;

BI Diperkirakan Turunkan Suku Bunga Acuan di Akhir Tahun 2024

Yuniati Turjandini 27 May 2024 Investor Daily
Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan menurunkan suku bunga acuan dua kali di tahun 2024 ini. Langkah tersebut dilakukan untuk melonggarkan likuiditas agar biaya kredit dan investasi semakin murah sehingga memberikan dorongan positif kepada pertumbuhan dan menekan angka pengangguran. "Suku bunga sampai akhir tahun berpeluang turun sampai ke level 5,75 dengan inflasi year on year  sekitar 4%. Asumsi saya The Fed berpeluang turunkan suku bunga acuan level 4,75-5% di tahun ini," ucap Analis Senior Indonesia Startegic and Economic Action Institution Ronny P Sasmita. Sebelumnya BI memutuskan  untuk mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) sebesar 6,25%. Sedangkan suku bunga deposit facility sebesar 5,5%, dan suku bunga lending facility sebesar 7% dalam Rapat Dewan Gubernur  BI pada 21-22 Mei 2024. (Yetede)

Perlukah Waspada karena Covid-19 di Singapura

Yuniati Turjandini 27 May 2024 Tempo
Meski tak habis-habis bikin waswas. Di Singapura, yang berjarak kurang dari satu jam pelayaran dari Batam, virus corona kembali merajalela. Kementerian Kesehatan Singapura menyatakan angka kasus Covid-19 melonjak dari 13.700 pada awal bulan menjadi 25.900 pada pekan lalu. Dampaknya, terjadi kenaikan tingkat rawat inap dari 180 menjadi 280 orang. Lalu bagaimana dengan Indonesia yang sejauh ini masih adem-adem saja? "Tidak perlu khawatir. Apa pun namanya, mutasi virus corona akan ada terus," ujar Tjandra Yoga Aditama, guru besar pulmonologi dan kedokteran respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, kepada Tempo, Ahad, 26 Mei 2024.

Tjandra Yoga mengatakan lonjakan angka kasus Covid-19 di Singapura merupakan dampak proses alamiah perkembangan suatu virus. Toh, meski jumlah kasus meningkat, daya rusaknya terhadap kesehatan relatif rendah. Hal itu tecermin dari tidak ada tambahan pasien di unit perawatan intensif atau ICU di Singapura. "Varian ini lebih ringan," katanya.

Gelombang baru kasus Covid-19 di Singapura dipicu oleh virus corona subvarian KP.1 dan KP.2. Keduanya merupakan mutasi dari Omicron JN.1. Menurut Tjandra, gejala yang ditimbulkan dua varian ini tidak jauh berbeda dengan pendahulunya. Dari batuk, demam, sakit kepala, nyeri di dada, hingga anosmia—kehilangan indra penciuman sementara. "Tentu saja menular, tapi dampaknya lebih ringan," ujar Direktur Pascasarjana Universitas Yarsi, Jakarta, itu. (Yetede)

Salah Kaprah Mengatasi Pengangguran

Yuniati Turjandini 27 May 2024 Tempo
DAMPAK kekeliruan strategi pembangunan ekonomi pemerintahan Presiden Joko Widodo mulai terlihat dari angka pengangguran. Tingkat pengangguran yang tinggi pada penduduk berusia muda terjadi akibat rendahnya penyerapan tenaga kerja. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional yang menunjukkan per Februari lalu, dari 149,38 juta angkatan kerja, sebanyak 7,20 juta orang (4,28 persen) pengangguran. Dibanding masa pandemi, angka tingkat pengangguran memang tampak terus melandai dalam tiga tahun terakhir. Tapi, sebetulnya, persentasenya hanya menurun tipis dari tingkat pengangguran terbuka pada Februari 2020 yang tercatat 4,94 persen.

