;

Swasembada pangan yang selaras dengan agenda reforma agraria

Yoga 23 Oct 2024 Kompas

Mewujudkan swasembada pangan dalam waktu 4-5 tahun tidak mudah. Banyak pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan, terkait ketersediaan lahan, regenerasi petani, redistribusi tanah, dan penyelesaian konflik agrarian terkait petani. Mewujudkan swasembada pangan, terutama beras, jagung, dan gula, merupakan program prioritas pemerintahan Prabowo-Gibran. Dalam pelantikannya sebagai Presiden pada 20 Oktober 2024, Prabowo menyatakan swasembada pangan dapat terwujud paling lambat 4-5 tahun. Wakil Sekjen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Zulharman Djusman, Selasa (22/10) mengatakan, swasembada pangan, khususnya beras, dapat diwujudkan dalam 4-5 tahun ke depan. Namun, butuh sejumlah persyaratan yang saling terkait.

”Lahan untuk mencetak sawah baru dan menambah frekuensi tanam padi harus tersedia. Para petani yang mengerjakan lahan-lahan tersebut juga harus ada,” ujarnya ketika dihubungi dari Jakarta. Menurut Zulharman, lahan dan petani merupakan elemen penting. Banyak lahan pertanian yang sudah beralih fungsi. Di sisi lain, banyak pula petani yang memiliki lahan kurang dari 0,5 hektar dan berusia tua. Problem-problem tersebut perlu dicarikan solusinya. Hal itu mulai dari penetapan lahan pertanian abadi, regenerasi petani, penggunaan teknologi, dan peningkatan SDM sektor pertanian. ”Selain itu, sejumlah syarat lain untuk mewujudkan swasembada pangan adalah ketersediaan benih unggul, sumber air dan jaringan irigasi yang memadai, serta pupuk dengan harga terjangkau,” katanya.

Kementan menyebutkan, terdapat pengurangan luas sawah dari 8,1 juta hektar pada 2015 menjadi 7,5 juta hektar pada 2019. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) meminta pemerintahan Prabowo-Gibran benar-benar mewujudkan swasembada pangan yang selaras dengan agenda reforma agraria. Untuk itu, persoalan redistribusi tanah dan konflik agraria terkait petani perlu dituntaskan. Sekretaris Jenderal KPA Dewi Sartika menuturkan, visi-misi Prabowo-Gibran mempunyai nilai plus karena agenda reformasi agraria ditempatkan di bawah program swasembada pangan. Artinya, Prabowo-Gibran menyadari reforma agraria tidak bisa dilepaskan dari pertanian dan pangan. (Yoga)


Produksi Krupuk Merah Meningkat Karena Cuaca Panas

Yoga 23 Oct 2024 Kompas

 Pekerja menjemur kerupuk merah di Kelurahan Karadenan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada hari Senin (21/10/2024). Cuaca panas menjadi berkah bagi para produsen kerupuk merah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memperkirakan cuaca panas masih terjadi hingga 24 Oktober akibat pola peralihan musim. Dalam sehari, produsen kerupuk bisa memproduksi 6 kuintal kerupuk merah, jauh lebih  banyak dari produksi pada hari-hari biasanya. (Yoga)

Mengatasi pengangguran dan menciptakan lapangan kerja.

Yoga 23 Oct 2024 Kompas

Kemenaker di bawah pimpinan Menaker Yassierli dan Wamenaker Immanuel Ebenezer berkomitmen menjalankan program yang berkaitan dengan upaya mengatasi pengangguran dan menciptakan lapangan kerja. ”Kami ditugaskan Presiden Prabowo untuk melaksanakan tugas-tugas kerakyatan yang berkaitan dengan ketenagakerjaan. Fokus kami ialah mengatasi pengangguran karena bagaimanapun kami harus mengawal kesejahteraan pekerja menuju Indonesia Emas 2045,” ucap Immanuel Ebenezer seusai acara serah terima jabatan, Selasa (22/10) di Jakarta. Sejalan dengan fokus itu, terkait program 100 hari pertama, Menaker Yassierli menjelaskan, Kemenaker akan memikirkan solusi yang signifikan terkait penyediaan lapangan kerja. Presiden sudah menyatakan pentingnya digitalisasi dan hilirisasi. Harapannya, kedua fokus ini bisa membantu menciptakan lapangan kerja.

