;

Bitcoin Melonjak, IHSG dan Emas Tersungkur

Hairul Rizal 22 Nov 2024 Kontan (H)
Harga Bitcoin terus melonjak, mencapai rekor tertinggi sekitar US$ 98.700 menurut CoinMarketCap pada 21 November 2024. Peningkatan ini didorong oleh minat pada inovasi teknologi seperti SegWit dan maraknya initial coin offerings (ICO), seperti dijelaskan oleh Fyqieh Facrur, Trader Tokocrypto. Bitcoin diperkirakan akan terus mencetak rekor baru, dengan potensi mencapai US$ 100.000 dalam waktu dekat.

Sementara itu, indeks dolar AS yang naik 2,95% dalam setahun terakhir berdampak pada pelemahan rupiah hingga Rp 15.942 per dolar AS, serta penurunan harga emas dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Emas turun 2,83% sebulan terakhir ke US$ 2.669 per ons troi, meski dalam jangka panjang diprediksi mencapai US$ 2.700 pada akhir 2024 oleh analis Lukman Leong. IHSG juga tertekan, turun 7,46% dalam sebulan terakhir akibat penguatan dolar AS.

Terpilihnya kembali Donald Trump sebagai Presiden AS membawa dampak besar bagi pasar global. Kebijakan proteksionisme dan euforia kecerdasan buatan (AI) memperkuat pasar saham AS, seperti yang dicatat oleh Lukman, dengan potensi besar bagi Dow Jones dan S&P 500. Namun, ketidakpastian ekonomi dan geopolitik meningkat akibat tensi di Rusia dan Timur Tengah.

Oktavianus Audi, Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas Indonesia, merekomendasikan strategi investasi konservatif dengan alokasi 60% pada aset defensif seperti obligasi, reksa dana, atau emas, serta 40% di saham. Lukman menyarankan diversifikasi yang lebih berimbang: 10%-20% untuk bitcoin, 20% emas, 30% saham, dan sisanya di obligasi dan reksa dana.

Pasar saat ini menawarkan peluang besar untuk bitcoin, sementara emas dan saham AS tetap menarik dalam jangka panjang, meski penuh ketidakpastian.

Dorongan Ekonomi Berisiko Perbesar Defisit Transaksi Berjalan

Hairul Rizal 22 Nov 2024 Kontan
Defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) Indonesia mencatat perbaikan sementara pada kuartal III-2024, turun menjadi US$ 2,2 miliar (0,6% dari PDB) dibandingkan US$ 3,2 miliar (0,9% dari PDB) di kuartal sebelumnya. Penurunan ini didukung surplus neraca perdagangan barang, penyempitan defisit neraca jasa, dan penurunan defisit neraca pendapatan primer. Faktor musiman seperti penurunan pembayaran imbal hasil investasi juga berkontribusi pada perbaikan ini.

Namun, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memperkirakan CAD akan kembali melebar di kuartal mendatang, dengan proyeksi sepanjang 2024 berada di kisaran 0,1%-0,9% dari PDB. Prospek ini sejalan dengan faktor pembayaran bunga utang dan pelemahan surplus perdagangan akibat penurunan harga komoditas serta melambatnya permintaan global, terutama dari China.

Kepala Ekonom BCA David Sumual memproyeksikan CAD 2024 di level 0,7% dari PDB, sementara Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede memperkirakan pelebaran lebih besar, hingga 1,22% pada 2025, didorong oleh normalisasi harga komoditas dan percepatan agenda ekonomi pemerintah.

Meski begitu, surplus transaksi modal dan finansial yang mencapai US$ 6,6 miliar di kuartal III-2024 menunjukkan perbaikan signifikan, terutama dari investasi langsung di sektor pengolahan dan jasa. Hal ini membuat Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) berbalik surplus sebesar US$ 5,9 miliar, setelah sebelumnya defisit.

Menurut Perry, aliran masuk modal asing di berbagai instrumen investasi akan menjaga NPI positif, didukung oleh upaya hilirisasi ekonomi. Inisiatif ini diharapkan mengurangi ketergantungan pada ekspor komoditas mentah dan membatasi pelebaran CAD dalam jangka panjang, meskipun tantangan global tetap menjadi perhatian utama.

