Mengatasi Kemiskinan dengan Konsolidasi Data
Pemerintah tengah mengonsolidasi dan menyelaraskan data kemiskinan yang tersebar di berbagai kementerian dan lembaga guna mempertajam program pengentasan rakyat miskin. Kehadiran data tunggal diharapkan dapat meningkatkan akurasi program bantuan sosial sehingga kemiskinan bisa ditekan keangka 4,5-5 % dari total populasi penduduk. Seusai Rakor Penyelarasan Kebijakan Percepatan Pengentasan Kemiskinan di Menara Danareksa, Jakarta, Jumat (22/11) Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko mengatakan, Indonesia bakal memiliki protokol data tunggal yang akan menjadi basis dari berbagai program untuk menekan angka kemiskinan. Protokol data tersebut, merupakan gabungan data dari kementerian dan lembaga yang akan dipadupadankan BPS.
“Data ini akan menjadi acuan baru bagi pemerintah dalam melakukan penanggulangan kemiskinan,” ujarnya. Menurut Budiman, pengonsolidasian data mendesak dilakukan karena metode survei atau sensor pendataan kependudukan yang selama ini dilakukan belum bisa menangkap orang miskin yang tidak jelas tempat tinggalnya atau nomaden. Padahal, jumlah golongan tersebut cukup banyak sehingga perlu penanganan khusus. Berdasarkan hal tersebut, ia menegaskan perlunya berbagai kementerian/lembaga bekerja sama dalam sinkronisasi data tunggal kemiskinan untuk intervensi penanggulangan kemiskinan yang lebih tepat dan efisien.
”Program pengentasan rakyat dari kemiskinan melibatkan 27 kementerian/lembaga dan 154 program, sehingga akan terus rakor. Ke depan akan ada rakor dengan kementerian lain,” ucap Budiman. Pembuatan data tunggal ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo untuk mengintegrasikan berbagai data yang tersebar di berbagai kementerian/lembaga dan mengintegrasikannya menjadi satu data besar. Dengan kehadiran data tunggal, kementerian/lembaga dapat meningkatkan akurasi berbagai program bantuan sosial, seperti subsidi energi dan bantuan langsung tunai. Saat ini, pemerintah masih mengacu pada tiga sumber data yang berbeda, mulai dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial milik Kemensos, Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) milik BPS dan Bappenas, serta Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) dari BKKBN dan Kemenko Bidang Perekonomian. (Yoga)
Paket Wisata Tidur selama Liburan
Tidak sedikit orang masih repot menyiapkan jadwal liburan dengan berbagai aktivitas. Mereka juga memantau media sosial destinasi wisata yang unik dan menarik untuk didatangi dan harus indah untuk ditampilkan di media sosial kelak. Sementara itu, orang lain mulai beralih ke paket wisata tidur selama liburan. Tidur di kamar sendirian. Tidur di bawah pohon dengan angin sepoi-sepoi atau tidur di pantai yang indah jadi pilihan. Liburan dapat membantu kita menyegarkan pikiran, melepaskan diri dari rutinitas, dan menenangkan pikiran yang sibuk. Kini, wisata tidur (sleep tourism) menjadi tren perjalanan popular yang membawa hal ini selangkah lebih maju, dalam bentuk liburan tidur. Laman Fast Company menceritakan sebuah lokasi yang menjadi wisata tidur. Terletak di kampus yang tenang dengan dinding bata dan pohon eukaliptus, Canyon Ranch Tucson menawarkan pengalaman perjalanan yang unik.
Properti di Arizona ini dianggap sebagai pencipta konsep resor kebugaran. Namun, salah satu penawaran terbarunya yang sedang tren bukan berfokus pada spa terbaik, kuliner lezat, atau jalur pendakian yang cenderung mendapat sambutan hangat dari para pelancong kaya. Wisata ini adalah perjalanan mendalam selama beberapa hari yang berfokus pada pengalaman, tidak melakukan apa pun sama sekali. Mereka membuat paket wisata The Mastering Sleep Retreat. Paket yang dimulai pada tahun 2022 ini menawarkan para tamu kesempatan menghadiri ceramah tentang bagaimana suplemen dan olahraga memengaruhi istirahat mereka serta mendapatkan penilaian tidur dan pemantauan semalam dari para ahli. Mereka itu adalah dokter bersertifikat, perawat terdaftar, dan ahli gizi. Mereka juga mempelajari strategi yang didukung sains untuk mengatasi stres dan ketegangan, serta mendapatkan siklus tidur yang lebih baik di rumah.
