Kebijakan Energi: Harapan Baru untuk Swasembada
Indonesia saat ini masih bergantung pada impor energi untuk memenuhi kebutuhan nasional, dengan gap signifikan antara produksi dan konsumsi energi. Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya swasembada energi untuk menghindari ketergantungan pada negara lain, terutama dalam konteks geopolitik yang tidak menentu. Ia menggarisbawahi potensi sumber daya alam Indonesia yang dapat dimanfaatkan, seperti kelapa sawit, batu bara, dan energi terbarukan. Selain itu, terdapat tantangan dalam perizinan yang kompleks yang menghambat eksplorasi dan pengembangan potensi migas. Pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan produksi minyak dan mengoptimalkan potensi migas yang ada, sekaligus memastikan subsidi energi tepat sasaran untuk keluarga yang membutuhkan. Ini menjadi bagian dari upaya untuk mencapai ketahanan energi dan mendukung program prioritas pemerintah.
Prabowo Berkomitmen dalam Perangi Korupsi
Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya melawan korupsi dalam pemerintahannya, dengan harapan untuk mengurangi praktik tersebut secara signifikan melalui perbaikan sistem, penegakan hukum yang tegas, dan digitalisasi. Dalam pidato perdana, Prabowo mengajak semua unsur pimpinan untuk memberikan teladan yang baik, mengutip pandangan Ki Hadjar Dewantara dan pepatah tentang pentingnya contoh dari pemimpin. Sementara itu, Presiden sebelumnya, Joko Widodo, menegaskan bahwa kepemimpinan Prabowo adalah tugas besar yang harus dipahami dengan baik.
PDIP Siap Dukung Pemerintah Tanpa Kursi Menteri
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tetap memberikan dukungan kepada pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka meskipun tidak ada kader PDIP yang menjadi menteri. Puan Maharani, Ketua DPP PDIP, menegaskan bahwa dukungan tersebut dapat dilakukan melalui aktivitas politik di parlemen, bukan hanya melalui jatah kursi kabinet. Dia juga menyebutkan bahwa sikap politik PDIP ke depan akan diumumkan oleh Megawati Soekarnoputri dan bahwa pertemuan antara Megawati dan Prabowo akan tetap berlangsung untuk membahas kerjasama dalam membangun bangsa.









