;

Industri Hulu Migas: Lifting KKKS Tidak Boleh Turun

Hairul Rizal 24 Oct 2024 Bisnis Indonesia

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Dwi Soetjipto, menekankan pentingnya upaya peningkatan lifting minyak dengan memastikan tidak ada lagi penurunan, meskipun hanya sedikit. Instruksi Presiden Prabowo Subianto menuntut agar kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) lebih aktif dan waspada terhadap pencapaian target lifting yang masih belum optimal.

Dwi menjelaskan bahwa peningkatan lifting hanya dapat tercapai jika kegiatan utama, seperti pemboran sumur pengembangan, workover, dan well service, dilaksanakan sesuai target. SKK Migas dan KKKS telah menetapkan target peningkatan yang ambisius untuk tahun ini, dengan rencana pemboran sumur pengembangan naik 17%, workover 43%, dan well service 40%.

Dwi juga mengapresiasi pencapaian KKKS yang lebih baik dibanding tahun lalu dan mendorong peningkatan kecepatan pengerjaan proyek agar produksi migas dapat meningkat secara signifikan. Dengan langkah-langkah strategis dan kolaborasi yang baik, SKK Migas berupaya memastikan produksi migas dapat memenuhi target yang telah ditetapkan.



IPO di Era Prabowo: Bursa Siap Ngebut

Hairul Rizal 24 Oct 2024 Kontan (H)
Target Bursa Efek Indonesia (BEI) di bawah pemerintahan baru Prabowo Subianto untuk meningkatkan jumlah pencatatan saham melalui IPO menjadi 66 pada 2025, naik dari target 62 pada 2024. Meskipun demikian, hingga 18 Oktober 2024, baru 36 perusahaan yang melantai di BEI, sehingga masih ada 26 slot IPO yang harus dipenuhi untuk mencapai target tahun 2024.

Beberapa perusahaan, termasuk PT Golden Westindo Artajaya Tbk dan Lion Air, serta BUMN seperti PT Pertamina Hulu Energy, PT Pupuk Kalimantan Timur, dan Palm Co, telah menunda IPO mereka. Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, menyebutkan bahwa lesunya aktivitas IPO tahun ini disebabkan oleh sikap "wait and see" investor terkait pilpres 2024 dan transisi pemerintahan.

Iman Rachman, Direktur Utama BEI, mengungkapkan bahwa 70% perusahaan yang mendaftar IPO lolos, sementara sisanya diminta memperbaiki dokumen atau kinerja. I Gede Nyoman Yetna, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, menyatakan bahwa BEI sedang melakukan riset untuk memahami alasan perusahaan menunda IPO, serta mengkaji insentif atau regulasi yang diinginkan untuk mendorong lebih banyak perusahaan melantai di bursa

Tekanan pada Rupiah Diperkirakan Berlanjut hingga 2025

Hairul Rizal 24 Oct 2024 Kontan
pelemahan nilai tukar rupiah yang mencapai level Rp 15.627 per dolar AS, dipengaruhi oleh beberapa faktor global dan domestik. Edi Susianto, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia (BI), menyebut faktor-faktor seperti data ekonomi AS yang kuat, ekspektasi penurunan suku bunga The Fed yang menurun, dan perlambatan ekonomi di China dan Eropa sebagai penyebab utama. BI berupaya menjaga stabilitas rupiah melalui intervensi pasar dan menarik capital inflow dengan imbal hasil menarik dari Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Myrdal Gunarto dari Bank Maybank Indonesia menambahkan bahwa pelemahan rupiah juga disebabkan oleh keluarnya modal asing dari pasar domestik karena konflik geopolitik di Timur Tengah dan kenaikan harga minyak. Ia memperkirakan rupiah akan kembali menguat ke Rp 15.106 per dolar AS jika The Fed memangkas suku bunga lagi pada akhir 2024.

Sebaliknya, Awalil Rizky dari Bright Institute memproyeksikan rupiah akan terus melemah hingga mencapai Rp 16.000 per dolar AS pada akhir 2024 dan pertengahan 2025. Ia menilai BI mungkin akan membiarkan pelemahan ini berlangsung secara perlahan untuk menjaga stabilitas moneter dan menghindari intervensi yang terlalu agresif. 

Bursa Targetkan Kenaikan Moderat di Tahun Depan

Hairul Rizal 24 Oct 2024 Kontan
Proyeksi moderat Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk tahun 2025 dalam menghadapi tantangan global dan domestik. Iman Rachman, Direktur Utama BEI, menyatakan bahwa BEI menargetkan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) saham mencapai Rp 13,5 triliun per hari, meningkat dari target 2024 sebesar Rp 12,25 triliun. Target ini didasarkan pada asumsi penurunan inflasi dan suku bunga global serta pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diproyeksikan mencapai 8%.

BEI juga menargetkan pencatatan 66 perusahaan baru melalui IPO, dengan total 407 efek baru pada 2025. Iman optimis, meski mengakui adanya tantangan global dan domestik yang mungkin mempengaruhi pasar saham. Selain itu, BEI berharap jumlah investor baru bertambah 2 juta, sehingga total investor pasar modal Indonesia mencapai 16 juta pada akhir 2025.

