;

Sempat Catatkan Rekor, Harga Emas Melemah

Yoga 25 May 2024 Kompas

Harga emas yang menjadi komoditas investasi favorit masyarakat Indonesia terjerembap setelah mencapai rekor tertinggi sepanjang masa pada pekan lalu. Pengamat memprediksi penurunan harga akan terus berlanjut imbas perbaikan data ekonomi di AS. Harga emas di pasar spot pada Jumat (24/5) turun menjadi 2.330 USD per troy ons, mendekati posisi terendah dalam dua minggu terakhir. Pada Senin (20/5) harga emas batangan mencapai rekor tertinggi, di 2.449,89 USD per troy ons dan menyebabkan kenaikan 14 % sejak awal tahun. Perubahan harga emas ikut tertransmisi ke harga emas dalam negeri. Situs Logam Mulia, milik PT Aneka Tambang Tbk, Jumat, mencatatkan penurunan harga emas batangan satu gram sebesar Rp 20.000 menjadi Rp 1.325.000, kembali seperti harga di pertengahan Mei.

Ahli strategi komoditas di TD Securities, Daniel Ghali, mengatakan, penurunan harga terjadi karena aksi jual emas oleh para investor yang khawatir dengan data ekonomi AS terbaru. Pada Kamis (23/5), data awal S&P Global untuk manufaktur, jasa, dan Indeks Manajer Pembelian (PMI) komposit bulan Mei menunjukkan peningkatan aktivitas bisnis di AS. Pada saat yang sama, jumlah pengangguran di AS lebih sedikit daripada perkiraan sehingga menunjukkan kekuatan di pasar tenaga kerja. Situasi tersebut juga mengindikasikan kecenderungan kenaikan inflasi yang dapat disusul kenaikan suku bunga. Beberapa pejabat bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), menyampaikan hal tersebut dalam risalah rapat bulanan mereka. Investor emas pun semakin khawatir dengan penurunan suku bunga AS akibat menguatnya aktivitas bisnis di sana. (Yoga)


Disrupsi Rantai Pasok Ubah Preferensi Belanja Konsumen

Yoga 25 May 2024 Kompas

Gangguan rantai pasok global, baik akibat konflik geopolitik dan geoekonomi maupun dampak perubahan iklim, telah berujung pada krisis biaya hidup. Krisis itu dialami mata rantai terakhir rantai pasok global, yakni konsumen. Kala isi dompet terbatas, preferensi konsumen bakal menjadi penentu laku atau tidaknya sebuah produk. Hal itu bakal menjadi bumerang bagi para pelaku industri, termasuk UMKM. Situasi itu menjadi perhatian sejumlah kalangan yang terlibat dalam Forum Rantai Pasok Global (GSCF) yang digelar di Bridgetown, Barbados, 21-24 Mei 2024. Forum tersebut diharapkan dapat menghasilkan sejumlah solusi bersama untuk mengatasi disrupsi rantai pasok dunia.

Dalam Barbados Today, Kamis (23/5) waktu setempat, Asosiasi Usaha Kecil dan Menengah (ASB) Barbados menyebutkan, baik dunia usaha maupun konsumen terkena dampak buruk gangguan rantai pasokan. Dunia usaha terbebani kenaikan biaya produksi dan mengalami penurunan pendapatan, bahkan kerugian. Mereka juga terpaksa membeli bahan baku dari pemasok lain dengan harga lebih mahal. Banyak juga yang kehilangan pembeli akibat harga produk olahan naik dan keterlambatan atau penundaan pengiriman. Adapun dampaknya ke konsumen, biaya hidup menjadi lebih tinggi karena harga barang menjadi lebih mahal akibat kenaikan biaya produksi.

Konsumen juga terlambat mendapatkan barang pesanan, bahkan sampai tidak bisa membelinya karena stok habis. Mengutip Survei Konsumen 2023 yang dilakukan o9 Solutions, ASB Barbados menyebutkan, 52 % dari 1.000 konsumen AS mengaku terdampak disrupsi rantai pasokan dalam 12 bulan terakhir. Sebagai respons terhadap gangguan itu, 38 % responden berhenti membeli barang karena kenaikan harga. Selain itu, mereka juga menyesuaikan kebiasaan belanja bulanan dengan memprioritaskan produk yang paling diperlukan (33 %). Fenomena serupa juga dialami konsumen di Indonesia. Salah satunya akibat kenaikan harga bahan pangan pokok, baik yang bersumber dari impor maupun produksi dalam negeri.