Kendati secara statistik terus turun, tingkat pengangguran ini tidak bisa dianggap remeh. Apalagi kontributor terbesar tingkat pengangguran adalah penduduk dari kelompok usia produktif (15-24 tahun) atau yang kerap disebut generasi Z atau gen Z. Jumlahnya mencapai 1,2 juta orang (16,82 persen). Mereka selama ini disebut-sebut sebagai bagian dari bonus demografi. Angka pengangguran dari generasi Z itu bisa jadi lebih besar. Sebab, menurut data BPS per Agustus 2023, ada 9,9 juta penduduk berusia 15-24 tahun tanpa kegiatan produktif (tidak sedang menjalani pendidikan dan pelatihan atau tidak sedang bekerja). Dalam kelompok ini, lulusan sekolah menengah kejuruan merupakan kontributor terbanyak, yaitu 8,9 persen.

Persoalan klasik ini bukan hanya menimpa generasi Z. Hampir di semua generasi, pengangguran pada penduduk usia muda 15-24 tahun selalu paling tinggi. Salah satunya dipicu oleh minimnya akses bagi anak muda masuk ke jenjang pendidikan berikutnya. Kesuksesan program wajib belajar sembilan tahun tidak diikuti oleh pemerataan kesempatan bagi anak muda lulusan SMP masuk ke jenjang SMA. Begitu pula dengan anak SMA yang ingin masuk ke perguruan tinggi. Industri dan lapangan kerja yang terbatas membuat masa tunggu lulusan SMA lebih lama dalam memperoleh pekerjaan pertama. (Yetede)

Sinyal Ketimpangan Tabungan

Yuniati Turjandini 27 May 2024 Tempo
TABUNGAN orang kaya makin besar. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat kenaikan signifikan simpanan kelompok ini sejak awal tahun. Indeks tabungan konsumen dengan simpanan di atas Rp 10 juta menunjukkan pergerakan dari kisaran level 90 pada Januari menjadi 109,9 pada Mei 2024. Mandiri Macroeconomic Outlook pada 14 Mei lalu menyebutkan kondisi simpanan orang kaya berbanding terbalik dengan kelompok menengah atau konsumen yang memiliki tabungan sebesar Rp 1-10 juta. Grafik indeks tabungannya melandai sejak Oktober 2023. Sedangkan untuk kelompok bawah atau konsumen dengan rata-rata tabungan Rp 1 juta, simpanan mereka tampak terus berkurang sejak kuartal II 2023.

Perbedaan jumlah simpanan ini salah satunya dipengaruhi oleh kemampuan menabung tiap kelompok per bulan. Kelompok atas, misalnya, bisa menyimpan Rp 11,3 juta per bulan pada Maret 2024, naik dari Maret 2023 yang hanya Rp 10,8 juta per bulan. Sebagai perbandingan, kemampuan menabung kelompok menengah hanya naik Rp 100 ribu selama periode tersebut, dari Rp 2,7 juta menjadi Rp 2,8 juta. Sedangkan kemampuan menabung kelompok bawah tak berubah, hanya Rp 500 ribu per bulan. Khusus untuk kelas menengah, Head of Mandiri Institute Teguh Yudo Wicaksono menjelaskan bahwa ada faktor lain yang menggerus tabungan mereka. Proporsi pendapatan yang dialokasikan untuk pembayaran cicilan cenderung meningkat, dari 10,9 persen pada Maret 2023 menjadi 13,6 persen pada Maret 2024. Rata-rata pengeluaran cicilan kelompok ini naik dari Rp 1,5 juta per bulan menjadi Rp 2 juta per bulan selama periode tersebut. (Yetede)


Cycling de Jabar Perkuat Konektivitas Utara dan Selatan

Yoga 26 May 2024 Kompas (H)

Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin, Pj Wali Kota Cirebon Agus Mulyadi, dan Pemred Kompas Sutta Dharmasaputra melepas 202 pesepeda. Peserta melintasi Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kuningan, Majalengka, Ciamis, Kota Banjar, dan Pangandaran. Rute sepanjang 213 km ini berbeda dengan dua gelaran sebelumnya yang mengambil rute jalur selatan. Pada 2022 dan 2023, peserta mengayuh sepeda dari Geopark Ciletuh, Sukabumi, hingga Pangandaran dengan jarak 300 km dalam dua etape. ”Dua tahun terakhir, (CdJ) digelar di Jabar selatan. Sekarang di utara. Kami ingin menunjukkan Jabar utara, selatan, timur, dan barat indah pariwisatanya,” kata Bey.