Nafan Aji Gusta, Senior Market Analyst di Mirae Asset Sekuritas, menilai target BEI relatif moderat dan mudah dicapai, terutama mengingat tren positif RNTH dari tahun ke tahun. RNTH tertinggi tercapai pada 2022 dengan Rp 14,71 triliun per hari, meskipun turun menjadi Rp 10,75 triliun pada 2023.

Untuk 2025, BEI mengincar pendapatan Rp 1,78 triliun dan laba bersih Rp 275,02 miliar, didorong oleh peningkatan pencatatan efek dan jasa informasi yang diproyeksi naik 11% tahunan. Target ini merupakan bagian dari Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2025 yang disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUSPLB).

Peluang Keuntungan dari Program Swasembada Pangan

Hairul Rizal 24 Oct 2024 Kontan
Program swasembada pangan yang menjadi prioritas pemerintahan baru Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Program ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor bahan pangan dalam lima tahun ke depan, yang diproyeksikan akan menjadi katalis positif bagi emiten di sektor pangan.

Abdul Azis Setyo Wibowo, Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, menilai program ini akan menguntungkan emiten produsen beras seperti PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) dan PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI) karena dapat mengurangi impor beras. Emiten di sektor perunggasan seperti PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) juga akan diuntungkan karena biaya pakan ternak yang berbasis jagung dapat menurun.

Raden Bagus Bima, Praktisi Pasar Modal dan Founder Warkop Saham, menambahkan bahwa swasembada pangan dapat meningkatkan permintaan produk pangan lokal dan mendorong pertumbuhan penjualan emiten seperti CPIN dan HOKI. Emiten yang berinovasi dengan teknologi modern, seperti PT BISI International Tbk (BISI) di sektor benih agrikultur, juga berpotensi mendapatkan manfaat dari hasil panen yang lebih tinggi.

Raden menekankan pentingnya dukungan pemerintah dalam stabilitas harga komoditas pangan dan perlindungan pasar domestik untuk memaksimalkan manfaat program ini. Di jangka pendek, Raden merekomendasikan beli CPIN dengan target harga Rp 5.600 per saham, sementara Azis memberikan rekomendasi netral dengan target harga Rp 5.300 per saham.

Wajah Baru ACES Jadi Harapan Bisnis

Hairul Rizal 24 Oct 2024 Kontan
Prospek PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) setelah tidak melanjutkan perjanjian lisensi dengan Ace Hardware International Holdings, Ltd. Muhamad Heru Mustofa, Research Analyst Phintraco Sekuritas, menilai rebranding yang direncanakan ACES pada awal 2025 akan memengaruhi cash flow jangka pendek karena investasi awal yang signifikan, seperti promosi dan renovasi toko. Meski demikian, ACES memiliki cadangan kas kuat sebesar Rp 2,72 triliun, yang dapat mendukung proses ini.

Jocelyn Santoso, Analis Maybank Sekuritas Indonesia, memperkirakan rebranding tidak akan menghambat pertumbuhan ACES, dengan proyeksi peningkatan penjualan sebesar 12% pada 2025 dan terus meningkat hingga 2027. Jocelyn mencatat, peningkatan free float saham menjadi 40,03% pada 2024, serta insentif pajak penghasilan badan yang lebih rendah, akan meningkatkan laba bersih ACES hingga Rp 1,32 triliun pada 2026.

Abyan H. Yuntoharjo, Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, menilai rebranding akan memperluas margin jangka panjang meski menghadapi potensi persaingan dari Ace Hardware International Holdings dan MR. DIY. Abyan memproyeksikan pendapatan ACES mencapai Rp 8,54 triliun pada 2024, dengan laba bersih Rp 890 miliar, tumbuh 16,49% yoy. Abyan merekomendasikan buy dengan target harga Rp 1.100, sementara Jocelyn menetapkan target harga Rp 950, dan Heru menyarankan hold atau trading buy dengan target Rp 975 - Rp 1.000 per saham.

FDI Dibutuhkan untuk Mensupport Program Pertumbuhan Ekonomi 8%

Yuniati Turjandini 24 Oct 2024 Investor Daily (H)
Sumber-sumber pertumbuhan baru mutlak  diperlukan selain menjaga nyala sumber-sumber yang sudah ada (exixting) seperti manufaktur  konsumsi rumah tangga, untuk menggapai pertumbuhan ekonomi 8% seperti yang dicanangkan pemerintahan Prabowo Subianto. Namun demikian, untuk menghadirkan sumber-sumber pertumbuhan baru itu, tabungan dalam negeri dinilai tidak mencukupi, sehingga nilai modal asing (foreign direct invesment/FDI) yang masuk ke Tanah Air harus dilipatgandakan. Sementara itu, agar modal langsung asing  yang tertarik masuk ke Indonesia makin besar, ada beberapa persyaratan yang mesti dipenuhi, diantaranya adalah efisiensi dan produktivitas investasi yang biasa diukur dengan Incremental Capital Output Ratio (ICOR). ICOR adalah satu indikator tingkat efisiensi suatu perekonomian yang membandingkan  investasi kapital/modal terhadap hasil yang diperoleh (output) makin rendah nilai ICOR suatu negara, berarti tingkat efisiensi investasi perekonomiannya makin besar. 