CEO dan pendiri Perowne International, Jules Perowne, dikutip laman Conde Nast Traveller, mengatakan, tak diragukan lagi bahwa liburan yang berfokus pada tidur adalah tren terbesar dalam industri perjalanan saat ini. Daripada mengikuti rencana perjalanan yang padat dengan sedikit waktu untuk beristirahat, wisatawan yang lelah justru pergi mencari istirahat malam yang nyenyak. Sebisa mungkin mendapat tidur yang sangat nyenyak. Dengan memprioritaskan tidur, hotel-hotel di seluruh dunia kini menawarkan retret khusus tidur dan program yang didukung oleh spesialis bagi mereka yang mencari tempat yang menenangkan untuk beristirahat. Hipnoterapis dari Harley Street dan pakar tidur Malminder Gill mengaitkan munculnya tren wisata tidur dengan tren kesehatan umum atau umur panjang. Para tamu menginginkan lebih dari sekadar tempat tidur untuk bermalam. Mereka menginginkan pengalaman dan sesuatu yang meningkatkan kesejahteraan mereka. Tidur yang lebih baik berdampak positif pada tubuh dan jiwa. (Yoga)
Bangkok Bank Memperluas Pelayanan di RI
Potensi pertumbuhan ekonomi negara-negara di kawasan Asia sangat signifikan dan diprediksi semakin kuat dalam 10-20 tahun mendatang. Karena itu, Bangkok Bank terus mendorong perluasan layanan nasabah secara regional seusai langkah mengakuisisi Bank Permata pada pertengahan 2020. Presiden Bangkok Bank dan Presiden Komisaris Bank Permata Chartsiri Sophonpanich menyampaikan, Indonesia merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi terbesar di Asia dengan jumlah penduduk 270 juta orang yang memiliki pola geografis yang muda serta sistem perbankan dan regulator yang baik. Pertumbuhan ekonomi 5 % per tahun merupakan daya tarik.
Banyak nasabah dalam jaringan Bangkok Bank, baik dari Thailand, China, Jepang, Hong Kong, Singapura, maupun Malaysia, berinvestasi di Indonesia. Pihaknya akan menyediakan layanan yang mendukung investasi yang masuk di Indonesia, dan sebaliknya layanan bagi masyarakat Indonesia yang ingin keluar negeri dan menggunakan jaringan Bank Permata untuk kebutuhan bisnis. ”Saya pikir 10-20 tahun ke depan adalah era Asia, dan potensi pertumbuhan di kawasan Asia sangat signifikan. Di dalamnya, negara-negara ASEAN memiliki potensi (pertumbuhan) yang sangat kuat,” ujar Chartsiri dalam konferensi pers dengan wartawan Indonesia di Bangkok, Thailand, Kamis (21/11).
