;

Perlukah Waspada karena Covid-19 di Singapura

Perlukah Waspada karena Covid-19 di Singapura
Meski tak habis-habis bikin waswas. Di Singapura, yang berjarak kurang dari satu jam pelayaran dari Batam, virus corona kembali merajalela. Kementerian Kesehatan Singapura menyatakan angka kasus Covid-19 melonjak dari 13.700 pada awal bulan menjadi 25.900 pada pekan lalu. Dampaknya, terjadi kenaikan tingkat rawat inap dari 180 menjadi 280 orang. Lalu bagaimana dengan Indonesia yang sejauh ini masih adem-adem saja? "Tidak perlu khawatir. Apa pun namanya, mutasi virus corona akan ada terus," ujar Tjandra Yoga Aditama, guru besar pulmonologi dan kedokteran respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, kepada Tempo, Ahad, 26 Mei 2024.

Tjandra Yoga mengatakan lonjakan angka kasus Covid-19 di Singapura merupakan dampak proses alamiah perkembangan suatu virus. Toh, meski jumlah kasus meningkat, daya rusaknya terhadap kesehatan relatif rendah. Hal itu tecermin dari tidak ada tambahan pasien di unit perawatan intensif atau ICU di Singapura. "Varian ini lebih ringan," katanya.

Gelombang baru kasus Covid-19 di Singapura dipicu oleh virus corona subvarian KP.1 dan KP.2. Keduanya merupakan mutasi dari Omicron JN.1. Menurut Tjandra, gejala yang ditimbulkan dua varian ini tidak jauh berbeda dengan pendahulunya. Dari batuk, demam, sakit kepala, nyeri di dada, hingga anosmia—kehilangan indra penciuman sementara. "Tentu saja menular, tapi dampaknya lebih ringan," ujar Direktur Pascasarjana Universitas Yarsi, Jakarta, itu. (Yetede)

Tags :
#Kesehatan
Download Aplikasi Labirin :