BI Diperkirakan Turunkan Suku Bunga Acuan di Akhir Tahun 2024
Perlukah Waspada karena Covid-19 di Singapura
Salah Kaprah Mengatasi Pengangguran
Sinyal Ketimpangan Tabungan
Cycling de Jabar Perkuat Konektivitas Utara dan Selatan
Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin, Pj Wali Kota Cirebon Agus Mulyadi, dan Pemred Kompas Sutta Dharmasaputra melepas 202 pesepeda. Peserta melintasi Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kuningan, Majalengka, Ciamis, Kota Banjar, dan Pangandaran. Rute sepanjang 213 km ini berbeda dengan dua gelaran sebelumnya yang mengambil rute jalur selatan. Pada 2022 dan 2023, peserta mengayuh sepeda dari Geopark Ciletuh, Sukabumi, hingga Pangandaran dengan jarak 300 km dalam dua etape. ”Dua tahun terakhir, (CdJ) digelar di Jabar selatan. Sekarang di utara. Kami ingin menunjukkan Jabar utara, selatan, timur, dan barat indah pariwisatanya,” kata Bey.
Menurut dia, pariwisata di jalur utara juga tidak kalah dengan selatan, mulai dari sejarah, budaya, hingga kuliner. Balai Kota Cirebon yang menjadi tempat start, misalnya, merupakan cagar budaya. Pesepeda juga melalui Waduk Darma, salah satu destinasi wisata di Kuningan. Kehadiran sejumlah spot pariwisata dari Cirebon hingga Pangandaran, kata Bey, merupakan wujud keterkaitan antara Jabar utara dan selatan. Berbagai tempat itu, terhubung infrastruktur di jalur utara dan selatan. Selama lomba, misalnya, pesepeda melintasi jalan aspal yang mulus dari Cirebon hingga Pangandaran.
Keberadaan infrastruktur jalan tol, seperti Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu), juga dapat mempercepat pengendara dari wilayah selatan, seperti Cianjur ke Cirebon. Begitupun dengan Bandara Internasional Jabar, Kertajati di Majalengka yang jadi pintu masuk wisatawan. Dengan konektivitas itu, Bey optimistis, pembangunan di Jabar selatan dan utara bisa merata. Terlebih, pemerintah pusat juga telah berkomitmen mengembangkan dua daerah itu melalui Perpres No 87 Tahun 2021 tentang Percepatan Pembangunan Kawasan Rebana dan Kawasan Jabar Selatan.
Dalam regulasi itu tercatat 170 program senilai Rp 392 triliun. Sebanyak 89 proyek senilai Rp 157 triliun ada di Jabar selatan. Program itu diharapkan mengikis ketimpangan selatan-utara Jabar. Harapan berlanjut Sejumlah pemda di utara dan selatan Jabar berharap potensi wilayahnya bisa terangkat dengan CdJ. Pj Wali Kota Cirebon Agus Mulyadi berpendapat, CdJ turut meningkatkan perekonomian daerah. Hal itu tampak dari ramainya hotel oleh pesepeda. Ia menginginkan ajang ini tidak berlangsung satu kali, tetapi berlanjut rutin setiap tahun. (Yoga)
Mahkamah Internasional Minta Israel Stop Serangan
Israel tetap menyerang Gaza, termasuk Rafah, Sabtu (25/5) meski Mahkamah Internasional atau ICJ memerintahkan Israel menghentikan serangan. Namun, Israel tidak mengisyaratkan akan menghentikan operasinya di Rafah. Menurut saksi mata warga Palestina, serangan Israel menyasar Rafah dan pusat kota Deir al-Balah. Bentrokan terjadi antara tentara Israel dan kelompok Hamas. Warga Palestina berharap keputusan ICJ akan memberi tekanan kepada Israel untuk mengakhiri perang meski mereka tak sepenuhnya yakin. ”Israel menganggap dirinya kebal hukum. Karena itu, saya tidak percaya penyerangan atau perang akan berhenti kecuali dengan kekerasan,” kata Mohammed Saleh, warga Gaza.
