;

Impor Logam: Anomali di Negeri Kaya Nikel

Hairul Rizal 23 Aug 2024 Bisnis Indonesia

Lonjakan impor bijih nikel pada Juni 2024 menjadi sorotan karena Indonesia, yang merupakan produsen nikel terbesar di dunia, justru mengalami peningkatan impor nikel. Berdasarkan riset PT UBS Sekuritas Indonesia, impor bijih nikel mencapai 896.000 wet metric ton (wmt), meningkat 62% dari bulan sebelumnya. Lonjakan ini dipicu oleh penurunan cadangan dan kadar bijih nikel dalam negeri, terutama di kawasan industri nikel Morowali.

Emilia Bassar, Communications Director PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), mengakui bahwa importasi bijih nikel dilakukan untuk memenuhi spesifikasi produksi tertentu. Ia menyatakan, "Hal ini dilakukan guna memastikan kelancaran operasional smelter dengan spesifikasi nikel yang sesuai dengan kebutuhan produksi kami." Namun, Emilia juga memastikan bahwa mayoritas kebutuhan nikel di IMIP masih dipasok dari dalam negeri.

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Dadan Kusdiana menjelaskan bahwa produksi bijih nikel dalam negeri sebenarnya cukup untuk memenuhi kebutuhan domestik. "Kita ini lebih [produksi]. Jadi, yang diizinkan [diproduksi] ini lebih daripada yang diperlukan," jelasnya. Meski demikian, kekhawatiran terhadap cadangan nikel nasional, terutama nikel berkadar tinggi, tetap ada.

Energi Terbarukan: Ekspansi Ekosistem Hidrogen

Hairul Rizal 23 Aug 2024 Bisnis Indonesia

Pertamina bekerja sama dengan Hyundai Motor Company untuk mengembangkan ekosistem hidrogen di Indonesia sebagai bagian dari upaya mempercepat transisi energi dan meningkatkan porsi energi baru terbarukan dalam bauran energi nasional. Pertamina telah mengidentifikasi 17 lokasi pasokan hidrogen di Indonesia, salah satunya adalah proyek percontohan di Ulubelu yang ditargetkan memproduksi 100 kilogram hidrogen hijau per hari.

Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha Pertamina, Salyadi Dariah Saputra, menyatakan bahwa pengembangan hidrogen akan menjadi bagian dari portofolio bisnis energi bersih di masa depan dan memiliki potensi menjadikan Indonesia sebagai pemain utama di kawasan. "Pengembangan hidrogen akan menjadi salah satu portofolio bisnis energi bersih di masa depan," ujarnya.

Selain itu, Hyundai juga optimis bahwa kerja sama ini akan mempercepat implementasi hidrogen di sektor transportasi. Sunny Kim, Presiden Hyundai Motor Asia Pasifik, mengatakan bahwa teknologi hidrogen telah dikembangkan Hyundai selama dua dekade dan berharap bisa mencapai masa depan berkelanjutan bersama Pertamina. "Kami berharap dapat mencapai masa depan yang berkelanjutan dan dapat berkontribusi pada transisi energi di kawasan bersama-sama," ungkap Sunny Kim.

Demokrasi Lemah Menggerus Kepercayaan Pasar

Hairul Rizal 23 Aug 2024 Kontan (H)

