Kenaikan Harga Menekan Emiten Logam
Prospek emiten logam menghadapi tantangan, terutama akibat lesunya ekonomi China, yang berdampak pada harga logam dasar. Analis BRI Danareksa, Timothy Wijaya, mencatat bahwa sepanjang kuartal III 2024, harga logam seperti nikel mengalami penurunan, dengan harga nikel LME turun 12% secara kuartalan. Meskipun demikian, ia memperkirakan bahwa PT Timah Tbk (TINS) akan menunjukkan kinerja yang lebih baik berkat peningkatan volume penjualan dan profitabilitas yang lebih kuat. Selain itu, PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) diperkirakan tetap solid, meskipun mengalami penurunan pendapatan.
Stimulus ekonomi China menjadi katalis positif untuk sektor logam, menurut Miftahul Khaer dari Kiwoom Sekuritas Indonesia, yang juga menilai prospek timah dan nikel cukup menarik, terutama dengan meningkatnya kebutuhan untuk kendaraan listrik dan energi hijau. Namun, Rizkia Darmawan dari Mirae Asset menekankan bahwa meski ada upaya stimulus, dampaknya terhadap perekonomian China dan industri nikel tetap menjadi tanda tanya, terutama dengan tarif yang lebih tinggi dari AS dan Uni Eropa.
Sementara itu, Benny Kurniawan dari JP Morgan menyatakan bahwa emiten logam yang terlibat dalam pemurnian emas, seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), akan mendapat manfaat dari kenaikan harga emas dan peningkatan produksi. Dengan demikian, situasi di sektor logam tetap kompleks, tetapi ada peluang yang bisa dimanfaatkan oleh emiten tertentu di tengah tantangan yang ada.
Tags :
#LogamPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023