Ia menambahkan, aliran modal dan investasi baru terus mengalir ke Indonesia, begitu pula dengan negara-negara ASEAN lainnya, seperti Vietnam, Filipina, dan Thailand. Hal itu menjadi pertimbangan kuat bagi Bangkok Bank untuk memperluas jangkauan nasabah, bekerja sama dengan nasabah perusahaan, nasabah besar hingga kecil, individual, serta tumbuh bersama pasar. Langkah Bangkok Bank untuk mengakuisisi Bank Permata dari PT Astra International Tbk dan Standard Chartered Bank pada pertengahan 2020 diyakini menghadirkan peluang untuk bekerja sama erat dengan nasabah. (Yoga)
Melambungnya Harga Minyakkita di Atas HET
Seorang pedagang barang kelontong menunjukkan minyak goreng kemasan sederhana Minyakita di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, pada hari Jumat (22/11/2024). Pedagang di pasar ini menjual Minyakita dengan harga Rp 17.500 per liter, dimana harga ini berada jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) yang dipatok pemerintah, sebesar Rp 15.700 per liter. (Yoga)
Program Kartu Prakerja dan Siap Kerja akan diintegrasikan oleh Pemerintah
Pemerintah berencana mengintegrasikan program Kartu Prakerja dengan Siap Kerja dalam upaya meningkatkan efektivitas tata kelola pelatihan keterampilan kerja. Pemerintah terlebih dahulu akan menyusun peta jalan integrasi. ”Program Siap Kerja dari Kemenaker memang arahnya disinergikan dengan Prakerja. Peta jalannya sedang disiapkan. Semoga segera disusun dan triwulan I sudah ada perkembangan,” ujar Menaker, Yassierli, Jumat (22/11) di kantor Kemenaker, Jakarta. Program Kartu Prakerja adalah program pengembangan kompetensi kerja dan kewirausahaan yang ditujukan untuk pencari kerja, pekerja/buruh yang terkena PHK ataupun pekerja/buruh yang membutuhkan peningkatan kompetensi, termasuk pelaku UMKM.
Sementara Siap Kerja adalah platform digital yang dirancang oleh Kemenaker untuk membantu pekerja dalam mempersiapkan diri di dunia kerja. Siap Kerja menawarkan beberapa layanan utama, seperti Skill Hub (pelatihan keterampilan), KarirHub (informasi lowongan kerja), dan sertifikasi. Sekjen Kemenaker, Anwar Sanusi menambahkan, integrasi sistem program Kartu Prakerja dan Siap Kerja bertujuan agar tidak banyak pemborosan tata kelola pelatihan keterampilan kerja dan berbagai kebutuhan dunia kerja. Ide integrasi datang dari Kemenko Bidang Perekonomian.
”Banyak hal yang harus disiapkan menuju integrasi sistem program Kartu Prakerja dan Siap Kerja, termasuk regulasi dan SDM. Transisinya mungkin di Kemenaker. Kami belum tahu pastinya apakah proses handover selesai pada 2025,” ujarnya. Salah satu fokus program ketenagakerjaan Kemenaker pada periode 2024-2029 ialah peningkatan kompetensi tenaga kerja. Langkah-langkah yang akan ditempuh, adalah penguatan kurikulum dan sertifikasi vokasi yang terintegrasi, program reskilling dan upskilling berkelanjutan dan masif 1 juta per tahun, serta penyiapan tenaga kerja pada sektor hijau, ketahanan pangan, wirausaha, dan digital. (Yoga)
Polisi Mengungkap Pabrik yang Memproduksi Pupuk Phonska Palsu di Jabar
Polda Jabar mengungkap pabrik pupuk Phonska palsu di Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jabar, pekan lalu. Pabrik milik seorang warga berinisial MN ini sudah memproduksi 1.260 ton pupuk palsu yang diedarkan ke sejumlah daerah di Jabar sejak Juli 2023. Ditreskrimsus Polda Jabar menemukan tiga pekerja yang sedang memproduksi pupuk di lokasi itu. Dalam pemeriksaan, ketiganya menyebut pemilik perusahaanitu berinisial MN. Dua hari kemudian, polisi menangkap MN di Tangerang, Banten. Polisi menyita 10 ton bahan baku, 1 alat penimbang, 1 mesin jahit, 1 sekop, 40 karung berisi pupuk palsu yang akan diedarkan, serta 1 bungkusan berisi zat berwarna.
”Pelaku MN menggunakan bahan baku zat dolomit dan bahan pewarna makanan untuk membuat pupuk nonsubsidi palsu dengan merek Phonska,” kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Jules Abast saat memublikasikan temuan pabrik pupuk palsu di Bandung, Jumat (22/11). Dari pemeriksaan MN terungkap bahwa produksi pupuk Phonska palsu dimulai pada Juli 2023. Produksinya 5 ton per hari. Pabrik ini telah 252 kali memproduksi pupuk Phonska palsu dengan total produksi sebanyak 1.260 ton. Pelaku memproduksi pupuk palsu dan langsung menjualnya kepada konsumen di pabrik. ”MN menjual produknya seharga Rp 40.000 untuk kemasan 50 kg.
