Dorongan Ekonomi Berisiko Perbesar Defisit Transaksi Berjalan
Defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) Indonesia mencatat perbaikan sementara pada kuartal III-2024, turun menjadi US$ 2,2 miliar (0,6% dari PDB) dibandingkan US$ 3,2 miliar (0,9% dari PDB) di kuartal sebelumnya. Penurunan ini didukung surplus neraca perdagangan barang, penyempitan defisit neraca jasa, dan penurunan defisit neraca pendapatan primer. Faktor musiman seperti penurunan pembayaran imbal hasil investasi juga berkontribusi pada perbaikan ini.
Namun, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memperkirakan CAD akan kembali melebar di kuartal mendatang, dengan proyeksi sepanjang 2024 berada di kisaran 0,1%-0,9% dari PDB. Prospek ini sejalan dengan faktor pembayaran bunga utang dan pelemahan surplus perdagangan akibat penurunan harga komoditas serta melambatnya permintaan global, terutama dari China.
Kepala Ekonom BCA David Sumual memproyeksikan CAD 2024 di level 0,7% dari PDB, sementara Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede memperkirakan pelebaran lebih besar, hingga 1,22% pada 2025, didorong oleh normalisasi harga komoditas dan percepatan agenda ekonomi pemerintah.
Meski begitu, surplus transaksi modal dan finansial yang mencapai US$ 6,6 miliar di kuartal III-2024 menunjukkan perbaikan signifikan, terutama dari investasi langsung di sektor pengolahan dan jasa. Hal ini membuat Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) berbalik surplus sebesar US$ 5,9 miliar, setelah sebelumnya defisit.
Menurut Perry, aliran masuk modal asing di berbagai instrumen investasi akan menjaga NPI positif, didukung oleh upaya hilirisasi ekonomi. Inisiatif ini diharapkan mengurangi ketergantungan pada ekspor komoditas mentah dan membatasi pelebaran CAD dalam jangka panjang, meskipun tantangan global tetap menjadi perhatian utama.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023