilingan kecil ataupun pengepul itu akan menjual ke Sentra Penggilingan Padi (SPP) Bulog. "Untuk jemput gabah/beras yang dilakukan Bulog ternyata tidak banyak yang memanfaatkan fasilitas itu. Tetapi, apakah program itu akan hilangkan? Tidak, tetap ada, kita stand-by saja," kata Bayu.
Bayu menuturkan, program jemput gabah minim diminati petani karena mereka sudah berhubungan baik dan terikat dengan para penggilingan kecil di daerahnya masing-masing. Hubungan dengan para pengepul dan penggilingan kecil itu juga sudah berlangsung lama. "Petani akan menjual gabah mereka ke pengepul para penggiling atau pengepul ini pun akan menjual ke SPP Bulog. Petani pun berhitung, apakah masuk, dapat untung atau enggak? Ternyata itu masih bisa, Jadi dengan relaksasi harganya masih bisa masuk, akhirnya mereka (petani) tidak memilih program tadi, tidak menggunakan jemput gabah," ungkap bayu. (Yetede)
Kearifan Lokal, Alternatif Atasi Problem Air
Budaya dan kearifan lokal dinilai bisa menjadi ”penawar” atau solusi alternatif mengatasi persoalan air. Sayangnya, upaya mempertahankan kearifan lokal dan segala pengetahuan tersebut seperti jalan panjang nan berbatu. Hal itu mengemuka dalam diskusi internasional bertajuk ”Subak dan Jalur Rempah, Kearifan Lokal Pengelolaan Air” dalam rangkaian Forum Air Sedunia (World Water Forum) Ke-10 di Bali International Convention Center, Nusa Dua, Bali, Selasa (21/5). Secara global, menurut Laporan Pembangunan Air Dunia PBB 2023 oleh UNESCO, 2 miliar orang atau 26 % populasi dunia tidak memiliki air minum yang aman. Selain itu, 3,6 miliar orang atau 46 % populasi tidak memiliki akses sanitasi yang dikelola dengan aman.
Data lainnya, 2 miliar-3 miliar orang kekurangan air setidaknya satu bulan dalam setahun sehingga menimbulkan risiko besar terhadap mata pencarian, terutama ketahanan pangan dan akses listrik. Populasi perkotaan global yang menghadapi kelangkaan air diperkirakan meningkat dua kali lipat dari 930 juta pada 2016 menjadi 1,7 miliar-2,4 miliar orang pada 2050. Meningkatnya kejadian kekeringan ekstrem dan berkepanjangan juga memberi tekanan pada ekosistem dengan konsekuensi yang mengerikan bagi spesies tumbuhan dan hewan.Indonesia sudah membuktikan bahwa kearifan lokal dan pengetahuan tradisional mampu menjaga pengelolaan air secara berkelanjutan. Contohnya subak yang telah ditetapkan menjadi warisan dunia oleh UNESCO.
Subak tak hanya menyangkut sistem irigasi, tetapi juga bertaut erat dengan filosofi kehidupan masyarakat Bali. Selain subak di Bali, ada Komunitas Adat Ciptagelar di Jabar yang bisa jadi contoh. Komunitas ini membagi kawasan hutannya menjadi tiga zona, salah satunya khusus untuk perlindungan atau konservasi air. Masyarakat Ciptagelar juga menerapkan sistem tata kelola air yang diatur secara khusus oleh lembaga dan struktur adat. Secara umum, penggunaan air dialokasikan oleh masyarakat Ciptagelar pada tiga fungsi utama, yakni untuk irigasi sawah, kebutuhan rumah tangga, dan menghasilkan listrik melalui pembangkit listrik tenaga mikrohidro.
Pengetahuan itu hanya sebagian dari kekayaan atas kearifan lokal yang berkaitan dengan pengelolaan air di Nusantara. ”Indonesia itu seperti perpustakaan peradaban dunia yang seharusnya masuk dalam percakapan global sehingga (budaya) tak sekadar jadi tradisi masa lalu. Seperti cara masyarakat kita bertahan di Nusantara selama ribuan tahun mengelola air sebagai sumber kehidupan yang patut dipelajari,” kata Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek, Hilmar Farid. engamat budaya dari Universitas Udayana, Bali, sekaligus pengurus Pura Ulun Danu Batur, I Ketut Eriadi Ariana menyebut, ”Keruntuhan manusia di Bali bisa terjadi saat danau tercemar, hutan-hutannya hilang, dan laut tercemar. Begitu juga subak yang saat ini sudah jadi warisan budaya untuk dunia, tetapi banyak lahannya dipakai untuk pembangunan vila, hotel, dan sebagainya. Harusnya (lahan subak) dijaga,” kata Eriadi. (Yoga)
Suplai Pekerja Terampil Belum Bisa Dipenuhi
Pergeseran industri padat karya ke padat modal yang membutuhkan suplai pekerja berketerampilan tinggi belum bisa dipenuhi, karena angkatan kerja masih didominasi lulusan SMP ke bawah, yakni 55,4 % pada tahun 2022. Artinya, ada 79,6 juta orang berpendidikan paling tinggi SMP dari total angkatan kerja 143,7 juta orang. Angkatan kerja adalah penduduk yang aktif secara ekonomi; tidak meliputi warga yang masih sekolah atau mengurus rumah tangga. Daya saing lulusan SD/SMP untuk langsung mendapat pekerjaan di sektor kerja formal dalam setahun setelah lulus hanya 2,9 % berdasarkan analisis data mikro Survei Angkatan Kerja Nasional Agustus 2022. Sebagai perbandingan, lulusan SMK menyumbang 24 % total fresh graduate yang mendapat pekerjaan formal. Adapun lulusan perguruan tinggi menyumbang proporsi 54,3 %.