Menurut dia, pariwisata di jalur utara juga tidak kalah dengan selatan, mulai dari sejarah, budaya, hingga kuliner. Balai Kota Cirebon yang menjadi tempat start, misalnya, merupakan cagar budaya. Pesepeda juga melalui Waduk Darma, salah satu destinasi wisata di Kuningan. Kehadiran sejumlah spot pariwisata dari Cirebon hingga Pangandaran, kata Bey, merupakan wujud keterkaitan antara Jabar utara dan selatan. Berbagai tempat itu, terhubung infrastruktur di jalur utara dan selatan. Selama lomba, misalnya, pesepeda melintasi jalan aspal yang mulus dari Cirebon hingga Pangandaran.

Keberadaan infrastruktur jalan tol, seperti Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu), juga dapat mempercepat pengendara dari wilayah selatan, seperti Cianjur ke Cirebon. Begitupun dengan Bandara Internasional Jabar, Kertajati di Majalengka yang jadi pintu masuk wisatawan. Dengan konektivitas itu, Bey optimistis, pembangunan di Jabar selatan dan utara bisa merata. Terlebih, pemerintah pusat juga telah berkomitmen mengembangkan dua daerah itu melalui Perpres No 87 Tahun 2021 tentang Percepatan Pembangunan Kawasan Rebana dan Kawasan Jabar Selatan.

Dalam regulasi itu tercatat 170 program senilai Rp 392 triliun. Sebanyak 89 proyek senilai Rp 157 triliun ada di Jabar selatan. Program itu diharapkan mengikis ketimpangan selatan-utara Jabar. Harapan berlanjut Sejumlah pemda di utara dan selatan Jabar berharap potensi wilayahnya bisa terangkat dengan CdJ. Pj Wali Kota Cirebon Agus Mulyadi berpendapat, CdJ turut meningkatkan perekonomian daerah. Hal itu tampak dari ramainya hotel oleh pesepeda. Ia menginginkan ajang ini tidak berlangsung satu kali, tetapi berlanjut rutin setiap tahun. (Yoga)


Mahkamah Internasional Minta Israel Stop Serangan

Yoga 26 May 2024 Kompas (H)

Israel tetap menyerang Gaza, termasuk Rafah, Sabtu (25/5) meski Mahkamah Internasional atau ICJ memerintahkan Israel menghentikan serangan. Namun, Israel tidak mengisyaratkan akan menghentikan operasinya di Rafah. Menurut saksi mata warga Palestina, serangan Israel menyasar Rafah dan pusat kota Deir al-Balah. Bentrokan terjadi antara tentara Israel dan kelompok Hamas. Warga Palestina berharap keputusan ICJ akan memberi tekanan kepada Israel untuk mengakhiri perang meski mereka tak sepenuhnya yakin. ”Israel menganggap dirinya kebal hukum. Karena itu, saya tidak percaya penyerangan atau perang akan berhenti kecuali dengan kekerasan,” kata Mohammed Saleh, warga Gaza.

Pada Jumat (24/5), ICJ memerintahkan Israel menghentikan serangan ke Rafah dan membuka Gerbang Rafah demi mempertahankan jalur kemanusiaan. Selain itu, ICJ juga memerintahkan pembebasan segera dan tanpa syarat para sandera yang ditawan Hamas dalam serangan pada 7 Oktober 2023. ICJ sebelumnya telah memerintahkan agar Israel melakukan apa pun untuk mencegah genosida selama menyerang posisi kelompok Hamas di Gaza. Namun, Israel tetap melanjutkan operasi militer, bahkan menyerang Rafah yang dipadati pengungsi. Pasukan darat Israel mulai bergerak memasuki Rafah awal Mei 2024, mengabaikan seruan internasional.