Pada Jumat (24/5), ICJ memerintahkan Israel menghentikan serangan ke Rafah dan membuka Gerbang Rafah demi mempertahankan jalur kemanusiaan. Selain itu, ICJ juga memerintahkan pembebasan segera dan tanpa syarat para sandera yang ditawan Hamas dalam serangan pada 7 Oktober 2023. ICJ sebelumnya telah memerintahkan agar Israel melakukan apa pun untuk mencegah genosida selama menyerang posisi kelompok Hamas di Gaza. Namun, Israel tetap melanjutkan operasi militer, bahkan menyerang Rafah yang dipadati pengungsi. Pasukan darat Israel mulai bergerak memasuki Rafah awal Mei 2024, mengabaikan seruan internasional.
Israel mengambil alih sisi Rafah yang berbatasan dengan Mesir sehingga menyulitkan pengiriman bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza. Perintah ICJ memberi angin segar bagi upaya menekan Israel menghentikan perang di Gaza. Sekjen PBB Antonio Guterres menekankan bahwa keputusan ICJ bersifat ”mengikat”. Jubir Guterres, Stephane Dujarric, mengatakan, Sekjen PBB yakin semua pihak akan mematuhi perintah pengadilan tersebut. Menlu Afsel Naledi Pandor kepada stasiun televisi SABC mengatakan, Afsel senang ICJ mengindahkan seruannya. ”Kasusnya semakin kuat dari hari ke hari. Genosida sedang berlangsung,” katanya. (Yoga)
Investasi Bodong untuk Modal Foya-foya di AS
Guo Wengui (57), pengusaha kaya asal China yang mengasingkan diri ke AS, menjadi sensasi setelah ketahuan menipu untuk berfoya-foya. Dengan janji investasi yang ternyata bodong, Guo meraup kekayaan 1 miliar USD (Rp 16 triliun). Hal itu terungkap dalam sidang kasus penipuan di pengadilan New York, Jumat (24/5) siang waktu setempat atau Sabtu (25/5) dini hari waktu Indonesia. ”Guo melakukan penipuan besar-besaran terhadap banyak orang demi berfoya-foya,” kata Asisten Jaksa Micah Fergenson. Kepada para pengikutnya di dunia maya, Guo menjanjikan mereka bisa kaya melalui investasi. Rupanya uang yang terkumpul digunakan untuk membiayai gaya hidup glamor.
Jaksa menyebut aset Guo dan keluarganya juga mencakup apartemen senilai 70 juta USD di Central Park, dua kapal pesiar mewah, rumah mewah seluas 15.000 meter persegi, mobil-mobil mewah senilai total 60.000 USD, bahkan kasur seharga 35.000 USD (Rp 561 juta). Guo pindah dari China ke AS pada 2014. Ketika itu, Pemerintah China menjalankan operasi pemberantasan korupsi. Banyak pejabat yang merupakan teman-teman Guo berakhir di penjara. Setelah meninggalkan China, otoritas China menuding Guo atas sejumlah kejahatan, antara lain, pemerkosaan, penculikan, penyuapan, dan pencucian uang. Guo menyebut tuduhan itu salah dan digunakan untuk menghukum dirinya karena mengungkap korupsi dan mengkritik para pemimpin di Partai Komunis.
Kejahatan Guo terungungkap, setelah otoritas di China dan Hong Kong menyita aset-asetnya. Guo mulai bisnis investasi bodong tahun 2018, Guo mengiming-imingi keuntungan finansial di sektor properti atau aset kripto melalui video daring berbahasa Mandarin. Dia menawarkan investasi di perusahaan media miliknya, usaha patungan mata uang kripto, program pinjaman pertanian, dan keanggotaan klub eksklusif dengan layanan istimewa. Guo ditangkap polisi di New York pada Maret 2023 atas tuduhan penipuan. Ia menghadapi 12 dakwaan, termasuk penipuan, pemerasan, konspirasi, dan pencucian uang. Sidang yang dipimpin Hakim Distrik Analisa Torres diperkirakan molor sampai Juli 2024. Sidang Guo menghadirkan 12 orang juri yang akan berembuk untuk menentukan Guo bersalah atas dakwaan yang dijatuhkan kepadanya atau tidak. (Yoga)
Perahu Listrik, Jaga Aliran Energi Hijau Green Canyon
Kawasan wisata Green Canyon di Cijulang, Pangandaran, telah puluhan tahun menjadi primadona Jabar. Kehadiran perahu listrik membuat masa depan alam dan manusia di sana kian bermakna. Azmi Mubarok (48) memencet tombol mesin tempel perahunya di Dermaga Green Canyon, Minggu (5/54) siang. Seketika, mesin bertenaga 6 PK menyala bak bunyi mobil. Azmi adalah satu dari puluhan pengemudi perahu wisata di Green Canyon. ”Alus (bagus) euy,” ucap seorang pengemudi perahu lainnya yang kagum dengan kemudahan menyalakan mesin itu. Perahu bermuatan tujuh orang itu menyusuri sungai yang airnya kehijauan dengan tenang, karena mesin listrik tidak bising. Apabila menggunakan mesin gantar, pengemudi perahu dan pengunjung sulit berbincang.
