;

Perahu Listrik, Jaga Aliran Energi Hijau Green Canyon

Perahu Listrik, Jaga Aliran
Energi Hijau Green Canyon

Kawasan wisata Green Canyon di Cijulang, Pangandaran, telah puluhan tahun menjadi primadona Jabar. Kehadiran perahu listrik membuat masa depan alam dan manusia di sana kian bermakna. Azmi Mubarok (48) memencet tombol mesin tempel perahunya di Dermaga Green Canyon, Minggu (5/54) siang. Seketika, mesin bertenaga 6 PK menyala bak bunyi mobil. Azmi adalah satu dari puluhan pengemudi perahu wisata di Green Canyon. ”Alus (bagus) euy,” ucap seorang pengemudi perahu lainnya yang kagum dengan kemudahan menyalakan mesin itu. Perahu bermuatan tujuh orang itu menyusuri sungai yang airnya kehijauan dengan tenang, karena mesin listrik tidak bising. Apabila menggunakan mesin gantar, pengemudi perahu dan pengunjung sulit berbincang.

Ketika mendengar PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN (Persero) mendorong penggunaan perahu bermesin listrik, ia langsung setuju. Dua bulan terakhir, Azmi mencobanya di perahu miliknya yang diberi nama ”Ki Sunda”. Sejak Agustus 2023, PLN memfasilitasi penggunaan energi ramah di Green Canyon. Saat ini, dari 80 perahu, 12 perahu bermesin listrik. Selain itu, ada 52 baterai dan lima stasiun penukaran baterai kendaraan listrik umum (SPBKLU) gratis. Sejauh ini Azmi menikmati manfaatnya. Selain lebih praktis dan nyaman, perahu listrik juga lebih hemat dibandingkan mesin gantar. Ia butuh setidaknya Rp 40.000 atau 4 liter pertalite untuk empat ritase per hari. Dengan mesin listrik, ia tak mengeluarkan ongkos.

”Semoga kalau sudah ada biaya ngecas, harganya lebih murah daripada bensin,” ujarnya. Meski lebih halus, kata Azmi, perahu bermesin listrik bergerak lebih lamban dibanding mesin gantar. Ia mengusulkan kapasitas mesin tempelnya ditambah agar lebih laju. Ketua Kelompok Sadar Wisata Green Canyon Suhman berkata, warga masih beradaptasi dengan perahu listrik. Ia yakin, pemilik perahu akan memanfaatkannya jika telah menyadari keuntungannya. Apalagi, inovasi ini bisa memberi manfaat pada lingkungan, perahu ini tidak menghasilkan ombak ketika melintas. ”Di sungai ini ada aturan, mesin (gantar) jangan lebih dari 7 PK. Kalau (perahu) kencang, abrasinya juga cepat,” kata Suhman. (Yoga)


Tags :
#Varia #Listrik
Download Aplikasi Labirin :