Penjualannya sudah mencapai (wilayah) Cianjur, Bogor, dan Bandung Raya,” ujarnya. MN telah berstatus tersangka dan dijerat dengan Pasal 121 dan Pasal 122 UU No 22 Tahun 2019 tentang Budidaya Pertanian Berkelanjutan. ”MN terancam pidana 6 tahun penjara dan denda maksimal Rp 3 miliar. Tiga pekerja MN masih berstatus saksi dan menjalani pemeriksaan,” kata Jules. Wakil Direktur Reskrimsus Polda Jabar, AKBP Maruly Pardede mengatakan, pelaku telah merugikan petani yang menggunakan produk pupuk palsu. Dari hasil pemeriksaan laboratorium terungkap bahwa pupuk palsu itu tidak memiliki kandungan zat natrium, fosfat, dan kalium. (Yoga)
Jangan Lupakan Ladang Tradisional dalam Mencetak Sawah di Kalteng
Proyek cetak sawah diharapkan mendukung sistem pertanian lokal dan bukan sekadar menggusurnya. Sistem pertanian lokal dinilai bisa memenuhi target pemerintah. Apalagi jika didukung dengan beragam teknologi baru. Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalteng, Bayu Herinata menyampaikan harapan itu di sela-sela kunjungan Mentan, Andi Amran Sulaiman ke Dadahup, Kapuas, Kalteng, Jumat (22/11). Amran mengunjungi lokasi proyek cetak sawah di Dadahup yang saat ini masih dikerjakan. Bayu menambahkan, cetak sawah bukan merupakan proyek baru. Program ini sudah berulang diterapkan di Indonesia, khususnya di Kalteng. Sayangnya, program ini selalu membelakangi sistem perladangan tradisional dan melupakan kondisi lingkungan di wilayah itu.
”Perladangan itu, kan, lahan yang sudah ada. Seharusnya didukung dan dimanfaatkan. Bukan malah membuka kawasan dengan tutupan hutan yang sudah baik, apalagi gambut,” ungkap Bayu. Menurut Bayu, mayoritas wilayah program cetak sawah dan optimasi lahan di Kalteng memanfaatkan kawasan bergambut, bahkan hutan. Di Kabupaten Gunung Mas, misalnya, hutan dibuka untuk ditanami singkong sejak 2020, yang kemudian secara dadakan diubah menjadi jagung. Di Kabupaten Pulang Pisau, lahan gambut sejuta hektar juga dimanfaatkan untuk megaproyek pangan tersebut. ”Lahan existing masyarakat masih banyak yang bisa dimanfaatkan jika targetnya hanya produktivitas padi. Tetapi, jangan juga mengubah sistem pertanian lokalnya. Harus didukung juga dengan teknologi modern di sistem pertanian lokal,” katanya.
Bayu merujuk program food estate dalam perluasan sawah di beberapa lahan perladangan masyarakat, seperti di beberapa desa di Kabupaten Pulang Pisau. Masyarakat yang sebelumnya berladang justru diminta untuk bertani di sawah dengan sistem pertanian yang jauh berbeda. Sistem perladangan Dayak di Kalteng, lanjut Bayu, sampai saat ini terbentur larangan membakar yang membuat peladang tradisional meninggalkan ladangnya selama sembilan tahun terakhir. Program ketahanan pangan seharusnya bisa mendukung dan jadi solusi masalah tersebut, bukan justru menambah masalah baru.