Ketika mendengar PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN (Persero) mendorong penggunaan perahu bermesin listrik, ia langsung setuju. Dua bulan terakhir, Azmi mencobanya di perahu miliknya yang diberi nama ”Ki Sunda”. Sejak Agustus 2023, PLN memfasilitasi penggunaan energi ramah di Green Canyon. Saat ini, dari 80 perahu, 12 perahu bermesin listrik. Selain itu, ada 52 baterai dan lima stasiun penukaran baterai kendaraan listrik umum (SPBKLU) gratis. Sejauh ini Azmi menikmati manfaatnya. Selain lebih praktis dan nyaman, perahu listrik juga lebih hemat dibandingkan mesin gantar. Ia butuh setidaknya Rp 40.000 atau 4 liter pertalite untuk empat ritase per hari. Dengan mesin listrik, ia tak mengeluarkan ongkos.
”Semoga kalau sudah ada biaya ngecas, harganya lebih murah daripada bensin,” ujarnya. Meski lebih halus, kata Azmi, perahu bermesin listrik bergerak lebih lamban dibanding mesin gantar. Ia mengusulkan kapasitas mesin tempelnya ditambah agar lebih laju. Ketua Kelompok Sadar Wisata Green Canyon Suhman berkata, warga masih beradaptasi dengan perahu listrik. Ia yakin, pemilik perahu akan memanfaatkannya jika telah menyadari keuntungannya. Apalagi, inovasi ini bisa memberi manfaat pada lingkungan, perahu ini tidak menghasilkan ombak ketika melintas. ”Di sungai ini ada aturan, mesin (gantar) jangan lebih dari 7 PK. Kalau (perahu) kencang, abrasinya juga cepat,” kata Suhman. (Yoga)
Air, Mata Uang Baru yang Diabaikan
Ratusan ribu bahkan jutaan rumah tangga di kawasan Jabodetabek mengandalkan sumur bor sebagai sumber air satu-satunya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Untuk minum, semakin banyak yang bergantung pada air kemasan, termasuk air gallon bermerek dan isi ulang. Pada benak banyak orang tertanam bahwa air bersih memang urusan sendiri dengan sumur bor dan air galon. Di banyak perkotaan lain di Indonesia, kondisi serupa juga terjadi. Ketersediaan air bersih perpipaan sebagai layanan publik untuk semua warga belum menjadi program yang serius diwujudkan. Secara umum, air masih saja dianggap sebagai kebutuhan nomor sekian oleh sebagian kita dan pemerintah. Padahal, tanpa air, orang hanya bisa bertahan hidup selama 3-4 hari saja. Kebersihan dan kesehatan keluarga terancam. Air penentu hidup dan matinya semua bahan dasar makanan yang kita butuhkan sehari-hari.
Berbagai bidang industri, bahkan pertambangan, lumpuh tanpa pasokan air berkelanjutan. Di kawasan perkotaan, realisasi janji pembangunan air bersih perpipaan berjalan bagai siput. Di Jakarta, cakupan layanan air perpipaannya tahun ini baru menjangkau 930.000 pelanggan atau sepertiga total rumah tangga di kota yang mencanangkan diri menjadi kota global setelah tak lagi berstatus ibu kota negara. Data BPS 2023, ada 2,8 juta rumah tangga di Jakarta. Di luar wilayah urban, tata kelola irigasi untuk pertanian dan agroindustri di Indonesia masih sarat masalah. Pelaku industri mikro hingga skala raksasa di sejumlah daerah tidak memakai air dengan bijak dan berkelanjutan untuk usahanya. Pihak yang berwenang menegakkan aturan perihal tata kelola air belum bertindak maksimal.
