;

Krisis Kejujuran Skandal Guru Besar

Yuniati Turjandini 11 Jul 2024 Tempo
OBRAl gelar profesor untuk pesohor dan dosen yang merekayasa persyaratan mencerminkan rendahnya kejujuran akademik di Indonesia. Banyaknya guru besar abal-abal menegaskan rapuhnya sistem di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang lebih banyak mengakomodasi akademikus yang sebenarnya inkompeten.

Sebaliknya, calon guru besar yang memiliki kompetensi dihambat tanpa alasan yang jelas. Mereka kesulitan mendapatkan jabatan fungsional tertinggi tersebut, meski pelbagai syarat, seperti jumlah artikel ilmiah yang dipublikasikan di jurnal bereputasi dan jam terbang mengajar, sudah terpenuhi. Padahal mereka selama puluhan tahun mengabdikan diri demi perkembangan ilmu pengetahuan. Kinerja akademik dan ketekunan mereka dalam menggeluti bidang ilmu terabaikan.

Salah satu pangkal persoalannya adalah kerumitan administrasi persyaratan guru besar. Gejala otoritarianisme di lingkungan akademik—ditandai dengan senioritas dan pengambilan keputusan yang tidak transparan di sejumlah kampus—memperkeruh proses pengajuan guru besar. Budaya urut kacang ini menihilkan prestasi dan kontribusi bagi ilmu pengetahuan. Subyektivitas birokrasi membuka peluang bagi mereka yang ingin mengambil jalan pintas.

Para profesor imitasi itu mungkin memenuhi syarat secara administratif, tapi memalukan secara substansial. Lihat saja cara mereka mempublikasikan artikel ilmiahnya di jurnal predator atau memanipulasi persyaratan lainnya, termasuk dugaan bersekongkol dengan asesor. Terbentuklah mafia gelar profesor. (Yetede)

Utak-atik Bea Masuk Tujuh Barang Impor

Yuniati Turjandini 11 Jul 2024 Tempo
Pemerintah akan mengenakan bea masuk pada tujuh komoditas impor. Mencegah dominasi produk impor di dalam negeri. Pemerintah bakal mengenakan bea masuk pada tujuh komoditas impor dari berbagai negara. Tujuannya untuk mencegah dominasi barang impor di pasar dalam negeri. Komoditas yang bakal dikenakan bea masuk adalah komoditas tekstil dan produk tekstil, pakaian jadi, keramik, elektronik, kosmetik, barang tekstil jadi, serta alas kaki. 

Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) dan Komite Anti-Dumping Indonesia (KADI) akan menyelidiki data impor tujuh komoditas tersebut sebelum menentukan besaran tarif yang akan dikenakan. Bila impor tujuh komoditas itu dalam tiga tahun terakhir memang melonjak, tarif bea masuk bisa dikenakan sebesar 10 hingga 200 persen. (Yetede)

Agar Investasi BPKH di Muamalat Optimal

Yuniati Turjandini 11 Jul 2024 Tempo
TAHUN ini menjadi momen penting bagi Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Dalam acara milad ke-6 BPKH di Istana Negara, Jakarta, Desember 2023, Presiden Joko Widodo meminta BPKH mengelola dana umat secara profesional, akuntabel, hati-hati, dan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Presiden juga berpesan agar dana kelolaan BPKH dapat diinvestasikan pada instrumen investasi yang aman.

Jumlah dana umat yang dikelola BPKH saat ini mencapai Rp 170 triliun. Dari jumlah itu, manfaat yang dihasilkan mencapai Rp 11,52 triliun. Nilai sebesar itu tentu saja pantas menjadi perhatian, terutama dalam hal profesionalisme dan kompetensi BPKH dalam mengelolanya. Profesionalisme pengelolaan investasi ini pada akhirnya juga akan bermanfaat untuk umat. Salah satunya untuk memenuhi kekurangan pembiayaan haji yang terjadi beberapa tahun terakhir.