”Ada persoalan pengangguran serta PHK yang marak. Kami yakin tetap akan ada peluang lapangan kerja baru. Maka, kami pastikan dulu ada pemetaan kompetensi tenaga kerja nasional lalu dari sisi kami akan meningkatkan pelatihan vokasional,” ucapnya. Di luar itu, Yassierli akan meneruskan upaya reformasi birokrasi di internal Kemenaker yang sudah dijalankan oleh menaker sebelumnya. BPS melaporkan, jumlah penganggur per Februari 2024 sebanyak 7,20 juta orang. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Apindo) Shinta Widjaja Kamdani, yang ditemui pada acara yang sama, mengatakan, harapan pelaku industri ialah penciptaan lapangan kerja. Sebab, meski setiap tahun terdapat 2 juta-3 juta angkatan kerja baru, investasi yang masuk belum banyak menyerap tenaga kerja dan ada tren investasi yang ada berpindah dari padat karya ke padat modal. (Yoga)


Meningkatnya Penyaluran Kredit

Yoga 23 Oct 2024 Kompas

Deretan rumah di sebuah Perumahan Tampak di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (22/10/2024). Bank Indonesia (BI) memproyeksikan penyaluran kredit baru pada triwulan IV-2024 meningkat berdasarkan nilai saldo bersih tertimbang yang telah mencapai 88,3 persen dibandingkan dengan triwulan sebelumnya sebesar 80,6 persen. Semua jenis kredit  diperkirakan tumbuh meliputi kredit modal kerja serta kredit investasi dan kredit konsumsi yang terdiri dari kredit pemilikan rumah (KPR), kredit pemilikan apartemen (KPA), kredit multiguna, dan kredit kendaraan bermotor (KKB). (Yoga)

11 Sektor Menyala di Era Prabowo yang Menyehatkan Ekonomi RI

Yuniati Turjandini 23 Oct 2024 Investor Daily (H)

Sebanyak 11 sektor ekonomi bakal menyala di era Prabowo Subianto, lantaran memiliki eksposur kuat ke program unggulan. Ke-11 sektor itu adalah properti, semen, cat, keramik, perbankan, mineral, scrude palm oil, (CPO), toko ritel perkakas rumah, konsumer, perunggasan (poultry), dan konstruksi. Sektor properti diuntungkan oleh proyek pembangunan 3 juta unit rumah per tahun demi memangkas backlog sekitar 10 juta. Proyek ini diproyeksikan menghasilkan perputaran uang Rp 400 triliun.  Tak ayal lagi, sektor semen ketiban rezeki nomplok.

Permintaan semen bisa tumbuh 7% per tahun, didorong permintaan program tersebut, sehingga diharapkan dapat mengikis overkapasitas yang selama ini menghantam sektor ini. Industri pendukung properti, seperti cat dan keramik bakal terkerek. Tak ketinggalan, bank spesialis kredit pemilikan rumah (KPR) seperti PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) juga diuntungkan. Sektor mineral dan CPO bakal terus melesat, lantaran Prabowo akan melanjutkan hilirisasi pemerintahan Presiden Jokowi. Adapun program makan bergizi gratis (MBG) yang menelan anggaran Rp 71 triliun bakal mendatangkan sektor konsumer penghasil susu hingga perunggasan. Sementara itu, berlanjutnya IKN akan menjadi mesin pertumbuhan sektor konstruksi. (Yetede)

Tahun Depan, Prospek Laba Bank Diperkirakan Lebih Tinggi Dibanding 2024

Yuniati Turjandini 23 Oct 2024 Investor Daily (H)