Israel mengambil alih sisi Rafah yang berbatasan dengan Mesir sehingga menyulitkan pengiriman bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza. Perintah ICJ memberi angin segar bagi upaya menekan Israel menghentikan perang di Gaza. Sekjen PBB Antonio Guterres menekankan bahwa keputusan ICJ bersifat ”mengikat”. Jubir Guterres, Stephane Dujarric, mengatakan, Sekjen PBB yakin semua pihak akan mematuhi perintah pengadilan tersebut. Menlu Afsel Naledi Pandor kepada stasiun televisi SABC mengatakan, Afsel senang ICJ mengindahkan seruannya. ”Kasusnya semakin kuat dari hari ke hari. Genosida sedang berlangsung,” katanya. (Yoga)


Investasi Bodong untuk Modal Foya-foya di AS

Yoga 26 May 2024 Kompas

Guo Wengui (57), pengusaha kaya asal China yang mengasingkan diri ke AS, menjadi sensasi setelah ketahuan menipu untuk berfoya-foya. Dengan janji investasi yang ternyata bodong, Guo meraup kekayaan 1 miliar USD (Rp 16 triliun). Hal itu terungkap dalam sidang kasus penipuan di pengadilan New York, Jumat (24/5) siang waktu setempat atau Sabtu (25/5) dini hari waktu Indonesia. ”Guo melakukan penipuan besar-besaran terhadap banyak orang demi berfoya-foya,” kata Asisten Jaksa Micah Fergenson. Kepada para pengikutnya di dunia maya, Guo menjanjikan mereka bisa kaya melalui investasi. Rupanya uang yang terkumpul digunakan untuk membiayai gaya hidup glamor.

Jaksa menyebut aset Guo dan keluarganya juga mencakup apartemen senilai 70 juta USD di Central Park, dua kapal pesiar mewah, rumah mewah seluas 15.000 meter persegi, mobil-mobil mewah senilai total 60.000 USD, bahkan kasur seharga 35.000 USD (Rp 561 juta). Guo pindah dari China ke AS pada 2014. Ketika itu, Pemerintah China menjalankan operasi pemberantasan korupsi. Banyak pejabat yang merupakan teman-teman Guo berakhir di penjara. Setelah meninggalkan China, otoritas China menuding Guo atas sejumlah kejahatan, antara lain, pemerkosaan, penculikan, penyuapan, dan pencucian uang. Guo menyebut tuduhan itu salah dan digunakan untuk menghukum dirinya karena mengungkap korupsi dan mengkritik para pemimpin di Partai Komunis.

Kejahatan Guo terungungkap, setelah otoritas di China dan Hong Kong menyita aset-asetnya. Guo mulai bisnis investasi bodong tahun 2018, Guo mengiming-imingi keuntungan finansial di sektor properti atau aset kripto melalui video daring berbahasa Mandarin. Dia menawarkan investasi di perusahaan media miliknya, usaha patungan mata uang kripto, program pinjaman pertanian, dan keanggotaan klub eksklusif dengan layanan istimewa. Guo ditangkap polisi di New York pada Maret 2023 atas tuduhan penipuan. Ia menghadapi 12 dakwaan, termasuk penipuan, pemerasan, konspirasi, dan pencucian uang. Sidang yang dipimpin Hakim Distrik Analisa Torres diperkirakan molor sampai Juli 2024. Sidang Guo menghadirkan 12 orang juri yang akan berembuk untuk menentukan Guo bersalah atas dakwaan yang dijatuhkan kepadanya atau tidak. (Yoga)


Perahu Listrik, Jaga Aliran Energi Hijau Green Canyon

Yoga 26 May 2024 Kompas

Kawasan wisata Green Canyon di Cijulang, Pangandaran, telah puluhan tahun menjadi primadona Jabar. Kehadiran perahu listrik membuat masa depan alam dan manusia di sana kian bermakna. Azmi Mubarok (48) memencet tombol mesin tempel perahunya di Dermaga Green Canyon, Minggu (5/54) siang. Seketika, mesin bertenaga 6 PK menyala bak bunyi mobil. Azmi adalah satu dari puluhan pengemudi perahu wisata di Green Canyon. ”Alus (bagus) euy,” ucap seorang pengemudi perahu lainnya yang kagum dengan kemudahan menyalakan mesin itu. Perahu bermuatan tujuh orang itu menyusuri sungai yang airnya kehijauan dengan tenang, karena mesin listrik tidak bising. Apabila menggunakan mesin gantar, pengemudi perahu dan pengunjung sulit berbincang.