Pemerintah Baru, Perdagangan dan Investasi Telah Terbentuk lengkap

Yuniati Turjandini 24 Oct 2024 Investor Daily (H)

Pemerintahan baru dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto telah terbentuk lengkap. Visi pemerintahan dibawah komando Presiden yang baru telah disampaikan, arahan kepada jajaran Menko, Menteri Mawen, pimpinan negara non-departemen, penasehat, utusan khusus dan perangkat lainnya juga  disampaikan dengan gamblang. Pembekalan untuk pelaksanaan tugas kepemerintahn juga telah diberikan. Kini masyarakat dan kalangan bisnis menunggu bagaimana rencana dan strategi pemerintah periode 2024-2029 akan diterjemahkan kedalam langkah konkrit dan menghasilkan outcomes yang terukur. Apabila dapat dipadatkan sari-patinya, maka tekad pemerintah yang baru terbentuk ini mungkin cukup terwakili oleh satu kata: Resilience.

Baik di bidang ekonomi, politik, sosial-budaya maupun pertahanan-keamanan, hal yang ingin diwujudkan adalah kemandirian. Sebagai bangsa besar yang merebut kemerdekaan berkat perjuangan anak-anaknya sendiri, untuk mewujudkan kemandirian bangsa ini. Hal yang perlu diingat adalah bahwa Indonesia tidak beroperasi dalam sebuah vakum yang terisolasi diri dari lingkungan sekitarnya. Sejatinya, tidak ada satu negara pun di muka bumi ini yang  benar-benar mandiri dan dapat mengisolasi diri dari hubungannya dengan negara atau bangsa lain: memenuhi kebutuhannya yang tidak dapat dipenuhinya sendiri. Dalam konteks perdagangan, pemenuhan kebutuhan ini lazimnya dilakukan melalui pertukaran barang dan jasa melintasi batas-batas negara dan bentuk suatu pola tertentu. (Yetede)

Penurunan Daya Beli Masyarakat Menjadi Urusan Pemerintah

Yuniati Turjandini 24 Oct 2024 Investor Daily (H)
Persoalan daya beli masyarakat kelas menengah akhir-akhir ini perlu menjadi perhatian Presiden RI Prabowo Subianto untuk mendapatkan penanganan. Sebab, kelas menengah selama ini dianggap sebagai pilar utama pereokonomian nasional.  Berdasarkan data yang dihimpun oleh BPS, jumlah kelas menengah dan menuju kelas menengah mencakup 66,35% dari total penduduk Indonesia, dengan proporsi konsumsi pengeluaran mencapai 81,49% dari total konsumsi masyarakat. Namun porsi kelas menengah mulai mengalami penurunan sejak pandemi covid-19, dari 57,33 juta (21,45%) pada 2019 menjadi 47,85 juta (17,13%) pada Maret 2024. Sementara itu, jumlah menuju kelas menengah meningkat dari 128,85 juta (48,20%) menjadi 137,50 juta (49,22%). Kelompok kelas menengah mencakup masyarakat dengan pengeluaran berkisar Rp2.040.262 mencapai Rp9.909.844 per kapita per bulan pada 2024. Jumlah itu ditentukan oleh standar Bank Dunia soal kelas menengah  dengan perhitungan 3,5-17 kali garis kemiskinan suatu negara. (Yetede)

Kredit dan Efisiensi Topang Laba Bersih BCA Tumbuh 12,77%

Yuniati Turjandini 24 Oct 2024 Investor Daily (H)
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) secara konsolidasi mencatatkan pertumbuhan  total kredit sebesar 14,52% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp877,11 triliun pada kuartal III-2024. Pertumbuhan kredit yang lebih tinggi dari industri tersebut menjadi penopang pertumbuhan laba bersih yang dapat diatribusikan ke pemiliki sebesar 12,77% (yoy) menjadi Rp41,07 triliun. Bank bersandi saham BBCA ini membukukan pendapatan bunga  bersih (net interest income/NII) sebesar 9,5% (yoy) menjadi Rp 61,08 triliun pada sembilan bulan pertama 2024. Pendapatan selain bunga naik 13,5% (yoy) menjadi Rp 19 triliun, ditopang kenaikan pendapatan fee dan komisi sebesar 7% (yoy). Total pendapatan operasional mencapai Rp80,1 triliunn, naik 10,4% (yoy). Presiden Direktur BCA Jahja Setiaadmadja mengatakan, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan laba bersih dua digit, diantaranya dari sisi kredit, terutama kredit korporasi yang meningkat 15,5% (yoy) mendorong peningkatan NII. (Yetede)

Pilihan Editor