;

PPN 12 Persen yang memberatkan

Yoga 25 Nov 2024 Kompas

Mulai 1 Januari 2025, tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) akan naik dari 11 % menjadi 12 %. Akibatnya, konsumen harus membayar lebih mahal harga-harga barang dan jasa tertentu. Respons warga sebagai berikut ; “Sedikit banyak kenaikan PPN pasti berpengaruh. Tiap kita belanja bulanan, hiburan, bepergian, atau keperluan apa pun, kan, dipatok PPN. Dengan kenaikan ini, pos pengeluaran harus mulai dipangkas. Kaget, ternyata tarif PPN jadi naik. Saya berharap kebijakan ini dikaji ulang. Kondisi sekarang yang semuanya serba mahal ditambah PPN dan banyak pungutan lain, masyarakat jadi terbebani. Pemerintah mungkin bisa mencari alternatif lain (mencari sumber pendapatan negara),” ujar Eduward (34) Karyawan Swasta di Jakarta

“Menurut saya, kenaikan PPN jadi 12 % membebani masyarakat, terutama golongan menengah ke bawah. Kenaikan tersebut juga berpengaruh pada konsumsi dan belanja masyarakat karena akan diikuti kenaikan harga sejumlah bahan baku oleh produsen. Jangankan sampai kenaikan PPN terealisasi. Kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat saat ini saja sudah turun. Sementara, pendapatan banyak terpotong pajak lainnya. Kenaikan pajak tidak setara dengan pendapatan yang diterima,” kata Lenny Septiani (25) Warga Jakarta. Alda Siahaan Pengajar Musik di Jaksel, berkata, “Kenaikan PPN 12 % sebaiknya ditunda sampai kondisi ekonomi dan nilai tukar rupiah stabil. Profesi saya banyak berhbungan dengan nilai tukar asing. Kerap terjadi, kebijakan-kebijakan di dalam negeri bisa berimbas pada goyangnya rupiah. Jangan dulu menambah beban rakyat dengan kenaikan pajak. Jika dipaksakan kenaikan PPN, harga barang bisa terimbas naik dan ekonomi terdampak. Saya akan mempertimbangkan lagi pengeluaran.” (Yoga)


KKP bekuk Ratusan Kapal Ikan Ilegal

Yoga 25 Nov 2024 Kompas

Hampir 200 kapal yang digunakan dalam praktik penangkapan ikan ilegal di Indonesia ditangkap sepanjang 2024. Sejauh ini, Laut Arafura masih menjadi salah satu kawasan primadona bagi para penangkap ikan ilegal. Berdasar data Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan di KKP (Ditjen PSDKP KKP), sepanjang tahun ini 196 kapal pelaku praktik penangkapan ikan ilegal (illegal fishing) ditangkap. Sebanyak 171 kapal di antaranya adalah kapal ikan Indonesia (KII) dan 25 kapal lainnya kapal ikan asing (KIA). Potensi kerugian negara yang diselamatkan diklaim mencapai Rp 3,3 triliun. Angka ini dihitung dari potensi total tangkapan ikan ilegal yang diselamatkan hingga kerusakan alam yang ditimbulkan dari hal tersebut. Khusus di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 718, meliputi Laut Arafura, Laut Aru, dan Laut Timor, ada 29 KII dan 1 KIA yang dibekuk PSDKP KKP. Capaian ini diklaim menjadi bukti negara hadir di WPP 718, khususnya Laut Arafura.

”Kami tegaskan tidak gentar dengan ancaman pelaku kejahatan yang menjadikan Laut Arafura sebagai lokasi illegal fishing mereka,” ujar Dirjen PSDKP KKP, Pung Nugroho Saksono dalam keterangan tertulis yang diterima di Ambon, Maluku, Minggu (24/11/20). Pung menjelaskan, dengan potensinya yang besar, Laut Arafura menjadi primadona perikanan tangkap. Berdasarkan Keputusan Menteri KKP Nomor 19/2022 tentang Estimasi Potensi Sumber Daya Ikan, WPP 718 menyimpan potensi perikanan mencapai lebih dari 2 juta ton produk perikanan. Selain itu, posisi WPP 718 yang berbatasan dengan perairan Australia, Papua Niugini, dan Timor Leste membuat aktivitas di sana perlu dipantau ekstra. ”Dalam pengawasan, kami juga melibatkan masyarakat sebagai mata dan telinga bagi kami di lapangan, mengingat keterbatasan jumlah armada kapal.Pola ini terbukti efektif dan efisien,” ujarnya. (Yoga)