Ketika mendengar PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN (Persero) mendorong penggunaan perahu bermesin listrik, ia langsung setuju. Dua bulan terakhir, Azmi mencobanya di perahu miliknya yang diberi nama ”Ki Sunda”. Sejak Agustus 2023, PLN memfasilitasi penggunaan energi ramah di Green Canyon. Saat ini, dari 80 perahu, 12 perahu bermesin listrik. Selain itu, ada 52 baterai dan lima stasiun penukaran baterai kendaraan listrik umum (SPBKLU) gratis. Sejauh ini Azmi menikmati manfaatnya. Selain lebih praktis dan nyaman, perahu listrik juga lebih hemat dibandingkan mesin gantar. Ia butuh setidaknya Rp 40.000 atau 4 liter pertalite untuk empat ritase per hari. Dengan mesin listrik, ia tak mengeluarkan ongkos.

”Semoga kalau sudah ada biaya ngecas, harganya lebih murah daripada bensin,” ujarnya. Meski lebih halus, kata Azmi, perahu bermesin listrik bergerak lebih lamban dibanding mesin gantar. Ia mengusulkan kapasitas mesin tempelnya ditambah agar lebih laju. Ketua Kelompok Sadar Wisata Green Canyon Suhman berkata, warga masih beradaptasi dengan perahu listrik. Ia yakin, pemilik perahu akan memanfaatkannya jika telah menyadari keuntungannya. Apalagi, inovasi ini bisa memberi manfaat pada lingkungan, perahu ini tidak menghasilkan ombak ketika melintas. ”Di sungai ini ada aturan, mesin (gantar) jangan lebih dari 7 PK. Kalau (perahu) kencang, abrasinya juga cepat,” kata Suhman. (Yoga)


Air, Mata Uang Baru yang Diabaikan

Yoga 26 May 2024 Kompas

Ratusan ribu bahkan jutaan rumah tangga di kawasan Jabodetabek mengandalkan sumur bor sebagai sumber air satu-satunya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Untuk minum, semakin banyak yang bergantung pada air kemasan, termasuk air gallon bermerek dan isi ulang. Pada benak banyak orang tertanam bahwa air bersih memang urusan sendiri dengan sumur bor dan air galon. Di banyak perkotaan lain di Indonesia, kondisi serupa juga terjadi. Ketersediaan air bersih  perpipaan sebagai layanan publik untuk semua warga belum menjadi program yang serius diwujudkan. Secara umum, air masih saja dianggap sebagai kebutuhan nomor sekian oleh sebagian kita dan pemerintah. Padahal, tanpa air, orang hanya bisa bertahan hidup selama 3-4 hari saja. Kebersihan dan kesehatan keluarga terancam. Air penentu hidup dan matinya semua bahan dasar makanan yang kita butuhkan sehari-hari.

Berbagai bidang industri, bahkan pertambangan, lumpuh tanpa pasokan air berkelanjutan. Di kawasan perkotaan, realisasi janji pembangunan air bersih perpipaan berjalan bagai siput. Di Jakarta, cakupan layanan air perpipaannya tahun ini baru menjangkau 930.000 pelanggan atau sepertiga total rumah tangga di kota yang mencanangkan diri menjadi kota global setelah tak lagi berstatus ibu kota negara. Data BPS 2023, ada 2,8 juta rumah tangga di Jakarta. Di luar wilayah urban, tata kelola irigasi untuk pertanian dan agroindustri di Indonesia masih sarat masalah. Pelaku industri mikro hingga skala raksasa di sejumlah daerah tidak memakai air dengan bijak dan berkelanjutan untuk usahanya. Pihak yang berwenang menegakkan aturan perihal tata kelola air belum bertindak maksimal.

Saat ini, para pihak akhirnya menyadari air adalah sumber daya alam paling berharga. Namun, eksploitasi sumber daya alam juga susah beranjak dari kerakusan atas nama pertumbuhan bisnis. Mengakses air menjadi kompetisi tanpa garis finis. Penguasa sumber air dan mereka yang mampu mengelolanya berarti menguasai ”mata uang” bernilai sangat tinggi di tengah dunia yang kekeringan dan kehausan. Nilai ”mata uang” lain, emas, minyak, dan lainnya, berfluktuasi secara radikal dan dapat ditukar dengan sesuatu yang bernilai lainnya. Namun, air tidak akan pernah mengalami penurunan nilai. Di wilayah yang kaya sumber air, manfaat air dapat dimanfaatkan untuk melahirkan usaha-usaha baru yang menumbuhkan perekonomian   lokal, meningkatkan basis pajak, dan kualitas hidup masyarakat setempat.

