;

Penjualan yang Membaik Dorong Kinerja

Hairul Rizal 23 Oct 2024 Kontan
PT United Tractors Tbk (UNTR) untuk tahun 2024, meski menghadapi beberapa tantangan di awal tahun. Tim analis Panin Sekuritas mencatat peningkatan kinerja pada Agustus 2024, didorong oleh permintaan alat berat yang membaik, terutama dari sektor pertambangan. UNTR berhasil menjual 390 unit alat berat di bulan Agustus, meningkat 18,2% secara bulanan.

Segmen bisnis UNTR lainnya juga menunjukkan potensi pertumbuhan. PT Pamapersada Nusantara (PAMA), unit kontraktor tambang UNTR, berkontribusi signifikan meski mencatat kinerja mendatar. Produksi emas melalui Agincourt Resources naik 5,8% secara tahunan, didorong oleh ekspektasi kenaikan harga emas global.

Research Analyst Phintraco Sekuritas, Nurwachidah, memproyeksikan peningkatan kinerja UNTR dari bisnis yang terkait komoditas, termasuk batubara dan emas, dengan sentimen positif dari konflik geopolitik di Timur Tengah dan ekspektasi kenaikan permintaan batubara dari China. Henry Wibowo dari JP Morgan Sekuritas Indonesia menyoroti potensi laba kuat UNTR, terutama dari bisnis kontraktor tambang.

UNTR memproyeksikan penjualan alat berat sekitar 4.500 unit, meningkat dari panduan sebelumnya. Analis merekomendasikan *buy* saham UNTR, dengan target harga bervariasi, mulai dari Rp 30.675 (Nurwachidah) hingga Rp 33.000 per saham (Reggie Parengkuan dari Indopremier Sekuritas). UNTR juga diuntungkan oleh integrasi anak usaha yang kuat, meski menghadapi tantangan dari kompetitor baru yang mengurangi pangsa pasar alat berat Komatsu.

Faktor Pendorong Optimisme Pasar

Hairul Rizal 22 Oct 2024 Bisnis Indonesia (H)

Pelantikan kabinet baru di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendapat respons positif dari pelaku pasar. Kehadiran menteri berpengalaman dari pemerintahan sebelumnya meningkatkan optimisme, yang terlihat dari penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) sebesar 0,16% dan indeks obligasi komposit Indonesia (ICBI) sebesar 0,07%. Analis memperkirakan tren penguatan ini akan berlanjut, terutama dengan adanya program prioritas yang akan dijalankan di tahun pertama pemerintahan, dengan fokus pada sektor kesehatan dan pendidikan. Meskipun ada potensi beban anggaran akibat komposisi kabinet yang besar, banyak pihak berharap bahwa langkah-langkah ini dapat mendongkrak kinerja ekonomi Indonesia dalam lima tahun ke depan.

Mengejar Hasil Cepat

Hairul Rizal 22 Oct 2024 Bisnis Indonesia

Roda pemerintahan baru resmi bergulir setelah Presiden Prabowo Subianto melantik para menteri dan wakil menteri dalam Kabinet Merah Putih. Masyarakat memiliki harapan besar agar kabinet ini dapat segera menjalankan fungsi dan perannya, terutama dalam menghadapi tantangan dan pekerjaan rumah yang ada. Dengan dukungan anggaran sekitar Rp121 triliun, kabinet berencana mengimplementasikan program-program prioritas, seperti program makan siang bergizi, pembangunan infrastruktur kesehatan dan pendidikan, serta pengembangan lumbung pangan nasional.

Presiden Prabowo menekankan pentingnya kolaborasi dan koordinasi antar menteri untuk mencapai visi pemerintah, sementara pelaku usaha berharap adanya reformasi birokrasi dan kepastian hukum untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. Meskipun banyak rencana strategis yang menjanjikan, keberhasilan implementasinya tetap bergantung pada kapasitas dan keberanian menteri dalam mengambil keputusan yang tepat. Masyarakat kini menantikan langkah nyata dari kabinet dalam 100 hari pertama pemerintahan untuk memastikan keberlangsungan dan efektivitas program-program tersebut.



100 Hari Kerja: Pembenahan Aturan Jadi Fokus

Hairul Rizal 22 Oct 2024 Bisnis Indonesia

Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyadari adanya peraturan dan perizinan yang menghambat kemajuan di sektor ESDM, terutama dalam mencapai target lifting minyak dan gas bumi. Bahlil menegaskan bahwa penataan aturan dan perizinan akan menjadi prioritas dalam 100 hari pertama pemerintahannya, dengan tujuan untuk mengatasi tumpang tindih regulasi yang menyulitkan eksplorasi dan pengembangan.