Kenaikan harga pangan di dalam negeri juga disebabkan kenaikan biaya produksi dan dampak El Nino. Berdasarkan data Mandiri Spending Indeks, rata-rata penghasilan bersih masyarakat hanya meningkat 15 % selama 2017-2023. Sementara kenaikan harga (indeks harga konsumen) lebih tinggi, yakni 18,5 %. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S Lukman, Jumat (24/5) mengaku, pelaku industri makanan-minuman terbebani kenaikan biaya produksi, tapi mereka tidak bisa menaikkan harga produk karena daya beli masyarakat lemah. Karena itu, kami berharap pemerintah memahami kondisi itu dan menunda menaikkan PPN dari 11 % menjadi 12 % pada 2025,” katanya. (Yoga)


Kerak Telur dan Asinan Betawi Diakui sebagai Kekayaan Intelektual Komunal

Yoga 25 May 2024 Kompas

Sebanyak 12 komunitas kuliner tercatat dalam daftar Inventarisasi Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) Indikasi Asal dari Kemenkumham RI, yang merupakan upaya untuk menjaga warisan budaya dan meningkatkan ekonomi warga. Ke-12 komunitas kuliner yang terdaftar adalah komunitas gabus pucung, asinan Betawi, bir pletok, gado-gado Jakarta, kembang goyang, kerak telur, dan laksa Betawi. Selain itu, ada komunitas roti buaya, selendang mayang, soto Betawi, kue rangi, dan komunitas sayur asem. Kadis Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta Iwan Henry Wardhana, Jumat (24/5) mengatakan, pencatatan KIK ini merupakan bentuk apresiasi dari ekspresi budaya tradisional, pengetahuan tradisional, sumber daya genetik, dan potensi indikasi geografis yang perlu dilindungi. Apalagi, kekayaan ini terbukti mendatangkan manfaat komersial bagi komunitas yang terlibat.

Pencatatan ini juga menjadi implementasi dari upaya perlindungan, pelestarian, pengembangan, dan pemanfaatan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat sekaligus perwujudan ketahanan nasional. Ia pun mengapresiasi upaya setiap komunitas yang terlibat untuk terus menggali potensi dari setiap produk yang dibuatnya, termasuk potensi sejarah. Pemberian surat pencatatan inventarisasi KIK ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para pelaku kuliner Betawi agar terus menjaga eksistensinya dalam menghadapi maraknya kuliner dari luar. Pencatatan ini diharapkan dapat memberi dampak ekonomi lebih luas. Jangan sampai ada pihak tak bertanggung jawab yang membajak dan membuat klaim tertentu terhadap kekayaan intelektual komunal itu. (Yoga)


Senja di Wajah Baru Waduk Darma

Yoga 25 May 2024 Kompas

Setelah direvitalisasi tahun 2023, Waduk Darma kini punya wajah baru yang memancarkan panorama senja dengan dermaga apungnya. Tak hanya menarik ribuan wisatawan, perubahan waduk peninggalan Belanda ini juga memberi makna bagi masyarakat. Langit biru menjelma oranye di Waduk Darma, Kuningan, Jabar, Kamis (2/5). Sejumlah pengunjung merekam momen itu. Ada juga yang hanya duduk menikmati senja di Waduk Darma. Adjisar (70), pengunjung asal Bandung, mengabadikan dirinya bersama istri di spot swafoto tersebut. ”Sangat beruntung warga yang bermukim dekat Waduk Darma. Mereka tidak hanya menikmati panorama waduk yang indah, tetapi juga dapat berolahraga, jalan, dan lari santai mengitari jalur di area waduk,” tutur Adjisar.