Inovasi dan kehati-hatian pengelolaan investasi yang sesuai dengan regulasi perlu dilakukan BPKH di masa depan. Selama ini upaya tersebut sudah mulai terlihat. Misalnya, pada 2022, BPKH berinvestasi langsung sebesar Rp 1 triliun kepada Bank Muamalat Indonesia (BMI) dan membeli instrumen subordinasi dengan basis akad syariah sebesar Rp 2 triliun. Investasi ini membuat BPKH menjadi pemegang saham mayoritas BMI, dengan porsi 82,65 persen. 

Lalu bagaimana perkembangan kinerja investasi besar itu? Topik pengelolaan investasi ini menjadi menarik dibahas dan disoroti karena, jika sampai terjadi kegagalan atau investasi yang dilakukan tak optimal, kegiatan operasional haji kita bisa terganggu. Dalam konteks pengelolaan investasi, salah satu isu yang penting adalah perlunya BPKH mentransformasi BMI. (Yetede)

Ketar-Ketir Importir Akibat Aturan Berubah-ubah

Yuniati Turjandini 11 Jul 2024 Tempo
Ktentuan kebijakan dan pengaturan impor sudah berubah tiga kali dalam kurun waktu lima bulan. Pemerintah membongkar pasang ketentuan demi menahan masuknya barang impor murah yang merugikan industri seperti tekstil dan produk tekstil. Namun belum ada formula yang tokcer.  Pemerintah mencoba membatasi masuknya barang murah dari luar negeri dengan menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 36 Tahun 2023 pada Desember lalu. Ketentuannya antara lain mengatur syarat pengajuan pertimbangan teknis untuk impor sejumlah barang tekstil dan produk tekstil.

Namun, sejumlah importir memprotes pengajuan pertimbangan teknis ini sehingga pemerintah memutuskan menghapus ketentuan itu. Ketentuannya diatur dalam Permendag Nomor 8 Tahun 2024 yang berlaku pada Mei lalu. Sebelumnya, pemerintah merevisi Permendag Nomor 36 menjadi Permendag Nomor 3 Tahun 2024 dan Permendag Nomor 7 Tahun 2024.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan perubahan regulasi menjadi tantangan bagi industri manufaktur. "Sebab, perubahan-perubahan tersebut membuat bingung para pelaku industri," kata dia dalam keterangan tertulis kemarin, 10 Juli 2024. Menurut Agus, revisi ketiga Permendag Nomor 36 ini justru memperburuk kondisi industri tekstil dan produk tekstil. Salah satu indikatornya adalah penurunan utilisasi industri konveksi dan alas kaki sebesar rata-rata 70 persen sejak Permendag Nomor 8 berlaku. (Yetede)

Kempeskan Dana Subsidi Lewat Pembatasan BBM

Hairul Rizal 11 Jul 2024 Kontan (H)

Bersiaplah, Anda yang kendaraannya menenggak bahan bakar bersubsidi. Pemerintah akan membatasi pembelian BBM bersubsidi mulai 17 Agustus 2024. Adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan yang membuka rencana itu, lewat IG resmi Menko Marves. Alasan pembatasan adalah untuk mendorong penyaluran BBM subsidi lebih tepat sasaran, serta menghemat anggaran. Kenaikan harga minyak mentah dan kurs rupiah yang kian menjauhi dari patokan anggaran 2024 menjadi alasan. Harga minyak dunia masih dalam tren mendaki. Saat ini harga minyak WTI di kisaran US$ 82 per barel. Kurs rupiah di posisi Rp 16.235 per dolar AS (10/7), jauh dari dari asumsi rupiah di APBN 2024 di Rp 15.000 per dollar AS.  