Saat ini, para pihak akhirnya menyadari air adalah sumber daya alam paling berharga. Namun, eksploitasi sumber daya alam juga susah beranjak dari kerakusan atas nama pertumbuhan bisnis. Mengakses air menjadi kompetisi tanpa garis finis. Penguasa sumber air dan mereka yang mampu mengelolanya berarti menguasai ”mata uang” bernilai sangat tinggi di tengah dunia yang kekeringan dan kehausan. Nilai ”mata uang” lain, emas, minyak, dan lainnya, berfluktuasi secara radikal dan dapat ditukar dengan sesuatu yang bernilai lainnya. Namun, air tidak akan pernah mengalami penurunan nilai. Di wilayah yang kaya sumber air, manfaat air dapat dimanfaatkan untuk melahirkan usaha-usaha baru yang menumbuhkan perekonomian lokal, meningkatkan basis pajak, dan kualitas hidup masyarakat setempat.
Karena itu, tidak ada cara agar bisa bertahan selain dengan menguasai, mengelola, hingga memunculkan sumber air baru. Selain memanfaatkan sungai, situ, dan danau, pemerintah perlu berinisiatif untuk melakukan diversifikasi sumber air untuk meningkatkan ketahanan air di area urban. Publikasi riset ”Diversification of urban water supply: Anassessment of social costs and water production costs" (Mei, 2022), menyebutkan bahwa desalinasi air laut serta penggunaan kembali air dari limbah industri patut dipertimbangkan oleh kota untuk memenuhi kebutuhan air bersihnya. Melihat Singapura, Indonesia yang baru menjadi tuan rumah perhelatan World Water Forum (WWF) 2024, menyadari ketertinggalannya karena belum juga bisa melihat urgensi air sebagai ”mata uang” tertinggi. (Yoga)
Ekspresi Kegelisahan Petani Karet
Petani penyadap karet menghadapi realitas surutnya harga karet mentah. Mereka tidak sesejahtera seperti di zaman dulu lagi. Sejumlah perupa mengekspresikan kegelisahan petani itu dengan membuat karet mentah menjadi karya seni untuk pertama kalinya. Para perupa itu sempat menengok keprihatinan para petani penyadap karet di Tulang Bawang Barat (Tubaba), Lampung. Mereka antara lain Agus Suwage, Anusapati, Catur Nugroho, Dolorosa Sinaga, Elyezer, Handiwirman, Iwan Yusuf, Maharani Mancanagara, Septian Harriyoga, Suvi Wahyudianto, Titarubi, dan Yuli Prayitno. Beberapa di antaranya tinggal sejenak di sana untuk menyelami kehidupan petani karet dan akhirnya mengekspresikan kegelisahan mereka ke dalam karya seni yang dipamerkan di Galeri Jagad, Wisma Geha, dekat pusat perbelanjaan Sarinah, Jakarta.
Pameran bertajuk ”Beyond Elasticity: Rubber and Materiality (Di Balik Elastisitas: Karet dan Materialitas)” berlangsung 17 Mei hingga 30 Juni 2024. Galeri Jagad menggandeng Sekolah Seni Tubaba untuk pameran ini. Mereka menampilkan karya-karya yang tidak pernah ada sebelumnya karena material karet mentah tidak pernah digunakan sebagai media karya seni. Bupati Tubaba periode 2017–2022 Umar Ahmad memberi catatan pengantar pameran yang cukup menarik, yakni ”Karet, Tubaba, dan Jalan Pulang ke Masa Depan”. Umar menceritakan, di masa lalu, karet adalah dapur bagi masyarakat Tubaba. Mereka menyejahterakan diri lewat hasil penyadapan karet yang dimulai tahun 1900, ketika Pemerintah Hindia Belanda mulai mengenalkan beberapa jenis tanaman karet.
Selanjutnya, perkebunan karet di Kawasan Tubaba tumbuh sejak tahun 1970 ketika dibuka sebagai Kawasan transmigrasi. Sejak itu karet menjadi primadona, sampai satu dekade silam. Tapi, situasi berubah. Hasil penyadapan karet tidak lagi menyejahterakan mereka. Umar menukil kisah dari seorang buruh petani yang bekerja dengan upah Rp 45.000 per hari. Padahal, pengeluaran dalam seharinya menembus Rp 50.000. Mulai ada pemilik lahan Perkebunan karet yang membakar perkebunananya dan mengganti dengan tanaman singkong. Saat musim panen singkong tiba, harga komoditas ini juga jatuh. Bagi Rambat, pemilik Galeri Jagad, pameran karya seni dengan media karet mentah sebagai transformatif eksplorasi artistik dan diharapkan bisa berkelanjutan. (Yoga)