Selain trek joging, dibangun juga tempat duduk untuk istirahat warga. 10 meter dari lokasi swafoto tersedia tempat untuk pengunjung makan bersama kerabat, yang dalam tradisi Jabar, disebut botram. Ada dua rombongan pengunjung yang menikmati aneka kuliner sambil lesehan di atas tikar. Juju (45) dan keluarganya, menempuh 90 menit perjalanan dari Ciamis ke Waduk Darma. Mereka membayar tiket masuk Rp 17.500 per orang pada hari biasa. ”Perjalanan cukup jauh ke sini terbayarkan dengan keindahan panoramanya. Kami menikmati makanan yang enak dengan suasana kekeluargaan,” ucap Juju tersenyum.

Selain spot swafoto dan tempat piknik, Waduk Darma juga memiliki gazebo, tempat duduk santai berlapis rumput sintetis, area kuliner, dan dermaga terapung yang menjadi landmark waduk. Dermaga ini terhubung dengan perahu wisata yang dapat berkeliling area waduk. Ada juga tempat pertunjukan kesenian, gedung untuk acara pernikahan hingga seminar, area perkemahan, hingga spot untuk foto pranikah. Berbagai fasilitas itu merupakan buah dari revitalisasi waduk oleh Pemprov Jabar sejak 2019. Gubernur Jabar saat itu, Ridwan Kamil, mencanangkan waduk seluas 425 hektar itu sebagai destinasi wisata tingkat internasional. Sejak April 2023, waduk ini pun punya wajah baru.

”Salah satu yang kami banggakan adalah penataan Waduk Darma. Saya titip ini dijaga. Total anggarannya di atas Rp 30 miliar. Saya harapkan menjadi destinasi wisata unggulan, bahkan internasional,” ucapnya saat itu. Manajer PT Jaswita Pengelola Waduk Darma Fivih Handayani mengatakan, meski pengelolaannya berganti, pihaknya tetap memberdayakan warga. Sebanyak 28 pegawai, berasal dari desa setempat. Begitu juga dengan 15 gerai kuliner dan 35 tempat untuk UMKM. Fivih mengatakan, warga turut merasakan dampak ekonomi dari Waduk Darma. Pada libur Lebaran dan Tahun Baru, pengunjung bisa 6.000 hingga 8.000 orang per hari. Pendapatan bersih bulanan PT Jaswita pun dapat menyentuh Rp 300 juta. (Yoga)


Dede Arief Cahyadi, Megaterasering untuk Masa Depan

Yoga 25 May 2024 Kompas (H)

Dede Arief Cahyadi terpanggil memajukan potensi wisata sawah terasering di kampung halaman istrinya, Desa Sukamulya, Pangandaran, Jabar. Dede berkontribusi melahirkan BUMDes, kelompok sadar wisata, hingga mempromosikan Desa Wisata Megaterasering Sukamulya menjadi destinasi wisata di Pangandaran. Dari Parigi, ibu kota Pangandaran, ke Sukamulya berjarak 17 km. Dari Bandara Internasional Kertajati di Majalengka dengan mobil, jarak tempuh ke Sukamulya 162 km, memakan waktu 5 jam. Di Megaterasering Sukamulya, pengunjung menyaksikan satu-satunya desa dengan sawah terasering terluas di Pangandaran yang mencapai 1.200 hektar. Selama ini, Pangandaran dikenal dengan wisata pantai dan sungai.

Megaterasering Sukamulya menampilkan pemandangan hamparan sawah yang indah, kehidupan petani yang beraktivitas di sawah, air terjun yang sejuk, kebun agrowisata, hingga perkebunan kopi robusta. Megaterasering ini terkenal berkat kerja keras pemuda di Pangandaran bernama Dedi Arief Cahyadi (39), setelah menikahi istrinya, Rosi Juniati (32) warga setempat pada 2016. ”Awalnya saya kira daerah perbukitan hanya hutan yang biasa dilalui warga. Ternyata sebuah potensi wisata yang sangat besar tersimpan di Sukamulya,” tutur Dedi saat ditemui di Pangandaran, 5 Mei 2024. Denan mempelajari literasi tentang terasering dan potensi pengembangan wisata terasering seperti di Ubud di Bali. Ia berikhtiar melahirkan desa wisata di Sukamulya. Komitmen itu dijalankan Dede di tengah kesibukannya sebagai penggiat budaya Kabupaten Pangandaran sejak tahun 2016 di bawah naungan Ditjen Kebudayaan Kemendikbudristek.