14 Tewas dan 8 Hilang dalam bencana di Sumut

Yoga 25 Nov 2024 Kompas (H)

Banjir bandang dan longsor menerjang empat kabupaten di Sumut, yakni Deli Serdang, Karo, Padang Lawas, dan Tapanuli Selatan. Sebanyak 14 orang tewas dan sedikitnya delapan orang masih hilang dalam bencana yang mulai terjadi pada Sabtu (23/11) malam. Di Deli Serdang, tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan melakukan pencarian di permukiman yang rusak berat diterjang banjir bandang di Desa Martelu, Kecamatan Sibolangit, Minggu (24/11). Empat korban tewas telah ditemukan. ”Tim SAR gabungan masih bekerja mencari dua korban hilang,” kata Pj Bupati Deli Serdang, Wiriya Alrahman, Minggu malam. Empat rumah dan satu gere ja di permukiman yang beradadi lembah di antara bukit itu roboh terbawa arus banjir bandang.

Sungai kecil di tengah permukiman melebar dan dipenuhi batu-batu besar yang terbawa arus dari hulu. Ekskavator dikerahkan untuk memindahkan kayu, batu, dan tanah demi mencari korban. Namun, hingga Minggu malam, dua korban belum ditemukan. Edy Ginting (45), warga Desa Martelu, mengatakan, dirinya selamat karena arus banjir bandang hanya melintas di samping rumahnya. Hujan deras sudah turun di Sibolangit sejak Sabtu (23/11) sore. Saat malam tiba, listrik padam sehingga desa gelap gulita. ”Kejadiannya sangat cepat. Awalnya, kami mendengar suara gemuruh seperti mesin truk. Beberapa saat kemudian, banjir bandang yang membawa batu dan kayu langsung menerjang desa kami,” kata Edy. (Yoga)


Lantaran Kenaikan Tarif PPN Bisa Berujung pada Tidak Tercapainya Target Penerimaan Pajak

Yuniati Turjandini 25 Nov 2024 Investor Daily (H)
Sikap geming pemerintah untuk tetap menaikkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12% akan menjadi bumerang  untuk pencapaian target realisasi penerimaan pajak tahun 2025. Lantaran kenaikan tarif  PPN bisa berujung pada tidak tercapainya target  penerimaan pajak alias shortfall pada akhir tahun 2025 nanti. Jika tujuan pemerintah ingin meningkatkan penerimaan negara, ada banyak opsi yang bisa dilakukan, salah satunya adalah memperluas tax base PPN dan mengoptimalkan penerimaan negara bukan pajak. Kalaupun kebijakan tetap dilakukan, pemerintah harus mengantisipasi dampaknya terhadap daya beli masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi dengan kebijakan pendukung yang kuat. Tercatat target realisasi penerimaan pajak tahun 2025 sebesar Rp 2.189,3 triliun. Untuk jenis pajak PPN dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM). diperkirakan akan mencapai Rp 945,1 triliun. Angka ini tumbuh 13,31% dari outlook realisasi PPN dan PPnBM tahun 2024 yang sebesar Rp819,2 triliun. Bila melihat pada pertumbuhan ekonomi kuartal III-2024 maka konsumsi rumah tangga memiliki kontribusi ke pertumbuhan ekonomi hingga 53,08%.(Yetede)

IHSG BEI Menanti Windows Dressing

Yuniati Turjandini 25 Nov 2024 Investor Daily (H)
Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) masih menanti window dressing untuk menguatkan dan menepis maraknya sentimen negatif global. Kalangan analis memprediksi window dressing terjadi pada Desember mendatang. Window dressing adalah aksi memoles portfolio oleh fund manager, manajer investasi, dan investor institusi agar bisa berkinerja baik pada tutup tahun. Selama window dressing, terjadi aksi borong saham, sehingga bakal mendongkrak IHSG. Pekan lalu, indeks turun hingga  ke level 7.195. Pada pekan ini atau terakhir pada November, IHSD diperkirakan masih fluktuatif untuk mencoba tetap bertahan di atas level 7.150. "Belum tampak indikasi window dressing hingga akhir November 2024. Oleh sebab itu, IHSG diperkirakan masih bergerak fluktuatif dalam rentang 7.150-7.230 pada pekan ini," kata Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan. Valdy mengungkapkan, kondisi eksternal memicu capital outflow dari pasar modal Indonesia. Hal itu membuat momentum window dressing yang biasanya terjadi pada dua bulan terakhir di penghujung tahun belum terlihat. (Yetede)

