Rusmidah, Dengan Ketelatenan, Memuliakan Batik Gentongan
Menjadi Bangsa yang Berani Menghadapi Segala Tantangan dan Rintangan
Presiden Prabowo Subianto mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk menjadi bangsa yang berani menghadapi tantangan, rintangan maupun ancaman. Tidak hanya terbatas tantangan yang datang dari luar, yang juga tidak kalah penting adalah keberanian untuk mengakui dan menghadapi tantangan yang berasal dari diri bangsa Indonesia sendiri. "Ada tantangan-tantangan, kesulitan-kesulitan yang terjadi karena kita kurang waspada, karena kadang-kadang kita tidak andal dan tidak piawai dalam mengurus kekayaan kita sendiri.
Bersama Prabowo, juga dilantik Gibran Rakabuming Raka sebagai wakil presiden Prabowo Subianto tercatat sebagai presiden ke-8 Indonesia menggantikan Presiden Joko Widodo yang telah memerintah salama dua periode berturut-turut. Sedangkan Gibran menggantikan Wakil Presiden Ma'aruf Amin yang merupakan wakil presiden Indonesia ke-13. Prabowo mengatakan, Indonesia adalah negara yang dikaruniai kekayaan alam yang besar dan sangat beragam. Selain itu, Indonesia pun memiliki wilayah daratan dan lautan yang sangat luas. Sumber alam tersebut bahkan merupakan sumber-sumber alam yang sangat penting untuk kehidupan manusia di dunia pada abad-abad ke-21 maupun abad mendatang. (Yetede)
Pertumbuhan Rendah dan Utang Menumpuk Bebani EKonomi Global
Direktur pelaksana Dana Moneter Internasional atau IMF Kristalina Georgieva mengingatkan bahwa pertumbuhan yang rendah dan utang yang menumpuk masih menjadi hambatan utama bagi perekonomian global. Meskipun ada kemajuan cukup siginfikan dalam pemulihan eknomi global, tapi pemerintah dibanyak negara telah menjadi terlalu terbiasa untuk berhutang. Hal tersebut diperparah dengan pertumbuhan rendah hingga beban pembayaran utang menjadi semakin berat. "Belum waktunya untuk merayakannya (kemajuan dalam pemulihan ekonomi global). Ketika kita melihat tantangan-tantangannya yang ada di depan kita, tantangan terbesar adalah pertumbuhan yang rendah dan utang yang tinggi.
Di sinilah kita bisa dan harus melakukan yang lebih baik," ujar Georgieva. Terlepas pujian Georgieva terhadap kinerja bank-bank sentral utama dalam meredam inflasi, ia mencatat bahwa pencapaian-pencapaian tersebut belum bersifat universal. Karena beberapa negara masih terus dengan kenaikan harga-harga. Termasuk perjuangannya untuk mengatasi dampaknya dalam kehidupan sosial maupun politik maing-masing. "Negara-negara ekonomi besar telah berhasil dengan sangat baik tapi ada beberapa negara di dunia yang tingkat inflasinya masih menjadi masalah. Dampak dari kenaikan harga-harga masih ada dan ini membuat orang di banyak negara itu merasa keadaan lebih buruk dan marah," kata dia. (Yetede)
Pemegang Saham Adaro Energy Sepakat Jual Saham AAI
Emiten Terafiliasi Sandiaga Uno Mencetak Laba Bersih Sebesar Rp 464,65 Miliar
Emiten terafiliasi Sandiaga Uno, PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM) mencetak laba bersih sebesar Rp 464,65 miliar selama sembilan bulan 2024. Pencapaian tersebut membalikkan kinerja perseroan yang rugi triliunan pada tahun sebelumnya. Berdasarkan laporan keuangannya, PALM yang berada dibawah kendali PT Provident Capital Indonesia, berhasil membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp464,5 milar. Sementara pada periode yang sama tahun lalu, PALM membukukan kerugian sebelum pajak sebesar Rp 1,95 triliun. Pembalikan kinerja ini terutama didorong oleh perolehan keuntungan signifikan dari inevstasi saham dan efek ekuitas lainnya, yang mencapai Rp655,11 miliar.
