;

Malaysia Bisa Akhiri Dominasi Indonesia di Pasar Asean

Ekonomi Yuniati Turjandini 23 Nov 2024 Investor Daily (H)
Malaysia Bisa Akhiri Dominasi Indonesia di Pasar Asean

Malaysia bisa akhiri dominasi Indonesia di pasar Asean, seiring terus bertumbuhnya penjualan di negera itu. Sebaliknya, pasar mobil Indonesia stagnan di kisaran 1 juta unit dalam 10 tahun terakhir, bahkan turun pada 2024. Berdasarkan data Asean Automotive Federation, per September 2024, Indonesia masih menjadi pasar mobil terbesar Asean, dengan penjualan 633 ribu unit, turun 16%. Malaysia berada di posisi kedua dengan penjualan 594 ribu unit, tumbuh 3,9%, sedangkan Thailand di posisi ketiga dengan penjualan 438 ribu unit, ambles 25%.

Dengan pertumbuhan penjualan  konsisten, Malaysia bias menjadi pasar mobil terbesar Asean melampaui Indonesia. Apalagi, dukungan insentif pemerintah ke sector otomotif sangat besar, sedangkan industri  mobil Indonesia di luar mobil listrik kena pajak tinggi. Merujuk Riset Mandiri Sekuritas (Mansek), saat ini, tarif pajak mobil mesin pembakaran internal (internal combustion engine/ICE) berbahan bakar bensin dan solar berkisar 41-66%, terdiri atas pajak penjualan barang mewah (PPnBM), pajak pertambahan nilai (PPN), pajak kendaraan bermotor (PKB), bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB). Naun, patut dicatat, 90% lebih penjualan mobil di Indonesia, masih dari ICE, sedangkan sisanya dari hybrid dan BEV. (Yetede)

Download Aplikasi Labirin :