;

Whoosh Angkut 5,8 Juta Penumpang dalam Setahun

Ekonomi Yoga 19 Oct 2024 Kompas
Whoosh Angkut 5,8 Juta Penumpang dalam Setahun
Kereta Whoosh telah beroperasi selama setahun dan mengangkut 5,8 juta penumpang. Namun, angka ini masih dianggap belum ideal karena belum berhasil menarik minat para pekerja komuter. Untuk mencapai operasional yang optimal, diperlukan penyesuaian tarif dan peningkatan fasilitas pendukung lainnya. Tepat setahun, Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh beroperasi sejak 17 Oktober 2023. Opsi tambahan moda transportasi ini direspons masyarakat dengan peningkatan volume penumpang. Berdasarkan data PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Whoosh telah melayani 5,8 juta penumpang. Pada 2023, Whoosh mengangkut 1,1 juta penumpang, kemudian sejak awal tahun ini hingga Oktober 2024 tercatat 4,65 juta penumpang. Jumlah penumpang harian terus meningkat dari sekitar 9.000 penumpang pada Oktober 2023, kini tembus menjadi 18.000-22.000 penumpang pada Oktober 2024.

Puncak pergerakan penumpang terjadi pada 5 Juli 2024 karena mengangkut 24.132 penumpang per hari, naik 12 persen dibanding puncak tahun lalu saat pertengahan November 2023. Pada 19 November 2023, tercatat 21.537 penumpang menggunakan Whoosh. ”Secara bertahap, masyarakat yang menggunakan Whoosh terus bertumbuh. Hal tersebut terlihat dari peningkatan jumlah rata-rata penumpang harian yang meningkat lebih dari 100 persen sejak pertama kali dioperasikan,” ujar General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa, Jumat (18/10/2024), melalui siaran pers. Menurut Eva, okupansi juga terjaga dengan baik. Tingkat keterisian berkisar 70-80 persen pada musim normal (low season) dan 80-100 persen pada musim puncak libur (peak season). Guna mengakomodasi kenaikan jumlah penumpang, perjalanan reguler harian bertambah dari 14 perjalanan menjadi 48 perjalanan.

Pelayanan Whoosh terbagi atas tiga kelas, yakni premium ekonomi, kelas bisnis, dan kelas pertama. Premium ekonomi menjadi favorit yang didominasi 94 persen penumpang atau 5,45 juta penumpang. Posisinya disusul penumpang kelas bisnis dengan sekitar 233.000 penumpang (4 persen) dan sisanya kelas pertama dengan 112.00 penumpang (2 persen). Sebanyak 96 persen penumpang kereta cepat ini adalah penumpang domestik, sedangkan 4 persen lainnya penumpang internasional. ”Untuk membangun budaya menggunakan transportasi umum, KCIC terus menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak guna meningkatkan aksesibilitas seluruh stasiun Whoosh,” kata Eva. Konektivitas dengan beragam moda transportasi lain, antara lain LRT Jabodebek, Transjakarta, Trans Metro Pasundan, dan KRL Bandung Raya terus diupayakan. Harapannya dapat memudahkan pergerakan penumpang melalui transportasi yang terintegrasi. Dalam survei KCIC pada pertengahan 2024, para penumpang memanfaatkan Whoosh untuk tujuan yang berbeda-beda. (Yoga)
Tags :
#Transportasi
Download Aplikasi Labirin :