Melihat outlook konsumsi BBM subsidi tahun ini diperkirakan 18,39 juta kilo litter (KL) terdiri dari minyak tanah 0,51 juta KL dan minyak solar 17,88 juta KL. Adapun realisasi BBM subsidi hingga Mei 2024 sebesar 7,16 juta KL. Realisasi mencakup minyak tanah sebanyak 0,21 juta KL dan minyak solar 6,95 juta KL. Fluktuasi harga minyak mentah dan rupiah serta naiknya konsumsi diperkirakan akan membuat anggaran subsidi energi mendaki. Di tengah potensi penurunan penerimaan perpajakan tahun ini, sementara belanja negara membengkak sehingga negara berpotensi defisit Rp 609,7 triliun di 2024 ini. Dihubungi KONTAN, Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso mengakui tengah menyiapkan pelaksanaan subsidi BBM tepat sasaran. Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Saleh Abdurrahman menambahkan, sejauh ini upaya pelaksanaan subsidi tepat sasaran berjalan untuk pembelian solar subsidi yakni 60 liter, 80 liter dan 200 liter per hari. Ekonom senior Faisal Basri menyebut bahwa Menko Marves Luhut memberikan sinyal bahwa pemerintah akan mengerek harga BBM subsidi seperti Pertalite dan solar. "Ada kemungkinan besar pemerintah akan menaikkan harga BBM," ujar Faisal, (10/7). Apalagi, harga keekonomian Pertalite sudah jauh dari harga jual saat Rp 10.000 per hari.

Bunga Utang Bengkak Imbas Kurs & Yield SBN

Hairul Rizal 11 Jul 2024 Kontan

Pegerakan nilai tukar rupiah yang melemah, berimbas terhadap beban bunga utang pemerintah. Kementerian Keuangan (Kemkeu) memperkirakan, pembayaran bunga utang tersebut bakal membengkak dengan nominalnya hampir mencapai Rp 500 triliun. Direktur Jenderal (Dirjen) Pengelolalaan Pembiayaan dan Risiko Kemkeu Suminto mengatakan, pembayaran bunga utang jatuh tempo meningkat sekitar Rp 1,5 triliun. Dengan demikian, pembayaran bunga utang tersebut pada tahun ini, akan mencapai Rp 498,8 triliun dari target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang sebesar Rp 497,31 triliun. "Jadi sekitar Rp 1,5 triliun deviasi. Ya di antaranya (karena pelemahan) kurs. (Tetapi) nggak banyak berubah hanya sekitar Rp 1,5 triliun," kata Suminto, Selasa (9/7). Kendati mengalami peningkatan, Suminto bilang, biaya pembayaran bunga utang masih sesuai dengan prediksi pemerintah. Sebab itu, pemerintah juga berupaya mengurangi penerbitan surat berharga negara (SBN) untuk mengurangi beban bunga utang ke depan. Chief Economist PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Banjaran Surya Indrastomo mengatakan, selain pelemahan nilai tukar, lebih besarnya pembayaran bunga utang pemerintah juga dipengaruhi perbedaan imbal hasil ( yield ) SBN. Dalam asumsi APBN 2024, tingkat bunga SBN ditetapkan 6,7%. Sementara outlook pemerintah, di kisaran 6,9% hingga 7,1%. Ia melihat, pembayaran bunga utang tahun depan akan tetap tinggi dan meningkat seiring dengan peningkatan outstanding utang negara dan ketidakpastian yang tinggi yang berpotensi menahan apresiasi nilai tukar. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede melihat, komposisi SBN yang didominasi domestik membantu menekan bunga utang tahun ini, di tengah pelemahan kurs. Ia juga melihat, bunga utang tahun depan berpeluang untuk turun seiring rendahnya penerbitan SBN tahun ini dan memuncaknya SBN jatuh tempo di tahun depan.

Buyback Memantik Asa Penguatan Harga

Hairul Rizal 11 Jul 2024 Kontan

Sejumlah emiten sudah mulai mengeksekusi rencana pembelian kembali alias buyback saham. Salah satunya, PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Berdasarkan dokumen laporan bulanan registrasi pemegang efek yang diterbitkan pada Selasa (9/7), jumlah saham treasuri GOTO mencapai 14,09 miliar atau setara 1,17%. Jumlah tersebut meningkat dari sebelumnya, yaitu 10,26 miliar saham. Nilai itu setara dengan 0,85% dari total jumlah saham yang ditempatkan dan disetor. Kenaikan jumlah saham treasuri ini mengindikasikan, GOTO telah membeli 3,83 miliar saham. Jika mengacu rata-rata harga saham belakangan ini, emiten teknologi itu telah merogoh kocek sekitar Rp 191,25 miliar untuk buyback. Selain GOTO, beberapa emiten dengan kapitalisasi pasar besar dan menengah juga tengah mengeksekusi buyback. Salah satunya adalah PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) yang sudah menyiapkan dana buyback hingga Rp 400 miliar. Dari sektor farmasi, ada PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) yang menyiapkan Rp 1 triliun untuk membeli kembali sahamnya di pasar. Sedangkan PT Adaro Energy Tbk (ADRO) sudah mendapat izin buyback sejak 16 Mei 2024 lalu dengan dana sekitar Rp 4 triliun. 

Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas mengatakan, aksi buyback saham mengurangi jumlah saham beredar, yang akan berdampak pada rasio keuangan perusahaan. Senada, Head of Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi mengatakan, aksi buyback emiten menunjukkan komitmen emiten dalam menjaga nilai perusahaan. Memang kalau dicermati beberapa emiten yang berencana untuk buyback harga sahamnya sudah terkoreksi cukup dalam. Ambil contoh, saham GOTO sudah anjlok 41,86% secara tahunan hingga penutupan Rabu (10/7). Pada periode yang sama, INTP ambles 22,07% secara year to date. Tekanan juga terjadi pada saham KLBF yang melemah 4,97%. Tapi, buyback juga belum tentu langsung mengangkat harga saham. Saham GOTO juga masih bertengger di level gocap. Dari beberapa emiten yang telah mengantongi restu buyback, Audi merekomendasikan hold KLBF dengan ADRO dengan masing-masing target harga Rp 1.650 dan Rp 3.320. Dia juga merekomendasikan beli INTP dengan target Rp 8.725.

Kurs Rupiah Masih Bergerak Dalam Mode Wsspada

Hairul Rizal 11 Jul 2024 Kontan
Rupiah mulai kembali berotot. Penguatan itu tidak terlepas dari serangkaian data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang kurang baik. Berdasarkan data Bloomberg kemarin, rupiah bertengger di Rp 16.241 per dolar AS pada Rabu (10/7). Selama periode sebulan terakhir, rupiah menguat 0,25%  dari posisi sebelumnya, yaitu Rp 16,283 per dolar AS. Dalam periode itu, rupiah sempat berada di Rp 16.450 atau terendah sepanjang tahun ini. Pengamat Komoditas dan Mata Uang, Lukman Leong mengatakan hal tersebut menyusul rebound dolar AS. Gubernur Federal Reserve (The Fed) alias bank sentral AS, Jerome Powell dalam pidatonya kemarin tidak memberikan sinyal yang jelas mengenai waktu pemangkasan suku bunga. Sementara inflasi sudah menurun. Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede menyebutkan data inflasi AS penting, mengingat pelaku pasar perlu mengonfirmasi tren pelonggaran kondisi pasar tenaga kerja AS. ini terindnikasi dari penurunan non farm payroll (NFP) dan mulai meningkatkan tingkat pengangguran. Di sisi lain, penguatan rupiah saat ini juga didorong dari perekonomian Indonesia. Posisi cadangan devisa Indonesia pada bulan Juni 2024 tercatat sebesar US$ 140,2 miliar. Meningkat dari US$ 139 miliar pada bulan sebelumnya. Mata uang Garuda memang masih dibayangi risiko potensi berlanjutnya kenaikan suku bunga acuan oleh The Fed dan dampak dari risiko global yang muncul terkait situasi politik, khususnya di AS. 

Memacu Roda Produksi Otomotif

Hairul Rizal 11 Jul 2024 Bisnis Indonesia

Roda industri otomotif belum berputar maksimal. Penjualan pada semester pertama tahun ini turun signifikan dibandingkan dengan tahun lalu. Daya beli masyarakat yang belum membaik menjadi salah satu penyebab. Dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) diketahui jumlah penjualan secara wholesales pada periode Januari—Juni 2024 mencapai 408.012 unit anjlok 19,4% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebanyak 506.427 unit. Penjualan ritel sepanjang semester I/2024 sama tidak baiknya yaitu mencapai 431.987 unit, turun 14% dari 502.533 unit secara year-on-year. Melemahnya daya beli karena kondisi perekonomian nasional diikuti dengan menurunnya permintaan di pasar global makin menekan penjualan. Dari data yang ada, disebutkan bahwa pengapalan mobil rakitan Indonesia ke negara lain selama Januari—April hanya 138.778 unit, turun 16,8% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebanyak 166.804 unit. 