Saham Baru Bersinar dengan Potensi Keuntungan Tinggi

Hairul Rizal 22 Nov 2024 Kontan
Beberapa saham pendatang baru di Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan performa luar biasa, dengan 10 saham mencetak kenaikan hingga ratusan persen dari harga IPO. Contohnya, PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) melonjak 371,59% dalam waktu singkat sejak debutnya pada 11 November 2024. Saham lain seperti PT Remala Abadi Tbk (DATA), PT Newport Marine Services Tbk (BOAT), dan PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) juga mencatatkan kenaikan signifikan.

Menurut Miftahul Khaer, Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, volatilitas saham baru sangat tinggi dan dipengaruhi oleh momentum euforia, prospek emiten, valuasi, serta kualitas manajemen. Namun, Nafan Aji Gusta dari Mirae Asset Sekuritas menilai bahwa lonjakan ini biasanya hanya bertahan dalam jangka pendek akibat euforia IPO. Valuasi yang tinggi sering kali memicu aksi jual, sehingga harga saham berisiko terkoreksi.

Dari 39 emiten baru tahun ini, 17 saham justru jatuh di bawah harga IPO, seperti PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) dan PT Mitra Pedagang Indonesia Tbk (MPIX), yang turun masing-masing 78,42% dan 76,49%. Nafan mencatat bahwa penurunan tajam ini sering terjadi pada emiten dengan fundamental lemah, menjadikannya lebih cocok untuk trading jangka pendek daripada investasi.

Miftahul mengingatkan bahwa saham IPO memiliki risiko tinggi, sehingga kurang cocok untuk investor pemula. Ia menyarankan investor berhati-hati terhadap saham dengan valuasi yang terlalu tinggi. Namun, DAAZ dianggap masih menarik untuk dicermati di antara saham-saham pendatang baru lainnya.

Sebagai strategi, Nafan menyarankan memperhatikan volume transaksi sebagai indikator minat pasar. Sementara Miftahul merekomendasikan investor pemula fokus pada saham dengan prospek dan kinerja fundamental yang lebih jelas untuk menghindari risiko besar.

Buyback Saham Jadi Jurus Baru Menarik Investor

Hairul Rizal 22 Nov 2024 Kontan
Menjelang akhir 2024, sejumlah emiten, termasuk PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) dan PT Harum Energy Tbk (HRUM), gencar melakukan aksi pembelian kembali (buyback) saham. TOBA telah mendapatkan persetujuan RUPSLB untuk buyback hingga 10% dari modalnya, dengan anggaran Rp 425,49 miliar. Sementara itu, HRUM menyiapkan anggaran Rp 1 triliun untuk buyback hingga September 2025.

Menurut Miftahul Khaer, Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas, buyback saham biasanya meningkatkan kepercayaan investor, terutama jika harga saham emiten telah turun signifikan. Aksi ini dapat mendorong nilai pasar saham dalam jangka pendek. Maximilianus Nico Demus, Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas, menambahkan bahwa buyback juga berdampak positif pada rasio keuangan emiten, seperti meningkatkan earning per share (EPS) karena jumlah saham yang beredar berkurang, menjadikan saham lebih menarik bagi investor.

Martha Christina, Head of Investment Information Mirae Asset Sekuritas, menilai bahwa sumber anggaran buyback umumnya berasal dari kas internal yang sedang tidak digunakan untuk ekspansi. Saham hasil buyback akan menjadi saham treasuri yang dapat dilepas kembali ketika harga saham naik, menciptakan fleksibilitas bagi emiten.

Namun, keberhasilan buyback sangat bergantung pada besarnya anggaran. Jika dana buyback kecil, emiten memiliki keterbatasan untuk memengaruhi harga pasar secara signifikan. Oleh karena itu, besaran anggaran menjadi kunci efektivitas aksi ini.

Dari berbagai emiten yang melakukan buyback, Nico merekomendasikan HRUM dengan target harga Rp 1.650 per saham. Sedangkan Miftahul merekomendasikan trading buy untuk TOBA dan HRUM dengan target masing-masing Rp 530 dan Rp 1.220 per saham. Aksi buyback ini memberikan sentimen positif bagi prospek emiten sekaligus meningkatkan daya tarik saham di mata investor.

Kompetisi Panas Pasca Merger di Sektor Bisnis

Hairul Rizal 22 Nov 2024 Kontan
PT XL Axiata Tbk (EXCL) berpotensi memperkuat posisinya di industri telekomunikasi melalui merger dengan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) dan akuisisi pelanggan Link Net (LINK). Merger ini diharapkan menciptakan perusahaan dengan basis pelanggan hingga 100 juta dan spektrum 152 MHz, mendekati Telkomsel, menurut Gani, analis Ciptadana Sekuritas. Langkah tersebut akan meningkatkan daya saing EXCL terhadap Telkom Indonesia (TLKM) dan Indosat Ooredoo Hutchison (ISAT).