Komposisi angkatan kerja seperti ini menjadi tantangan di tengah iklim investasi dan pembukaan lapangan kerja yang kian lama membutuhkan tenaga kerja berketerampilan tinggi. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI Teguh Dartanto membenarkan bahwa struktur tenaga kerja Indonesia masih didominasi oleh lulusan SD dan SMP. Padahal, saat ini ada tren investasi menuju industri padat modal. Ini membuat masyarakat berpendidikan rendah berada di posisi lemah dalam persaingan pasar kerja. Industri padat modal, mensyaratkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan khusus. Di sejumlah sektor, seperti ekonomi digital atau hilirisasi logam dan mineral, kebutuhan tenaga kerjanya hanya bisa dipenuhi oleh mereka yang tergolong high-skilled labour atau tenaga kerja berketerampilan tinggi.
”Tenaga kerja kita banyak yang masih SMP ke bawah. Bagaimana mau kerja di sektor tersebut,” kata Teguh, Rabu (8/5), di Jakarta. Penyelesaiannya hanya bisa dilakukan secara jangka panjang, yakni melalui perbaikan sistem pendidikan. Lulus SMA, Winna (22) memutuskan melamar kerja setelah gagal masuk perguruan tinggi. Namun, tidak ada lamarannya yang dijawab. Pencarian pekerjaan juga tidak mudah bagi lulusan perguruan tinggi. Sejak lulus S-1 ilmu komunikasi sekolah tinggi di Jakarta, awal tahun lalu, Citra Imelda (21) belum pernah bekerja. Sudah ratusan lamaran dikirim. Hanya dua perusahaan yang memanggil, tetapi berakhir kandas. (Yoga)
Ada Indikasi Penyimpangan Rp 371,8 Miliar pada PT Indofarma
BPK menyampaikan laporan terkait ditemukannya indikasi penyimpangan pengelolaan keuangan PT Indofarma Tbk dan anak perusahaannya yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 371,8 miliar. kepada Kejaksaan Agung. Terkait laporan tersebut, Kejagung menyatakan masih mempelajari laporan hasil pemeriksaan (LHP) investigatif atas pengelolaan keuangan PT Indofarma Tbk yang dilakukan oleh BPK. Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Febrie Adriansyah mengungkapkan, pihaknya telah menerima LHP investigatif atas pengelolaan keuangan PT Indofarma Tbk dari BPK, yang masih dipelajari dan didiskusikan terlebih dahulu. ”(LHP) sudah kita terima. Belum (diputuskan), masih dipelajari. Nanti LHP itu didiskusikan dengan Pak Dirdik (Direktur Penyidikan Jampidsus),” kata Febrie, Selasa (21/5) di Jakarta.
Wakil Ketua BPK Hendra Susanto, lewat pernyataan tertulis BPK, menyampaikan telah menyerahkan LHP investigatif atas pengelolaan keuangan PT Indofarma Tbk kepada Jaksa Agung ST Burhanuddin. Pemeriksaan tersebut merupakan inisiatif BPK berdasarkan pengembangan hasil pemeriksaan Kepatuhan atas Pengelolaan Pendapatan, Beban, dan Kegiatan Investasi Tahun 2020 sampai Semester I-2023 pada PT Indofarma Tbk, anak perusahaan, dan instansi terkait. Dari pemeriksaan, BPK menyimpulkan bahwa terdapat penyimpangan yang berindikasi tindak pidana oleh pihak-pihak terkait dalam pengelolaan Keuangan PT Indofarma Tbk beserta anak perusahaannya. Akibatnya, terdapat indikasi kerugian keuangan negara sebesar Rp 371.834.530.652. (Yoga)
Nadiem Ingatkan Kenaikan UKT Harus Rasional
Mendikbudristek Nadiem Makarim mengingatkan pengelola perguruan tinggi negeri (PTN) untuk tidak menaikkan uang kuliah tunggal (UKT) terlalu tinggi dalam waktu dekat. Penghitungan besaran UKT harus selalu mengedepankan asas keadilan dan inklusivitas. ”Saya meminta semua ketua perguruan tinggi dan prodi (program studi) untuk memastikan bahwa kalaupun ada peningkatan, harus rasional, harus masuk akal, dan tidak terburu-buru, tergesa-gesa melakukan lompatan yang besar,” kata Nadiem, Selasa (21/5) di Jakarta. Hal itu disampaikannya saat menghadiri rapat kerja antara Kemendikbudristek dan Komisi X DPR di Ruang Rapat Komisi X DPR, Senayan, Jakarta. Dalam rapat kerja tersebut, Mendikbudristek diminta meninjau ulang beragam aturan terkait perguruan tinggi negeri berbadan hukum atau PTN BH.