Bahlil juga berencana bekerja sama dengan Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung untuk meningkatkan kinerja internal kementerian dan mengevaluasi kebijakan yang ada. Ia mengakui bahwa meskipun proses perizinan sudah lebih baik, masih ada kebutuhan untuk memperbaiki tingkat pelayanan agar lebih efisien. Peneliti dan praktisi industri menilai bahwa upaya Bahlil sejalan dengan misi pemerintah untuk mengurangi korupsi dan meningkatkan investasi.

Kendala kompleksitas perizinan di sektor hulu migas yang melibatkan banyak kementerian masih menjadi tantangan besar. Diharapkan, dengan perbaikan regulasi dan kolaborasi antar kementerian, kontribusi sektor hulu migas terhadap perekonomian nasional dapat terus meningkat. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan Kementerian ESDM dapat menciptakan iklim investasi yang lebih baik dan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.



Distribusi BBM Subsidi: Tantangan Mewujudkan Penyaluran Tepat Sasaran

Hairul Rizal 22 Oct 2024 Bisnis Indonesia

Pemerintah Indonesia, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, belum akan memutuskan skema baru untuk penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dalam waktu dekat. Meskipun Presiden Prabowo telah menekankan pentingnya penyaluran subsidi yang lebih tepat sasaran, Bahlil mengungkapkan bahwa detail kebijakan tersebut masih perlu dibahas lebih lanjut dengan Presiden.

Saat ini, pemerintah sedang merumuskan formula yang tepat agar subsidi dapat diberikan kepada kelompok yang benar-benar membutuhkan, dengan kemungkinan menggunakan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi distribusi. Namun, Bahlil juga menekankan bahwa pembatasan penyaluran BBM bersubsidi harus dilakukan dengan hati-hati, mengingat potensi dampaknya terhadap masyarakat, terutama kelompok nelayan dan petani. Pemerintah berkomitmen untuk tidak terburu-buru dalam mengimplementasikan kebijakan ini agar tidak merugikan masyarakat kecil.



IKN Nusantara: Dampak Perubahan Status Bandara di Ibu Kota Baru

Hairul Rizal 22 Oct 2024 Bisnis Indonesia

Perubahan status Bandara Nusantara di Ibu Kota Negara (IKN) dari VIP menjadi bandara komersial telah menjadi perhatian berbagai pihak, terutama mengingat adanya dua bandara terdekat, yaitu Bandara Balikpapan dan Samarinda. Meskipun pemerintah menjamin bahwa status baru ini tidak akan mengganggu operasional kedua bandara tersebut, ekonom Purwadi dari Universitas Mulawarman mengkhawatirkan potensi persaingan yang tidak sehat di sektor penerbangan, yang bisa menyebabkan salah satu bandara mengalami penurunan trafik penumpang.

General Manager Bandara SAMS Sepinggan, Iwan Novi Hantoro, menyatakan komitmennya untuk memperkuat posisinya sebagai hub utama dengan meningkatkan fasilitas dan layanan. Di sisi lain, Kepala UPBU APT Pranoto Samarinda, Maeka Rindra Hariyanto, berfokus pada peningkatan kualitas layanan bagi penumpang. Namun, pengamat transportasi Bambang Haryo Soekartono menegaskan perlunya perhatian terhadap aspek keselamatan dan keamanan di Bandara IKN, mengingat masih ada kekurangan yang perlu diperbaiki, seperti kondisi landasan yang berisiko.

Secara keseluruhan, meskipun pemerintah berupaya untuk mengembangkan infrastruktur dan layanan bandara, tantangan dalam perencanaan yang komprehensif dan potensi dampak terhadap bandara lain tetap menjadi perhatian utama.




Kebijakan Upah Buruh Jadi Ujian Awal bagi Prabowo

Hairul Rizal 22 Oct 2024 Kontan (H)
Tantangan besar yang dihadapi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, terutama terkait pembahasan upah minimum provinsi (UMP) 2025. Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, menuntut kenaikan UMP sebesar 8% hingga 10%, serta pencabutan Undang-Undang Cipta Kerja yang dianggap merugikan pekerja. Jika tuntutan ini tidak dipenuhi, aksi demonstrasi besar-besaran direncanakan pada akhir Oktober 2024.

Ekonom Eliza Mardian dari Core Indonesia menyoroti lemahnya pengendalian harga bahan pangan yang mempengaruhi daya beli masyarakat. Abdullah Mansuri dari Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) dan Sutrisno Iwantono dari Apindo juga menyatakan kekhawatiran mereka terhadap penurunan daya beli, yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi dan menyebabkan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa dalam 100 hari pertama, pemerintah akan fokus menciptakan lapangan kerja, mendorong investasi, dan menurunkan angka kemiskinan. Pemerintah juga dihadapkan pada tantangan menjaga kesehatan fiskal dengan defisit APBN yang diproyeksikan lebih dari Rp 600 triliun pada 2025, serta utang jatuh tempo mencapai Rp 800 triliun. Apindo berharap pemerintah memiliki solusi inovatif untuk mengatasi persoalan ini.