Proyek cetak sawah merupakan program lanjutan lumbung pangan atau dikenal dengan food estate. Di Kalteng, potensi lahan yang bisa digunakan untuk program ini mencapai 621.684 hektar. Lahan yang digunakan ada tiga jenis, yakni area penggunaan lain, kawasan hutan produksi, dan kawasan hutan produksi konversi (Kompas, 20/8/2024). Di Kecamatan Dadahup, pemerintah membangun ratusan pintu air untuk memperbaiki irigasi yang sudah berusia lebih kurang 25 tahun atau irigasi baru. Luas lahan yang sedang digarap saat ini lebih kurang 150 hektar. (Yoga)
Malaysia Bisa Akhiri Dominasi Indonesia di Pasar Asean
Malaysia bisa akhiri dominasi Indonesia di pasar Asean, seiring terus bertumbuhnya penjualan di negera itu. Sebaliknya, pasar mobil Indonesia stagnan di kisaran 1 juta unit dalam 10 tahun terakhir, bahkan turun pada 2024. Berdasarkan data Asean Automotive Federation, per September 2024, Indonesia masih menjadi pasar mobil terbesar Asean, dengan penjualan 633 ribu unit, turun 16%. Malaysia berada di posisi kedua dengan penjualan 594 ribu unit, tumbuh 3,9%, sedangkan Thailand di posisi ketiga dengan penjualan 438 ribu unit, ambles 25%.
Dengan pertumbuhan penjualan konsisten, Malaysia bias menjadi pasar mobil
terbesar Asean melampaui Indonesia. Apalagi, dukungan insentif pemerintah ke
sector otomotif sangat besar, sedangkan industri mobil Indonesia di luar mobil listrik kena
pajak tinggi. Merujuk Riset Mandiri Sekuritas (Mansek), saat ini, tarif pajak
mobil mesin pembakaran internal (internal combustion engine/ICE) berbahan bakar
bensin dan solar berkisar 41-66%, terdiri atas pajak penjualan barang mewah
(PPnBM), pajak pertambahan nilai (PPN), pajak kendaraan bermotor (PKB), bea
balik nama kendaraan bermotor (BBNKB). Naun, patut dicatat, 90% lebih penjualan
mobil di Indonesia, masih dari ICE, sedangkan sisanya dari hybrid dan BEV.
(Yetede)
Pemerintah akan Memutuskan Skema Subsidi Energi pada Pekan Depan
PT Timah Tbk TINS Mengisyaratkan Siap untuk Menebarkan Dividen
PT Timah Tbk (TINS) mengisyaratkan siap untuk menebarkan dividen pada tahun buku 2024, setelah berhasil mengukir sebesar Rp 908,78 miliar dibanding FY23 yang menderita rugi sebesar Rp 449,67 miliar. Dari sini, TINS memproyeksikan kinerja akhir 2024 akan melampaui target. Direktur Keuangan dan manajemen Risiko PT Timah Tbk Fina Erliani memastikan, pencapaian kinerja TINS pada kuartal akhir 2024 akan lebih tinggi ketimbang kuartal sebelumnya. Begitu juga dengan kinerja 2025 yang ditargetkan tumbuh baik dari sisi produksi maupun labanya. Hanya saja, untuk rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2025 masih dalam proses penyusunan.
“Yang jelas kami pastikan pencapaian akhir 2024 akan lebih tinggi daripada kuartal ketiga dan kemungkinan besar akan lebih tinggi jika dibandingkan dengan target RKAB 2024,” ucap Fina. Mengacu pada RKAB 2024, PT Timah menargetkan produksi timah di kisaran 19.000-20.000 ton. Sebagai kabar baik, pada kuartal sama tahun sebelumnya. Kemudian dari sisi efisiensi, Fina mengungkapkan, TINS juga berhasil melakukan efisiensi dari hulu hingga hilir, termasuk mampu mengendalikan arus kas dengan selektif terhadap penggunaan belanja modal (capital ekspenditure/capex). “Hal-hal tersebut yang kami lakukan sehingga dari sisi bottom line, kami mampu membukukan laba di kisaran Rp 909 miliar dan harga jual yang kami terima pada tahun ini naik US$ 4.000 jika disbanding tahun sebelumnya,” ujar dia. (Yetede)