Aturan tersebut dinilai menyebabkan PTN menaikkan UKT yang membebani mahasiswa. Wakil Ketua Komisi X Dede Yusuf mengatakan, ada dua peraturanyang diyakinijadi penyebab UKT naik. Pertama, Peraturan Mendikbud No 4 Tahun 2020 tentang Perubahan PTN Menjadi PTN BH dan Permendikbudristek No 2 Tahun 2024 tentang Standar Satuan Biaya Operasional Pendidikan Tinggi (SSBOPT) pada PTN. ”Kami mendesak pemerintah mencabut dan merevisi Permendikbud ini sebelum penerimaan mahasiswa baru, terutama tentang batasan atas biaya UKT dan IPI (iuran pengembangan institusi),” kata Dede Yusuf. Desakan ini merupakan kesimpulan dari Rapat Dengar Pendapat Umum Komisi X dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia yang digelar pekan lalu. (Yoga)
Ruang Penurunan Suku Bunga Terbatas
Transaksi berjalan triwulan I-2024 mencatatkan defisit 2,2 miliar USD atau melebar dua kali lipat ketimbang triwulan IV-2023. Dengan demikian, kecil kemungkinan BI akan menurunkan suku bunga acuan dalam waktu dekat. ”Melebarnya defisit transaksi berjalan pada triwulan I-2024 mengindikasikan ruang untuk penurunan suku bunga kebijakan dalam waktu dekat terbatas. BI mungkin perlu mempertahankan suku bunga kebijakan yang tinggi lebih lama untuk memitigasi risiko terhadap stabilitas rupiah di tengah meningkatnya ketidakpastian global,” kata Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede, Selasa (21/5).
Kendati demikian, terdapat potensi penurunan suku bunga acuan pada semester II-2024 bila ketidakpastian global mereda., terutama merujuk pada suku bunga Bank Sentral AS, Federal Reserve (The Fed). Josua memperkirakan, BI baru akan menurunkan suku bunga acuan setelah The Fed menurunkan suku bunga acuan di AS. Sejumlah kalangan memperkirakan The Fed baru akan memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin pada Desember 2024. Dengan demikian, Josua melanjutkan, kemungkinan besar penurunan suku bunga acuan BI akan terjadi pada 2025. Apalagi, defisit transaksi berjalan pada 2024 diperkirakan melebar menjadi 0,94 % terhadap PDB dari 0,14 % terhadap PDB pada 2023. (Yoga)
Geliat Wisata di Candi Borobudur
Sebagaimana tahun sebelumnya, perayaan Waisak dipusatkan di Candi Borobudur, Magelang, Jateng. Selain seremoni keagamaan, acara budaya juga akan mewarnai. Jumlah pengunjung, umat, dan wisatawan diperkirakan melonjak pada pekan ini. Rangkaian acara menyambut rangkaian Tri Suci Waisak dimulai Selasa (21/5). Para biksu yang melakukan ritual thudong atau proses spiritual memaknai tiap langkah kehidupan sudah tiba di Candi Borobudur, Magelang, Jateng, pada Senin (20/5). Mereka, antara lain, berasal dari Thailand, Singapura, dan Malaysia yang berjalan kaki sejauh 1.250 kilometer dalam rangka menyambut Waisak.
”Para pelaku usaha, terutama di destinasi, maskapai, hotel, dan restoran pasti akan mengalami lonjakan pengunjung. Sebab, libur agak panjang mulai Kamis, 23 Mei 2024, ada long weekend,” ujar Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata (GIPI) Hariyadi Sukamdani, Selasa. Pengaruh perayaan Waisak cukup besar bagi pariwisata daerah sekitar, terutama di sekitar Candi Borobudur. Selain umat Buddha yang datang merayakan Waisak, wisatawan biasanya juga berbondong-bondong ke Candi Borobudur. Hariyadi menilai, perayaan kali ini lebih menarik karena penyelenggaraan acara-acara pendamping (side events). Salah satunya, Borobudur Peace and Prosperity Festival yang diadakan berkesinambungan hingga puncak perayaan pada Kamis (23/5).