Capaian tersebut berbanding terbalik dengan tahun lalu, yang rugi sebesar Rp 1,85 triliun dari sektor yang sama. PALM menikmati keuntungan luar biasa dari selisih kurs, yang mencapai Rp 49,91 miliar naik lebih dari 28.889% ketimbang periode sama tahun lalu yang hanya sebesar Rp 172 ribu. Penguatan nilai tukar tersebut menambah amunisi bagi PALM dalam memperkuat arus keuangan. Namun, perusahaan juga harus menanggung beban pajak penghasilan sebesar Rp324,42 miliar pada kuartal III 2024. Meski dmeikian , laba bersih yang berhasil dicatatkan tetap berada diangka Rp 464,83 miliar, membalikkan rugi bersih sebesar Rp 1,95 triliun yang dialami pada kuartal sama tahun sebelumnya. (Yetede)
Pertumbuhan Fintech Rendah, UMKM Bidik KUR
Pertumbuhan industri fintech peer tp peer (p2p lending) belum maksimum, karena pembiayaan yang disalurkan sektor ini masih sangat rendah. Terutama pembiayaan ke sektor produktif seperti usaha UMKM. Pengamat Perbankan & Praktisi Sistem Pembayaran Arianto Muditomo mengatakan, salah satu faktor yang menghambat pertumbuhan maksimum industri fintech adalah platform pinjaman produktif yang rendah, dimana saat ini dibatasi sebesar Rp 2 miliar. "Ini membuat fintech sulit melayani kebutuhan pembiayaan usaha yang lebih besar, terutama di sektor produktif seperti UMKM yang membutuhkan modal lebih besar untuk ekspansi," kata Arianto. Arianto mengatakan, selain batas pinjaman fintc yang rendah, UMKM cenderung memilih KUR karena bunga yang lebih rendah berkat subsidi pemerintah. KUR juga memiliki jaminan yang lebih jelas, sehingga menjadi pilihan utama UMKM dibandingkan fintech lending, yang umumnya menawarkan bunga lebih tinggi dan belum tentu menyediakan platform yang mencukupi. Untuk bersaing dengan KUR, kata dia, fintech perlu menawarkan produk yang lebih fleksibel dengan proses pencairan yang lebih cepat, meskipun bunganya lebih tinggi. (Yetede)
KSSK Memperkirakan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia pada Tahun Ini Akan Mencapai 5,1%
Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) melaporkan stabilitas sistem keuangan tetap terjaga pada kuartal III-2024. Sementara itu, KSSK memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini akan mencapai 5,1% atau di bawah target sebesar 5,2%. Adapun stabilitas sistem keuangan tersebut selaras dengan meredanya tekanan di pasar keuangan global setelah pelonggaran kebijakan moneter dilakukan oleh negara-negara maju. Meskipun tekanan sudah mereda, KSSK menyatakan tetap mewaspadai tekanan yang terjadi pada perekonomian dunia.
Khususnya yang tekanan yang dikhawatirkan bisa memberikan dampak rambatan ke perekonomian domestik. KSSK yang terjadi atas Kementerian Keuangan (Kemenkeu), BI, LPS dan, OJK berkomitmen untuk memperkuat koordinasi dan sinergi, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap gejolak perekonomian gloal. "Kami juga meningkatkan kewaspadaan ditengah berbagai resiko, terutama yang berasal dari eksternal yang begitu dinamis dan potensi rembatannya terhadap perekonomian dan stabilitas sektor keuangan di dalam negeri," kata Ketua KSSK Sri Mulyani Indrawati. Sri Mulyani mengatakan, ketidakpastian pasar keuangan global terjadi karena didukung oleh pelonggaran kebijakan moneter dari negara-negara maju mulai mereda. (Yetede)









