Pertumbuhan Fintech Rendah, UMKM Bidik KUR
Pertumbuhan industri fintech peer tp peer (p2p lending) belum maksimum, karena pembiayaan yang disalurkan sektor ini masih sangat rendah. Terutama pembiayaan ke sektor produktif seperti usaha UMKM. Pengamat Perbankan & Praktisi Sistem Pembayaran Arianto Muditomo mengatakan, salah satu faktor yang menghambat pertumbuhan maksimum industri fintech adalah platform pinjaman produktif yang rendah, dimana saat ini dibatasi sebesar Rp 2 miliar. "Ini membuat fintech sulit melayani kebutuhan pembiayaan usaha yang lebih besar, terutama di sektor produktif seperti UMKM yang membutuhkan modal lebih besar untuk ekspansi," kata Arianto. Arianto mengatakan, selain batas pinjaman fintc yang rendah, UMKM cenderung memilih KUR karena bunga yang lebih rendah berkat subsidi pemerintah. KUR juga memiliki jaminan yang lebih jelas, sehingga menjadi pilihan utama UMKM dibandingkan fintech lending, yang umumnya menawarkan bunga lebih tinggi dan belum tentu menyediakan platform yang mencukupi. Untuk bersaing dengan KUR, kata dia, fintech perlu menawarkan produk yang lebih fleksibel dengan proses pencairan yang lebih cepat, meskipun bunganya lebih tinggi. (Yetede)
Postingan Terkait
Pinjaman Bank Kini Lebih Mahal daripada Obligasi
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023