Sebagai salah satu tulang punggung perekonomian dengan penyerapan tenaga kerja cukup besar. Pemerintah diharapkan memberikan perhatian terhadap penurunan kinerja tersebut karena bila pasar dinilai tidak cukup kompetitif, dikhawatirkan investasi pun akan berjalan lambat. Data Kementerian Perekonomian per Desember 2023 menunjukkan bahwa saat ini ada sekitar 26 perusahaan industri kendaraan bermotor roda empat dengan total kapasitas produksi sebanyak 2,35 juta unit per tahun. Sementara itu, jumlah tenaga kerja yang terserap secara langsung pada industri ini mencapai 38.000 orang, dan lebih dari 1,5 juta orang yang bekerja di sepanjang rantai pasok otomotif. Pada tahun ini, isu penurunan bahkan penghapusan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) untuk kendaraan jenis tertentu kembali mengemuka. Besarnya pajak yang harus dibayarkan dan ditanggung konsumen dinilai menjadi penyebab mahalnya harga kendaraan di Tanah Air. Selain pasar domestik, pemerintah diharapkan ikut membantu memperluas pasar global. Langkah Kementerian Perindustrian mendorong produsen otomotif China menjadikan Indonesia sebagai hub ekspor kendaraan listrik patut diapresiasi, meski eksekusinya masih dinanti. Di sisi lain, produsen otomotif juga diharapkan lebih agresif membuat berbagai strategi untuk meningkatkan penjualan seperti pelaksanaan pameran dengan berbagai promosi yang menarik. Kemudahan pembiayaan kendaraan juga harus didorong.

PENGHILIRAN LOGAM : Smelter AMMN Segera Beroperasi

Hairul Rizal 11 Jul 2024 Bisnis Indonesia

Emiten grup Medco dan Salim, PT Amman Mineral International Tbk. (AMMN) melalui anak usahanya PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) memberikan kabar terbaru mengenai kelanjutan penyelesaian smelter. Presiden Direktur Amman Mineral Nusa Tenggara Rachmat Makkasau menjelaskan smelter ini diperkirakan akan beroperasi di akhir Agustus atau di awal September tahun ini. Untuk fase awal hingga Desember, smelter ini masih belum akan mencapai kapasitas produksi penuhnya yang sebesar 900.000 ton per tahun(ton per annum/tpn). Dia menjelaskan smelter ini akan memiliki input produksi sebesar 900.000 tpa, dengan output berupa katoda sebesar 220.000 tpa dan 830.000 asam sulfat. Rachmat menjelaskan pembangunan kompleks smelter ini menghabiskan investasi senilai US$1,4 miliar. AMMN menerangkan demi memenuhi target produksi, perusahaan bakal mengimpor konsentrat dari negara yang memiliki produksi konsentrat melimpah. Sebab, produksi lokal diperkirakan belum dapat mencapai kapasitas maksimal smelter. Selain itu, Rachmat menuturkan adanya potensi impor ini bisa terjadi seandainya terdapat shutdown pada produksi konsentrat tembaga. Setelah beroperasi, konsentrat bakal bersumber dari tambang Batu Hijau dan proyek Elang. Produk dari pengolahan ini berupa katoda tembaga yang mencapai 222 ktpa dan asam sulfat mencapai 830 ktpa. Sementara itu, fasilitas PMR akan menghasilkan 18 tpa emas batangan, 55 tpa perak batangan dan 70 tpa selenium. Pada akhir Mei lalu, Rachmat menyampaikan proyek smelter tembaga tersebut telah memasuki tahap commisioning. Per kuartal I/2024, AMMN melaporkan telah menghabiskan belanja modal sebesar US$123 juta untuk smelter. Selain itu, belanja modal AMMN demi sustaining capex sebesar US$67 juta, PLT Gas dan Uap, fasilitas LNG, serta fasilitas transmisi dan distribusi sebesar US$59 juta, ekspansi pabrik konsentrator sebesar US$138 juta, dan infrastruktur pendukung sebesar US$32 juta.

Pilihan Editor