Anggaran Besar untuk Gaji Kabinet Merah Putih

Hairul Rizal 22 Oct 2024 Kontan
Dampak finansial dari pembentukan Kabinet Merah Putih yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto. Kabinet ini terdiri dari 48 menteri, 56 wakil menteri, dan lima kepala badan setingkat menteri, total 109 orang, jauh lebih besar dibandingkan kabinet sebelumnya di era Presiden Joko Widodo. 

Achmad Hanif Imaduddin dari Center of Economic and Law Studies (Celios) mengkritik gemuknya kabinet Prabowo yang dapat memicu pemborosan fiskal dan memperlebar ketimpangan ekonomi. Ia juga menyebut bahwa meski gaji menteri relatif kecil, posisi ini bisa memberikan dampak ekonomi yang lebih luas, termasuk peningkatan nilai saham perusahaan milik para menteri karena akses kekuasaan.

Sementara itu, Kamrussamad dari Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Gerindra menegaskan bahwa anggaran tambahan untuk kabinet tidak akan membengkakkan APBN 2025 karena telah diantisipasi dalam perencanaannya. Berdasarkan estimasi Celios, total anggaran untuk gaji, tunjangan, dan operasional menteri dan wakil menteri dalam lima tahun mencapai sekitar Rp 4,9 triliun, belum termasuk pengeluaran tambahan untuk fasilitas baru.

Potensi Rebound Saham BUMN

Hairul Rizal 22 Oct 2024 Kontan

Dampak positif dari pembentukan Kabinet Merah Putih di bawah Presiden Prabowo Subianto terhadap emiten BUMN. Erick Thohir kembali ditunjuk sebagai Menteri BUMN, didampingi oleh tiga Wakil Menteri, yang membawa sinyal positif untuk keberlanjutan program-program BUMN. Fath Aliansyah dari Lotus Andalan Sekuritas menilai hal ini penting bagi restrukturisasi dan aksi korporasi emiten BUMN.

Sektor-sektor seperti infrastruktur, energi baru dan terbarukan, telekomunikasi, dan perbankan diprediksi mendapat sentimen positif dari program pemerintahan Prabowo, menurut Sukarno Alatas dari Kiwoom Sekuritas. Reza Priyambada dari Reliance Sekuritas mengamati potensi saham BUMN untuk trading jangka pendek, sementara Raden Bagus Bima melihat peluang di sektor perumahan yang dapat menguntungkan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR). 

Arjun Ajwani dari Infovesta Kapital Advisori merekomendasikan saham BUMN di sektor perbankan dan energi, serta mencermati peluang IPO BUMN yang diharapkan dapat menyuntikkan daya tarik tambahan bagi pasar modal. Strategi buy on weakness pada saham seperti SMGR, PGEO, dan JSMR juga disarankan oleh Sukarno, mengingat prospek pertumbuhan emiten BUMN yang kuat dalam jangka panjang.

Insentif Bawa Angin Segar untuk Emiten Properti

Hairul Rizal 22 Oct 2024 Kontan
Sentimen positif yang akan mendukung emiten properti di Indonesia selama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah merencanakan penghapusan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 11% dan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) sebesar 5% untuk jangka waktu satu hingga tiga tahun. Selain itu, program pembangunan tiga juta rumah per tahun diharapkan dapat meningkatkan daya beli properti melalui skema kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi.

Adrianto P. Adhi, Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), melihat penghapusan PPN dan BPHTB sebagai langkah yang memudahkan masyarakat membeli properti dan mendorong pertumbuhan penjualan. Direktur PT Ciputra Development Tbk (CTRA), Harun Hajadi, menyebut bahwa penghapusan PPN akan menyemarakkan industri properti, meskipun pengembang masih harus menanggung biaya tambahan karena PPN tidak bisa dikreditkan ke konsumen.

Perusahaan seperti PT Ciputra Development Tbk (CTRA) dan PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) siap memanfaatkan peluang ini dengan strategi ekspansi dan pengembangan proyek baru. MTLA misalnya, akan meluncurkan proyek residensial di Metland Cikarang dan Kertajati.

Analis seperti Vicky Rosalinda dari Kiwoom Sekuritas dan Nurwachidah dari Phintraco Sekuritas memperkirakan bahwa stimulus kebijakan pemerintah ini akan menjadi katalis positif bagi emiten properti, dengan prospek kinerja yang cerah di akhir 2024 dan berlanjut hingga 2025. Mereka merekomendasikan beli untuk saham-saham seperti CTRA, SMRA, dan PWON dengan potensi upside yang menarik.

Pilihan Editor