Akuisisi 750.000 pelanggan Link Net pada September 2024 memperkuat penetrasi layanan fixed broadband (FBB) XL, mendukung pertumbuhan internet fiber. Selain itu, EXCL menaikkan tarif data pada Agustus–September sebesar 5%, yang mulai mencerminkan peningkatan pendapatan rata-rata per pengguna (ARPU) di Oktober. Meski ARPU kuartal ketiga menurun ke Rp 41.000 per bulan, ARPU gabungan sepanjang tahun meningkat ke Rp 43.000, menunjukkan prospek yang positif.

Menurut Nicolas Santoso, analis Verdhana Sekuritas, layanan seluler tetap menjadi kontributor utama pendapatan EXCL, mencapai Rp 24,1 triliun selama Januari–September 2024. Namun, daya beli yang lemah, persaingan ketat, dan isu ISP ilegal seperti RT/RW Net menekan kinerja EXCL di kuartal ketiga. Etta Rusdiana dari Maybank Sekuritas optimistis laba bersih EXCL akan membaik pada kuartal IV-2024, terutama dari pelanggan FBB.

Etta memproyeksikan pendapatan EXCL sebesar Rp 34,3 triliun dan laba bersih Rp 2,28 triliun pada 2024, dengan target harga saham Rp 3.200. Nicolas menargetkan Rp 2.600, sementara Gani menurunkan target menjadi Rp 3.000. Dengan langkah strategis seperti merger dan akuisisi, EXCL diharapkan mampu meningkatkan profitabilitas dan daya saing di pasar telekomunikasi.

Mengurai Sampah Jadi Rupiah dengan kolaborasi bersama

Yoga 22 Nov 2024 Kompas (H)

Puja Labaika (27) mengayak maggot, larva black soldier fly (BSF). ”Awalnya geli dan jijik. Apalagi makanannya sampah. Sekarang sudah terbiasa,” kata Puja yang sedang memanen maggot di Sentra Budidaya Maggot BSF Kota Padang di Kelurahan Rawang, Kota Padang, Sumbar, Selasa (19/11) siang. Sentra budidaya maggot itu dikelola Kelompok Usaha Bersama (Kube) Organic Feed. Siang itu, ibu dua anak itu dibantu seorang rekan memanen maggot. Ada puluhan biopond, media maggot mengurai sampah organik, yang dibongkar. Ia memperkirakan panen maggot hari itu 200 kg. Firman Agus (45) menuangkan sebakul sampah sisa makanan ke biopond dan segera diserbu maggot.

”Biasanya saya menambah pakan maggot sekali tiga hari. Ditambah ketika sampah di biopond sudah kering,” kata sopir bus sekolah itu di tempat budidaya maggot milik Kube Organic Feed lain di Kelurahan Ranah Parak Rumbio, Padang Selatan. Kube Organic Feed yang dirintis sejak November 2022 merupakan usaha budidaya maggot yang eksis dan terus berkembang di Kota Padang dengan 17 anggota yang bekerja sebagai montir, sopir, sukarelawan dinas lingkungan hidup (DLH), pekerja sosial masyarakat, dan lainnya. ”Tiap bulan, kegiatan kami mengurangi 18 ton sampah organik di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Air Dingin, Padang,” kata Ketua Kube  organic Feed Hendrik Yuriko (45). DLH Padang menyebut, produksi sampah ibu kota Sumbar itu 647 ton per hari dan 65 % di antaranya merupakan sampah organik.

Mayoritas produksi sampah harian masuk ke TPA Air Dingin yang kapasitasnya hampir penuh. Kube Organic Feed mendapatkan pasokan sampah organik dapur dari 12 titik usaha di Padang. Lembaga itu bekerja sama dengan empat hotel, empat rumah sakit, dua sekolah, satu asrama, dan satu rumah makan. Sampah berupa nasi basi dan sisa makanan lainnya itu dijemput ke tempat-tempat tersebut pukul 21.00-23.00. Selanjutnya, dikumpulkan di tempat budidaya maggot di Kelurahan Ranah Parak Rumbio. Paginya, sampah yang terkumpul disortir kembali, lalu disimpan di ember-ember besar. Sampah-sampah inilah yang kemudian disalurkan sebagai pakan maggot di tiga tempat budidaya itu.