Karena itu, tidak ada cara agar bisa bertahan selain dengan menguasai, mengelola, hingga memunculkan sumber air baru. Selain memanfaatkan sungai, situ, dan danau, pemerintah perlu berinisiatif untuk melakukan diversifikasi sumber air untuk meningkatkan ketahanan air di area urban. Publikasi riset ”Diversification of urban water supply: Anassessment of social costs and water production costs" (Mei, 2022), menyebutkan bahwa desalinasi air laut serta penggunaan kembali air dari limbah industri patut dipertimbangkan oleh kota untuk memenuhi kebutuhan air bersihnya. Melihat Singapura, Indonesia yang baru menjadi tuan rumah perhelatan World Water Forum (WWF) 2024, menyadari ketertinggalannya karena belum juga bisa melihat urgensi air sebagai ”mata uang” tertinggi. (Yoga)


Ekspresi Kegelisahan Petani Karet

Yoga 26 May 2024 Kompas

Petani penyadap karet menghadapi realitas surutnya harga karet mentah. Mereka tidak sesejahtera seperti di zaman dulu lagi. Sejumlah perupa mengekspresikan kegelisahan petani itu dengan membuat karet mentah menjadi karya seni untuk pertama kalinya. Para perupa itu sempat menengok keprihatinan para petani penyadap karet di Tulang Bawang Barat (Tubaba), Lampung. Mereka antara lain Agus Suwage, Anusapati, Catur Nugroho, Dolorosa Sinaga, Elyezer, Handiwirman, Iwan Yusuf, Maharani Mancanagara, Septian Harriyoga, Suvi Wahyudianto, Titarubi, dan Yuli Prayitno. Beberapa di antaranya tinggal sejenak di sana untuk menyelami kehidupan petani karet dan akhirnya mengekspresikan kegelisahan mereka ke dalam karya seni yang dipamerkan di Galeri Jagad, Wisma Geha, dekat pusat perbelanjaan Sarinah, Jakarta.

Pameran bertajuk ”Beyond Elasticity: Rubber and Materiality (Di Balik Elastisitas: Karet dan Materialitas)” berlangsung 17 Mei hingga 30 Juni 2024. Galeri Jagad menggandeng Sekolah Seni Tubaba untuk pameran ini. Mereka menampilkan karya-karya yang tidak pernah ada sebelumnya karena material karet mentah tidak pernah digunakan sebagai media karya seni. Bupati Tubaba periode 2017–2022 Umar Ahmad memberi catatan pengantar pameran yang cukup menarik, yakni ”Karet, Tubaba, dan Jalan Pulang ke Masa Depan”. Umar menceritakan, di masa lalu, karet adalah dapur bagi masyarakat Tubaba. Mereka menyejahterakan diri lewat hasil penyadapan karet yang dimulai tahun 1900, ketika Pemerintah Hindia Belanda mulai mengenalkan beberapa jenis tanaman karet.

Selanjutnya, perkebunan karet di Kawasan Tubaba tumbuh sejak tahun 1970 ketika dibuka sebagai Kawasan transmigrasi. Sejak itu karet menjadi primadona, sampai satu dekade silam. Tapi, situasi berubah. Hasil penyadapan karet tidak lagi menyejahterakan mereka. Umar menukil kisah dari seorang buruh petani yang bekerja dengan upah Rp 45.000 per hari. Padahal, pengeluaran dalam seharinya menembus Rp 50.000. Mulai ada pemilik lahan Perkebunan karet yang membakar perkebunananya dan mengganti dengan tanaman singkong. Saat musim panen singkong tiba, harga komoditas ini juga jatuh. Bagi Rambat, pemilik Galeri Jagad, pameran karya seni dengan media karet mentah sebagai transformatif eksplorasi artistik dan diharapkan bisa berkelanjutan. (Yoga)


Pilihan Editor