Memanasnya suhu politik di dalam negeri menyebabkan pasar keuangan Indonesia kembali dihantui kecemasan. Hal inilah yang membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjungkal usai bergerak menanjak dalam empat perdagangan beruntun. IHSG berbalik arah dengan bergerak di zona merah sepanjang Kamis (22/8). Di akhir sesi, IHSG ditutup turun 0,87% ke level 7.488,67. Kisruh peraturan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) antara keputusan Mahkamah Konstiusi (MK) dan Dewan Perwakilan rakyat (DPR) menyulut aksi unjuk rasa. Demokrasi yang buruk juga menghempaskan rupiah dari posisi di bawah Rp 15.500 per dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Garuda melemah 0,64% ke Rp 15.600 per dolar AS. Sejalan dengan pergerakan di pasar spot, rupiah Jisdor melemah 0,79% ke Rp 15.579 per dolar AS. Research & Education Coordinator Valbury Asia Futures, Nanang Wahyudin melihat, kejatuhan rupiah menyusul ketegangan politik dalam negeri yang memanas. Akibatnya, banyak investor terpantau melakukan aksi ambil untung ( profit taking ) terhadap rupiah. Investor terlihat melakukan perburuan dolar di tengah aksi demonstrasi mahasiswa dan buruh di depan Gedung DPR/MPR, kemarin. Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi mengatakan, kembalinya dana asing belakangan ini membuat IHSG berkali-kali menembus rekor baru. Sejatinya, pasar saham sudah cukup kondusif usai Federal Reserve semakin memberikan kepastian terkait pemangkasan bunga acuannya. 

Founder Stocknow.id Hendra Wardana juga bilang, capital inflow menjadi faktor penting bagi IHSG, yang sekaligus mencerminkan keyakinan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia. Namun, tensi politik yang memanas dalam polemik aturan Pilkada membuka potensi tekanan ke pasar. Menurut Hendra, sentimen eksternal secara umum sebenarnya cenderung positif. Terutama dengan adanya ekspektasi The Fed akan menurunkan suku bunga pada bulan September, yang kemungkinan besar akan diikuti oleh Bank Indonesia. Namun, Hendra mengingatkan kebijakan moneter dan makro ekonomi bukan menjadi satu-satunya sentimen. Sebab, pada akhir tahun ini faktor politik punya peran krusial, khususnya saat transisi pemerintahan dari Presiden Joko Widodo ke Prabowo Subianto pada bulan Oktober, lalu Pilkada Serentak pada bulan November. Sedangkan, Audi melihat selama IHSG masih bergerak di atas 7.425, maka penurunan yang terjadi masih tergolong wajar. Jika bertahan, IHSG berpotensi menguat menuju resistance di 7.630 hingga akhir Agustus 2024 nanti.

Indonesia Terancam Defisit Kembar Lagi

Hairul Rizal 23 Aug 2024 Kontan

Posisi keuangan Indonesia menghadapi tekanan akibat defisit kembar. Daya tahan Indonesia dalam menghadapi efek gejolak global pun bakal menurun. Sebagai gambaran, pada kuartal II-2024, Indonesia mencatat defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD), serta defisit neraca pembayaran Indonesia (NPI). Berdasarkan laporan Bank Indonesia (BI), posisi CAD pada kuartal kedua tahun ini mencapai US$ 3,02 miliar atau setara 0,9% dari produk domestik bruto (PDB). Padahal di kuartal sebelumnya posisi CAD Indonesia sebesar US$ 2,4 miliar atau 0,7% dari PDB. Masih menurut laporan BI, surplus neraca perdagangan barang pada kuartal II-2024 tercatat US$ 9,96 miliar, naik dari kuartal sebelumnya sebesar US$ 9,28 miliar. Pun dengan surplus pendapatan sekunder yang naik dari US$ 1,32 miliar menjadi US$ 1,47 miliar. Asisten Gubernur, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menjelaskan, peningkatan defisit neraca jasa dipengaruhi oleh defisit jasa perjalanan (travel) seiring pelaksanaan ibadah haji 2024. Adapun kenaikan defisit neraca pendapatan primer dipengaruhi pembayaran dividen dan bunga atau kupon obligasi. "Ini sesuai dengan pola triwulanan," kata Erwin dalam keterangan tertulisnya, Kamis (22/8). 

