Malaysia Bisa Akhiri Dominasi Indonesia di Pasar Asean
Malaysia bisa akhiri dominasi Indonesia di pasar Asean, seiring terus bertumbuhnya penjualan di negera itu. Sebaliknya, pasar mobil Indonesia stagnan di kisaran 1 juta unit dalam 10 tahun terakhir, bahkan turun pada 2024. Berdasarkan data Asean Automotive Federation, per September 2024, Indonesia masih menjadi pasar mobil terbesar Asean, dengan penjualan 633 ribu unit, turun 16%. Malaysia berada di posisi kedua dengan penjualan 594 ribu unit, tumbuh 3,9%, sedangkan Thailand di posisi ketiga dengan penjualan 438 ribu unit, ambles 25%.
Dengan pertumbuhan penjualan konsisten, Malaysia bias menjadi pasar mobil
terbesar Asean melampaui Indonesia. Apalagi, dukungan insentif pemerintah ke
sector otomotif sangat besar, sedangkan industri mobil Indonesia di luar mobil listrik kena
pajak tinggi. Merujuk Riset Mandiri Sekuritas (Mansek), saat ini, tarif pajak
mobil mesin pembakaran internal (internal combustion engine/ICE) berbahan bakar
bensin dan solar berkisar 41-66%, terdiri atas pajak penjualan barang mewah
(PPnBM), pajak pertambahan nilai (PPN), pajak kendaraan bermotor (PKB), bea
balik nama kendaraan bermotor (BBNKB). Naun, patut dicatat, 90% lebih penjualan
mobil di Indonesia, masih dari ICE, sedangkan sisanya dari hybrid dan BEV.
(Yetede)
Postingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
UMKM Masih Bisa Nikmati PPh Final Nol
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023