Penyaluran Kredit Kepada Usaha UMKM Kembali Mengempis

Yuniati Turjandini 25 Nov 2024 Investor Daily
Penyaluran kredit kepada usaha UMKM  industri perbankan per Oktober 2024 sebesar Rp 1.402,3 triliun, tumbuh 4,6% secara tahunan  (year on year/yoy). Angka pertumbuhan tersebut mengempis dibandingkan  dengan bulan sebelumnya yang meningkat 5% (yoy). Meskipun secara nominal kredit yang disalurkan mengalami pertumbuhan Rp3 triliun atau hanya 0,21% secara bulanan (month to mont/mtm) per oktober 2024. Apabila  dibandingkan dengan akhir 2023, kredit UMKM naik 2,79% (year on date/ytd), namun tren pertumbuhannya memang cenderung melambat. "Pertumbuhan penyaluran kredit UMKM terutama pada skala kecil yang meningkat 7,2% (yoy)," tutur Direktur Ekskutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangannya. Kredit skala kecil tersebut lebih tinggi dibandingkan September yang naik 6,6% (yoy). Sedangkan kredit mikro dan menengah pertumbuhannya menyusut di oktober. Di mana, kredit mikro dari tumbuh 5,1% (yoy) susut dari bulan sebelumnya 2,4% (yoy). Dari komposisinya, kredit UMKM perbankan nasional masih didominasi oleh kredit mikro, yakni 45,46% atau senilai Rp 637,5 triliun. Kemudian, porsi kredit kecil sebesar 32,52% atau sebesar Rp456 triliun per Oktober. Serta kredit skala usaha menengah sebesar Ro308,8 triliun memiliki porsi 22,02% dari total porfolio UMKM. (Yetede)

Kenaikan PPN 12% Tantangan bagi Industri Otomotif

Yuniati Turjandini 25 Nov 2024 Investor Daily
Aturan kenaikan PPN menjadi 12% pada tahun depan akan jadi tantangan bagi industri otomotif, karena harga jual produk juga akan naik. General Manager Corporate Communication PT Astra Honda Motor (AHM) Ahmad Muhibbun menerangkan, PPN 12% merupakan salah satu challange yang harus dihadapi oleh semua industri. Kenaikan ini pastinya harus dihadapi oleh semua  industri. Kenaikan ini pastinya akan mempengaruhi penjualan motor di tahun depan. "PPN 12% itukan sesuatu yang sudah diketok ya, jadi mau enggak mau mau harus tetap kita serap itu PPN 12%," kata dia. Pria yang biasa disapa Muhib ini mengungkapkan, AHM melakukan beberapa strategi agar dapat meningkatkan penjualan di masyarakat. AHM berusaha untuk memenuhi requirement atau kebutuhan masyarakat dengan melakukan survei misalkan masyarakat butuh motor seperti itu yang akan disediakan. "Makanya produk Honda itukan banyak variannya itu dalam rangka upaya kita memberikan beragam alternatif di tengah market yang challenging dan juga di tengah tuntutan masyarakat yang beragam," jelas dia. (Yedete)

Setengah Hati Turunkan Tarif Tiket Pesawat

Yuniati Turjandini 25 Nov 2024 Investor Daily
Upaya pemerintah menurunkan harga tiket pesawat dengan memberikan diskon tarif pelayanan jasa penumpang dinilai masih 'setengah hati'. Pasalnya penurunan tarif harga diberikan untuk bandara pelayanan Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU). Kementerian Perhubungan (Kemenhub)  menurunkan tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) atau biaya passanger service charge (PSC) sebesar 50% untuk layanan Unit Penyelenggara Bandara Udara (UPBU) dibawah pengelolaan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (DJPU). PSC sendiri merupakan salah satu komponen yang menyatu dalam harga tiket pesawat. Kebijakan diskon tersebut berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor KP250 DJPU 2024 mengenai Pengenaan Tarif Negara Bukan Pajak (PNBP). Diskon tarif PSC ini ditetapkan selama tiga hari yang berlaku mulai 19 Desember 2024 sampai dengan 3 Januari 2025 dengan periode pemesanan tiket penerbangan per tanggal 24 November 2024. Analis penerbangan independen Gatot Rahardjo mengatakan upaya pemerintahan dengan memangkas tarif pelayanan jasa penumpang bisa ikut menurunkan harga tiket pesawat. Meski begitu, penurunan tarif PSC ini hanya berlaku untuk bandara-bandara dibawah pengelolaan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub. (Yetede)

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman Ingin Kementeriannya Memegang Kendali Utuh Atas Sektor Pangan