Kinerja positif ini terutama ditopang oleh aliran masuk modal asing ke sejumlah instrumen portofolio investasi di pasar keuangan. Selain itu kata Erwin, surplus transaksi modal dan finansial juga ditopang oleh arus masuk investasi langsung. Namun secara umum, posisi surplus transaksi modal dan finansial belum mampu menutup defisit transaksi berjalan. Alhasil, neraca pembayaran Indonesia masih mencatatkan defisit sebesar US$ 557 juta, meski membaik dibanding defisit pada kuartal I-2024 yang senilai US$ 5,97 miliar. Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual memperkirakan, CAD pada tahun ini berada pada kisaran 1% dari PDB, lebih lebar dibanding tahun 2023 yang sebesar 0,16% dari PDB. "Ekspor komoditas juga masih cenderung lemah dalam jangka pendek," kata David, kemarin. Makanya, surplus neraca perdagangan pada awal semester II tahun ini pun menyusut. Ekonom Bank Danamon Hosianna Situmoriang menilai, CAD tersebut masih terkendali dan sesuai dengan perkiraan BI. Alhasil, nilai tukar rupiah berpotensi menguat dan posisi cadangan devisa bisa optimal.

BEI Dorong Transaksi SSF dengan Insentif

Hairul Rizal 23 Aug 2024 Kontan

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan volume transaksi Single Stock Futures (SSF) bisa menembus 1 juta kontrak di 2025. Namun pada tahap awal, BEI akan lebih gencar melakukan sosialisasi atas produk investasi derivatif baru ini. Kepala Divisi Pengembangan Bisnis BEI 1, Firza Rizqi Putra menjelaskan, produk SSF akan dirilis resmi pada September mendatang. Sebelumnya, BEI telah melakukan soft launching SSF pada 12 Agustus 2024. "Target kami tahun ini lebih pengenalan produk SSF ke investor," katanya, dalam edukasi wartawan secara daring, Kamis (22/8). Untuk menggencarkan transaksi SSF, BEI juga aktif melakukan sosialisasi dengan menggelar roadshow bersama anggota bursa (AB) derivatif dan kantor perwakilan BEI yang tersebar di berbagai kawasan. BEI turut memasukan produk SSF dalam materi Sekolah Pasar Modal (SPM) untuk calon investor. Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik menambahkan, untuk menarik minat investor melakukan transaksi SSF, BEI akan memberikan sejumlah insentif. 

Antara lain, potongan biaya transaksi derivatif kepada broker sebesar 75% dari Rp 1.000 per kontrak. Artinya, anggota bursa derivatif hanya dikenakan biaya Rp 250 per kontrak. "Kami memberikan insentif dalam bentuk biaya transaksi yang lebih murah. Ada diskon di tahap awal ini sebesar Rp 250 per kontrak. Insentif biaya ini belum ditetapkan batas akhirnya," jelas Jeffrey. BEI juga memberikan insentif berupa dukungan sistem kepada calon AB derivatif baik, sistem trading maupun online trading. Harapannya, dapat menekan biaya investasi yang dikeluarkan AB jika ingin terjun ke produk derivatif. Dengan begitu, jumlah AB derivatif bisa bertambah. Produk SSF mulai ditransaksikan Binaartha Sekuritas pada 22 Juli 2024. Sebagai catatan, per Rabu (21/8), nilai transaksi futures di BEI mencapai Rp 123,29 juta dengan volume sebanyak 348 kontrak. BEI telah memilih saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) sebagai underlying atau aset dasar produk SSF.