Tahun ini, industri perbankan akan sulit mencetak pertumbuhan laba yang tinggi seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun, pertumbuhan laba 2025 diperkirakan bisa lebih tinggi dibandingkan dengan 2024. Hal ini disebabkan efek suku bunga tinggi yang masih berdampak bagi perbankan, membuat biaya dana (cost of fund) bank juga naik. Namun kenaikannya tidak sejalan dengan peningkatan suku bunga kredit, lantaran bank fokus menjaga kualitas asetnya. Deputi Head of Equity Research PT Mandiri Sekuritas (Mansek) Kresna Hutabarat mengatakan, beberapa bank besar mengalami penurunan tingkat pertumbuhan laba bersih pada semester I-2024.

"Setelah laba kuat di 2022, 2023, tapi di 2024 akibat tekanan beban bunga  sehingga menggerus NIM bank, terutama di bank besar, meskipun BSI masih bisa mempertahankan pertumbuhan 20% laba di semeter I," tutur Kresna. Sementara itu, pertumbuhan kredit perbankan masih kuat dikontribusi dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara)  juga BCA dan BSI yang juga mendukung perekonomian meski tekanan beban bunga meningkat. Sekuritas memperkirakan pada kuartal  IV-2024 BI akan memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin (bps) pada November dan juga Desember 25 bps hingga menjadi 5,5% di akhir tahun ini. (Yetede)

Ekspansi Dua Bisnis Inti yaitu PLTP dan PLTB

Yuniati Turjandini 23 Oct 2024 Investor Daily (H)
Emiten konglomerat Prajogo Pangestu, PT Barito Renewabless Tbk (BRE)  terus menggeber ekspansi di dua dunia bisnis utamanya yakni pembangkit listrik panas bumi (PLTP) dan pembangkit listrik tenaga bayu (PLPB). Emiten energi baru terbarukan ini menargetkan bakal memiliki kapasitas hingga 1,95 gigawatt (GW) pada 2030, dari dua bisnis intinya tersebut. "Kami menargetkan untuk mencapai kapasitas 1 GW di 2025 melalui pengembangan kapasitas eksisting, sebelum mencapai 1.95GW pada 2030 melalui pengembangan di proyek Greenfield," kata Manajemen BREN. Manajemen Barito Renewabless mengungkapkan, kapasitas perseroan saat ini sebanyak 965MW yang terdiri dari PLTP sebesar 886MW dan PLTB 79MW. Secara bertahap, perseroan akan terus meningkatkan kapasitasnya, dimana tahun ini akan ada penambahan 14MW pada PLTP, selanjutnya ada penambahan lagi 27MW tahun depan, 37MW di 2026, serta 820MW pada 2027-2032. Sehingga total kapasitas terpasang PLTP perseroan akan menjadi 1.784MW. Perseroan juga mempertimbangkan untuk menambah kapasitas PLTP lagi sebanyak 655MW hingga menjadi 2.439MW pada 2032. (Yetede)

Keberpihakan ke Manufaktur jadi Kunci untuk Mencapai Target

Yuniati Turjandini 23 Oct 2024 Investor Daily (H)

Pemerintah Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8%. Keberpihakan ke manufaktur menjadi kunci untuk mencapai  target tersebut.  Ketua Asosiasi Produsen Serat & Benang Filamen Indonesia (ApsyFI) Redma Gita mengatakan, bila ingin pertumbuhan  ekonomi nasional mencapai 8%, maka industri manufaktur  harusnya tumbuh 10%. Sayangnya, dalam 5 tahun  terakhir pertumbuhan ekonomi rata-rata di angka 4%-4,5%. "Untuk mencapai pertumbuhan manufaktur 10%, artinya tekstil harus tumbuh 16%. Hanya saja sekarang kita minus, untuk ke 16% angka berat," ucap dia. Redma melihat Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasamita sangat paham dengan kondisi industri.

