Sokong Pertumbuhan dengan tiga syarat ekspor
Ekonomi Indonesia bisa tumbuh 8 % pada 2029 jika tiga prasyarat ekspor terpenuhi. Untuk mencapainya, pemerintah bakal menggulirkan dua langkah konkret, yakni hilirisasi komoditas dan menjadikan industri kecil menengah menjadi bagian rantai pasok industri besar. Deputi Bidang Ekonomi Bappenas, Amalia Adininggar Widyasanti, Kamis (21/11) mengatakan, ekspor menjadi bagian strategi utama pemerintah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8 % pada 2029. Ada tiga prasyarat utama ekspor dapat mendukung target pertumbuhan itu tercapai. Pertama, ekspor produk manufaktur bernilai tambah tinggi harus meningkat. Targetnya, nilai ekspor nonmigas Indonesia bisa naik dari 259 miliar USD pada 2023 menjadi 400 miliar USD pada 2029.
”Dalam kurun waktu itu, target pangsa ekspor global harus tumbuh dari 1,1 % menjadi 1,4 %,” ujarnya dalam Seminar Nasional ”Proyeksi Ekonomi Indonesia” yang digelar Institute for Development of Economics and Finance (Indef) secara hibrida di Jakarta. Prasyarat kedua, partisipasi Indonesia dalam rantai pasok global harus semakin kuat. Targetnya, partisipasi tersebut dapat tumbuh dari 0,8 % pada 2022 menjadi 1,2 % pada 2029. Ketiga, Indonesia juga harus meningkatkan ekspor jasa. Ekspor jasa ditargetkan naik dari 23,2 miliar USD pada 2022 menjadi 42,2 miliar USD pada 2029. ”Ketiga prasyarat itu perlu ditopang dengan peningkatan daya saing serta penguatan diplomasi ekonomi dan promosi ekspor,” katanya. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023