Bisnis Astra Masih Berpeluang Melaju

Hairul Rizal 23 Aug 2024 Kontan

Kinerja PT Astra International Tbk (ASII) tertekan lesunya penjualan otomotif dan alat berat pada semester I-2024. Sentimen pemangkasan suku bunga diharapkan memulihkan kinerja induk grup Astra tersebut. Mengingatkan saja, ASII mencetak pendapatan sebesar Rp159,96 triliun di periode Januari -Juni 2024, turun 1,5% secara tahunan atau year on year (yoy). Analis OCBC Sekuritas, Budi Rustanto mengatakan, hasil kinerja ASII mencerminkan pelemahan pada segmen alat berat dan pertambangan. Ini disebabkan merosotnya harga batubara. Segmen otomotif juga lesu, akibat volume penjualan yang lebih rendah di pasar otomotif yang lemah. Untungnya, lima segmen lain masih mencetak pertumbuhan laba bersih. Budi menyoroti, penjualan mobil yang lesu dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti daya beli yang lemah, sikap wait and see di tahun pemilu, depresiasi rupiah, non performing financing (NPF) yang lebih tinggi, hingga tingkat suku bunga tinggi. Alhasil, OCBC Sekuritas merevisi asumsi penjualan mobil domestik dari sebelumnya 1 juta menjadi 900.00 unit untuk tahun 2024. Penjualan mobil hingga akhir tahun akan didukung oleh perbaikan musiman di semester kedua dan pameran otomotif GIIAS. 

Di segmen roda empat, manajemen ASII berkomitmen terus meluncurkan produk battery electric vehicle (BEV), dengan Toyota Astra Motor akan memperkenalkan 3 model BEV selama dua tahun ke depan. Astra juga akan meluncurkan model hybrid electric verhicle (HEV) baru. Equity Analyst Pilarmas Investindo Sekuritas, Arinda Izzaty mencermati, segmen otomotif dan properti ASII akan mulai pulih. Terutama jika tingkat suku bunga dipangkas dalam waktu dekat ini. Tingkat suku bunga rendah dihadapkan membuat pengajuan kredit kendaraan bermotor dan kredit perumahaan kembali meningkat. Analis BRI Danareksa Sekuritas, Richard Jerry mengamati, harga saham ASII telah meningkat sebesar 15% selama satu bulan terakhir. Peningkatan itu terjadi di saat penjualan mobil ASII terus menunjukkan pemulihan. Richard mempertahankan rekomendasi beli saham ASII dan menaikkan target harga saham ASII menjadi Rp 5.700 per saham dari sebelumnya Rp 5.100 per saham. Di sisi lain, risiko bagi saham ASII adalah tidak adanya model baru yang signifikan pada semester kedua 2024, penetrasi pasar yang agresif dari China untuk segmen roda empat, serta kurangnya dampak dari pameran GIIAS.

BI Prioritaskan Stabilitas Rupiah

Hairul Rizal 22 Aug 2024 Bisnis Indonesia (H)

Bank Indonesia (BI) tetap mempertahankan suku bunga acuan di level 6,25%, tertinggi dalam 7 tahun terakhir, untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian ekonomi global dan penantian penurunan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed). Meskipun nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mulai menguat, BI memilih langkah hati-hati untuk mencegah volatilitas yang berlebihan.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Widjaja Kamdani, mendukung keputusan BI karena dianggap lebih baik dibanding spekulasi penurunan suku bunga di tengah kondisi ekonomi AS yang masih tidak stabil. Chandra Wahjudi, Ketua Komite Tetap Kebijakan Publik Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), juga mengakui bahwa pelaku usaha menginginkan penurunan BI Rate, namun memahami alasan BI mempertahankannya untuk mengantisipasi ketidakpastian global.

Ryan Kiryanto, ekonom Associate Faculty LPPI, menyebut keputusan BI sebagai langkah tepat dan taktis dalam menjaga stabilitas moneter, khususnya dalam memperkuat nilai tukar rupiah. BI diperkirakan akan menurunkan suku bunga pada kuartal IV/2024, setelah The Fed menurunkan suku bunganya pada bulan September mendatang.