Kube Organic Feed membudidayakan maggot di biopond seukuran 120 cm x 240 cm. Total ada 278 biopond yang tersebar di tiga tempat budidaya, yaitu 72 biopond di Ranah Parak Rumbio, 120 biopond di Rawang, dan 86 biopond di Pasa Gadang. ”Oktober lalu hasil panen maggot segar di ketiga tempat itu, 1.410 kilogram. Kami menjual ke petambak ikan Rp 6.000 per kg,” kata Sekretaris Kube Organic Feed Andi Ilham (43). Selain maggot, tiga tempat budidaya itu menghasilkan lebih dari setengah ton kasgot atau sisa pencernaan maggot yang dapat digunakan sebagai pupuk organik. (Yoga)


Kenaikan tarif PPN membuat ekonomi merosot di bawah 5 %

Yoga 22 Nov 2024 Kompas (H)

Keputusan pemerintah untuk tetap menaikkan tarif PPN di tengah pelemahan daya beli masyarakat bisa mengorbankan pertumbuhan ekonomi. Jika tetap berkukuh menaikkan tarif PPN di tengah penerapan berbagai iuran dan pungutan baru, ekonomi Indonesia diperkirakan merosot hingga tumbuh di bawah 5 %. Selama satu tahun terakhir ini saja, konsumsi rumah tangga sebagai kontributor terbesar pertumbuhan ekonomi telah tumbuh di bawah 5 %. Secara berturut-turut, konsumsi masyarakat hanya tumbuh 4,47 % (triwulan IV tahun 2023), 4,91 % (triwulan I-2024), 4,93 % (triwulan II-2024), dan 4,91 % (triwulan III-2024).Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Eko Listiyanto, Kamis (21/11) menegaskan, konsumsi rumah tangga yang berturut-turut tumbuh di bawah 5 % itu sebenarnya merupakan indikasi kuat bahwa daya beli masyarakat sedang melemah.

Namun, alih-alih fokus menjaga daya beli masyarakat, pemerintah justru mengeluarkan berbagai rencana kebijakan yang bisa semakin menggerus daya beli dan pertumbuhan konsumsi. Kebijakan yang paling disoroti adalah kenaikan tarif PPN dari 11 % menjadi 12 % pada 1 Januari 2025. Kenaikan pajak konsumsi itu otomatis berdampak pada kenaikan harga barang dan jasa di tengah masyarakat. ”Semestinya pemerintah punya sense of crisis. Kepekaan dalam melihat situasi ekonomi masyarakat saat ini. Namun, sampai hari ini, narasi yang dibangun adalah menaikkan dan menaikkan (pajak dan berbagai pungutan) terus. Bagaimana mau bicara pertumbuhan ekonomi tinggi jika daya beli semakin melambat?” kata Eko dalam diskusi di Jakarta. (Yoga)


DPR menolak memasukkan RUU Perampasan Aset dalam Prolegnas

Yoga 22 Nov 2024 Kompas

Kompas, Rabu (20/11/2024) mengabarkan sikap DPR yang menolak memasukkan RUU Perampasan Aset dalam Prolegnas Prioritas. Keputusan wakil rakyat itu tak mengejutkan karena ada kecenderungan pemerintah dalam arti luas, termasuk legislatif, eksekutif, dan yudikatif, tak bergairah saat membahas gerakan antirasuah. Sikap DPR itu kian lengkap saat mitranya, eksekutif, mengeluarkan keputusan pemerintah memperpanjang program pengampunan pajak. Inilah indikasi lemahnya komitmen terhadap pemberantasan korupsi. Pilihan ini seolah mengesampingkan upaya menegakkan keadilan dan aturan

Hukum yang tegas terhadap pelanggaran, termasuk korupsi yang membebani keuangan negara. Keputusan pilar demokrasi yang terkesan memberi angin kepada perilaku koruptif, dan tidak patuh kepada hukum, ini terjadi di tengah laporan Transparency International (TI) yang menunjukkan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia mengalami penurunan signifikan dalam lima tahun terakhir. Pada 2019, skor IPK Indonesia mencapai 40, tetapi merosot menjadi 34 pada 2022 dan stagnan di angka yang sama tahun 2023.