Yuniati Turjandini 25 Nov 2024 Tempo
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ingin kementeriannya memegang kendali utuh atas sektor pangan. Ia bahkan mengajukan surat permohonan izin prakarsa penyusunan satu rancangan peraturan pemerintah dan empat rancangan peraturan presiden kepada Prabowo Subianto. Dalam surat permohonan bernomor B-197/HK.120/M/10/2024 yang diperoleh Tempo, Amran menyebutkan alasan penyusunan rancangan regulasi itu untuk mempercepat swasembada pangan. “Sehingga diperlukan satu komando hulu-hilir pertanian yang memerlukan penyesuaian beberapa regulasi yang berkaitan dengan pertanian dan pangan,” demikian bunyi surat yang dikirim oleh Amran kepada Prabowo pada 24 Oktober 2024.

Amran mengusulkan sejumlah rancangan peraturan yang tidak hanya mengubah struktur lembaga, tapi juga koordinasi antarlembaga hingga pemilihan pemimpin lembaga. Salah satu rancangan regulasi yang disodorkan Amran kepada Prabowo adalah rancangan peraturan pemerintah tentang pelimpahan kewenangan badan usaha milik negara bidang pangan. Amran mengusulkan Menteri Keuangan melimpahkan kedudukan, tugas, dan kewenangan dalam lima perusahaan pelat merah kepada Menteri Pertanian.

BUMN yang dimaksudkan adalah Pupuk Indonesia, PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID Food, PT Perkebunan Nusantara III atau PTPN, Perum Kehutanan Negara, dan Perum Bulog. Adapun Menteri Keuangan, yang selama ini menjadi pemegang saham perseroan milik negara, melimpahkan kewenangannya kepada Menteri BUMN. Jika Presiden Prabowo menyetujui usul Amran ini, kewenangan itu bakal beralih kepada Menteri Pertanian. Amran menilai selama ini sistem pertanian di Tanah Air berjalan keliru karena tidak berjalan dalam satu komando. Dia mencontohkan bagaimana selama ini kementeriannya kesulitan mengurus penyerapan beras petani karena tidak bisa mengintervensi Perum Bulog sebagai pengambil alih produksi dalam negeri. (Yetede)

Bos Gaikindo Sebut Harga Mobil Rp 300 Jutaan Bakal Naik Rp 3 Juta Dampak Kenaikan PPN

Yuniati Turjandini 25 Nov 2024 Tempo
Ketua Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto menjelaskan bagaimana penjualan industri otomotif khususnya mobil akan bertambah berat dengan adanya kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 11 persen menjadi 12 persen pada tahun 2025. "Memang (penjualan) akan tambah berat," ucap Jongkie saat dihubungi Tempo, Ahad, 24 November 2024. Kenaikan pajak itu, Jongkie menuturkan, terutama akan dirasakan oleh konsumen mobil-mobil kelas bawah. Sebagai contoh, mobil seharga Rp 300 juta akan naik harganya sebesar Rp 3 juta.

BPK Temukan Insentif Pajak Bermasalah Rp 15,3 Triliun, Begini Penjelasan Kemenkeu
Kendati begitu, Jongkie memahami alasan pemerintah menaikkan PPN karena ini menggenjot penerimaan dari pajak untuk membiayai pengeluaran negara. Ia pun masih berharap pada pertumbuhan ekonomi yang dijanjikan akan mencapai 8 persen untuk menopang penjualan industri otomotif. Paling tidak, kata dia, penjualan tahun ini masih dapat dipertahankan pada tahun depan.

Sedangkan Sekretaris Jenderal Gaikindo Kukuh Kumara mengatakan kenaikan PPN menjadi tantangan bagi industri otomotif yang tengah lesu. Ia mengatakan menyebut dampak kenaikan PPN menjadi 12 persen ini juga diperdalam dengan daya beli masyarakat yang menurun. Kelas Menengah Terancam Miskin, Apa yang Dilakukan Pemerintah? “Tiap kenaikan pajak konsekuensinya terjadi penurunan penjualan mobil. Data empiris mengatakan seperti i tu,” kata Kukuh melalui keterangan tertulis, Sabtu, 23 November 2024. Gaikindo menurunkan target penjualan kendaraan otomotif tahun 2024 dari 1 juta unit mejadi 850 ribu unit. Penurunan target penjualan ini, kata Kukuh, akan berdampak besar pada industri otomotif dari hulu hingga hilir. Kukuh juga mengatakan, pengurangan produktivitas ini juga dapat memperbesar potensi pengurangan karyawan. (Yetede)


Pilihan Editor