Menanti Strategi Efektif Penurunan Tarif

Hairul Rizal 22 Aug 2024 Bisnis Indonesia

Tarif penerbangan domestik yang tinggi di Indonesia telah menjadi perhatian serius, karena dapat menghambat mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi. Meskipun penerbangan bertarif rendah diharapkan membawa dampak positif, kenyataan di lapangan menunjukkan harga tiket yang lebih mahal, terutama pada beberapa rute domestik dibandingkan rute internasional. Faktor penyebabnya meliputi biaya operasional maskapai yang tinggi, keterbatasan kapasitas bandara, tingginya harga bahan bakar, hingga regulasi pemerintah dan sistem perpajakan yang menambah beban biaya.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, serta Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyoroti masalah kekurangan pesawat sebagai salah satu penyebab tingginya harga tiket. Indonesia masih membutuhkan sekitar 200 pesawat tambahan untuk memenuhi permintaan penerbangan domestik pasca pandemi Covid-19. Meskipun maskapai seperti Garuda Indonesia, Pelita Air Service, dan AirAsia Indonesia sudah merencanakan penambahan pesawat, langkah ini merupakan solusi jangka menengah dan panjang.

Untuk solusi jangka pendek, opsi seperti pemangkasan pajak, pengaturan ulang slot penerbangan, peningkatan frekuensi penerbangan, hingga pemberian subsidi dapat dipertimbangkan. Pemerintah diharapkan dapat segera merumuskan langkah-langkah efektif melalui Satuan Tugas Penurunan Harga Tiket Pesawat.


Investasi Dana Pensiun Tertarik pada SRBI

Hairul Rizal 22 Aug 2024 Bisnis Indonesia

Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) semakin populer di kalangan dana pensiun dan lembaga keuangan non-perbankan sebagai pilihan investasi jangka pendek yang menawarkan bunga tinggi. Data per Juni 2024 menunjukkan bahwa outstanding SRBI meningkat signifikan menjadi Rp721,06 triliun, naik 29,16% dari bulan sebelumnya. Khusus untuk dana pensiun, terdapat lonjakan aset yang disimpan di SRBI sebesar 221% dari Rp1,9 triliun menjadi Rp6,1 triliun dalam periode yang sama, terutama berasal dari DPLK.

Bedie Roesnadi, Direktur Investasi Dapen BNI, menjelaskan bahwa meningkatnya minat dana pensiun terhadap SRBI disebabkan oleh ekspektasi yield yang menarik serta risiko yang relatif kecil dan fleksibilitas dalam pengelolaan cash flow. Hal ini kontras dengan Surat Berharga Negara (SBN) yang hanya mengalami kenaikan 1,8% dalam periode yang sama.

Budi Sutrisno, Direktur Utama Dapen BCA, menambahkan bahwa SRBI adalah pilihan investasi jangka pendek dengan suku bunga yang lebih kompetitif dibandingkan deposito, sementara SBN tetap menjadi pilihan untuk investasi jangka panjang. Tondy Suradiredja, Ketua Umum Asosiasi DPLK, mencatat bahwa SRBI banyak diborong oleh DPLK dari perusahaan BUMN, dan Syarif Yunus, Direktur Eksekutif Asosiasi DPLK, menekankan pentingnya edukasi dan kehati-hatian dalam strategi penempatan investasi agar sesuai dengan profil risiko dan regulasi yang berlaku.


DMO Minyak Goreng Sawit: Penurunan yang Tepat

Hairul Rizal 22 Aug 2024 Bisnis Indonesia

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) menyambut positif penurunan volume domestic market obligation (DMO) minyak goreng dari 300.000 ton per bulan menjadi 250.000 ton per bulan. Eddy Martono, Ketua Umum Gapki, menilai bahwa volume DMO yang baru sudah ideal dan menganggap bahwa penurunan ini adalah langkah yang tepat.

Perubahan ini diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan No. 18/2024 yang mengubah kebijakan sebelumnya, termasuk memberikan insentif tambahan seperti faktor pengali hak ekspor untuk wilayah distribusi tertentu. Eddy juga mengapresiasi insentif tambahan yang diberikan oleh Kementerian Perdagangan, terutama untuk daerah-daerah pelosok yang memerlukan biaya transportasi lebih tinggi. Dengan tambahan insentif ini, diharapkan produsen akan lebih termotivasi dalam menjalankan DMO dan menyalurkan MinyaKita ke wilayah yang lebih luas.

Pilihan Editor