Dalam peringkat global, Indonesia berada di posisi ke-115 dari 180 negara, jauh tertinggal disbanding negara Asia Tenggara lain, seperti Singapura dan Malaysia. Penurunan ini mencerminkan pengabaian terhadap pemberantasan korupsi, ditambah pelemahan institusi antikorupsi yang berperan krusial. Presiden Prabowo dalam berbagai kesempatan menunjukkan keinginannya untuk memerangi korupsi. Namun, jika berbicara tentang prioritas pemerintahannya, yang secara garis besar ada lima program, tak satu pun yang menyentuh pemberantasan korupsi. (Yoga)


Ciptakan Keadilan Perangi Kelaparan

Yoga 22 Nov 2024 Kompas

Kelaparan bukan persoalan kelangkaan pangan, melainkan kegagalan sistem sosial, ekonomi, dan politik untuk memastikan akses yang adil terhadap bahan kebutuhan dasar. Presiden Prabowo, Senin (18/11) menegaskan komitmennya melawan kelaparan dan kemiskinan pada sesi pertama KTT G20 di Brasil. Dalam sesi bertema ”Fight against Hunger and Poverty,” ia menyampaikan apresiasi terhadap G20 yang fokus pada isu-isu mendesak tersebut dan menekankan bahwa tantangan kelaparan dan kemiskinan merupakan kenyataan sehari-hari bagi Indonesia yang banyak penduduk. Prabowo menyatakan pula bahwa Pemerintah Indonesia menjadikan penanggulangan kelaparan dan kemiskinan sebagai prioritas nasional dan mengalokasikan anggaran besar untuk program pendidikan yang didukung dengan inisiatif seperti makanan gratis bagi anak-anak dan memastikan mereka mendapat akses pendidikan optimal.

Kelaparan menjadi momok, mengingat 733 juta orang kelaparan tiap hari, meski dunia memproduksi lebih dari cukup pangan. Jelas, kelaparan bukan persoalan kelangkaan pangan, melainkan kegagalan sistem sosial, ekonomi, dan politik untuk memastikan akses yang adil terhadap bahan kebutuhan dasar. Seperti diungkap ekonom Amartya Sen, kelaparan terjadi bukan karena kurangnya makanan, melainkan karena hilangnya kemampuan masyarakat miskin untuk mengaksesnya. Saat ini perubahan iklim memperburuk krisis ini. Gagal panen, kekeringan, dan banjir akibat cuaca ekstrem merusak ketahanan pangan global, terutama di negara-negara berkembang. Indonesia, dengan populasi besar dan cukup bergantung pada sektor agraria, sangat rentan. Penanganan kelaparan memerlukan kerja sama internasional. Karena itu, peluncuran Global Alliance against Hunger and Poverty di bawah kepemimpinan Brasil menjadi langkah penting untuk membangun solidaritas dunia guna mengatasi kelaparan global. (Yoga)


Sokong Pertumbuhan dengan tiga syarat ekspor

Yoga 22 Nov 2024 Kompas

Ekonomi Indonesia bisa tumbuh 8 % pada 2029 jika tiga prasyarat ekspor terpenuhi. Untuk mencapainya, pemerintah bakal menggulirkan dua langkah konkret, yakni hilirisasi komoditas dan menjadikan industri kecil menengah menjadi bagian rantai pasok industri besar. Deputi Bidang Ekonomi Bappenas, Amalia Adininggar Widyasanti, Kamis (21/11) mengatakan, ekspor menjadi bagian strategi utama pemerintah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8 % pada 2029. Ada tiga prasyarat utama ekspor dapat mendukung target pertumbuhan itu tercapai. Pertama, ekspor produk manufaktur bernilai tambah tinggi harus meningkat. Targetnya, nilai ekspor nonmigas Indonesia bisa naik dari 259 miliar USD pada 2023 menjadi 400 miliar USD pada 2029.

”Dalam kurun waktu itu, target pangsa ekspor global harus tumbuh dari 1,1 % menjadi 1,4 %,” ujarnya dalam Seminar Nasional ”Proyeksi Ekonomi Indonesia” yang digelar Institute for Development of Economics and Finance (Indef) secara hibrida di Jakarta. Prasyarat kedua, partisipasi Indonesia dalam rantai pasok global harus semakin kuat. Targetnya, partisipasi tersebut dapat tumbuh dari 0,8 % pada 2022 menjadi 1,2 % pada 2029. Ketiga, Indonesia juga harus meningkatkan ekspor jasa. Ekspor jasa ditargetkan naik dari 23,2 miliar USD pada 2022 menjadi 42,2 miliar USD pada 2029. ”Ketiga prasyarat itu perlu ditopang dengan peningkatan daya saing serta penguatan diplomasi ekonomi dan promosi ekspor,” katanya. (Yoga)


Pilihan Editor