Di tengah upaya membangun spot wisata terasering di Sukamulya, Dedi terpilih menjadi salah satu tenaga pendamping program Pemprov Jabar, Patriot Desa, yang mendorong desa tertinggal dan berada di perbatasan dengan provinsi lain. ”Selama setahun sebagai tenaga pendamping Patriot Desa, saya merintis lahirnya BUMDes di Sukamulya yang mengelola pemasukan dari penggunaan air bersih oleh warga setempat,” ujarnya. Perlu waktu tiga tahun bagi Dede untuk meyakinkan warga soal potensi pendapatan yang diraih dari sektor pariwisata. Ia pun secara intens membuat video keindahan terasering Sukamulya di media sosial. Unggahannya menarik perhatian banyak warganet. Ia juga mengundang salah seorang pelaku usaha jasa wisata di Pangandaran bernama Fauzi ke Sukamulya.

Ditjen Kebudayaan Kemendikbudristek menetapkan Sukamulya, satu dari 359 desa di Indonesia yang berstatus desa budaya pada 2 April 2021. Dede bersama warga setempat sepakat menamai tempat itu Megaterasering Sukamulya. Warga pun dilatih menjadi pemandu wisata dan menyiapkan aneka kuliner bagi pengunjung, seperti nasi liwet, ikan asin, ikan mas, ayam goreng, dan kelapa muda. Pada Maret 2021, warga menyambut 300 pesepeda dari Pangandaran yang menjajal rute di Sukamulya. Kegiatan ini berjalan sukses dan warga mendapatkan pemasukan besar, yang Rp 1,5 juta dari pemasukan kegiatan sepeda itu digunakan Pokdarwis Wahana Mulya untuk membangun saung berkapasitas 50 orang yang digunakan sebagai tempat berlindung pengunjung. Kini, Desa Wisata Megaterasering Sukamulya rutin dikunjungi wisatawan dari sejumlah wilayah di Jabar, sebanyak 30 hingga 50 pengunjung sebulan. (Yoga)


PMN Bukan Solusi Jitu

Yuniati Turjandini 25 May 2024 Investor Daily (H)
Aksi pemerintah menyuntikkan penyertaan modal negara (PMN)  kepada BUMN karya yang sedang terjerat krisis utang dinilai bukan solusi jitu untuk menyelamatkan mereka. Sejumlah kalangan menilai, solusi tersebut bersifat parsial tanpa menyentuh akar permasalahan, sehingga perlu dikaji ulang. Sebab, faktanya, sejumlah BUMN karya tetap sakit, kendati sudah diguyur PMN jumbo. Sebagai contoh, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) hingga kini masih dibekap kerugian dan kesulitan membayar utang. Tahun lalu, perseroan mencetak rugi bersih Rp 3,7 triliun dan sampai saat ini belum sepakat dengan pemegang obligasi  Berkelanjutan tahap IV tahun 2019 terkait skema restrukturisasi. Memasuki 2024, Waskita masih rugi, tepatnya Rp 1 triliun per Maret. Saham Waskita masih disuspensi Bursa Efek Indonesia (BEI) dan kini menghadapi potensi delisting. (Yetede)

Benahi Ekosistem Asuransi Kesehatan

Yuniati Turjandini 25 May 2024 Investor Daily (H)

OJK bertekad untuk membenahi ekosistem asuransi kesehatan. Hal ini dilakukan seiring melonjaknya rasio klaim terhadap premi yang diterima perusahaan asuransi yang sangat tinggi, melebihi premi bruto yang diterima. Kondisi ini dinilai kurang ideal dari sisi bisnis. "Tadi disampaikan angkanya 138%, ini mungkin perlu dijajaki lebih lanjut, namun kami memastikan bahwa itu diatas 100%. Ini belum memperhitungkan dari biaya lain secara keseluruhan, jadi belum combine ratio, tapi baru murni klaim rasio terhadap premi yang diterima," kata Kepala Ekskutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono. Ia mengatakan, produk asuransi kesehatan termasuk produk unggulan, terbukti dari minat perusahaan asuransi terhadap produk ini cukup tinggi, yakni dari perusahaan asuransi jiwa dan perusahaan asuransi umum. (Yetede)