Sayangnya, masalah di kementerian lain seperti ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu). "Di Kemedag itu tergantung Kemenko Kayak kemarin permendag 36 ke permendag 8 itu posisi perdagangan  sulit ditekan sana sini," kata dia. Redma menjelaskan, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso sudah berkomitmen untuk menjaga pasar dalam negeri. Seharusnya komitmen ini juga diikuti oleh Kemenkeu. "Presiden Prabowo enggak mau menaikkan pajak tetapi diperluas Wajib Pajak terutama pemain ilegal di ritel. Pajakkan yang dikoyak yang formal. Tapi yang diselundupkan enggak pernah dikerjain," ucap dia. (Yetede)

BTS Internet 4G Telah Jangkau 95% Desa di Seluruh Indonesia

Yuniati Turjandini 23 Oct 2024 Investor Daily

Akses internet melalui jaringan menara penguat sinyal seluler (base transciever station/BTS) 4G/LTE telah menjangkau 79,426 (95,44%) desa/kelurahan di seluruh wilayah Indonesia dari total 83.218 yang ditargetkan. Itu artinya, Indonesia masih menyisakan 3.792 (4,55%) desa di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang harus dibangun BTS 4G untuk dilanjutkan oleh Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabumung Raka pada periode 2024-2029. Pencapaian itu dengan asumsi, hingga akhir 2023 akses jaringan dan layanan internet BTS 4G telah dibangun dan menjangkau 70.093 (95,04%) desa/kelurahan di Tanah Air.

Sementara itu, tahun 2024  hingga Jumat (18/10/2024) pekan lalu, ada tambahan 333 desa/kelurahan dibangun BTS 4G. Karena, terdapat total 79.426 (95,44%) desa/kelurahan sudah dibangun BTS 4G hingga Jumat pekan lalu. Direktur Utama Badan Aksebilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Fadhilah Mathar pun memberikan apresiasi atas rekomendasi dan dukungan Satuan Tugas (Satgas) Bakti Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemekomdigi) yang dibentuk pada 12 Oktober 2023. Satgas terebut berperan besar dalam mengawal penyelesaian proyek teknologi informasi dan komunikasi di wilayah 3T, terutama BTS 4G. (Yetede)

Swasembada Pangan, Agar Tidak Bergantung Sumber Makanan dari Luar

Yuniati Turjandini 23 Oct 2024 Tempo
DALAM pidato perdananya sebagai presiden, Prabowo Subianto menegaskan lagi mimpinya mencapai swasembada pangan. Dia menekankan realisasinya bakal diupayakan dalam waktu sesingkat-singkatnya. "Kita tidak boleh bergantung dari sumber makanan dari luar," tuturnya pada 20 Oktober 2024. Merujuk pada Food and Agriculture Organization, swasembada pangan menunjukkan kemampuan negara menyediakan sendiri kebutuhan pangan bagi masyarakatnya. Bukan berarti anti-impor. Suatu negara sudah dikatakan swasembada saat produksinya memenuhi 90 persen kebutuhan nasional.

Untuk mencapai swasembada, Indonesia butuh meningkatkan produktivitasnya karena saat ini kebutuhan pangan masih mengandalkan impor. Contohnya beras. Dalam 10 tahun terakhir ini produksinya menurun 1 persen per tahun. Sepanjang 2023, Badan Pusat Statistik mencatat produksi beras Indonesia sebesar 31,10 juta ton dari luas panen padi sekitar 10,21 juta hektare. Kapasitas ini belum cukup lantaran Indonesia masih harus mengimpor beras hingga 3,06 juta ton dalam periode tersebut.

BPS mencatat jumlah usaha pertanian perorangan turun dalam 10 tahun terakhir berdasarkan Sensus Pertanian pada 2023. Dari 2013 hanya 31,71 juta menjadi 29,34 juta pada 2023. Pengelola usaha ini didominasi oleh petani berusia di atas 45 tahun. BPS mencatat proporsi pengelola berumur di atas 55 tahun terus meningkat. Sebaliknya, proporsi petani muda di bawah 44 tahun menurun.

Pilihan Editor