Taksiran Kemenparekraf, setidaknya 300.000 wisatawan akan hadir di Magelang pada libur akhir pekan ini. Di masa liburan kali ini, Waisak menjadi momentum untuk beribadah sekaligus berwisata. Menparekraf Sandiaga Uno memperkirakan, wisatawan domestik yang berkunjung ke Borobudur akan merogoh sekitar Rp 1 juta hingga Rp 2 juta per orang. Apabila dikalkulasi, target perputaran uang bagi ekonomi lokal mencapai Rp 300 miliar sampai Rp 600 miliar. ”Lebih penting dari prestasi ekonominya, bagaimana secara spiritual perayaan Waisak nanti akan memantapkan Candi Borobudur sebagai wisata spiritual terbaik dunia,” ujar Sandiaga. (Yoga)
Harga Gula Petani Membaik
Gula petani tertinggi laku Rp 14.921 per kg dalam lelang perdana gula musim giling tebu 2024 di sejumlah pabrik gula. Harga tersebut berada di atas harga acuan pembelian sementara gula di tingkat petani yang ditetapkan pemerintah, Rp 14.500 per kg. Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Petani Tebu Republik Indonesia (APTRI) Soemitro Samadikoen, Selasa (21/5) malam, mengatakan, musim giling tebu tahun ini akan berlangsung pada Mei-Oktober. Lelang perdana gula petani pada musim giling tersebut berlangsung di Pabrik Gula (PG) Candi Baru, Kabupaten Sidoarjo, Jatim, dan PG Madukismo di Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Gula petani yang dilelang di PG Candi Baru sebanyak 400.000 ton dengan harga Rp 14.921 per kg. Adapun PG Madukismo melelang 460.000 ton gula petani seharga Rp 14.850 per kg.
”Harga tersebut terbilang baik karena berada di atas harga acuan pembelian sementara gula ditingkat petani. Namun, rendemennya terbilang masih rendah, rata-rata 6,5 %, akibat dampak kondisi cuaca yang tidak menentu,” ujarnya. Soemitro memperkirakan, harga lelang gula petani akan terus meningkat karena sudah ada penetapan harga patokan sejak awal musim giling. Tahun ini, Bapanas merelaksasi harga acuan penjualan gula di tingkat petani dari Rp 12.500 per kg menjadi Rp 14.500 per kg pada 3 Mei. Relaksasi harga acuan itu berlaku sementara, yakni pada 3 Mei-31 Oktober 2024. Hal itu bisa menjadi acuan harga lelang gula sepanjang musim giling tebu 2024. (Yoga)
”Fraud” di Indofarma, Bio Farma Tanggung Restrukturisasi
Kementerian BUMN mendukung proses hukum yang terjadi pada PT Indofarma (Persero) Tbk atas dugaan tindakan fraud yang merugikan negara hingga Rp 371 miliar. Selagi proses hukum berjalan, PT Bio Farma (Persero) selaku holding akan menopang restrukturisasi utang dan pelunasan gaji pegawai yang tersendat. Hal itu disampaikan Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, seusai menyampaikan pidato kunci dalam DBS Asian Insights Conference 2024, di Jakarta, Selasa (21/5). ”Memang ada fraud di Indofarma. Kami sudah diskusi dan sudah mendukung langkah BPK untuk melaporkan ke Kejaksaan Agung. Harus ada tindakan hukum,” ujar Kartika. Sebelumnya, BPK menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan Investigatif atas Pengelolaan Keuangan PT Indofarma Tbk kepada Kejaksaan Agung pada Senin (20/5).
Laporan tersebut merujuk pada kinerja perseroan pada 2020-2023 yang diduga menimbulkan kerugian negara hingga Rp 371,83 miliar. Wakil Ketua BPK Hendra Sutanto, dalam keterangan tertulis menyampaikan, seusai menyerahkan hasil audit itu, lembaganya berharap agar Kejaksaan Agung segera melakukan proses hukum sehingga pihak-pihak pelanggar hukum dapat mempertanggungjawabkan kerugian negara yang timbul. Selain mendukung penegakan hukum dalam kasus fraud Indofarma, Tiko juga menyebutkan, kementerian telah menunjuk PT Bio Farma (Persero) untuk memimpin restrukturisasi utang yang membelit Indofarma sekaligus menyelesaikan semua kewajiban Indofarma sebelum diputuskan pailit. (Yoga)