Indosat Berambisi jadi Perusahaan Teknologi

Yuniati Turjandini 25 May 2024 Investor Daily (H)

PT Indosat Tbk (ISAT) atau Indosat Ooredoo Hutchinson (IOH) berambisi menjadi perusahaan teknologi dengan melebarkan sayapnya di industri teknologi seperti information, communication & technology (ICT) dan Artificial Intelegence (AI). Berlanjut, dana sebesar Rp 2,3 triliun juga disiapkan untuk melanjutkan ekspansi.  Presiden Direktur dan CEO Indosat ooredoo Hutchison Vikram Sinha menungkapkan bahwa perseroan saat ini fokus bertransformasi menjadi perusahaan teknologi dari sebelumnya perusahaan telekomunikasi. Indosat pun melakukan investasi besar-besaran dari sisi SDM untuk mewujudkan transformasi tersebut. Vikram berkeyakinan, investasi teknologi tidak mungkin dilakukan apabila tidak diimbangi dengan investasi dari human capital. "Sebagai contoh, dalam hal perencanaan kapasitas, kami biasanya mengivestasikan hampir 5-6 triliun untuk mengelola kapasitas. Dikerjakan secara manual dengan tingkat akurasi sebesar 70-75%, namun, ketika kami mengerjakan pengelolaan kapasitas itu melalui bantuan AI, tingkat akurasinya naik menjadi 98%," beber Vikram. (Yetede)

Marak BNPL, Transaksi Kartu Kredit Masih Tumbuh 11,57%

Yuniati Turjandini 25 May 2024 Investor Daily (H)

Ditengah maraknya bisnis buy now pay later (BNPL) yang ditawarkan, bisnis kartu kredit perbankan masih mencatatkan pertumbuhan positif. Bank Indonesia (BI) mencatat volume transaksi kartu kredit masih tumbuh dua digit per April 2024. Nominal kartu kredit masih meningkat 11,67% (year on year/yoy) mencapai Rp 34,39 triliun," kata Gubernur BI Perry Warjiyo. Sementara itu OJK juga mencatatkan outstanding piutang pembiayaan perusahaan BNPL per maret sebesar Rp 8,13 triliun, meningkat 23,9% (yoy) lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kartu kredit. Dengan rasio pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) gross 3,15%, dan NPF nett 0,59%. Meskipun pertumbuhan bisnis paylater lebih tinggi dibandingkan dengan bisnis kartu kredit, namun kedua produk tersebut memiliki pasar yang berbeda. Sehingga, seharusnya bisnis paylater tidak bisa menggantikan kartu kredit dan tidak perlu dikhawatirkan perbankan. (Yetede)

Medco Energi Siap Lunasi Obligasi Jatuh Tempo Rp400 Miliar

Yuniati Turjandini 25 May 2024 Investor Daily

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) siap melunasi obligasi jatuh tempo sebesar Rp 400 miliar. Dana tersebut berasal dari hasil penerbitan obligasi pada tahun ini dengan total nilai mencapai Rp 1,5 triliun. Pada tahun ini, tepatnya pada Februari 2024, emiten dengan kode saham MEDC tersebut telah menerbitkan Obligasi Berkelanjutan V Tahap II Tahun 2024 dengan hasil menghimpun dan sejumlah total Rp 1,5 triliun. Direktur Keuangan Medco Energi Internasional Anthony R. Mathias menyampaikan, dana yang terhimpun dari penerbitan Obligasi Berkelanjutan II Tahap V Tahun 2024 tersebut akan digunakan perseroan untuk melunasi Obligasi rupiah perusahaan yang jatuh tempo tahun ini. "Termasuk untuk pembayaran Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I Tahun 2021 Seri A," jelas Anthony. (Yetede)

Pilihan Editor